Wanita Yang Ditinggalkan

Wanita Yang Ditinggalkan
26. Berkencan


__ADS_3

Di lain tempat. Bryant Cassano mengajak Sharmila ke ruangan khususnya dan hanya berduaan saja.


Roof top gedung itu. Ada sofa panjang beserta nakas juga bunga-bunga di pot kecil-kecil sebagai dekorasi ruang.


"Selamat datang di tempatku sayang." Bisiknya, lelaki itu menuntun nya duduk dan mereka duduk bersama.


Hidangan makan malam dan minuman dingin berada di atas nakas. Mereka berdekatan dan Bryant tertawa kecil saat melihat ekspresi wajah malu-malu Sharmila.


Bryant memberikan makan malamnya dan mereka memakannya bersama. Beberapa waktu kemudian Sharmila meletakkan makanannya.


"Aku merasa sungguh tidak nyaman sayang. Bersama dengan orang-orang itu, rasanya sungguh berbeda. Mereka berusaha mengorek keterangan tentang hal pribadi. Aku sungguh tak suka." Sharmila mencebikkan mulutnya.


Dia ingat saat pertemuan mereka banyak yang tidak fokus pada pembahasan. Mereka lebih mirip memamerkan kemewahan. Sharmila menghela nafasnya menatap Bryant.


"Aku tahu sayang. Kebanyakan mereka jika diposisi mu justru senang. Dan menikmatinya. Kenapa kau kebalikannya, nampak kesal dan tak nyaman." Bryant menarik tangannya Sharmila mau tak mau dia ikut berdiri.


Saat ini dia duduk dipangkuan nya. " Aku ingin bekerja saja seperti dulu. Menjadi orang biasa dan dicintai oleh suami." Ucapnya sambil mengelus dada Bryant.


"Tapi aku bukan orang biasa. Kau harus mengerti kesibukan aku, dan kau juga harus menjaga diri serta mengangkat nama baikku." Ujarnya sambil mengendus aroma tubuhnya.


Cup. Cup. Bryant memulai ********** lembut bibirnya. Sharmila menerima semua cumbuan Bryant. "Apa ada CCTV?" Bisik Sharmila. Bryant tersenyum tipis.


"Ayo kita pergi." Dia sudah merasakan sesuatu di dalam tubuhnya sudah memanas. Mereka berjalan beriringan menuju ke kamar suite room hotel.


"Kenapa kita." Belum selesai ia bicara Sharmila sudah ditarik Bryant. Pertama ia menanggalkan pakaiannya istrinya, kemudian hijabnya seraya menjeda ciumannya.


Sharmila melepas sepatunya dan menempel lekat tubuhnya Bryant. Lelaki itu juga sudah melepaskan celananya dan tangannya yang satu menekan wajah Sharmila.


Mereka saling bertukar posisi membantu melepaskan pakaiannya tanpa melepas tautan bibirnya. Hingga akhirnya mereka naik bersama ke ranjangnya dan pergulatan panas terjadi.

__ADS_1


Bryant Cassano tak menyia-nyiakan kesempatan kebersamaan mereka. Lelaki itu sepertinya sudah merencanakan saat menjemput sang istri tadi, yakni makan malam dan merevasi kamar untuk mereka.


Akhirnya mereka memutuskan untuk menginap semalam. Sharmila keletihan karena sudah melayaninya. Bryant Cassano sangat bersemangat saat ini.


Pagi hari Sharmila menggeliat meregangkan otot-otot tubuh namun tidak disadari nya Bryant memperhatikan gerakan menggoda dia. Lelaki itu rebahan menyamping menatapnya dengan smirk miringnya.


"Pagi." Sapaan akrabnya terdengar di telinga wanita itu. Matanya terbelalak lebar saat itu dia sudah di sergab dengan lembut. Cup. Cup.


"Morning kiss." Katanya sambil tertawa kecil.


"Kita harus pulang sayang. Arsy sendirian tanpa kita." Ucap Sharmila dengan menutupi tubuhnya.


"Dia harus belajar sendiri, sayang. Adik-adiknya nanti juga begitu. Jangan manjakan mereka, mereka harus bekerja keras untuk ke atas." Bisiknya sambil berdiri dan mengenakan bathrob langsung ke kamar mandi.


Lelaki itu melenggang dengan handuk sepinggang dadanya terekspose menatap wajah cantiknya Sharmila. "Apa kau mau aku memandikan mu, sayang ?" Godanya dengan mengedipkan mata.


