Wanita Yang Ditinggalkan

Wanita Yang Ditinggalkan
28. Terluka namun tak berdarah


__ADS_3

Sharmila menatapnya dengan tatapan matanya yang sendu. Wanita itu terpengaruh oleh kata-katanya. Apalagi dia mengerti bahwa Bryant Cassano seorang penguasa dan pengusaha.


Thalia tersenyum tipis melihat ekspresi wajah Sharmila yang sudah terpengaruh oleh kalimatnya


"Bisakah kita tak bertemu lagi ? Maaf. Bukannya saya kasar, namun saya ingin sendirian saat ini. Anda tak berkeberatan bukan ?" Ujar Sharmila sambil tersenyum tipis.


Thalia tersenyum lalu berdiri dan berlalu. Meninggalkan Sharmila yang duduk sendiri di kamarnya. Luruh sudah air matanya mengalir deras. Jadi dia benar-benar sudah bersamanya ? Bisiknya dalam hati.


Mungkinkah ini saatnya dia harus melepaskan semuanya, " Anggap saja ini balas budi karena memenangkan persidangan hak asuh putramu Sharmila." Ucapnya dalam hati menyemangati diri.


Bunyi notifikasi pesan singkat masuk. " Felly akan menemanimu pulang sayang, maaf. Aku tak dapat menemani mu. Karena banyak pekerjaan, ini di luar rencana ku."


Sharmila tak membaca sisa pesannya. Air matanya mengalir deras. Ia bangkit dari duduknya dan berkemas. Dia ingat sang suami menyimpan surat penting di laci nakas. Ia pun mengambilnya dan bergegaslah keluar dari sana.


Ia sudah putuskan untuk pulang sendiri dan membawa putranya juga. Meninggalkan tempat tersebut adalah pilihan bijak. Sebelum di usir, ia harus tahu diri. Pikirnya.


Bruukk. Saat denting suara nyaring lift terbuka lebar ia bertabrakan dengan seorang lelaki.


"Maaf. Tuan. Saya...tidak.." Sharmila berkata namun ia merasa pusing menderanya dan tubuhnya terhuyung akibat berbenturan dengan lelaki itu.


"Nona Anda baik-baik saja ?" Tanya lelaki itu. Dengan sigapnya menggendong tubuh wanita itu saat akan terjatuh ke lantai.


"Siapkan mobil. Kalian urus tas nya !" Titahnya. Mereka membagi tugas, karena Lelaki itu bersama dengan beberapa orang di sisinya.


Di lain tempat. "Apa kau bilang ? Istriku menghilang ? Apa yang terjadi ? Segera periksa CCTV dan cari hingga ketemu !" Bryant Cassano berteriak lantang saat menerima panggilan dari Felly asistennya Sharmila.

__ADS_1


Lelaki itu tidak dapat konsentrasi penuh dengan pekerjaannya saat ini. Dia mencemaskan Sharmila yang sendirian tanpa pengalaman dan bahasa Inggris yang terbatas.


"Kemana kau pergi sayang ?" Gumamnya lirih. Felly asistennya Sharmila yang diperkerjakan Bryant Cassano baru saja masuk ke kamarnya yang disewa majikannya. Namun tak menemukan istri majikannya.


Wanita itu panik, manakala saat memeriksa ruangannya bersih tak ada tanda-tanda keberadaan nya. Ia bergegas menelepon Tuannya. Dan benar saja sang Tuan murka akan kelalaian dia. Padahal ia datang tepat waktu sesuai instruksi.


Di sebuah rumah mewah, di kamarnya Sharmila tertegun melihat sekeliling ada dua pelayan dan rumah itu berbeda dengan rumahnya bersa dengan Bryant.


" Maaf, aku ada di mana ?" Tanya Sharmila pada pelayan yang berdiri tak jauh darinya. " Nyonya pingsan, dan kata dokter harus bed rest. Karena Nyonya sedang berbadan dua." Jelasnya dengan senyuman dan sopan.


Bed rest ? Berbadan dua ? Aku hamil ? Pikirnya bingung. Sambil duduk ia berpikir kenapa dia sampai berada di tempat asing. Dan ia dipanggil Nyonya ?


Apa lagi ini ? Ya Allah lindungilah hamba mu ini, batin Sharmila hanya tersenyum tipis melihat ekspresi wajah para pelayan.


