Wanita Yang Ditinggalkan

Wanita Yang Ditinggalkan
43. Perubahan


__ADS_3

Dilain tempat Bryant Cassano mencari informasi tentang hilangnya sang istri. Terlebih ia mendapat surat anonim, mengirimkan foto-fotonya Sharmila tengah di digagahi lelaki tanpa diketahui wajahnya. Karena membelakangi kamera.


Semua CCTV-NYA mati di sekitar kejadian juga 4km setelah kejadian itu. Wanita itu lenyap di telan bumi. Bryant merasa bersalah seharusnya dia juga menjaga keamanan mereka saat di luar juga. Menahan emosi yang meledak-ledak ia meremas foto-foto tersebut.


"Sisir semuanya, rumah sakit, yayasan atau rumah singgah juga kepolisian. Cari dia !" Titah nya dengan memejamkan mata. Sudah hari ke dua istri nya belum ditemukan.


Hari pertama menjelang petang surat dan foto-fotonya sampai di mansion. Bahkan penjaga tak menyadari adanya orang mendekat dan mengirimkan surat tersebut.


Arsy selalu bertanya padanya setiap kali mereka berpapasan di mansion. " Daddy. Bagaimana ada kabar tentang Mom ?" Kalimat yang membuat nya sesak di dada. Kedua kalinya ia tak dapat melindungi wanitanya. " Begitu banyak cara kenapa ia bodoh dan abai akan keselamatan nya. " Runtuknya sambil terus menatap wajah cantiknya Sharmila di phonsel nya.


" Tuan. Ada seseorang mirip dengan ciri-ciri Nyonya ada di RS Hardcore. Pinggiran kota satu jam dari tempat kejadian." Lapor Lexy tracker yang diperkerjakan Bryant.


" Ayo. Ke sana sekarang !" Ucap Bryant setelah mematikan ponselnya. Mobilnya melaju ke jalanan menyusuri jalanan kota. Menuju ke tempat tujuannya.


Disana sang istri sedang tergolek lemah dengan jarum infus di tangannya. "Maafkan aku sayang. Maaf." Lelaki itu mengecup tangan nya dan duduk di sampingnya.


"Menurut keterangan dokter nyonya hamil muda. Dan bayi beserta nyonya sehat hanya luka pemukulan itu yang menyebabkan beliau pingsan hingga kini." Jelas sang asisten.


"Cari tahu siapa penculik nya. Aku ingin dia membayar tinggi atas semua itu !", Titahnya. "Kami sudah mengetahui nya. Semuanya atas perintah Miranda." Lanjutnya, lagi Bryant Cassano memejamkan matanya.


" Tutup kasus ini. Cari dia ! Dan lakukan sesuai keinginan dia. Kembalikan semuanya dua kali lipat !" Perintah Bryant.


"Ada lagi Tuan. Dia yang menolong adalah saudara tiri Anda. Yang kebetulan ada janji temu dengan patner kerja barunya." Sambung sang asisten.


"Atur janji dia pekan kedepan, makan malam di mansion." Ucapnya sambil mengelus rambut Sharmila.

__ADS_1


"Baik Tuan." Mereka undur diri meninggalkan atasannya itu. Bryant Cassano menatap wajah cantiknya Sharmila yang berubah menjadi lebam lebam biru keunguan. Ia mengambil salepnya dan mengoleskan nya perlahan-lahan.


"Maafkan aku sayang. Ampunilah aku yang tak dapat menjaga mu lagi." Bisiknya lirih dengan mengusap kepala nya.


Bryant Cassano terhenyak manakala tangannya merasakan pergerakan lembut jemari tangan nya yang digenggam nya. "Sayang kau sudah bangun ?" Gumam Bryant Cassano mendekati dia. Tepatnya tengah malam wanita itu membuka matanya Bryant Cassano memanggil dokter lewat alat itu.


Dokter jaga datang dan memeriksa kesehatan serta memastikan lagi. " Semuanya normal Tuan. Nyonya hanya mendapatkan luka fisik saja." Dokter menjelaskan detail tentangnya.


Bryant Cassano mengangguk mengerti kemudian mereka meninggalkan Bryant dan istrinya.


"Tidurlah. Ini masih malam, istirahat lah." Bisik Bryant dan wanita itu hanya mengangguk sambil menutup matanya. Bryant merapikan selimutnya. Kemudian ia ke sofa merebahkan tubuhnya istirahat. Sebelumnya ia mengunci pintu kamar tersebut.