" Lupakan saja !" Wanita itu mengambil selimut yang membungkus tubuh mungil nya. Karena tak hati-hati baru satu langkah kaki berjalan dia terjerat selimut itu dan terjatuh.


Sharmila hanya pasrah saja, protes pun tak ada gunanya. Bryant mengangkat tubuhnya ala bridal style dan meletakkan dia di closed.


Bryant Cassano mengisi air hangat dan sabun," Aku sudah melakukan tugasku. Mandilah dan berendam lah sesaat, aku yakin kamu merasakan nyerinya."


Sharmila menunduk malu, Bryant Cassano selalu tahu tentang keadaannya. Dan mengerti apa yang diinginkan nya. Lelaki itu meninggalkan dirinya sendiri di kamar mandi.


Wanita itu segera berendam dalam bathtub. Rasanya sedikit nyaman. Badannya terasa pegal-pegal sehabis melayaninya. Jika di rumah ia akan mendapatkan perawatan spa dan juga untuk area sensitifnya.


Setelah beberapa saat kemudian ia membilasnya dan keluar dari kamar mandi.


Wanita itu mendapatkan kamar sudah rapi dengan sarapannya di nakas. Sementara Bryant sendiri sibuk dengan telepon seluler nya.

__ADS_1


Sharmila menghampiri paper bag di sofa berisikan pakaiannya ia pun berlalu kembali ke kamar mandi dan mengenakan pakaian.


"Ayo sarapan. Aku pesan beberapa jenis semoga kau suka." Ajaknya sambil menyesap kopi hitam.


"Tidak baik terlalu banyak minum kopi. Lain kali di ganti saja juice atau susu." Tegur Sharmila hanya ditanggapi senyuman.


" Aku tak suka susu tapi aku lebih suka meminum yang itu." Jawabnya sambil melirik dadanya Sharmila. Wanita itu hanya menatap tajam kearah dirinya, Bryant Cassano hanya terkekeh kecil.


"Dasar mesum." Gumamnya lirih sambil makan makanannya sendiri. Bryant mengambil sandwich isi dan mengunyahnya perlahan-lahan menatap ke istri cantiknya.


Wanita itu cuek saja memakan makanan di atas nakas. Ia juga mengambilkan minuman jus jeruk dan diberikan kepada Bryant.


" Cobalah sedikit dahulu. Nanti akan terbiasa." Ujarnya sambil tersenyum. Dia juga memberikan beberapa sandwich ke Bryant.


"Terimakasih sayang." Katanya. Seusai acara sarapan pagi Bryant Cassano mengajaknya berjalan-jalan ke tempat wisata.


Mereka saling bergandengan tangan layaknya pasangan yang berpacaran. Seharian mereka berduaan layaknya remaja yang kasmaran. Menyusuri jalanan saling merangkul dan sesekali Bryant Cassano mencuri ciuman di bibir istrinya.


Tujuan pertama central park, kebun binatang dan terakhir di china town. Mereka juga mampir di street food court.


Aneka jajanan khas tradisional di mereka nikmati sambil melihat ke sekelilingnya bercerita dan saling menggenggam tangan layaknya pasangan yang sedang kasmaran.


"Aku bahagia sekali. Hari ini seorang Boss besar menemani aku berjalan-jalan. Akan ku ingat selamanya." Ucap Sharmila sambil memeluk tubuh sang suami.


"I love you.." Bisik Bryant Cassano. Cup. Lagi-lagi dia mencuri ciuman di bibirnya. Lelaki itu memandang sekilas dan masih menggenggam tangan Sharmila melihat sekeliling.


Suasananya China town pada malam hari sungguh indah. Aneka jajanan dan hiasan dan ornamen memenuhi gedung ataupun gerai-gerai makanan.


Sharmila begitu antusiasnya dia bertanya sebelumnya makanan halal yang di konsumsi bagi mereka. Sang penjual juga ramah melayaninya.

__ADS_1


Wanita itu juga membeli beberapa souvernir berupa jepit rambut dan aksesoris yang menurut dia lucu dan pantas di kenakan. Bryant Cassano bahkan tak mencegahnya. Lelaki itu membenarkan apa saja yang ingin dilakukannya.


Setelah puas jalan-jalan mereka kembali pulang ke mansion. Mereka dijemput sopirnya dan langsung menuju ke kamarnya. Sharmila langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri dari keringat.


__ADS_2