Wanita Yang Ditinggalkan

Wanita Yang Ditinggalkan
24. Realita


__ADS_3

Rumah besarnya kembali hangat sama seperti saat tuannya masih kecil dan masuk kedalam kediamannya Tuannya yang pertama.


Edward Cassano. Perbedaannya adalah Bryant Cassano lebih lembut di bandingkan ayah sambung dia Edward Cassano.


Lelaki itu selalu datar, walaupun dia bersikap hangat pada istrinya yang kedua dan putra sambung nya.


Namun lelaki itu juga sesekali pergi ke hiburan malam. Karena itu sang istri sakit dan tak mengatakan apapun hingga akhirnya meninggal dunia. Dan menjadi penyesalan bagi tuannya.


Mobilnya masih melaju dengan kecepatan sedang menuju perusahaannya. Tiba di lobby perusahaan di sambut asistennya Damini.


"Pagi yang cerah. Nampaknya akan ada pencairan dana nih." Bisik Damini. Bryant Cassano hanya tersenyum tipis.


Jarang terjadi si Boss tersenyum apalagi sampai menyapa karyawannya. " Boss segera panggil 911 banyak karyawan wanita yang ditemukan pingsan karena ulah mu !" Ujarnya tergelak.


"Terserah." Jawabnya sambil tersenyum menatap pantulan bayangan dirinya di lift. Dan itu lebih langka lagi dan di luar kebiasaannya. Batin Damini.


"Bagaimana dengan kontrak Rizt Company. Ada masalah ? Bagaimana dengan perkembangan modifikasi iPhone nya ?" Tanya Bryant saat lift terbuka mereka berjalan beriringan menuju ke ruangannya.


"Sejauh ini belum ada kendala dari kedua nya. Dan yang pasti kita akan mendapatkan berita baik dalam waktu dekat ini." Jawab Damini.


Bryant membuka laptopnya dan membaca laporan yang ada di mejanya. Sejenak Damini memperhatikan sang Boss yang sedang berkutat dengan pekerjaannya.


Lelaki itu merasakan perubahan terus pada atasannya. "Apa ada masalah ? Apa ada yang aneh padaku ?" Tanya Bryant dengan membuka lembar demi lembar kertas laporan itu.


"Apa ada yang belum kau ceritakan padaku ? Akh. Aku ingat ! Asisten mu yang di Indonesia pernah bertanya berapa kali. Mengenai projects mutasi ? " Damini garuk-garuk kepalanya.


"Maksudnya apa ? Bukannya kita tidak ada program peremajaan karyawan di sana ? Hanya membenahi manajemen dan pengawasan saja." Ujarnya seraya mengelus rahangnya.


"Aku sudah meninggalkan istriku di sana. Semuanya karena mereka menyerang perusahaan saat aku tak ada. Mereka salah jika aku pergi tanpa persiapan." Jelasnya seraya membubuhkan tandatangan.


Dan masih membaca laporan itu. " Aku menikahi wanita muslimah. Dia cantik dan aku sedang belajar menjadi imam. Dia menerima aku apa adanya." Lanjutnya.

__ADS_1


Damini terperangah. " Menikah ? Kau ? Apa kau sudah melepaskan gelar casanova ?" Tanyanya dengan mata mengerjap-ngerjap. Menatap ke arah Bossnya.


"Nantinya aku akan adakan pesta besar bersama untuk mengenalkan dia di kalangan kolegaku." Katanya sambil tersenyum tipis.


"Ok. Kalau begitu aku pamit duluan. Ada tugas lainnya yang harus dikerjakan." Pamitnya sambil mengambil berkas-berkasnya yang sudah di tandatangani oleh Bryant Cassano.


Jadi dia sudah menikah dengan gadis muslimah. Pantas saja dia sudah tak bermain-main dengan para wanita bayaran. Lagi-lagi Damini bermonolog dalam hatinya.


Siang itu ada pertemuan bisnis dengan investor asing dari Baghdad. Meeting dan dilanjutkan dengan makan siang. Tiba-tiba terdengar suara notifikasi phonsel berbunyi.


"Assalamualaikum. Daddy. Apa daddy pulang awal hari ini ? Aku ingin menunjukkan trophy matematika ku yang pertama." Arsy berkata tak berjeda kepada ayah sambungnya begitu tombol hijaunya di tekan Bryant.


Bryant Cassano hanyalah tersenyum kepada investor asing itu sebagai tanda minta maafnya. Saat ini mereka sedang makan bersama. "Walaikum salam. Boy aku turut bahagia tapi Daddy ada pekerjaan."


