
"Besok?!!" Tanya Elzel senang.
"Master, kau tidak bercanda, kan?" Tanya Hanna.
"Tentu saja, tidak. Besok, Guild kita akan bersenang-senang di Water park terbesar kota Gurin. Lupakan dulu masalah kalian, dan mari kita bersenang-senang!!" Seru Master Kilua.
"Asikk!!!" Sorak para anggota Guild.
Keesokan harinya
Semua anggota Guild Black Shadow kini berada di Water Park, kecuali untuk Team Shadow Gear yang di ketuai oleh Milky. Ketuanya merupakan salah satu penyihir S Class, tapi kata beberapa anggota, ia memiliki sifat yang sangat buruk.
"Levy, cepatlah!!" Teriak Elzel yang sudah berada di dalam kolam.
"Iya, iya," balas Levy dengan sebuah gelas berisi jus di tangannya.
"Meriam manusia!!" Seru seseorang sambil melompat dari papan loncat.
Byuur
"Loki!! Menjauhlah dari kami!" Teriak Elzel.
Loki pun memunculkan kepalanya dari dalam air, "Mengapa kalian ingin bersenang-senang sendiri? Lebih asik kalau kita bersama," kata Loki, lalu ia menaiki kembali papan loncat berniat untuk meloncat lagi.
"Sihir air: Water Gun"
Elzel menembaki Loki dengan sihir airnya, Loki yang tidak siap pun terjatuh ke dalam air.
"Hei! Apa kau ingin bertarung, hah?!" Kesal Loki.
"Aku sedang bersenang-senang, mengapa kau marah?" Balas Elzel.
"Ooh ... aku mengerti sekarang, ternyata seperti itu cara kalian bersenang-senang." Loki menyelam, lalu mengangkat tubuh Elzel menggunakan sihir anginnya. Elzel pun terbang ke udara cukup tinggi, dan jatuh kembali ke dalam air.
"Beraninya kau!!" Geram Elzel.
"Ya, kau benar. Aku memang pemberani," ucap Loki sambil membusungkan dadanya.
Dan, perselisihan atau lebih tepatnya pertengkaran pun terjadi. Levy yang malas meladeni mereka lebih memilih duduk sambil menyeruput jus yang di bawanya tadi.
Sedangkan di tempat lain, ada Zero dan Magma yang sedang menonton pertengkaran Elzel dan Loki, sambil memakan beberapa potong sandwich.
Setelah bosan bertengkar dengan Loki, Elzel langsung menarik Levy untuk menaiki seluncuran air yang sangat tinggi dan panjang, bahkan seluncuran air itu memiliki sebuah nama, Seluncuran cinta. Levy pun dengan sabar mengikuti semua keinginan Elzel.
Kini, Levy dan Elzel sudah duduk di ujung seluncuran, bersiap untuk meluncur.
"3 ... 2 ... kyaaaa!!!!" Teriak Elzel, dia bahkan belum menyelesaikan hitungannya, tapi dirinya dan Levy sudah meluncur.
"Bwahahahaha ...." terdengar suara tawa yang sangat menggelegar.
Levy berbalik kebelakang, ternyata yang mendorongnya dan Elzel adalah Magma. Levy melepas tangannya yang berada di lengan Elzel, lalu mengangkatnya ke udara dan mengacungkan jari tengahnya pada Magma. Hal itu sukses membuat Magma tertawa makin keras.
Kini, aku tahu, mengapa seluncuran ini diberi nama seluncuran cinta. Batin Levy.
Jelas saja, bagi siapa saja yang menaiki seluncuran ini, ia akan memiliki waktu untuk bermesraan dengan pasangannya. Bagaimana tidak, saat berada dalam seluncuran, mereka akan memeluk pasangan karena arusnya yang sangat kuat ditambah dengan seluncurannya yang bergelombang. Seperti keadaan Levy yang saat ini tengah dipeluk erat oleh Elzel.
Levy merasa telinganya akan mengeluarkan darah akibat teriakan Elzel yang sangat keras. Mungkin, saat sampai dibawah, air kolamnya akan berubah menjadi warna merah akibat darah Levy.
Aku, tidak akan menaiki seluncuran sialan ini lagi bersama Elzel. Batin Levy.
Byuuur
"Wuhuuu ... tadi sangat menyenangkan, Levy. Ayo kita naik lagi!!" seru Elzel.
