Wanita Yang Ditinggalkan

Wanita Yang Ditinggalkan
14. Perseteruan ( 3 )


__ADS_3

Sementara itu di belahan dunia lainnya. Sharmila tertegun sejenak menatap Daniel Azriel Weizmann.


Sebelumnya lelaki itu meninggalkan nomor telepon nya di hotel tempat dulu ia bekerja.


Dia meminta pertemuan untuk membicarakan sesuatu ia tidak menjelaskan secara rinci.


Sekarang ini mereka sedang duduk bersama di sebuah cafe ternama.


Sharmila menatapnya dengan tatapan mata datarnya.


" Aku tak mengerti Kenapa aku mendapatkan surat teguran dari pengadilan." Lelaki itu memberikan sepucuk surat bersampul coklat dengan simbol pengadilan negeri.


" Bukannya jelas di sana kamu melakukan pelanggaran hak asasi manusia."


" Dengan mengambil sampel darah tanpa ijin. Dan penggunaan Kekuasaan sewenang-wenang ?" Terang Sharmila tenang.


"Dia anakku wajar kan aku melakukan hal itu. Dilihat dari fisiknya kami memiliki kemiripan." Sanggah Azriel.


"Jika kau melihat wanita di jalan dengan membawa anaknya dan ia miripnya sama kamu. Apa kau akan berbuat sama ?" Balik Sharmila bertanya.


" Jadi kau mengira aku mempunyai anak lain lagi ?" Tanya Daniel Azriel Weizmann dengan emosi.


"Ya siapapun bisa kan mengandung anak kamu. Terlebih kau itu penjahat kelamin !" Jawabnya sambil tersenyum memainkan minuman di atas meja dengan sendotan nya.


"Kenapa kau masih saja menghujat setiap kali kita bertemu." Ucapnya frustasi.


"Karena memang kau seperti itu !" Jawabnya lagi santai bersedekap menatap wajah Azriel.


"Aku tak terima ! Dan aku akan mempertahankan putraku itu. Sekarang dimana dia sekolah ? Dan kenapa kau pindah ?" Tanya dia tanpa jeda.


"Kita bertemu di pengadilan saja. Aku tak akan menerangkan dan juga memberi tahu kepada kamu ! "


" Kau pikir siapa kau bagi kami ?" Cibirnya sambil berdiri dan meninggalkan tempat tersebut.


Daniel Azriel Weizmann membayar minuman tersebut sebelum akhirnya dia menyusulnya di parkiran.


Lelaki itu terbelalak melihat mobil mewah yang menjemput Sharmila.


"Sharmila. Kau bersama dengan siapa ?" Teriaknya lantang tak terima melihatnya seperti itu.


" Kenapa tak kau minta fasilitas mewah kepadaku saja ", Batinnya.

__ADS_1


"Aku sudah menikah beberapa bulan lalu." Sahut Sharmila dengan menunjukkan cincinnya pada Azriel.


Mobilnya melaju ke jalanan meninggalkan Azriel yang terdiam terpaku. Shock melihat kenyataan bahwa wanita itu sudah menikah lagi.


" Untung saja mereka tidak mengetahui tempat tinggal kita yang baru sayang."


" Mama benar-benar cemas. Mana Daddy mu juga belum pulang." Sharmila mengusap puncak kepalanya Arsy yang sudah tertidur saat dia pulang ke rumah.


Wanita itu bimbang karena tak ada kabar apapun tentang Bryant Cassano.


Wanita itu hanya mengetahui jika lelaki itu kembali ke belahan dunia lainnya untuk keperluan bisnis.


Ia mencari info tentang suaminya dari karyawan wanita yang pernah menjadi patner kerja di tempat kerja yang lama.


Karena asistennya Bryant Cassano tak memberikan jawaban atau informasi tentang apapun yang bersangkutan dengan Bryant Cassano.


Karena pada awalnya Sharmila memang ingin merahasiakan identitas pernikahan mereka.


Beberapa hari setelah pertemuan itu, digelarlah persidangan tentang perebutan hak asuh anak.


Sebelumnya Bryant Cassano sudah menjadwalkan pengacara ternama untuk mengurusi hal-hal tentang hak asuh tersebut.


Dan ia juga meminta agar Arsy tidak dilibatkan karena dia masih kecil dan dia ingin konsentrasi anak itu tidak pecah.


"Bagaimana caranya dia mampu menyewanya. Pengacara itu bayarannya beberapa digit. Dan sangat penting lagi kasus yang ditangannya selalu menang." Ucap Oscar Weitzman memendam rasa emosi.


"Bukannya awal kita tahu dia hanya wanita miskin." Sahut Miszka Rahardjo dengan menyesap teh cristan yang diseduh nya.


