Wanita Yang Ditinggalkan

Wanita Yang Ditinggalkan
50. Pesta pernikahan


__ADS_3

Bryant Cassano dan Sharmila menuruni anak tangga menuju ke ruang makan bersamaan dengan Arnoldus Janssen dan Caroline Cassano yang keluar dari kamar tamu.


Mereka berpapasan di anak tangga. " Pagi. Kau seorang mualaf ?" Arnoldus Janssen menatap Bryant Cassano yang mengenakan pakaian muslim. Lelaki itu hanya mengangguk. " Saat menikahi nya dan detik itu juga aku mualaf."


Bryant Cassano memberikan isyarat agar mengikuti mereka ke meja makan. Sarapan pagi bersama, sudah duduk Arsy dan Alice yang masih di kursi khusus untuk bayi.


Mereka duduk bersama dan saat Arnoldus Janssen hendak memberikan makanan ke piring nya Caroline Cassano terpaku melihat Sharmila, Arsy dan Bryant Cassano yang berdoa bersama sebelum makan.


"Sangat relegius aku sangat menyukai nya." Bisik Caroline pada suaminya dan lelaki itu hanya tersenyum tipis. "Ayo silahkan, ini perpaduan antara western dan Asia makanan nya. Semoga suka, koki sudah memiliki resep masakan Indonesia yang di ajarkan istriku."


Bryant Cassano yang membanggakan istrinya dihadapan mereka. Caroline Cassano memakan bakwan dan ikan bakar Cianjur terbelalak menyukainya. " Lezat aku suka."


Wajahnya yang cantik nampak puas dengan rasa yang ada di lidahnya. Arnoldus Janssen hanya mengangkat dua ibu jarinya. Bryant Cassano melihatnya dengan tersenyum lebar. Dan Sharmila hanya acuh tak acuh.


Mereka makan dengan berbincang ringan seputar anak-anak Arsy hanya terdiam menyimaknya dan Alice berceloteh ala bahasa baby-nya dan makanan itu berpindah ke tangan dan wajahnya yang cantik gembul sesekali ia menghisap jari-jarinya dan tertawa kecil.


"Segera hubungi WO yang kalian suka temanya seperti apa, aku ngikutin saja. Dan nanti kita umumkan tentang hubungan keluarga kita di muka umum." Bryant Cassano memberikan dukungan pada Arnoldus Janssen.


"Ini pernikahan ke tiga ku. Rasanya sungguh " Belumlah selesai Arnoldus bicara sudah dipotong dengan kalimat Caroline Cassano. " Kita bisa melakukan hal itu secara tertutup dan undang pers hanya satu atau dua lalu publikasikan. Selesai kan ?".


"Sekarang aku sedang berbadan dua kakak juga, jadi ada baiknya kita buat simpel dan elegan, dan nyaman untuk kami." Lanjutnya sambil menatap wajah suaminya Arnoldus Janssen.


Bryant Cassano hanya mengangguk mengerti. " Ide bagus, kita dapat melakukan itu, dan anak-anak masih kecil belum terbiasa lingkungan seperti itu. Terlebih istriku yang sangat sederhana." Sahut Bryant.


Arnoldus Janssen dan istrinya tersenyum tipis kemudian mengangguk. Bryant Cassano memainkan mainan Alice agar anak itu tak merasa diabaikan. Bocah batita itu duduk dipangkuan nya dan asyik bergumam dengan bahasanya.


Caroline sangat memperhatikan tingkah lakunya dan sangat menyukainya. Sharmila hanya duduk bersandar di bahu Bryant Cassano menjadi pendengar saja.

__ADS_1


Satu Minggu kemudian. Bryant Cassano dan keluarga kecilnya pergi ke kota tempat Arnoldus Janssen. Mereka tinggal di kota dan negara yang berbeda. Disini mereka berkumpul lagi untuk menghadiri acara pernikahan mereka.


Acara ini diselenggarakan secara tertutup dan mengundang perwakilan awak media. Dan beberapa relasi. Darren juga datang sendiri karena lelaki itu masih belum menetapkan hati nya untuk berumah tangga.


Acaranya dapat dikatakan mewah dan simpel dengan tema serba putih di villa miliknya Arnoldus Janssen yang luas. Bertema out door karena itu musim panas. Sementara pestanya diadakan hari itu juga dan selesai pada menjelang petang.


Kegiatan para pekerja masih sibuk di halaman depan atau belakang di villa miliknya Arnoldus Janssen. Lelaki itu memang memerintahkan segera dibereskan semuanya seusai pestanya berakhir.