Sharmila tidak diijinkan untuk turun dari ranjangnya sebelum satu hari penuh. Atau sebelum dokter datang untuk memeriksa kesehatan dirinya. Karena semuanya atas perintah majikannya.


Yang harus dijaga dan dirawat. "Seperti Bryant Cassano yang tak mengijinkan aku melakukan ini itu." Batin Sharmila sambil menatap wajah sang pelayan.


Di ruang kerjanya. Seorang pria paruh baya itu mendengar perkataan dokter dan staf nya. Mengenai data wanita yang ditemukan dalam pelukannya saat di hotel.


Terus terang dia tertarik untuk bersamanya. Sharmila berwajah cantik alami, bertubuh mungil berkebangsaan Asia, namun ia wanita muslimah. Itulah penghalang bagi nya untuk segera memilikinya. Dia tak dapat gegabah terlebih dia berstatus istri orang, dan lelaki itu adalah mitranya.


Arnoldus Janssen adalah pembisnis terkenal setara dengan Bryant, namun ia tertarik dengan wanitanya. Wajahnya yang cantik dan sembab membuat hatinya tergerak. Terlebih sekarang ia berbadan dua. Ia sangat mengharapkan keturunan.


Namun ia tak dapat memiliki anak karena wanita disekitarnya penuh dengan kelicikannya. Yang menyebabkan hatinya terluka, kehilangan istri pertamanya dan bayinya. Menyebabkan ia trauma pada rasa percaya pada orang lain.

__ADS_1


Karena hal itu dia menekankan pada istri keduanya, tidak akan membiarkan dia hamil. Sebagai bentuk hukumannya karena sudah melukai istri pertamanya meninggal karena kehilangan banyak darah. Sehingga keduanya tak tertolong lagi.


"Baiklah. Aku mengerti. Tetap rahasiakan keberadaan wanita itu. Dan ia akan tinggal di rumah ini. Selamanya jika bisa, dia wanita yang kucari. Cantik dan sederhana." Katanya pada staffnya.


"Buat senyaman mungkin, dan buat dia bersama dengan kita. Selamanya." Lanjutnya lagi. Semuanya menunduk hormat. "Kalian boleh pergi." Titah nya sambil membaca laporan yang di mejanya.


Di lain tempat. Bryant Cassano gusar melihat CCTV-NYA ada Thalia yang muncul menemui Sharmila sebelum kepergiannya. Dan lebih lagi sepenggal CCTV-NYA juga hilang setelah keluar dari lift.


Dia tak dapat melihat arah kepergiannya, menurut keterangan dari pihak hotel jika ada kerusakan pada sistem pada saat itu.


"Aku tak ingin tahu. Cepat cari dimana dia berada. Dan buat perhitungan dengan Thalia. Buat skenario penjebakan dirinya, karena sudah berani mengusik istriku !" Perintahnya dengan nada dingin menatap tajam kearah anak buahnya.


Sharmila diperiksa oleh dokter dan di dampingi para pelayan dan perawat. Wanita itu diperlakukan istimewa. Namun ia tetap masih tidak nyaman karena belum dapat bertemu dengan si pemilik tempat itu.


Dan ia merasa ada yang salah, bagaimana bisa dia diperlakukan seperti itu ? Batinnya masih penuh tanda tanya.


Di lain tempat. "Akhirnya kau menghubungi aku sayang." Thalia tersenyum lebar manakala melihat Bryant duduk memperhatikan dirinya. Dengan penuh percaya diri dia menghampirinya dan duduk di sampingnya.


"Minumlah. Aku pesankan cocktail untuk mu." Ujarnya sambil mengelus lengannya. Thalia tersenyum lebar saat mendapatkan sentuhan lembut lelaki itu.


Tanpa disadarinya ia sudah masuk jebakannya. " Kau terlihat menggiurkan, dan mempesona." Lanjutnya lagi. Thalia mengangkat kakinya bertumpu pada lutut satunya. Memperlihatkan pahanya, karena ia mengenakan mini dress.


Dengan kerah vneck yang memperlihatkan belahan dada nya.


"Kau menyukai minumannya ?" Tanya Bryant lagi. Thalia mengangguk dan ia merasakan perubahan di seluruh tubuhnya.

__ADS_1


"Aku akan kembali. Tunggu saja disini." Titahnya pada Thalia. Wanita itu hanya mengangguk mengerti. Namun ia masih merasa kegerahan dan munculah seorang lelaki dan duduk disebelahnya. Terdiam. Mereka saling menatap satu sama lainnya.


__ADS_2