Levy menampilkan senyum yang sangat aneh dengan satu tangan yang terangkat, "Tidak. Aku. Sangat. Takut. Untuk. Naik. Lagi." Levy berbicara seperti robot.
"Yasudah, apa boleh buat kalau kau takut. Bagaimana kalau kita melihat Aquarium yang disana?" Elzel menunjuk ke sebelah kanan.
__ADS_1
Disana terdapat ruangan yang bagian dalamnya terbuat dari kaca, sehingga para pengunjung dapat melihat berbagai jenis ikan sepanjang perjalanan mereka. Di ujung lorong, terdapat sebuah Aquarium yang sangat besar. Tidak hanya ikan yang bisa dilihat, tapi ada juga orang yang sedang memberi makan ikan tersebut. Sepertinya mereka akan mengadakan pertunjukan disana. Levy dan Elzel pun duduk di bangku yang tersedia di ruangan tersebut. Mereka sangat menikmati pertunjukan ikan-ikan itu.
Sedangkan, di tempat lain, terdapat 3 pemuda yang sedang bersantai di kolam renang.
"Apa kau masih kesal, Magma?" Tanya Loki.
"Tentu saja. Aku sangat ingin membuat kontrak dengan Manticore, tapi Levy mendahuluiku." Magma memukul air kolam itu.
"Apa kau tidak takut?" Loki tersenyum mengejek.
"Apa yang perlu ku takutkan? Hanya tubuhnya saja yang besar," Balas Magma dengan sombongnya.
"Dia seperti kucing, ya kan, Zero?" Loki tertawa membayangkan Manticore dengan kepala kucing, bukannya manusia.
Zero terlihat sedang memikirkan sesuatu, "Ya, sangat menggemaskan," kata Zero.
"Menggemaskan?" Loki dan Magma saling bertukar pandang, mereka sedang membayangkan Manticore dengan bayangan yang aneh.
" ... Halus," ucap Zero lagi, di matanya terlihat ia sedang memikirkan sesuatu.
"Halus? Apa bulu Manticore halus?" Bisik Magma pada Loki.
"Entahlah, dengarkan saja dia," balas Loki.
"Jika boleh menyentuhnya, aku pasti sudah merasakan keempukan tubuhnya." Ucapan Zero kali ini membuat Loki dan Magma kebingungan.
"Empuk? Hei!! Apa yang kau pikirkan, hah?!!" Teriak Loki, menurutnya Zero sudah membayangkan sesuatu yang tidak-tidak.
Zero tersentak, "Hah? A-apa?" Kata Zero.
"Kau tadi berpikiran mesum, kan?" Tanya Magma tersenyum licik.
Zero membelalak, keringat dingin mulai mengucur, "T-tidak, kalian salah paham. Aku tadi memikirkan peri, eh, maksudku domba." Zero mulai terlihat panik.
Loki dan Magma saling pandang, dimata mereka tersirat sebuah ide untuk menjahili Zero.
Zero membayangkan apa yang dimaksud Loki, beberapa detik setelahnya, ia menggelengkan kepalanya. Berusaha mengusir pikiran negatif dari kepalanya
"Apa yang kau katakan? Dasar mesum," ucap Zero.
"Mesum, ya? Hmm ... sebenarnya yang mesum disini siapa? Magma, apa kau tahu siapa?"
Magma tersenyum, "Aku tidak tahu, mungkin kita perlu bertanya pada Levy dan Elzel. Bagaimana?" Usulnya.
"Tanya apa?" Tiba-tiba saja terdengar suara dari belakang.
"Wah ... kalian datang di saat yang tepat," girang Loki, sedangkan Zero sudah kalang-kabut.
"Ada apa?" Tanya Elzel.
"Tadi, Zero sedang memikirkan hal mes- hmpff ...." Loki belum menyelesaikan ucapannya, Zero sudah menutup mulutnya.
"Mes? Apa?" Tanya Levy.
"Bukan apa-apa. Mereka ini sedang pusing. Kami pergi dulu." Zero langsung menarik tangan Loki dan Magma sambil berlari sekuat tenaganya, menjauh dari Levy dan Elzel.
"Mereka kenapa?" Bingung Elzel.
Levy mengangkat bahunya, "Entahlah," kata Levy.
***
"Hahahaha ...." Loki dan Magma tertawa begitu keras, dengan tangan yang memegang perut.