Di ruang tengah mereka duduk bersama. Bryant Cassano, Sharmila, Caroline Cassano, Arnoldus Janssen dan Darren Cassano. Ke dua lelaki itu memegang wine dan Bryant memeluk Sharmila yang bersandar pada dadanya.


"Kenapa hanya pesta cepat berakhir, tak seru." Gumam Darren Cassano menatap wajah saudaranya itu.


"Mereka sedang hamil. Dan harus banyak istirahat. Setelah perjalanan menuju kemari yang memakan waktu lama." Jawab Arnoldus Janssen.


"Bryant Cassano sudah menyetujui dan ini juga permintaan istriku. Terus tanpa aku sedikit malu karena sudah menikah tiga kali." Katanya pelan.


" Aku tahu kau doyan ***, tapi tidak perlu kau publikasikan seperti itu." Sakarse Darren Cassano.


" Terimakasih atas pujiannya." Sahut Arnoldus Janssen dengan ketus. Sharmila terkekeh kecil dan menyembunyikan wajahnya didadanya Bryant Cassano. Diikuti oleh semua nya disana.


"Kau menertawakan aku ?" Pura-pura Arnoldus Janssen tersinggung. "Sudah sayang. Biar saja yang penting kau hebat tak kalah dengan mereka. Aku puas dengan performa mu di ranjang." Caroline mencoba menenangkan lelaki itu.


"Kau saja yang bodoh. Menikahi lelaki tua yang kurang belaian. Di luar sana masih banyak yang hebat bahkan membuat mu berhari-hari tanpa jeda bergulat kenikmatan." Darren memanasi iparnya.


Arnoldus Janssen membulat sempurna matanya mendengar perkataannya Darren Cassano yang memprovokasi nya. Bryant hanya mendengarkan dan tak berkomentar.


Ia hanya memperhatikan wajah cantiknya Sharmila yang memerah mendengar perkataan Darren. "Apa kau panas karena kata-katanya yang vulgar sayang ? Kau akan terbiasa dengan hal itu. Mereka memang laknat bicaranya. Maklum lah sedikit." Bisiknya dengan mencuri ciuman di bibir mungil itu.

__ADS_1


"Hei kau ! Beraninya bercumbu di depanku !" Amuk nya dengan kesal. Lelaki itu menatap nyalang karena emosi dan cemburu.


"Jangan khawatir aku sudah menyewa wanita cantik untuk mu dalam satu Minggu ini. Agar menyibukkan mu dan tak perlu cemburu seperti itu." Sahut Arnoldus Janssen dengan ketus.


"Kau ingin seperti ipar kita kan ? " Sindirnya. "Malam ini dia datang." Tak lama datanglah kepala pelayan nya dengan seorang wanita muda seksi. Berparas cantik terlihat wajah nya khas Asia.


"Kau lihat aku tak berbohong. Itu bentuk pelayanan ku untuk menjamu." Ujarnya sambil mengelus rambut Caroline Cassano.


" Kalau begitu aku tak menyia-nyiakan kesempatan. Selamat bersenang-senang aku pamit." Jawab Darren Cassano sambil menarik wanita itu langsung berjalan beriringan menuju ke kamar.


Arnoldus Janssen dan istrinya serta Bryant Cassano hanya menatap dan terbahak-bahak melihat tingkah lakunya.


" Aku juga pamit istirahat. Kalian juga kan?" Kata Bryant Cassano sambil tersenyum dan mengedipkan matanya ke arah Arnoldus Janssen. Dan dibalasnya dengan anggukan kepala.


Mereka berjalan beriringan menuju kamarnya masing-masing dan melakukan kegiatannya


masing-masing.


Sharmila melepaskan pakaiannya dan mandi membersihkan dirinya sendiri dan Bryant menyusulnya. Mereka melakukan percintaan mereka di sana.


Sedangkan Darren sudah menggempurnya, wanita cantik itu berteriak dan mendesah nikmat Darren menyukainya. Awalnya wanita itu terbelalak melihat isinya. Dan ia ragu-ragu namun begitu penyatuannya. Wanita ini menjerit keras dan kesenangan.


Sedangkan Arnoldus Janssen menikmati permainan istrinya itu yang bertambah gairahnya saat hamil.


Semuanya berakhir dengan kesenangan surgawi sesuai keinginan masing-masing. Mereka kembali seperti semula keluarga yang berseteru dan berkumpul bersama dan saling memahami dan mengerti.


*****--------*****

__ADS_1


Mohon maaf bagi pembaca karena keterlambatan cerita dan kesalahan typing. Terimakasih atas kunjungan Anda. 🙏


__ADS_2