Wanita Yang Ditinggalkan

Wanita Yang Ditinggalkan
41. Drama


__ADS_3

Bryant Cassano menyipitkan matanya saat merasakan pergerakannya Sharmila. Wanita itu masih tertatih melangkahkan kakinya.


Wanita itu langsung di angkat tubuhnya oleh Bryant Cassano. Pria itu membawanya ke kamar mandi di bawah shower air hangat mengalir ke tubuh ke-dua nya. Sesuai mandi Bryant Cassano mengisi bathtub dengan air hangat.


" Berendam lah. Akan mengurangi nyerinya. Nanti dokter biar memeriksa keadaan mu. Dan maaf, aku sedikit bersemangat semalam." Ucapnya sambil mengecup kening nya.


Lelaki itu keluar dengan handuk sepinggang dadanya terekspose menatap wajah cantiknya Sharmila sepintas lalu berlalu.


Lelaki itu memerintahkan maid untuk melakukan terapi pijat dan menemani nya seharian. Melarang dia keluar rumah dan memanggil dokter langganannya.


Di kantor Bryant sudah di sambut asistennya dan setumpuk dokumen penting untuk diperiksa nya. Lelaki itu larut dalam pekerjaannya.


Hingga tak menyadari bahwa ada penyusup masuk dan mengunci pintu ruang kerjanya. Wanita itu berjalan perlahan-lahan dan melepaskan pakaiannya satu per satu. Tak lupa ia menyemprotkan cairan tersebut ke seluruh ruangannya.


Bryant Cassano terasa gerah melonggarkan sedikit dasinya secara kasar. Dan melepaskan kancing bajunya beberapa. Ia juga melepaskan kancing lengannya dan menyingsingkan hingga ke siku.


"Sayang." Suara manja Miranda menggoda nya berdiri hanya mengenakan pakaian dalamnya. Dengan posisi menggodanya. Bryant Cassano menyipitkan matanya menatap tajam kearah dirinya.


Lelaki itu kesal, rupanya dia sudah di jebak. Dan wanita itu asyik dan santainya menyemprotkan parfum itu berkali-kali di penjuru ruangannya.


Wanita itu kemudian duduk di sofa sambil bergerak menggodanya lagi.


Bryant Cassano berusaha memalingkan wajahnya daripada menatap tubuh wanita itu. Hasratnya terpancing karena aromanya. " Kemarilah sayang. Aku menunggumu." Ujarnya sambil mengelus rambut panjangnya dan berpose seksi.

__ADS_1


Bryant Cassano berusaha melawannya dan berjalan ke pintu yang terkunci. Wanita itu tak sabar dan memeluk pinggangnya dari belakangnya. Ia langsung meremasnya pada intinya Bryant Cassano. Lelaki meringis dan merintih.


Bryant Cassano mencengkeram erat rahang nya. "Di mana kuncinya !" Hardiknya memelototi Miranda. Lelaki itu langsung melesat ke lantai dan mengambil clutch bag. Dan mengambil alih kuncinya. "Dasar bodoh!" Umpat Bryant.


Lelaki itu langsung melesat pergi meninggalkan tempat itu. Ia juga sempat mengirim pesan singkat pada Asistennya mengatakan keadaannya dan dia minta orang mengurusi Miranda.


Bryant Cassano masuk ke kamarnya dan melihat istrinya sedang selesai mengenakan pakaian kasual nya. Dia meminta pelayan untuk keluar dan menjaga anak-anak nya. Ia mengunci kamar mereka.


"Kau sakit ?" Tanya Sharmila bingung dengan sikap suaminya. " Sayang. Aku senang dapat sampai tepat waktu." Ia pun mulai melepaskan pakaiannya dan menerjang istrinya yang berteriak lantang terkejut saat pakaiannya di robeknya. Bryant Cassano melampiaskan hasrat nya akibat senyawa kimia itu.


Di perusahaan, sekuriti yang masuk ke dalam ruangan itu terkejut manakala melihat Miranda setengah telanjang. Karena wanita itu baru mengenakan rok mini nya.


Dan aromanya masih kuat menguar di sana, ke dua nya saling menatap dan mengangguk. Katanya asisten bos, " Jika ia merasakan sesuatu maka lakukanlah berdasarkan instingnya saja !"


