World Of Animation

World Of Animation
Akhir dari kebersamaan


__ADS_3

~Akan ada luka yang dalam, saat kau menyadari semua tak lagi sama, karena salah perencanaan. Dan, kau hanya bisa diam, berharap waktu akan mengembalikan apa yang telah pergi~ Grizzy_AMD


Walau hanya melihat punggungnya saja, Levy tahu siapa orang itu. Levy mematung, sedetik kemudian ia membuat lingkaran menggunakan kakinya.


"Jauh atau dekat, tinggi atau rendah. Bawa aku ke tempat yang ku inginkan!" Seru Levy merapalkan mantra teleportasi.


"Levyanna?!!" Betapa terkejutnya  Sang Raja kala melihat putri bungsu-nya yang berada di hadapannya.


Kekuatan sihir Sang Raja telah melesat menuju Levy dengan sangat cepat. Sedangkan Levy hanya bisa terduduk dengan aura yang tersisa sedikit. Ia pasrah, setidaknya ia sudah menggantikan tempat orang itu, orang yang di sayanginya.


"Awas!!" Teriak Bibi Ellia, lalu berlari menuju tempat Levy.


Sayang, ia terlambat. Kekuatan sihir Sang Raja telah mengenai tubuh Levy, hingga membuat Levy terpental jauh membentur tembok dekat pintu masuk.


"Levyanna!!!" Teriak mereka tak terkecuali Keira, lalu menghampiri Levy.


Dengan sisa tenaga yang ia punya, Levy berusaha untuk berdiri, sayang, tulang-tulangnya seakan kehilangan kekuatan untuk menegakkan tubuh. Gadis itu ambruk, terkulai lemah di lantai.


"Levyanna, bertahanlah," ucap Raja Ishid yang di penuhi kekhawatiran.


Bibi Ellia melakukan sihir panggilan untuk menyembuhkan Levy, "Mentari di malam hari. Rembulan di siang hari. Kembalikan binarnya, ambillah binarku. Sembuhkan lukanya, darahku bayarannya."


Kretaak


Lingkaran sihir itu hancur sebelum menyembuhkan tubuh Levy.


"Apa yang kau lakukan, Ellia?!!" Geram Raja Ishid.


"Sihir penyembuh tidak berpengaruh padanya!" Kesal Bibi Ellia.


Kali ini giliran Sang Raja, ia menaruh tangannya di depan dada Levy.


"Mentari di malam ha-" Belum sempat Sang Raja menyelesaikan rapalannya, Levy menahan tangan Sang Raja.


"Uhukk ...." Darah mulai keluar dari mulut Levy.


"Jangan melakukan hal yang sia-sia, sihir tidak akan menyelamatkanku dari takdir," ucap Levy dengan sisa tenaganya.


"Tidak ada yang namanya takdir, Levyanna!!!" Teriak Raja Ishid.


Keira yang tidak bisa membantu apa-apa, hanya bisa menangis.


"Asgaf ... ya, Asgaf pasti bisa menyelamatkanmu, Levy ...." Keira berdiri, "Asgaf! Asgaf! Datanglah, kumohon!" Teriak Keira.


"Ada ap- Astaga! Apa yang terjadi, keira?!" Kaget Asgaf kala melihat kondisi Levy.


"Hai, Asgaf." Levy memaksakan tersenyum.


"Kyllin!!" Teriak Asgaf.

__ADS_1


"Ada apa- Asgaf, apa yang kau lakukan padanya?!!" Kaget Kyllin.


"Cepat bantu aku menyembuhkannya!!"


Tubuh Asgaf dan Kyllin mengeluarkan cahaya. Mereka mendekati Levy, berusaha menyalurkan aura makhluk suci mereka.


Duarr


Ledakan kecil terjadi saat kekuatan makhluk suci milik Asgaf dan Kyllin menyentuh tubuh Levy. Asgaf dan Kyllin terpental cukup jauh.


