
"Aah ... dasar dua makhluk bodoh itu, menjaga kalian saja tidak bisa," ucap Pinky yang muncul tiba-tiba untuk melindungi Keira dan yang lainnya.
Pinky berkacak pinggang dengan wajah kesal, "Kalian hanya menambah beban bagi Levy, dasar duo bodoh," lanjutnya.
"Kerja bagus, Kucing belang!!!" Teriak Kyllin dengan memberi acungan jempol.
"Bagaimana kau bisa kesini?" Tanya Irwin.
Pinky menoleh heran pada Irwin, "Aku? Tentu saja karena Levy memanggilku," ucapnya.
"Hah? Kau yakin Levy yang itu memanggilmu?" Magma menunjuk Levy.
Pinky sukses dibuat terbelalak oleh penampilan Levy, "Si bodoh itu ingin mati rupanya. Apa yang terjadi hingga membuatnya seperti itu?" geram Pinky.
Elzel pun menceritakan apa yang membuat Levy hilang kendali, mulai dari terbunuhnya Riri hingga rencana yang sedang mereka jalankan. Pinky mengerti dan turut berduka mendengarnya. Setelah mendengar cerita Elzel, Pinky menghampiri tubuh Riri yang mulai pucat, Makhluk suci itu menaruh satu tangannya tepat di kening Riri. Sedetik kemudian, tubuh Riri berpindah ke dunia makhluk suci. Lebih aman bagi wanita itu untuk beristirahat di sana.
"Kau tidak berniat untuk membantu Kyllin?" Tanya Jin.
"Tidak ada niat sama sekali, tuh. Lagipula, aku ada di sini untuk melindungi kalian para kaum lemah," balas Pinky sembari melihat kuku-kukunya yang berkilauan.
Di sisi lain, Kyllin mulai kewalahan melawan Asgaf dan Levy, Loki pun tidak bisa membantu banyak. Ia kembali memutar otaknya, tidak berselang lama, akhirnya muncul ide di kepalanya. Kyllin menjaga jarak dari Asgaf, ia mengumpulkan semua auranya di tangan.
Semoga lukanya tidak terlalu parah. Batin Kyllin.
Setelah auranya terkumpul dan membentuk sebuah bola berwarna biru gelap, Kyllin menembakkannya kearah Levy. Levy yang sedang menghadapi Asgaf tidak dapat menghindari serangan itu, akhirnya ia terpental jauh. Tidak melewatkan kesempatan, Kyllin segera menangkap tubuh Levy dan membawanya seperti yang direncanakan.
"Menjauhlah, kalian. Pinky, tolong buatkan penghalang untukku dan Levy," ucap Jin saat melihat Levy yang sudah ada bersama Kyllin.
Keira dan yang lainnya mengikuti perintah Jin, begitupun dengan Pinky yang sudah bersiap mengaktifkan penghalangnya. Saat Kyllin sampai, ia langsung melempar tubuh Levy dan ditangkap langsung oleh Jin bersamaan dengan aktifnya penghalang Pinky.
"Choi Jina!!! Sadarlah!!!" Seperti yang tadi diucapkannya, Jin sungguh menghantam kepala Levy, sangat keras.
Bukannya mengecil, aura hitam milik Levy malah semakin membesar dan mengintimidasi, tapi Levy hanya diam berdiri sembari menatap Jin tanpa ekspresi.
Jin memegang kedua pundak Levy, ia mengguncangkan wanita itu sembari berkata, "Aku masih hidup, dasar bodoh!!! Kau tahu? Kau adalah kakak paling bodoh yang pernah kutemui!!!" Umpat Jin.
Tidak berhenti di situ, Jin menarik Levy kedalam pelukannya. Ia mendekapnya sangat erat, membisikkan segala hal yang dulu sering mereka lakukan. Akhirnya, sebuah tangan mungil membalas pelukan Jin.
__ADS_1
"Aku manusia paling buruk yang pernah ada!!!" Rengek Levy dengan derai air mata.
Jin terkekeh pelan, "Kau sadar diri rupanya," ucapnya.
"Apa yang harus kulakukan untuk Riri? Padahal kami baru saja bertemu lagi,"
"Apapun yang kau lakukan, dia tidak akan hidup ...." Jin menjeda ucapannya, ia nampak memikirkan sesuatu, ia lalu menarik keluar Levy dari pelukannya, "sepertinya dia masih bisa kembali, ini adalah dunia sihir, apapun bisa terjadi. Mungkin saja ada cara untuk menghidupkannya kembali!!!" Seru Jin.
"Benarkah?"
"Iya, aku akan membantumu mencari cara. Jadi, bisakah kau berhenti menatapku? Kau sangat menyeramkan dan anu ... Baju mu ...." Jin mengalihkan pandangannya kearah lain.
