Wanita Yang Ditinggalkan

Wanita Yang Ditinggalkan
13. Perseteruan ( 2 )


__ADS_3

"Aku Edward Cassano dengan sadar mewariskan semuanya aset, perusahaan dan kekayaan yang aku miliki untuk putraku Bryant Cassano."


" Dan untuk kedua anakku yang lain mereka hanya berhak bekerja atas kemampuan mereka dan keputusan ini aku buat berdasarkan keinginan aku."


" Semuanya sudah disiapkan dan di sahkan lewat pengacara dan di sahkan di lembaga hukum negara. Demikian terima kasih."


Munculnya rekaman video Edward Cassano di layar proyektor itu menjadi pusat perhatian seluruh pemegang saham.


Terlebih lagi adanya pengakuan pembicaraan mereka, yakni orang dalam bayangan dan Stevia Cassano istri pertama Edward Cassano.


Menjadi buah bibir para anggota rapat pemegang saham tersebut.


Awalnya mereka ingin mencopot jabatan Bryant Cassano namun kini beralih ke arahnya Stevia Cassano dan anak-anaknya.


Darren Cassano melepaskan cekalan pada lengan ibunya.


Dia kemudian melangkah keluar namun sebelum mencapai pintu keluar dia berhenti.


"Saya selaku putra tertua Edward Cassano meminta maaf atas tingkah laku ibu dan adik saya yang tidak menyenangkan."


" Semoga semuanya berjalan seperti semua dan sekali lagi saya mohon maaf. "


" Jika nantinya saya tidak dibutuhkan lagi di perusahaan ini saya akan menerima semua keputusan dengan lapang dada. "


" Terimakasih. " Darren Cassano membungkuk memberi hormat pada semua orang.


Kemudian dia bergegas menuju ke luar ruangan.


Dia kembali ke ruang kerjanya dan mengambil barang-barang pribadinya.


Dan itu membuat asisten dan sekretaris nya kebingungan.


Karena pimpinan mereka berkemas tanpa memberikan penjelasan.


Sedangkan di sana di ruangan meeting semua saling berpandangan tercengang melihat ekspresi Stevia Cassano yang masih membantah kebenaran Vidio tersebut.


Sedangkan Michelle Cassano yang mengetahui hal itu hanya terdiam menunduk tanpa memberikan penjelasan.


Sekarang semuanya sudah mengetahui ia anak selingkuhan ibunya.


Selama ini dia sudah mengetahui itu, namun ia tidak pernah tahu siapa ayah biologisnya.


Di lain tempat. Di ruangan kerjanya yang mewah Bryant Cassano mengetahui tentang situasi hasil rapat tersebut hanya tersenyum tipis.


Dia juga mendapatkan kiriman vidionya Stevia Cassano yang di sudutkan dan dicecar pertanyaan dari orang-orang itu.


"Ini baru awal lagi. Tunggu sampai kamu mendapatkan apa yang pantas kamu dapatkan. Papa terlalu baik padamu."


" Namun apa yang terjadi padanya ? Beraninya kau melenyapkan dia ?" Gumamnya sambil smirk miringnya.


Stevia Cassano masuk ke dalam rumahnya dan melihat Darren Cassano melangkah keluar dan membawa koper besar.

__ADS_1


"Kau mau kemana ?" Tanya Stevia Cassano gusar karena melihat banyaknya barang yang dibawa Darren Cassano.


"Mulai sekarang aku akan tinggal di apartemen saja. Jika ibu membutuhkan bantuan finansial aku akan membantu semampu ku."


" Maaf. Aku tak dapat meneruskan peperangan ini." Katanya sambil menunduk hormat.


"Kenapa ? Kau sama seperti ayahmu ! Yang memilih untuk mundur dari pada ikut aku melawannya !" Teriaknya lantang sambil tertawa.


"Ayah ? Dia siapa ? Dan dimana dia tinggal ?" Tanya Darren Cassano menatap wajah cantiknya penasaran.


"Ayah mu sudah tinggal di pinggiran kota. Dia membuka sekolah private piano. Karena itu hobinya. Pria tanpa ambisi." Jelasnya dengan senyuman remeh.


Darren Cassano melangkah keluar dari ruangan itu. " Namanya Darren Hayes. Nama sekolah nya Rosell." Teriaknya sambil melangkah ke atas lantai dua rumahnya.


Darren Cassano terhenti saat mendengar suara ucapannya Stevia Cassano mengenai ayah biologisnya.


" Terimakasih." Gumamnya lirih sambil menarik kopernya.


Dia hanya membawa buku-buku koleksi nya dan pakaian saja. Sisanya dia tinggalkan begitu saja.


