WHY

WHY
Kanaya Dhira


__ADS_3

Desta melangkah menuju loker dengan tatapan kosong. Pandangannya secara tak sengaja bertemu dengan manik milik Ardhika yang terlihat semakin kacau tiap harinya. Rambut pria itu berantakan, kantung matanya terlihat jelas, dan wajahnya terlihat lelah seperti sedang ditimpa masalah berat.


Lalu pandangan Desta mengarah ke loker di sebelahnya. Loker yang terbuka dengan banyak bunga di dalamnya dan satu foto di sana. itu adalah foto Kanaya Dhira, siswi yang merupakan teman dan pujaan hatinya itu yang telah menghilang dan dianggap meninggal dari satu bulan yang lalu.


Kanaya Dhira adalah seorang gadis pekerja part-time di toko yang sama dengannya. Desta mengenalnya sebagai gadis yang ceria, lugu, ramah, dan juga sedikit aneh. Desta seringkali mendapati Kanaya suka menyendiri di belakang sekolah dan selalu memakai sweater bahkan di saat musim panas.


Orang aneh mana yang mau memakai baju tebal di saat musim panas? Desta rasa hanya Kanaya orangnya.


Sekarang gadis itu sudah tidak ada. Tapi Desta masih bisa merasakan keberadaannya. Desta masih bisa merasakan Kanaya yang mengeluarkan buku telenovela romantis ke dalam lokernya dan berbalik hanya untuk tersenyum manis ke arahnya.


Saat membuka loker miliknya sendiri, kening Desta berkerut bingung. Ia ingat sekali jika ia tak pernah menyimpan sebuah tape recorder di lokernya. Ia bahkan tidak pernah memiliki benda itu. Tapi sekarang, di dalam loker miliknya, ada satu tape recorder berwarna hitam di sana.


“Punya siapa?”


“Itu milikmu.”


Desta menoleh, mendapati Olivia yang mendekatinya dengan tatapan tajam. Entah kenapa dengan gadis itu, Desta rasa ia tak pernah punya masalah dengannya.

__ADS_1


“Tapi aku tidak pernah memiliki benda ini.”


“Dengarkanlah saat dirimu sendiri. Jangan menjedanya dan jika sudah selesai, beritau aku.”


Olivia langsung pergi. Gadis itu tak mau repot-repot menerima penolakan dari Desta.


“Kenapa aku harus mendengarkannya?”


*


Saat sepulang sekolah, Desta langsung masuk ke kamarnya. Remaja pria itu bahkan tidak menyapa ibunya yang berada di dapur. Entah kenapa, Desta penasaran dengan isi dari tape recorder yang diberikan Olivia padanya.


Mata Desta melebar. Ini adalah suara Kanaya. Tiba-tiba saja tangannya gemetar dan genangan bening itu sudah memenuhi matanya. Kanaya… ia begitu merindukan gadis itu.


“Jangan mengasihaniku karena itu bukanlah alasan kenapa aku meninggalkan rekaman ini untuk kalian semua. Kalian yang sudah menjadi alasan mengapa aku membunuh diriku sendiri.”


“Sebelumnya aku ingin mengingatkan kalian semua untuk tidak bertindak gegabah. Atau orang yang memegang copy dari semua rekaman ini tidak akan segan-segan untuk menyebarkannya di internet.”

__ADS_1


“Bagi aku yang sudah mati, hal itu tidak berdampak sama sekali. Tapi kalian yang masih hidup… aku tidak perlu menjelaskannya ‘kan? Jadi duduklah dengan tenang, cari tempat yang nyaman dan pasanglah earphone kalian. Dengarkan tujuh alasan mengapa aku, Kanaya Dhira, membunuh dirinya sendiri.”


“Rekaman nomor satu ini… kutujukan padamu, Ardhika Juli. Orang yang sudah mengambil ciuman pertamaku dan juga orang sudah mengajarkanku tentang pahitnya mencintai seseorang.”


*


*


*


To be continue...


A/N


Warn! Cerita ini mengandung bullying, rape, mild angst, dan sebagainya. Akan penuh dengan teka-teki dan misteri. Kalau kalian suka boleh dilanjut, tapi kalau tidak silahkan pencet tombol kembali.


Cerita ini aku tulis karena terinspirasi dengan serial netflik "13 Reasons Why". Tapi aku hanya terinspirasi, bukan mencontek keseluruhan cerita.

__ADS_1


Cerita ini jelas akan berbeda.


Terimakasih sudah mampir.


__ADS_2