Wanita Yang Ditinggalkan

Wanita Yang Ditinggalkan
30. Nyonya Janssen (1)


__ADS_3

Sharmila tertegun sejenak memandangi orang sekitarnya yang sibuk sedari pagi. "Apa ada perayaan ?" Tanyanya pada pelayan di sampingnya.


"Iya Nyonya. Tuan ingin memperkenalkan Anda sebagai Nyonya Janssen." Ujarnya sambil tersenyum. Sharmila membulat sempurna matanya terkejut. "Tapi aku bukan istrinya. Aku masih istri Bryant Cassano." Pekiknya terkejut.


Wanita itu langsung melesat ke ruang kerjanya Arnoldus Janssen. "Apa boleh aku masuk Tuan ?" Tanyanya setelah mendapatkan sahutan dari dalam saat mengetuk pintunya.


Begitu pintu dibuka dari dalam Sharmila meringsek maju hingga menabrak lengan asistennya Arnoldus Janssen.


"Apa maksudnya ? Kenapa Anda memperkenalkan diri saya sebagai istri Anda ? Saya masih sah istri Bryant Cassano." Cecaran dari Sharmila menatapnya tajam.


"Kenapa ? Aku menyukai mu. Aku jatuh cinta padamu. Masa bodoh dengan Bryant dan semuanya!" Jawabnya dengan nada dingin dan dominan.


"Toh kau juga ingin meninggalkan dia bukan ?" Lanjutnya dengan tenang. "Aku hanya ingin pergi saja tanpa ada kericuhan dan perselisihan. Jika Anda membuat seperti ini maka sama saja menambah masalah untuk aku. Bagaimana dengan putraku ?" Wanita itu frustasi karena lelaki itu hanya menatap datar ke arahnya.


"Kau akan ku lindungi berserta anak-anak. Mengenai Bryant. Biarkan aku yang akan mengurus dia nanti, kau tak usah cemas. Kau tetap di sampingku menjadi Nyonya Janssen." Tegasnya lagi.


Sharmila tak dapat mengatakan suaranya lagi. Wanita itu itu sudah terjebak. Terjebak di istana megahnya Arnoldus Janssen dan tidak dapat berbuat apa-apa lagi selain melakukan perintahnya.


"Jangan pernah menyentuh aku Tuan Janssen. Kita bukan muhrim !" Tegasnya menatapnya lekat. "Aku tahu, sayang. Aku memiliki selir dan istri yang lain, dan kau yang layak aku publikasikan sebagai Nyonya Janssen." Ucap Arnoldus Janssen dengan melipat kedua tangannya di dada dengan bersandar pada kursinya.


"Kau sudah selesai ? Kau sudah mendapatkan jawabannya. Pergilah ke kamar, dan turuti perintah aku tak lama aku akan membawa putramu kemari." Ucapnya sambil menyesap kopinya.


"Kau akan membawanya kembali padaku ? Kau tak berbohong ?" Tanya Sharmila menatapnya dengan penuh berharap.

__ADS_1


"Akan ku berikan namun kau harus menjadi istriku sepenuhnya." Lanjutnya.


"Baik. Jika kau sudah memastikan aku bercerai dari Bryant Cassano dan putraku di sini. Maka aku akan menjadi istrimu sepenuhnya. Dan aku juga ingin belajar bisnis dan aku ingin bekerja." Lanjutnya lagi dengan nada dingin.


"Bagus. Itu yang ku harapkan dari dirimu!" Serunya bersemangat. "Jadilah wanita yang kuat dan kau juga akan berlatih beladiri jika dia sudah keluar." Tunjuk Arnoldus Janssen dengan dagunya.


Sharmila hanya tersenyum tipis. Akhirnya aku diijinkan untuk melakukan hal yang aku inginkan. Batinnya. Puas.


Persiapan pesta di laksanakan sesuai instruksi Arnoldus Janssen. Assisten nya sudah menyewa catering untuk keperluan pesta dan juga dekorasi ruangan. Tema pesta ada in door dan outdoor. Seluruh rumah di hiasi bunga dan ornamen yang indah. Di ujung jalan masuk ada lukisan Sharmila dan Arnoldus Janssen.


Sharmila tertegun melihat lukisannya. Dia tak pernah berfoto ataupun dilukis. Namun di depannya nyatanya ada gambar dia yang duduk dipangkuan nya sambil tersenyum menatapnya manja dan penuh cinta.


