Wanita Yang Ditinggalkan

Wanita Yang Ditinggalkan
32. Kembali ke semula


__ADS_3

Sharmila meregangkan otot-otot tubuh nya. Tubuhnya letih karena perjalanan pulang ke rumahnya. Mansion milik Bryant Cassano dan dia juga putranya tinggal bersama.


Dalam pikiran nya berkecamuk pertanyaan dan asumsinya sendiri. Apakah aku ibu egois ? Jawabnya ya benar. Ia ibu yang tega meninggalkan anak sendiri dengan orang asing.


Walaupun secara lahiriah Bryant Cassano adalah paman nya namun secara hukum negara ia lelaki asing dimata putranya. Yang dinikahinya secara hukum agama dan negara.


Hanya demi rasa cinta yang terluka ia rela meninggalkan tempat itu tanpa ingat sang putra. Bodoh kau itu seharusnya kabur membawa nya pergi juga. Lalu bagaimana tujuannya ? Kau tak memiliki uang atau pekerjaan dan hamil juga.


Harusnya kau kenakan pengaman dulu sebelumnya sekarang baru kau tahu sifat dua bersaudara itu sama brengsek nya.


"Nyonya silahkan." Sebuah suara menyadarkan lamunannya, wanita itu bangkit dari tempat tidur di kabin pesawat pribadi milik suaminya. Ia mengikuti Felly dan pramugari cantik itu.


Mereka berjalan beriringan menuju ke parkiran mobil yang dekat dengan pesawat pribadi itu. Dua lelaki itu menunggu di sisinya mobil yang menjemput mereka.


"Tuan mengirimkan dua pengawal itu untuk Anda Nyonya." Bisik Felly ketika duduk di dalam mobilnya. Mobilnya melaju dengan kecepatan sedang menuju ke kediamannya Bryant Cassano.


Mereka berjalan beriringan menuju ke dalamnya terdengar suara teriakan itu. "Momy" Arsy berlarian menuju ke arah mereka. Sharmila tertegun sejenak kemudian mengusap kepala bocah itu.


"Lama sekali perjalanannya. Arsy kangen. Daddy hanya vicall saja setiap hari tanpa mengijinkan aku melihat Mom." Protesnya lebay.


"Maaf Mom letih dan lebih sering tiduran jadi tak ingat kamu." Ucapnya penuh penyesalan dan masih mengusapi rambut Arsy.


Kemudian mereka duduk di sofa ruang tengah. Arsy bercerita tentang segalanya, kegiatan sekolah dan ekstra kurikuler dan kelas tambahan yang diperlukan yang sudah di atur oleh Bryant Cassano. Mengenai pertemuan dengan teman-teman dan apa yang menarik perhatian putranya itu.

__ADS_1


Sharmila menanggapi sekedarnya saja jauh dalam hatinya tersentuh dengan kesungguhan Bryant Cassano untuk mendidik putra sambung nya. Lelaki itu memperhatikan hal-hal tentang keperluannya hingga sedetail mungkin.


"Sudah waktunya beribadah sayang. Ayo kita jamaah bersama." Ucapnya sambil mengelus rambut sang putra. Arsy mengangguk sambil tersenyum.


Mereka melewati masa dengan berjamaah dan makan malam bersama. Dan melepaskan kerinduan nya di kamar Arsy. Wanita itu menemani Arsy belajar dan menata buku-bukunya serta merapikan meja belajarnya.


Seusai Arsy tidur Sharmila kembali ke kamarnya dan seorang pelayan mendampinginya. Dan memberikan pijatan agar syaraf tubuhnya tidak tegang dan rasa capek nya berkurang.


Bryant Cassano sudah mengatur tentang hal tersebut dan lagi-lagi wanita itu hanya menitikkan air matanya tanpa disadarinya. Terharu iya, jujur perhatiannya mematahkan rasa cemburunya.


Benarkah wanita itu hanya asal bicara ? Itulah yang dipikirkannya menjelang tidur. Apakah ini hanya sekedar permainannya saja ? Sama halnya dengan adiknya dulu ? Mereka kakak adik Sharmila cam kan itu !


Tak lama ia pun terlelap dalam pijatannya sang pelayan yang di sampingnya. Wanita paruh baya itu hanya tersenyum tipis melihat majikannya yang sudah terlelap. Ia pun mengirimkan pesan singkat dan gambar sang Nyonya pada atasannya.