Didepan mereka, ada Zero yang melihat mereka sinis, "Diamlah, sialan. Kalian sudah tertawa sangat lama, mungkin sudah satu jam," ucapnya.
Loki menghentikan tawanya, ia berjalan menuju Zero. Tangannya terulur untuk memegang pundak Zero, "Itu hal yang wajar bagi pria, jangan malu," ucapnya.
__ADS_1
Dengan tangan yang terlipat didepan dada, Magma menganggukan kepalanya. "Yap, artinya kau normal," ucapnya.
Baru saja Loki membuka mulutnya, berniat untuk mengucapkan sesuatu, tapi malah terpotong oleh suara teriakan.
Mereka langsung menoleh ke sumber suara tersebut, disana terdapat banyak kerumunan. Karena penasaran, mereka pun menghampiri kerumunan tersebut.
"Levy?!!!" Teriak mereka, saat melihat Levy yang menghunuskan pedangnya pada salah satu pengunjung. Dengan segera, mereka menghentikan Levy.
"Minggir atau kalian akan terluka juga," ucap Levy yang terlihat sangat marah. Wajahnya sudah memerah.
"Tenanglah, Levy. Apa yang terjadi?" Tanya Zero.
"Kalau ada masalah, sebaiknya selesaikan dengan damai. Jangan pakai kekerasan," sahut Loki.
"Damai? Bagaimana aku bisa berdamai dengan orang mesum sepertinya, hah?!!" Teriak Levy.
"Mesum?"
"Dia menarik pakaian dalamku seolah itu adalah hal biasa, lalu dia menyentuh bokongku. Apa aku bisa berdamai dengannya tanpa kekerasan?!!"
"Itu ... dia harus mati," ucap Zero dengan wajah mengerikan.
"Zero, jangan membunuhnya. Sebaiknya kita siksa dia, baru kita bunuh," usul Loki.
Ketiga pria itu langsung berbalik melihat si 'mesum' yang dimaksud Levy. Begitu melihatnya, mereka langsung terkejut.
Sialan, dia sangat buruk rupa. Batin mereka.
"M-mau apa kalian, hah? Aku ... aku anggota Pegasus Tail," ucap si mesum itu dengan ketakutan.
"Lalu, apa hubungannya dengan kematianmu?" Tanya Magma.
"Berisik." Levy sudah tidak tahan lagi dengan manusia itu. Ia mulai melancarkan serangannya.
"Sihir angin : Wind Knife"
Hanya dengan serangan dari Levy dan Loki, si mesum itu sudah sekarat. Terkulai lemah di lantai.
"Hei!!! Dasar anak-anak sialan, apa yang kalian lakukan?!!! Sudah kubilang, kan jangan merusak apapun!!" Mereka bisa menebak siapa pemilik suara itu. Dia adalah Master Kilua.
"Apa yang terjadi?" Tanya Meldy.
"Dia pantas mati," ucap Zero yang diangguki oleh Loki dan Magma.
Melihat Meldy yang bingung, Loki pun menjelaskan kembali kejadiannya.
Master Kilua mengangguk-anggukan kepalanya, "Ternyata seperti itu. Yah, berpikiran mesum itu hal wajar," ucapnya.
"Master." Meldy menatap Master Kilua dengan tatapan yang sangat mengerikan.
Melihat itu, Master Kilua langsung gelagapan. "T-tapi jangan melakukan hal mesum pada keluargaku, dasar kau sialan." Master Kilua mulai memancarkan aura mematikan, hingga akhirnya, rekan si mesum itu datang dan membawa si mesum pergi dari situ.
"Kau tidak apa-apa, Levy?" Tanya Meldy khawatir.
Levy hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan mereka.
Loki menepuk pundak Zero yang masih menatap kepergian Levy, "Dia sangat benci pada orang mesum," ucap Loki.
Alis Zero menyatu, bingung dengan ucapan Loki, "Lalu?" Tanya Zero.
"Itu artinya dia benci padamu juga. Hahahahha ...." Loki memegangi perutnya yang sakit akibat tertawa.
"A-aku tidak pernah berpikiran mesum!!" Teriak Zero. Akhirnya, dia juga pergi entah kemana.
Sedangkan Loki dan Magma, masih tertawa akibat menjahili Zero. Itu sangat menyenangkan, pikir mereka.
TBC
__ADS_1