Miranda mengeram kesal usahanya sia-sia dan dia yang terjebak sendiri. Wanita itu tertatih-tatih keluar dari ruangan itu meninggalkan para sekuriti yang menggagahinya. Mereka tertidur seusai melakukan hubungan intimnya.


Miranda berpapasan dengan asistennya dan lelaki itu hanya tersenyum miring menatapnya yang berpenampilan mengenaskan. Perusahaan itu sudah sepi dan para karyawan sudah pulang.


" Kau rasakan apa yang kau tanam ! Tuanku mungkin pernah mencintai mu. Namun itu dulu ! Kau yang meninggalkan nya. Kau juga yang menghianati jadi apa yang kau harapkan ! Kembali bersama ? Itu hanya mimpi !" Ucapnya sambil meninggalkan dia di parkiran gedung itu.


Lelaki itu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kediaman nya. Miranda hanya mencengkeram erat setirnya. "Brengsek kau Bryant Cassano. Aku akan membalasnya." Teriaknya lantang dan memukuli setirnya seperti orang gila.


Bryant Cassano menemukan istrinya yang tertelungkup di sudut kamarnya. Wanita itu menangis dalam diam. Bryant Cassano terjaga dari tidurnya seusai melakukan hubungan intim mereka.

__ADS_1


Lelaki itu kelelahan, karena ia melakukannya dengan semangat dan menggebu. Ia tak menyadari istrinya menjerit dan memukuli dadanya dan bahkan Sharmila menggigit pundaknya karena serangan Bryant yang menggila.


Dua jam wanita cantik itu menangisi nasibnya yang diperlakukan seperti itu. Kasar, seperti dia diperkosa dan dilecehkan oleh Bryant Cassano. Suaminya bahkan tidak bergerak seusai melakukan hal itu. Ia terlelap seusai melakukan nya.


Sharmila sudah tertidur seusai kelelahan melayani sang suami dan menangisi nasibnya. Ia mengira Bryant Cassano sudah tidak waras dan tak menganggap dirinya sebagai seorang istri.


Tubuhnya penuh memar dan Bryant juga melihat banyak darah di seprainya. Ia menggantikan seprainya dan lalu meletakkan istrinya itu di ranjangnya. Lalu ia menelpon dokter itu lagi.


Sang dokter awalnya bingung lalu Bryant Cassano mengatakan keadaannya dan apa yang mereka lakukan. Akhirnya dokter mengerti dan memahami. Dokter itu datang lagi dan memeriksa kesehatan Sharmila yang terkulai lemah. Ia memberikan suntikan obat tidur.


Dokter wanita itu juga memberikan beberapa obat dan salep. Ia juga melakukan perawatan khusus pada organ intimnya. Seusai melakukan tugasnya ia pun pamit pulang.


Bryant duduk di sampingnya dan melanjutkan pekerjaannya. Duduk di sisinya dengan MacBook dan laptop nya bergantian ia gunakan alat itu untuk menyelesaikan pekerjaan nya yang tertunda.


Keesokan harinya baru Sharmila tersadar dari tidurnya. Dan wanita itu sudah di dampingi pelayannya. Dan memberikan smartphone nya yang berisikan vidionya Bryant Cassano yang meminta maaf kepada nya.


"Maafkanlah aku sayang. Karena racun aku menyakitimu. Aku ingin kau tahu bahwa tak akan pernah ada wanita lain selain dirimu. Maaf. Aku sudah membuat mu takut dan sudah menyiksa diri mu. Maaf." Bryant Cassano menatapnya dengan tatapan matanya penuh kasih dan memohon maafnya.


Sharmila hanya terdiam terpaku, entah apa yang dipikirkannya wanita itu hanya menatap kosong dan menangis diam tak bersuara. Para pelayannya hanya berpandangan saling menatap satu sama lainnya.


Tidak tahu bagaimana cara mengatasi majikannya yang terduduk sambil menangis menatap smartphone nya. Wanita itu mengulang video itu lagi dan lagi. Karena majikan nya menangis terus pelayan muda itu mendekati dia dan memberi tisu padanya.


" Nyonya. Tolonglah jangan bersedih lagi." Hiburnya mencoba untuk mengalihkan perhatian wanita cantik itu. Sharmila hanya menatapnya sepintas lalu menatap ke smartphone nya lagi berusaha untuk menahan emosi nya.

__ADS_1


__ADS_2