Wanita Yang Ditinggalkan

Wanita Yang Ditinggalkan
17. Pimpinan baru


__ADS_3

.Darren Cassano bukan cowok alim dia juga menyukai wanita dan minuman. Nyatanya begitu sampai dia langsung memangku salah satu wanita itu.


Dengan tangan nya menjelajahi seluruh tubuhnya. Wanita itu memekik keenakan dan menghujaninya ciuman. Bryant Cassano hanya meliriknya sekilas dan terkekeh kecil.


Ini baru awal surga duniawi yang kukenal kan padamu. Lainnya akan menyusul dan pastinya kamu nagih. Batinnya bermonolog sendiri di sela-sela kegiatannya meminum wine nya.


Entah apa yang dibenaknya Bryant Cassano hanya mengamati mereka, larut dalam kesenangan surgawi mengikuti gerakan menggoda dari para wanita cantik itu.


Di sebuah perusahaan. Semua berkumpul di ruang auditorium gedung karena ada pengenalan terhadap jajaran staf perusahaan yang baru.


"OMG gantengnya CEO baru kita. Ada enggak kesempatan untuk deketin.." Anna sui memulai gosipnya.


" Mana mungkin dia akan tertarik pada wanita biasa seperti kita.' Sahut Raisa.


"Seharusnya tahu diri saja kita hanya karyawan biasa." Timpal David Guetta.


"............." Sharmila hanya tersenyum dan memandangi smartphone nya karena sudah lama sekali Bryant Cassano tak menghubungi nya.


Suara nyaring terdengar dari microphon aula tak di anggap. Wanita itu benar-benar bingung kenapa sang suami menghilang begitu saja.


Padahal dia sudah memberikan segalanya, dukungan dan juga perlindungan terhadap dirinya.


Setelah beberapa saat usai kata sambutan dan perkenalan para karyawan di bubarkan kembali ke tempat kerja masing-masing setelah itu.


Sharmila langsung mengerjakan pekerjaan yang diberikan oleh Faith selaku pimpinan Divisi keuangan. Ia berusaha sungguh - sungguh dalam pekerjaannya.


Di kantin kantor. David menempelkan botol minuman dingin ke pipinya Sharmila manakala melihat wanita itu melamun tanpa menyentuh makanan itu.

__ADS_1


"Sendirian neng ? Boleh akang temenin ?' Ucap David Guetta menatap manik hitamnya.


Sharmila terkekeh geli melihat tingkah teman- temannya yang jahil. "Mana ada melamun. Ngada - Ngada dech ." Sungut wanita itu menatap kepada mereka yang baru bergabung dengan dia duduk di bangku yang kosong. David Guetta dan Anna sui serta Raisa.


"Kalian kok bisa bersamaan datangnya." Tanya Sharmila menatapnya bergantian. " Kamu aja yang datangnya awal. Malah belum makan ada yang dipikirkan ya Bun ?" Tanya Raisa sambil tersenyum jail.


David Guetta menatap sambil geleng-geleng kepala melihat ekspresinya. "Tak ada hanya capek saja." Kilahnya.


"Tinggal di rumah aja. Kan sudah mapan dan punya suami baik lagi. Kenapa repot bekerja." Sahut Anna sui.


" Model begini Lo. Wanita yang tak mendukung suami. Istri bekerja bukan cari nafkah namun demi kesenangan, daripada ikut rumpi arisan tak jelas buntutnya jadi ribut dan maksiat." Jelas David Guetta menatap semuanya. "Makasih ya sudah bantu." Ucap Sharmila.


"Ngomong-ngomong CEO kita masih single lagi. Dan satu lagi dia belum memiliki kekasih." Anna sui ikut angkat bicara.


"Sudah ketinggian jika dekat sama beliau. Belum tentu dia bakal tertarik sama kita-kita." Sahut Raisa.


"Bener banget tuh !" Timpal David Guetta sambil mangap karena kepedasan sambel geprek yang level 2.


"Wah pesimis bang. Penting maju aja dahulu, ya siapa tahu nanti jodoh dan rejeki kita lagi. Ya namanya juga usaha." Jawab Anna sui dengan nada gemulai dan centilnya. Semuanya terbahak-bahak geli melihat tingkah lakunya.