Miranda memakirkan mobilnya di parkiran apartemen nya. Ia membuka pintunya, dan menyalakan lampu rumah. Ia ke pantry mengambil air minum.


Dan lelaki di hadapannya langsung membekap mulutnya dengan ciumannya. Dan di belakangnya meremas payudara kasar lalu melembut menekan tubuhnya di antara dua lelaki itu.


Akhirnya pergumulan itu terjadi. Miranda awalnya memberontak menjadi menuntut dan mendesah nikmat. Lelaki itu sudah memberi nya obat perangsang lewat ciuman mereka.


Kejadiannya sudah direkam oleh mereka. Hingga akhirnya mereka melepaskan diri seusai melakukan itu. Miranda ditinggalkan dalam keadaan telanjang dikamar nya. Mereka membersihkan jejak-jejaknya hingga sedetail mungkin dan rapi.


Bryant Cassano menerima laporan hasil perkejaan mereka merasa puas. Saat ini dia membawa istrinya pulang karena wanita itu tak ingin berlama-lama di RS.


Sesampainya di mansion mereka langsung ke kamarnya. Sharmila sudah menyamarkan memarnya dengan foundation namun masih terlihat tipis. Wanita itu tak ingin putranya shock melihat keadaannya yang mengenaskan.


Sesuai menyapa sang anak ia langsung membaringkan tubuhnya di kamar mereka. Bryant Cassano hanya terdiam disisinya menatap wajah cantiknya Sharmila. Tak ada kata atau respon terhadap dirinya yang sudah terluka.

__ADS_1


Sharmila membersihkan wajah dengan facial wash dan face cleanser. Seusai memberikan salep memar ia pun tidur membelakangi nya.


Bryant Cassano hanya menatapnya dengan sendu menyusulnya tidur di sisinya. Melingkar kan tangannya di perutnya. Wanita itu hanya diam dan mengacuhkan semua itu.


Keesokannya wanita itu bangkit kembali dan meninggalkan suaminya sendirian. Ia beribadah sendiri lalu ke pantry mengatur menu kemudian mengecek keadaan anak-anaknya.


Pagi itu saat matahari menyinari seluruh kamarnya, Bryant baru terbangun, baru kali pertama dia kesiangan dan melewatkan sholat subuh. Ia mencari istrinya, dan tak ada dikamar nya. Ia turun dan di meja makan langkahnya terhenti. Melihat tingkah laku Sharmila seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa diantara mereka.


Istri cantiknya duduk bersama anak-anak bercanda sambil sarapan pagi. "Begitu banyak tragedi kau alami, masih saja kau berikan senyuman manis itu ke kami." Batin Bryant Cassano melanjutkan langkahnya menuju ke meja makan.


"Daddy bangun kesiangan ? Tidak pergi ke kantor ?" Tanya Arsy menatapnya.


Sharmila menuangkan jus jeruk dan air putih di sisinya dan menata pancake di atas piringnya. "Makanlah. Kau membutuhkan energi untuk bekerja. Demi kami. Ya, kan anak-anak ?' Ucapnya sambil menunduk dan melanjutkan makannya.


"Yap. Benar Daddy terimakasih sudah temukan Mom. Orang jahat itu pasti sudah di hukum kan ?" Seru Arsy.


Bryant Cassano hanya tersenyum tipis dan mengangguk mengerti. Tak banyak bicara hanya mendengarkan suara mereka. Hari ini akhir pekan, kebetulan Arsy ada libur karena sekolah ada acara perlombaan Sains dan menjadi tuan rumah maka siswa yang tak ikut bergabung atau berpartisipasi maka diliburkan.


Bryant Cassano juga ingin bersama dengan mereka sebagai bentuk penyesalan dia yang selalu menyibukkan diri dengan pekerjaannya.


Lelaki itu merasa bersalah karena kejadian-kejadian yang menimpa mereka. Dan parahnya ia tak pernah ada saat-saat dibutuhkan.


Lelaki itu hanya ingin di maafkan dan diberikan kesempatan. Pikirnya sang istri telah hilang rasa kepedulian dan kepercayaan diri padanya.


"Maafkan aku sudah banyak menyakiti hati dan fisik mu sayang." Gumamnya lirih saat memeluk tubuh istrinya di kamar mereka.

__ADS_1


__ADS_2