" Aku janji kita akan merayakan kemenangan ini. Kenapa kau gunakan teleponnya momy ? Dimana dia ?" Tanyanya. Mereka berdialog dengan bahasa Indonesia.


Lelaki berkebangsaan Negeri Aladin itu sedikit mengerti pembicaraan yang. Karena diam-diam ia tersenyum disela-sela kegiatan makannya.


Wanita itu tersenyum saat menyadari disorot dengan smartphone dan bertatapan dengan sang suami. Apalagi Bryant Cassano sempat melemparkan ciuman jarak jauh.


"Aku lapar sekali dan mereka tak membiarkan aku meneguk air selama dua jam. Bagaimana jika aku dehidrasi lalu pingsan." Protesnya lebay.


Bryant terkekeh kecil dan gemas dengan putranya. Lelaki itu menyandarkan Smartphone nya di antara peralatan makannya. Dan jelas bayangan sang investor juga terlihat.


"Dia patner Daddy ?" Lelaki itu hanya mengangguk dan Arsy dapat melihat senyuman menghiasi di wajah rekan ayahnya.


"Aku ingin seperti daddy jika dewasa nanti. Akan mempunyai rekan kerja dari berbagai negara yang solid." Ucapnya bangga. Lagi-lagi Bryant Cassano hanya tersenyum.


"Dia cerdas dan pintar." Puji sang investor. Bryant Cassano hanya tersenyum sambil melanjutkan makannya. Juga yang lainnya.


"Assalamualaikum. Kau sudah makan sayang ?" Suara merdu Sharmila terdengar tak lama wajah cantiknya membingkai di layar bersama sang putra di layarnya.

__ADS_1


"Walaikum salam. Seperti yang kau lihat." Jawab Bryant Cassano. " Alhamdulillah. Jangan lupa makan jika bekerja. Aku baru selesai menyiapkan makan siang untuk Arsy." Jawabnya.


"Kau tak perlu melakukan itu. Ada koki dan pelayan lainnya." Ujar Bryant Cassano.


" Hanya masak kecil. Aku tak akan kecapekan karenanya." Sharmila membantahnya.


"Terserah kamu." Bryant Cassano hanya menatap wajah cantiknya dan makan makanannya.


"Maaf, mengganggu aktivitas mu." Sharmila tertegun saat menyadari bahwa mereka diperhatikan oleh rekanan sang suami.


"Ini kami sedang bersantai makan siang. Kalian tak mengganggu aktivitas kami." Lanjutnya.


"Anda tak perlu sungkan karena itu." Sang tamu investor ikut menimpali. Sharmila hanya tersenyum menanggapi sekedarnya.


"Baiklah. Selamat menikmati hidangannya. Kami menunggu mu di rumah. Assalamualaikum." Kata Sharmila.


"Sampai nanti sayang. Walaikum salam." Bryant Cassano menyudahinya kegiatan video Call nya.


"Istri anda cantik. Wanita Asia ? Mereka tak hanya cantik, biasanya mereka penurut dan setia. Juga pandai memasak dan mengambil hati lelaki." Puji sang investor.


"Indonesia. Dia memang seperti itu. Dan dia sangat patuh dan setia. Selain pintar, ia pandai mengambil hati juga terampil " Jawab Bryant Cassano.


" Anda lelaki beruntung. Jaman sekarang wanita cantik banyak. Tapi setia ? Kebanyakan mereka memilih setia pada uang. Dan terampil dalam beberapa bidang ? Itu langka. Kebanyakan ada maunya" Lelaki berwarga negara Arab itu hanya menjawabnya berdasarkan pengalamannya.


Bryant Cassano sudah mengetahui tentang itu. Dan tak berkomentar hanya mendengarkan curhatan dia. Lelaki itu juga memiliki dua putri dari pernikahannya.


Dia ingin memiliki anak lelaki namun untuk menikah dia masih segan. Ia lebih memilih membayar wanita untuk melepaskan hasratnya.


Dia juga kagum pada sosok Bryant Cassano yang masih dibawah umurnya namun sudah mantap pada semua pilihannya salah satunya memiliki istri, dan dia diberkati karena memiliki pasangan yang setia dan patuh juga mencintainya.


Pandai dalam menangani bisnisnya dan juga bisnis peninggalan orang tuanya. Royal pada anak buahnya dan dingin dalam menjalankan kerajaan bisnisnya.

__ADS_1


__ADS_2