"Non ntar pulang kerja hangout bareng yuk. Kan pulang awal nih." Celetuk Raisa. "Boleh banget. Emang mau kemana ?" Sahut David Guetta semangat.


"Enaknya kemana ?" Tanya Sharmila menatapnya bingung. " Night Club. Cari cowok ONS atau ..kemana ?" Raisa menggoda temannya dengan menaikkan alisnya terangkat sebelahnya.


"Gila ! Emang kita cewek apaan ?" Sahut Anna sui sewot. "Tapi kalau diperkosa sama orang yang mirip CEO kita boleh lah." Lanjut Anna dengan senyuman tak jelasnya.


"Huh maunya dasar orgil ! "Hardik David Guetta pura-pura marah besar dengan mendelik tajam. " Kita nonton film aja di 21 studio. Ada film bagus, mau yang romansa apa kartun ?" Tanya Raisa menatap ke sekeliling.

__ADS_1


"Aku ya ikut aja. Kalau kartun nanti aku ajak anakku biar nanti di antar ke sana." Sahut Sharmila. "Sepakat. Kita nonton film kartun aja yang netral." Ucap David Guetta.


"Ok. Kita ke sana aku pesen tiketnya sekarang. Kau ikut ya ?" Tanya Raisa memandangi Anna sui. "Oke lah mana mungkin aku menolaknya." Jawabnya sambil makan dengan nada lebay nya. Semuanya tertawa terbahak-bahak karenanya.


David Guetta masih juga menjahili rekannya dengan mencomot makanan mereka. Dan Anna sui serta Raisa pura-pura marah karenanya.Mereka melanjutkan makannya sambil bersenda gurau.Setelahnya mereka kembali ke tempat kerjanya masing-masing.


Di tempat lain. Bryant Cassano hanya mengangguk mengerti menyimak laporan dari bawahannya. Yakni para pimpinan anak perusahaan dari usaha yang diwarisi dari ayahnya Edward Cassano.


Semuanya resort dan hotel berskala internasional yang ada di beberapa negara. Lelaki itu sekarang menjadi lebih banyak di puja kaum hawa dan menjadi target incarannya.


"Aku ingin semuanya di siapkan secara menyeluruh dan aku tak suka berjalan setengah - setengah. Maksimalkan performa dan aku akan memberikan bonus, tunjangan bagi pegawai yang berpotensial. "


" Bagi yang belum dapat menyelesaikan pekerjaan maka dia boleh mencari ke tempat lain. Mereka digaji bukan untuk bersantai menikmati fasilitas perusahaan."


" Bagi yang performanya solid maka aku juga akan menghargainya sebagai suatu bentuk apresiasi terhadap pengabdian kepada perusahaan." Semuanya bergumam dan berbisik-bisik sepintas lalu setelah mendengarkan penuturan Bryant Cassano.


"Pantas saja dia dianggap lebih ternyata Tuan Cassano tidak salah pilih. Dia terlihat sangat tegas dan aura kepemimpinannya terasa..." Dan masih banyak lagi yang berkomentar banyak.


Bryant Cassano sekarang lebih sibuk menangani semuanya warisan yang ditinggalkan sang ayah setelah meninggal. Edward Cassano setelah kritis Beberapa saat dan dinyatakan koma, mendadak di nyatakan meninggal dunia karena gagal jantung.


Karena itulah dia meninggalkan tempat tersebut. Meninggalkan wanita cantik itu dan putranya. Dia sengaja tidak memberikan kabar tentang dirinya karena tak ingin melukainya seperti saudara kembarnya.


Jika ada kesempatan maka ia akan menjelaskannya secara langsung dan tidak ada dusta diantara mereka. Murni secara langsung dia sudah terpikat dengan sosok halusnya dan perhatiannya walaupun mereka hanya sesaat bersama.


Sang penguasa dan casanova ini sudah terpikat oleh sosoknya yang sederhana dan pantang mundur pada segalanya.


Bryant Cassano asyik dengan MacBook tangannya lincah memainkannya. Sesekali ia melirik ke nakas melirik pigura kecil berisikan foto nya.

__ADS_1


Senyum smirk miringnya menghiasi wajahnya yang tampan. Dia juga beralih ke laptop nya dan membaca berkas-berkasnya di meja. Menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk di mejanya.


__ADS_2