Levy heran dengan reaksi Jin, akhirnya ia beralih menatap pakaiannya yang sudah compang-camping, wajahnya memerah, ia menggunakan kedua tangannya untuk menutupi bagian dadanya. Sebaliknya, Jin malah memunggunginya dengan mata yang tertutup, bukannya membantu Levy.
Bughh
Kretakkk
Levy dan Jin mendongak, melihat penghalang milik Pinky hancur bagian atasnya, bahkan pemilik penghalang itupun terkejut bukan main dengan dalang dari hancurnya penghalang itu.
"Mahkluk darimana itu?" Kaget Pinky, ia masih tidak percaya penghalang miliknya bisa dihancurkan.
"Dia memang aneh dari awal, jangan heran." Kyllin menepuk pundak Pinky seolah memberitahunya kalau Loki adalah manusia gila dan tanpa otak.
Akhirnya, Pinky membuat penghalang yang baru, setidaknya itu bisa menghalau serangan dari Zero dan Asgaf untuk sejenak.
"Ayo kita ke sana, sepertinya rencana Jin berhasil." Keira mempercepat langkahnya menuju adik tersayangnya.
Levy yang melihat teman-temannya mendekat mulai panik, "Jinyoung, pinjamkan baj-" ucapan Levy terpotong kala Loki memakaikan bajunya pada Levy.
Levy bisa melihat dengan jelas otot perut Loki yang sangat menggoda, ia meneguk air liurnya susah payah, matanya sangat berdosa. Untung saja, ia bisa mengendalikan diri dan pikirannya.
Gyuut
Hampir saja Levy jatuh kebelakang akibat Keira yang langsung memeluknya, untung saja Loki sigap menahan tubuh Levy.
Tangis Keira pecah dalam pelukan Levy, "Riri ... Riri ... dia sudah tiada," isak Keira.
__ADS_1
Levy sangat kesal pada dirinya yang membuat Riri pergi dan merasa bersalah pada Keira yang sudah menganggap Riri sebagai Ibunya sendiri. Ia menepuk pelan punggung Keira, guna membuatnya tenang, walaupun hanya sejenak.
"Menangis pun tidak ada gunanya, dia tidak akan kembali. Sebaiknya selamatkan mereka yang masih bisa selamat, lalu kau bisa menangisi dia yang pergi sepuas hatimu," celetuk Loki tiba-tiba.
"Dia ada benarnya, Keira. Menangis boleh, tapi jangan terlarut dalam kesedihan. Dunia tidak akan berubah jika kau hanya diam di tempat yang sama," tambah Irwin.
Keira tahu perkataan mereka sangat benar, tapi ia tidak bisa menghentikan rasa sakit di dadanya. Air matanya juga tidak berhenti mengalir.
Levy menarik Keira keluar dari pelukannya, "Pulanglah, jika kau ingin menangis!!! Aku tidak butuh manusia lemah untuk melanjutkan perjuangan Riri!!!" Teriak Levy.
Duaaarrr
Penghalang kedua Pinky kembali hancur, Zero berdiri di depan sana dengan pedang yang siap menghabisi mereka semua, dan jangan lupa dengan Asgaf yang tidak akan membiarkan satupun dari mereka lolos.
"Aku akan mengambil kembali apa yang telah pergi dariku, apapun bayarannya." Levy beralih menghadap Zero dan Asgaf, aura hitamnya kembali terpancar.
Greep
Keira menahan tangan Levy, "Aku tidak lemah, aku akan ikut bertarung," ucap Keira penuh kesungguhan, diikuti dengan yang lainnya.
Levy tersenyum, "Nah, Manticore, Blue, Pynix, datanglah."
"Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Kyllin.
"Kau ... tidak akan melakukan hal itu, kan, Levy?" Tanya Pinky sedikit takut dan berharap tebakannya salah.
"Em? Entahlah. Akan ku mulai, bersiaplah." Levy mengangkat kedua tangannya di depan dada, lingkaran sihir mulai teman-temannya, kecuali Loki.
Mata Pinky terbelalak, habislah sudah. Ia hanya bisa berharap pasangannya tidak menyusahkan nantinya.
"Apa yang kau lakukan?" Khawatir Irwin.
"Wahai langit sang Raja angkasa, aku perintahkan engkau, satukanlah, gabungkan lah mereka yang ku kehendaki ...." Lingkaran sihir itu mulai terangkat hingga melewati kepala mereka, "Keira, Kyllin ..., Irwin, Pinky ..., Jin, Pynix ..., Magma, Manticore ..., Elzel, Blue, fuzionează!!!" Tubuh Keira dan yang lainnya mulai bersinar terang hingga menusuk mata, beberapa detik kemudian, lingkaran sihir maupun cahaya tadi menghilang.
"Berani sekali kau memasangkan ku dengan pria, Levyanna!!!" Mendengar itu, Levy hanya menampilkan cengiran tengilnya.
"A-apa ini?!!!" Teriak yang lain.
__ADS_1
TBC