Dia sudah tidak ada keinginan untuk kembali pulang ke rumah ibunya.


Karena selama ini prinsip mereka berbeda, dia selalu dibelakangnya bukan berarti dia setuju.


Untuk setiap keputusan sepihak ibunya. Dia hanya menghargai perasaan sang ibu dan tak ingin di anggap sebagai anak durhaka.


"Bahkan hingga kau matipun masih tidak percaya dan cinta padaku ? "


" Kenapa kau kejam dan tak mengerti rasa kesepian aku ?" Stevia Cassano menatap foto Edward Cassano yang di kamarnya. Dan tangannya ada minuman keras.


Lelaki itu sudah menjadi bagian dari kehidupan Michelle Cassano sejak satu tahun terakhir ini. Mereka pun bercumbu dengan penuh nafsu.


Dan akhirnya mereka melepaskan segala yang melekat pada tubuhnya. Mereka melakukannya di sana dan menuju kenikmatan berkali-kali.


"Bagaimana hasilnya ?" Tanya Reynald sambil menyesap minuman di tangannya.


Lelaki itu hanya mengenakan celana saja tampa mengenakan kemejanya.


"Semuanya kembali menyerang Mom. Laki-laki itu sudah menyiapkan semuanya dan susah di gulingkan !" Ucapnya sambil mengenakan pakaiannya.


"Jadi ?" Tanya Reynald lebih lanjut.


"Bryant Cassano mendapatkan semuanya tanpa dipotong sama sekali. "


" Si brengsek itu beruntung sekali !" Umpatnya bersamaan dengan ia menenggak minuman keras itu.


"Kau bisa merebut milik dia dengan cara lainnya." Usul Reynald dengan santainya.


"Entah. "


" Jika aku menyingkirkan dia akan mudah aku yang akan menjadi tersangka utama."

__ADS_1


" Karena semua tahu aku membencinya !" Ucapnya ketus.


"Benar juga. Ini sama saja bunuh diri." Gumam Reynald hanya mengangguk mengerti.


"Kita ke tempat mu sayang. Aku butuh pengalihan pikiran. Aku benar-benar ingin hiburan." Ujar Michelle Cassano sambil menggelayut di tangannya Reynald.


" Boleh. Teman aku ada pesta. Kau tahu kita bisa have fun menurut mu bagaimana ?" Kata Reynald.


Mereka saling menatap penuh hasrat.


Tak lama mobilnya Reynald meluncur ke tempat tujuannya.


Reynald merangkul pinggang Michelle Cassano memasuki ruangan terbuka dengan penuh pasangan yang berpesta minuman.


Bahkan diantaranya ada yang bercinta di sudut ruangan.


Dan ada juga yang berdansa mengikuti iramanya music.


Juga ada yang duduk bersama sambil minum di mini bar.


"Bro. Apa kabar ?" Seorang pria menyapa mereka di jalanan. Dan bersalaman ala style lelaki.


"Dia sedang suntuk. Maka ku ajak kemari. " Katanya sambil tersenyum. Lelaki itu menelisik tubuhnya Michelle Cassano yang proporsional.


"Kau mau ikut party ?" Tanya lelaki itu dan di jawab dengan anggukan kepala m


Mereka memasuki halaman belakang dan ada kolam renang.


Ada yang berenang tanpa pakaian dan mereka saling bercumbu disela-sela kegiatan berenang.


"Lihat-lihat dulu baru kemudian kau putuskan untuk bergabung bersama atau meninggalkan tempat ini " Kata si lelaki itu meninggalkan mereka berdua.


Reynald melepaskan pakaiannya dan menaruh di tempat penitipan.


Ia mendapat kalung sebagai nomor penitipan barang.


Lelaki itu hanya mengenakan ****** ***** saja.


Dan mendekati wanita incarannya. Dan di sambut olehnya.


Mereka saling mengobrol dengan melakukan beberapa gerakan menggoda rangsangan tubuh.


Michelle Cassano memperhatikan mereka dan ia juga tertarik untuk bergabung bersama.


Ia pun melakukan hal yang dilakukan Reynald.


Di setiap tempat ada pengaman dan pil after morning.


Wanita langsung mendapatkan hujaman ciuman lembut dari lelaki asing yang sempat melihatnya sedari tadi tanpa disadari nya.


Michelle Cassano larut dalam kesenangan surgawi nya.

__ADS_1


Dia bahkan tidak mengenakan sehelai benang pun.


Karena wanita sudah membuangnya di Club tadi sebelum bermain bersama Reynald.


__ADS_2