
Bryant Cassano mensejajari tinggi dengan istri nya yang baru saja selesai mengeringkan rambutnya.
"Aku akan mengenalkan kakak ku anak ayah sambung ku dengan istri pertamanya. Kau ingat kan aku pernah bercerita tentang mereka ? Kakakku hampir mirip dengan sifat ku. Mungkin ini jodoh karena kita bersaudara." Katanya sambil mengelus pipinya.
" Besuk kita janjian dengan dokter. Untuk memeriksa keadaan mu." Lanjutnya lagi sambil mencium bibirnya.
"Aku tak sakit. Kenapa juga harus ke dokter ?" Protes Sharmila manja sambil memalingkan wajahnya. Bryant Cassano hanya tersenyum melihat tingkah lakunya. " Aku tahu. Hanya melakukan rutinitas saja." Bisiknya sambil menarik tubuhnya dan memeluk tubuh nya.
Tak lama kemudian ia meninggalkan dirinya dan turun ke bawah menunggu tamunya. Namun baru satu anak tangga ia sudah dihampiri oleh pelayannya. " Permisi, tuan. Tuan Darren Cassano sudah tiba lima menit lalu, sekarang ada diruang tamu." Bryant Cassano hanya mengangguk, si pelayan mundur perlahan kembali ke tempatnya.
"Kau sudah datang." Seru Bryant Cassano sambil berjalan menghampirinya. Darren Cassano menatap wajah adiknya dan tersenyum tipis.
"Kenapa kau mengundang aku kemari ? Kau mau apa bicara langsung saja, Kenapa mesti aku ke sini ?" Tanya Darren Cassano sambil meminum tehnya.
"Aku ingin mengenalkan istri dan anakku. Aku menikahi wanita beranak satu. Dan aku sekarang sudah memiliki tiga anak. Dan berkat mu aku tak kehilangan anak dan ibunya. Terimakasih pertolongannya." Ucap Bryant sambil duduk menatap wajah kakaknya.
Darren Cassano menatap wajah Bryant Cassano. Menolong ? Batinnya. "Apakah wanita itu istrimu ?" Tanyanya ragu, dan Bryant tertawa kecil dan mengangguk bahagia. Dia sedang mengandung bayinya jalan empat bulan ini.
"Terimakasih." Ucapnya sekali lagi. Darren Cassano menatap wajah Bryant Cassano dengan aura wajah yang berbeda, penuh kasih sayang dan perhatian hanya tersenyum mengangguk.
"Daddy. Katanya ada tamu ?" Muncul Arsy dan Alice yang di gendong dengan baby sister. "Berikan padaku. Kau istirahat saja." Titahnya pada sang pengasuh. " Dia Alice dan kakaknya Arsy." Ujarnya memperkenalkan.
Lelaki itu menatapnya tak berkedip. "Kalian bertiga sangat mirip." Celetuk Darren Cassano. Setelah beberapa saat mengamati ketiga nya. " Beri salam sama paman Darren." Perintah Bryant pada putranya.
__ADS_1
"Assalamualaikum paman Darren, selamat datang." Ucap Arsy. Darren Cassano bengong mendengar kalimat asing itu.
"Pamanmu orang Nasrani Arsy. Kasih salam biasa saja. Ayo kita ke meja makan." Mereka berjalan beriringan menuju meja makan. Tak lama Sharmila muncul dengan pakaiannya sarii.
"Dia istri ku. Sharmila dan ia kakakku Darren Cassano." Ucap Bryant sambil menarik tubuh istrinya dan Darren hendak menyalaminya namun lelaki itu hanya dibalas dengan mengangkat kedua tangan di dadanya.
Darren Cassano menjadi canggung karena tangannya tak di sambut oleh wanita itu. "Santai saja. Dia muslim harus menjaga adap dan perasaan suami. Sudah kewajibannya sebagai seorang muslim dan istri." Jelas Bryant dan dijawab dengan anggukan kepala.
Mereka makan malam bersama dengan perbincangan hangat. Secara singkat Bryant menjelaskan detail tentang pertemuan mereka yang hampir sama dengan kisah orang tua nya.
Darren Cassano menatap wajah cantiknya Sharmila, jujur saja ia tertarik namun wanita cantik itu sudah menjadi milik Bryant Cassano adiknya. Walaupun dia tidak adik biologis namun secara hukum mereka bersaudara.