"Sudah kubilang, kan? Tidak ada yang bisa menyelamatkanku. Ini adalah akhir untukku," ucap Levy dengan cairan bening yang mulai menetes.


Sang Raja meraih tangan Levy, menggenggamnya erat. Terlihat ia menyalurkan aura sihirnya pada Levy.


"Sembuhkan dia, ambillah sihirku!!" Teriak Sang Raja.


Tubuh Levy seketika di penuhi oleh aura sihir, tapi bukannya berwarna emas, aura itu malah berwarna hitam pekat.


"Apa ... apa ini?" Kaget Raja Ishid.


Cling


Lingkaran sihir yang tak asing di mata, kini telah terukir tepat di atas tubuh Levy.


"Sihir kutukan? Mengapa sihir itu bisa berada di tubuh Levy?" Tanya Asgaf seolah tak percaya.


Perlahan-lahan, lingkaran sihir yang semula besar hingga menutupi tubuh Levy itu mengecil, kemudian lingkarannya seakan tersedot kedalam tubuh Levy.


"Levy ,bertahanlan! Ayah, selamatkan Levy!" Keira seakan menjadi gila kala melihat saudarinya yang begitu tersiksa.


Segala cara telah mereka lakukan, dari mencoba sihir kuno, hingga menggabungkan kekuatan. Tapi, tulisan-tulisan yang kini terukir di tubuh Levy tak kunjung hilang.


"Sudah cukup," ucap Levy dengan suara yang hampir tak terdengar.


"Diamlah, Levyanna! Ayah ... Ayah akan menyelamatkanmu!" Teriak Raja Ishid.


"Ayah, ambillah sihirku juga!" Keira mengulurkan tangannya.


"Hentikan!" Teriak Levy.


"Ini semua di luar batas kalian, penyihir terkuat, makhluk suci, atau apapun itu. Kalian tidak akan bisa menyelamatkanku," lanjut Levy.


"Kita tidak akan tahu sebelum mencoba, Levy!!" Teriak kyllin.


"Sadarlah, kalian sudah mencoba segala cara, tadi. Aku tidak masalah jika harus mati seperti ini."


"Tidak boleh, Levy! Mengapa ... mengapa kau harus mati karena menyelamatkan penyusup?! Hah?!"


"Menurutku, aku sudah melakukan hal yang benar. Akhirnya, aku bertemu dengannya," ucap Levy.

__ADS_1


"Apa kau mengenalnya?" Tanya Keira.


"Tentu saja, dia adalah orang yang sangat berharga bagiku. Aku sangat menyayanginya, sangat sayang padanya dibanding pada kalian, bahkan nyawaku ...." darah kembali keluar dari mulut Levy.


"Jika dia masih berada di dunia ini, maukah kalian menjaganya untukku?"


"Jangan memberi kami beban, bertahanlah dan jaga dia sendiri, Levyanna!" Cairan bening mulai keluar menghiasi wajah tampan Sang Raja.


"Ku harap, kalian semua menepati janji kalian ...." Levy sudah kehilangan aura sihirnya.


" ... Levy menyayangi kalian." Levy telah sepenuhnya menutup mata, napasnya tak lagi berhembus, detak jantung yang telah berhenti, semua itu membuat mereka bagai tertusuk ribuan pedang di jantung.


Tidak hanya itu, tubuh Levy mulai menghilang perlahan demi perlahan. Hingga akhirnya keberadaan Levy bagaikan angin. Rasa marah, sedih, kecewa, semua itu bercampur aduk. Semua perasaan itu benar-benar mereka tumpahkan dengan luapan airmata.


Kebahagiaan bersama Levy, kini tinggal kenangan belaka. Kepergiannya yang terbilang cepat menimbulkan luka yang amat dalam. Tetes demi tetes airmata terjatuh, tidak akan mengembalikan waktu.