"Aku juga tidak mengetahui juga, ma-pa. Terakhir kalinya kami bertemu dia bilang ia sudah menikah lagi." Jelas Daniel Azriel Weizmann kepada orang tua nya.


"Dasar orang tidak berguna ! Mencari informasi seperti itu tidak bisa !" Umpatnya menatap tajam ke arah Azriel.


"Jadi bagaimana hasilnya ?" Adinda Zahrani duduk di sampingnya Azriel ikut bergabung.


"Lelaki itu hanya menatap wajah cantiknya Adinda Zahrani dengan sinis


"Belum lagi ada hasilnya. Pengacara itu sangat hebat. Entahlah kita dapat memenangkan persidangan atau tidak kita tak pernah tahu." Jawab Oscar Weitzman dengan meminum tehnya.


Di belahan dunia lainnya. Michelle Cassano sering mengikuti pesta liar itu beberapa kali. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk berhenti ikut andil dalam pestanya.


Karena bertemu dengan Gaston Ramirez. Lelaki berdarah latin itu memiliki adik besar yang digilai Michelle Cassano. Wanita itu bahkan rela menjadi kekasih gelapnya.

__ADS_1


Karena lelaki itu sudah berkeluarga dan mempunyai anak. Michelle Cassano sudah ketagihan dengan permainannya yang kasar dan miliknya yang besar.


Bryant Cassano sudah mendapatkan balasan atas permohonan penyelidikan ulang tentang kematian sang ayah, yakni Edward Cassano.


Lelaki itu hanya menunggu hasil pemeriksaan investigasi kasus hukum. Semuanya bukti menunjukkan bahwa Stevia Cassano yang melakukan nya.


Semuanya atas arahan dari wanita itu. Lelaki itu tersenyum lebar saat mengetahui mantan istri ayahnya itu di jemput paksa oleh pihak berwajib setempat.


Semua pemberitaan media elektronik meliputnya. Namun Bryant Cassano tidak memberikan pernyataan apapun yang terjadi.


Darren Cassano melangkah tergesa-gesa memasuki ruang tamu tahanan sementara. Dia melihat sang ibu yang di tahan.


"Keluarkan aku dari tempat ini Darren ! Aku tak bersalah ! Dia pantas mati !" Teriaknya lantang sambil tertawa terbahak-bahak.


" Mom." Ucapnya lirih sambil menatap wajah sang ibu. Yang bertingkah laku aneh di matanya.


Wanita itu tidak ada rasa penyesalan atas segala sesuatu yang sudah dia lakukan waktu itu. Bahkan dia menunjukkan keganjilan pada sikapnya.


Yang terkadang murung, berbicara sendiri. Mendadak menangis meraung-raung seperti kehilangan sesuatu yang berharga.


Bryant Cassano juga mendapatkan laporan tentang perkembangannya. Dia juga menyiapkan dokter spesialis jiwa untuk memeriksa keadaan Stevia Cassano.


" Tuan Darren Cassano ingin bertemu dengan Anda." Sekretaris nya memberi tahu pada Bryant saat dia kembali ke ruangannya.


Ia melihat Darren berdiri di depan meja kerja sang asisten. Saat ini Bryant duduk memperhatikan tamunya itu lewat kaca dinding ruangan.


"Suruh dia masuk ke dalam!" Titahnya pada sang sekretaris.


Nampak Darren Cassano berjalan menuju ke tempat Bryant duduk. Lelaki itu berkutat dengan pekerjaannya.


"Katakanlah apa keperluan kamu Darren!" Perintah Bryant Cassano masih asyik dengan MacBook.


"Aku mohon padamu berikan waktu ibuku untuk berobat ! Dia sakit ! " Darren membuka suaranya perlahan dan lembut.


" Kau dapat mengawal dan mengawasi pergerakannya, semuanya." Ucap Darren Cassano memohon pada Bryant Cassano.


Lelaki itu langsung berlutut di depan Bryant Cassano tanpa keraguan sedikitpun. Bryant Cassano terhenyak melihatnya.


" Aku bahkan tidak membayangkan, walau sedikit saja. Berpikir Darren akan melakukan itu," Batin Bryant Cassano.


" Menurut mu perbuatan itu dapat diterima? Atau di maafkan?" Tanya Bryant dengan nada dingin.

__ADS_1


"Tidak ! Hukumlah jika dia layak untuk itu. Namun, kenyataannya dia sedang sakit. Dia terlalu mencintai nya namun cinta itu berubah menjadi obsesi yang tidak dapat dijelaskan." Ucap Darren menatap sang adik, yaitu Bryant.


__ADS_2