Sharmila merasakan wajahnya panas karena malu, di sana mereka melihat lukisan itu, dan lukisan ini tidak hanya satu, namun ada lima lukisan dengan pose berbeda-beda.


Wanita itu hanya tersenyum kaku menerima perlakuannya.


Arnoldus Janssen merasa puas karena rencananya akan berjalan lancar sesuai keinginan dia. Lelaki itu sudah mendengar laporan dari pelayan bahwa Sharmila hanya menurut saja apa yang dia perintahkan.


Lelaki itu sekarang sedang menuju rumah lamanya. Karena Stella Maris istri keduanya meminta dia pulang dan ingin bertemu. Lelaki itu masuk begitu saja ke kamar utama begitu menginjakkan kaki di mansion mewah itu.


"Ada apa ?" Tanya dengan muka datarnya. "Aku merindukanmu sayang. Aku ingin kita bersama." Kata Stella Maris menyambut nya dengan pakaiannya yang minim.


Memberikan wine dan menciumi bibir Arnoldus Janssen sekilas. Sekali tenggak minuman itu sudah diminumnya. Arnoldus Janssen melepaskan pakaiannya sambil meletakkan gelasnya.

__ADS_1


"Aku tak punya waktu luang. Kita mulai saja." Stella Maris menghambur ke pelukannya dan mereka saling memadu kasih. Mereka bergelut di ranjangnya hingga akhirnya mereka melepaskan bersamaan.


Arnoldus Janssen langsung bangkit dan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Stella Maris melihatnya dengan kebingungan. "Kau tak menginap ?" Tanyanya.


Lelaki itu hanya mengangguk sambil mengancing kan kemeja putih dan merapikan celananya. "Aku ada acara, dan kau tak perlu tahu." Ucapnya sambil terus bergerak cepat mengambil dompet dan phonsel pintar nya.


Stella Maris hanya menatap kosong ke punggungnya yang menghilang di balik pintu kamar. "Dia hanya menggilir dia dan simpanan nya. Ya, Stella Maris sudah mengetahui jika Arnoldus Janssen memiliki wanita lain sebagai simpanan.


Wanita itu anak orang kaya yang di buang keluarga besar nya karena harta. Stella Maris menerima perlakuannya karena dulu ia begitu posesif akan cinta padanya sehingga menyebabkan kecelakaan pada istri pertama Arnoldus Janssen dan mengakibatkan bayi dan sang ibu meninggal.


Karena itu Arnoldus Janssen tak mengakui dia sebagai istrinya. Wanita itu harus diam dirumahnya tanpa melakukan apapun. Dan Arnoldus Janssen yang akan datang sendiri ataupun dia yang memanggilnya. Lelaki itu banyak menghabiskan waktu di luar rumah untuk mengobati sakit hati nya.


Arnoldus Janssen masuk ke kamarnya dan langsung pelayan memberikan Jas mewah nya untuk keperluan pesta. Karena waktunya sudah hampir tiba. Para tamu mulai berdatangan ke mansion milik nya.


"Bagaimana ? Sudah siap Nyonya kalian ?" Tanyanya sambil berdiri di depan kaca rias. "Nyonya sudah siap tuan. Sepuluh menit lalu, riasan, gaun juga perihasan mewah yang beliau kenakan sesuai pilihan Anda." Jawab pelayannya dengan menundukkan kepalanya.


"Bagus. Dia pasti terlihat cantik dan mempesona dan banyak yang akan iri padaku. Kita lihat aja Bryant Cassano bagaimana reaksi mu akan hal ini." Gumamnya pada dirinya sendiri.


Tamu undangan sudah memenuhi ruangannya Arnoldus Janssen datang dan berdiri di anak tangga sehingga dapat dilihat semuanya.


"Terimakasih atas kehadirannya. Saya ingin memperkenalkan istriku yang selama ini aku sembunyikan. Dia wanita yang akan mendampingi aku hingga akhir hayatku."


"Maka tak akan berlama-lama ku perkenalkan dia Nyonya Arnoldus Janssen." Serunya dengan antusias dan diikuti oleh tepukan tangan nya para tamu. Sharmila dibantu oleh pelayan turun meniti anak tangga gaunnya panjang seperti gaun pengantin.

__ADS_1


Wanita itu hanya tersenyum menatap Arnoldus Janssen yang mengulurkan tangannya untuk di sambut nya.


__ADS_2