Bryant Cassano hanya tersenyum melihat ekspresi wajah cantiknya Sharmila. Garis melengkung itu menghiasi wajahnya yang tampan rupawan.


"Pulang dan istirahat lah !" Titahnya pada asistennya, kemudian dia duduk sendiri di sofa singgel itu dengan penuh kasih menatap phonsel pintar nya.


Lelaki itu sudah dibuat gila dengan hilangnya Sharmila disisinya. Istirahat yang kurang dan bekerja terus menerus. Secara tak langsung ia sudah mengajak sang asisten nya mengikuti kegiatan nya.


Pola makan yang tak teratur, makan junk food dan pola tidur yang berantakan. Lelaki itu kemudian pindah ke ranjangnya dan masih setia pada smartphone nya. Tak lama iapun sudah tertidur pulas.


Sharmila turun ke meja makan menemani Arsy sarapan pagi. Mereka terdiam dan lagi-lagi wanita itu berperang melawan pikirannya sendiri.

__ADS_1


Arsy berangkat ke sekolah di antar oleh sopir pribadinya. Sharmila melamun menatap hamparan taman belakang. Wanita itu memutuskan untuk diam dirumahnya saja tanpa melakukan apapun.


Perasaan yang sama juga masih meragukan ketulusan hati sang suami. Tanpa disadarinya dia ia sudah dipotret oleh pelayan yang mendampingi dirinya.


Dan langsung di berikan oleh asisten nya pada Bryant Cassano. Pria ini menghentikan pekerjaannya dan mengamati potret tersebut dengan ekspresi wajah yang sulit ditebak sang asisten nya.


Sharmila memutuskan untuk ke perpustakaan pribadi milik Bryant Cassano yang menjadi satu dengan ruang kerjanya. Kali ini dia berjalan sendirian, wanita itu menyelinap di sana. Wanita itu mencari bacaan yang ringan saja.


Namun yang ditemukan dia adalah buku-buku manajemen bisnis dan kewirausahaan serta keuangan. "Percuma saja mencari". Gumamnya sambil berjalan hendak pergi.


Langkahnya terhenti mana kala melihat bingkai foto yang di balik di atas meja. Ia mendekati dan menyentuh nya. Seorang wanita cantik dalam pelukannya Bryant Cassano. " Siapa dia ?" Lagi-lagi batin nya bertanya.


Ia segera mengembalikan benda itu semula dan bergegas keluar karena tadi ia pergi sendiri tanpa pelayan disampingnya. Wanita itu pergi mengambil teh untuk dirinya. Wanita itu segera naik ke atas kembali ke kamarnya.


Ada yang melihatnya keluar dari lantai satu di ruang kerjanya Bryant Cassano. Namun ia hanya diam saja dan tak mengatakan sesuatu. Sharmila juga tak melihat keberadaan pelayan itu. Di kamarnya Sharmila semakin murung lagi.


Walau sudah di meminum teh seduhan pelayannya. Wanita itu mengingat foto yang ditemukannya tadi dan ingin tahu wanita berambut pirang itu siapa ? Ia sesekali mengerutkan keningnya dan mengusap perutnya yang kencang.


Hatinya kembali terluka dan meragukan ketulusan hati sang suami lagi. Pelayan wanita itu menatap Sharmila yang hanya terdiam terpaku tanpa melakukan apapun. Wanita itu cemas dan mencoba untuk mengajaknya jalan-jalan dan berbicara namun hanya ditanggapi ala kadarnya.


Namun sekarang ini ia tak menyahut ataupun sekedar menatapnya saja. Sharmila asyik dalam dirinya sendiri dan tak juga merespon nya. Ia hanya diam menatap ke arah depannya dengan wajah sendu dan tatapan mata kosong.


"Nyonya waktu nya makan malam." Kata wanita itu dan Sharmila tak menjawab hanya berjalan menuju ke bawah di sana ia hanya tersenyum tipis melihat sang putra. Mereka terdiam memakan makanannya sendiri.

__ADS_1


Arsy mencuri pandang ke arah ibunya yang hanya terdiam tanpa melihat ekspresinya.


__ADS_2