Lelaki itu hanya tersenyum melihat interaksi antara mereka. Apalagi Sharmila hanya bersandar pada lengannya dan Bryant nampak santai memangku putri kecilnya di tambah dengan celotehan Arsy, anak lelakinya yang suka bercerita dan beradu argumentasi.
Bryant Cassano masih mengajak mengobrol tentang pekerjaan dan Arsy berpamitan ke kamarnya untuk istirahat. Dan Bayinya juga sudah terlelap dalam pangkuan ayahnya.
" Kau berubah menjadi lebih hangat jika bersama dengan mereka. Lihatlah dirimu seperti ayah dan suami siaga." Kata Darren Cassano menatap wajah adiknya itu.
"Berhentilah mencuri'pandang pada istriku ! Kau cari saja wanita cantik Asia, kebanyakan mereka setia dan pandai menjaga suami." Hardiknya memelototi Darren Cassano.
Lelaki itu hanya terkekeh geli melihat ekspresi Bryant Cassano yang cemburu pada nya. "Aku tahu, dan kudengar lubang surganya sempit jika kita memasuki nya. " Sahut Darren Cassano vulgar Bryant Cassano melototi nya kesal. Untungnya istrinya sudah naik ke atas.
"Apa kau ingin mengotori telinga suci putriku !" Ucapnya sewot. " Dia masih balita tak mengerti, lagi pula dia sudah tidur. Kenapa juga kau marah begitu !" Jawabnya santai sambil menggelengkan kepalanya geli melihat ekspresi Bryan Cassano seperti ketahuan belangnya.
__ADS_1
"Apa istrimu tak tahu kau seorang casanova dan suka ons ?" Celetuk nya. " Diam lah ! Brengsek kau ! Kau mau nasibmu jadi gembel !" Hardiknya memelototi lelaki itu. Darren Cassano hanya terpingkal dibuat nya, karena tak tahan melihat reaksi Bryant.
Lelaki itu bahkan sampai berguling di sofa panjang itu. " Apa menurutmu lucu ! Jangan sampai kau lewati batas mu !" Teriaknya lantang. Sambil menutupi telinga Alice.
"Kau ini seorang Boss besar. Mana berani aku melawan. Tapi kau mungkin akan kalah padanya. Lihatlah dia mewarisi kecantikan ibunya. Mata dan hidung mu saja yang menempel padanya. Namun sisanya milik ibunya." Tunjuk nya pada Alice.
" Dan satu lagi istrimu menggemaskan apa dia tak punya saudara gitu ? " Tanya Darren penasaran. " Pergilah ! Dia hanya hidup sebatang kara. Puas ?" Sakarse Bryant membuahkan tawa meledak bagi Darren Cassano.
"Ok. Aku serius. Wanita Asia sangat pandai menjaga miliknya. Apa istrimu salah satunya ?" Tanyanya lagi dengan rasa penasaran.
" Iya. Itu benar. Miliknya kesat dan rapat. Aku sangat menyukainya. Bahkan akhir-akhir ini kami melakukan setiap hari dan durasinya panjang." Jawab Bryant Cassano mengatakan dengan bangga.
"Sial. Kau semakin membuat ku kesal saja." Umpatnya bersamaan dengan bunyi notifikasi smartphone nya.
"Aku harus pergi. Ada temanku yang mengajak kumpul." Pamit nya sambil lalu Bryant hanya diam saja. Dan pergi ke kamar Alice.
Seusai menidurkan bayi itu ia kembali ke kamarnya dan langsung disambut istrinya yang hanya mengenakan kimono mini nya tanpa **********.
Mereka berjalan sambil berciuman dan Bryant memeluk tubuh dan mengangkat kedua pahanya. Sharmila langsung melingkarkan kakinya seperti koala.
Direbahkan diranjangnya dan lelaki itu menyerangnya di organ intim nya. Wanita itu langsung terduduk dan mencengkeram erat rambut Bryant. Seusai itu lelaki itu langsung melakukan penyatuan dan bergerak cepat.
Sharmila makin menggila karena nya, ia meracau berulangkali saat di cumbui Bryant dengan masih menyerangnya dengan ganasnya. Hingga beberapa kali dia merasakan kenikmatan berkali-kali.
__ADS_1
Bryant Cassano masih menggempurnya tiada henti. Dan saat ia puas ia menciumi bibir istrinya berulangkali. " Terimakasih sayang." Bisiknya. Seusai melakukan itu ia memastikan keadaan istrinya tak terluka karena dia.