"Mentari di malam hari. Rembulan di siang hari. Kembalikan binarnya, ambillah binarku. Sembuhkan lukanya, nyawaku bayarannya!!!" Teriakan Sang Raja terdengar sangat menyayat hati, teriakan keputusasaan seakan tak ada pelangi setelah hujan.


"Levy!! Ini tidak seperti yang kau katakan! Kau bilang, jika aku melindungi Keira, kau akan membiarkannya bahagia. Ini bukan bahagia, melainkan penderitaan!!" Teriak Kyllin.


"Tidak ... tidak, ini tidak seperti yang ku inginkan. Aku hanya ingin kau menjauh dari Keira, tapi ... tapi ...." Bibi Ellia telah di kuasai oleh tangisnya, hingga ia tak sanggup lagi untuk berbicara sepatah kata pun.


"Kembalilah, Levy. Aku ... aku belum meminta maaf padamu, atas perbuatanku," kata Keira.


Asgaf hanya bisa terdiam, mengatakan apapun tidak akan bisa mengembalikan Levy. Ia terlihat tenang, tapi itu hanya luarnya saja. Di dalam, ia sangat kacau. Terlihat dari auranya yang tak terkontrol kekuatannya.


***


Detik demi detik, jam demi jam, hari demi hari. Kepergian Levy tak kunjung di relakan oleh mereka. Yang lebih menyakitkan lagi, keberadaan Levy bahkan belum pernah di ketahui oleh publik. Hanya keluarga Duke Xavier yang tahu.


Luka di hati masih sangat membekas, butuh proses yang cukup lama untuk meyakinkan diri saat harus merelakan sesuatu yang tidak pernah ingin di lepas. Terlebih jika seseorang itu, telah memberi banyak hal untuk di ingat.


Mereka semua hanya bisa tenggelam dalam kenangan masa lalu. Kenangan dimana mereka berjanji pada Levy. Janji yang membuat semua luka itu terjadi. Janji yang harus mereka tepati walau sakit di dada. Janji yang membuat mereka sadar, dunia begitu kejam.


Akan ada yang datang, kemudian pergi, begitulah cara kerja dunia. Begitu orang yang terkasih telah pergi, semua tak lagi sama. Tak lagi ada kata sayang, ataupun mengenal orang baru. Semua rasa akan mereka kunci dalam hati yang beku selamanya.


'Berjanjilah padaku untuk melindungi Keira, apapun yang terjadi.'


'Bahagiakan Keira. Hanya itu yang ku inginkan dari kesepakatan kita.'


'Aku akan membuat Keira bahagia, tapi kau harus berjanji untuk melindunginya.'


Keira. Ya, semua janji yang harus mereka tepati hanya untuk Keira seorang. Peran Levy hanya untuk kebahagiaan Keira, semua yang di lakukan Levy harus membuat Keira bahagia, apapun yang terjadi. Dari awal, animasi ini hanya untuk kebahagiaan Keira. Bukan Levy, bukan Sang Raja, tapi Keira.


Namun, semua itu tak berjalan sesuai dengan alur cerita. Nyatanya, setelah kepergian Levy, Keira tak lagi merasakan yang namanya bahagia. Kebahagiaan seakan pergi bersama dengan Levy. Tak ada Levy, tak ada kebahagiaan.


Asgaf kehilangan aura makhluk sucinya dan pergi entah kemana. Kyllin melakukan kontrak aneh agar ia bisa melindungi Keira, kapanpun itu. Sang Raja seakan tak memiliki tujuan hidup. Riri yang mulai kehilangan arah, hanya bisa melakukan keinginan terakhir Levy, yaitu menjaga seseorang yang berharga bagi Levy. Keira yang seharusnya bahagia, telah kehilangan arah, kehilangan kebahagiaan, mungkin ia telah kehilangan semuanya.


TBC

__ADS_1


~Jagalah sesuatu yang telah menjadi milikmu. Jangan menjaga sesuatu yang bukan milikmu, dan malah kehilangan sesuatu yang seharusnya milikmu~


Grizzy_AMD


__ADS_2