World Of Animation

World Of Animation
S2. Pertemuan


__ADS_3

Ketika langit bergemuruh, saat itulah dunia sedang menangis. Kata orang, hujan saat terik panas artinya, seseorang sedang menangisi dirimu. Entah itu mitos atau fakta. Tidak ada yang tahu.


Tik ... Tik ...


Air hujan mulai membasahi bumi, beberapa orang mulai berlarian mencari tempat untuk berteduh. Sebagian lagi, mulai merapalkan mantra untuk menghalangi hujan. Ditengah keramaian itu, terlihat seorang wanita cantik dengan rambut yang seakan bersinar terang, ia berjalan membelah kerumunan. Tubuhnya basah, tapi ia masih santai berjalan menuju suatu tempat.


Guild, ia menuju sebuah Guild yang berada di tengah kota. Langkahnya semakin cepat saat matanya melihat Guild yang ditujunya. 2 tahun lamanya ia terpisah dengan Guildnya. Rasa senangnya memuncak. Ia langsung berlari dengan senyum yang terukir diwajahnya.


Brakk


Pintu Guild ia dobrak begitu saja, membuat manusia yang berada didalam menaruh perhatian padanya. Matanya mencari sosok yang ia rindukan. Beberapa anggota Guild sudah bersiap menyerang wanita itu.


"Siapa kau?!" Teriak seorang pria mulai mendekati wanita itu.


Bukannya menjawab, wanita itu malah menghambur pelukan. Ia memeluk pria itu sangat erat. Seakan takut pria itu lari darinya.


"Aku merindukanmu, Magma!" Ujar wanita itu.


Pria yang dipanggil Magma pun terkejut, ia menarik wanita itu, lalu menatapnya bingung.


"Siapa kau?" Tanya Magma.


"Kau tidak mengingatku? Ini aku, Levy."


"Apa!!!" Kaget semua anggota Guild.


Magma melepaskan tangannya dari lengan wanita itu, ia tertawa hambar, lalu menatap tajam wanita itu.


"Pertama, Levy berambut silver. Dan kedua ... Levy ... Levy sudah tiada! Jangan bercanda kau!!" Marah Magma.


Wanita itu tersenyum, "Ah, seperti ini?" Wanita itu menjentikkan jarinya sedetik kemudian, rambut yang semula berwarna emas, kini menjadi Silver.


"Aku masih hidup, dan ...." Air matanya mulai menetes, " ... Aku masih sangat merindukan kalian! Huaaaa!" Levy, wanita itu menangis sejadi-jadinya.


Magma tak dapat membendung rasa rindunya, benar atau tidak ucapan wanita dihadapannya tidaklah penting. Saat ini, ia hanya ingin memeluk wanita yang sudah ia anggap keluarga. Mereka berdua pun berpelukan dengan air mata yang berjatuhan, menangis meraung-raung, layaknya orang yang habis mendapat emas segudang.


Hingga akhirnya, acara reunian itu dihentikan oleh seseorang.


"Apa yang kalian lakukan di tempat terbuka ini? Sewa tempat sana! Menjijikan sekali!" Ujar seseorang dari belakang Levy.

__ADS_1


Magma melihat orang itu tanpa melepaskan pelukannya, lalu berkata, "apa kau serius? Baiklah. Levy, ayo kita pesan kamar!"


Orang tersebut nampak terkejut sekaligus bingung, matanya langsung menatap wanita yang berada di pelukan Magma. Entah dorongan dari mana, ia mengulurkan tangannya, meraih pundak wanita tersebut. Ia membalikkannya, sedetik kemudian tetes air mata lolos keluar dari matanya, membasahi pipi.


Orang itu membeku, tidak dapat berkata apa-apa karena terlalu kaget. Tubuhnya bergetar hebat, hampir saja ia ambruk ke lantai kalau saja Levy dan Magma tidak menahan tubuhnya.


"A-apa ini mimpi?" Tanya orang itu masih tak percaya.


Levy tertawa kecil, ia langsung memeluk orang itu, "aku pulang, Elzel. Kau tidak ingin menyambut ku?"


Elzel memeluk Levy sangat erat seakan Levy akan menghilang jika tidak seperti itu. Elzel menumpahkan semua air matanya dalam dekapan wanita yang dirindukannya. Magma yang melihat itu hanya tersenyum penuh haru, begitupun dengan anggota Guild yang lain. Mereka memang belum lama kenal, tapi rasa sayang diantara mereka bagaikan kasih ibu kepada Beta.


"Kenapa kau bohong soal kematianmu?! Kau tidak tahu betapa terpukulnya kami!!" Teriak Elzel.


"Hm? Kapan? Aku bahkan tidak bertemu kalian." Levy melepaskan pelukannya.


"Saat itu, kau dan seorang wanita terkena serangan. Bagaimana kau bisa hidup lagi? Apa yang terjadi?" Tanya Magma.


"Ah, itu .... " Levy terdiam cukup lama.


" ... Rahasia, nanti kalian akan tahu," tandas Levy sambil tertawa.


Magma menghela napas panjang, "kau tidak berubah rupanya," kata Magma.


"Kau tidak mau keluar? Baiklah, aku yang akan membuatmu keluar." Levy menundukkan sedikit badannya, sejurus kemudian, ia langsung melompat. Menarik turun seorang pria tua.


"Kau selalu menemukan ku ... Selamat datang, Levy," ucap Master Kilua, diwajahnya terukir senyum tipis.


Sebenarnya, ia tidak mau menunjukkan wajahnya dihadapan Levy. Walaupun ia senang Levy masih hidup, tapi rasa bersalahnya saat tidak bisa menyelamatkan Levy, membuatnya merasa takut dan malu. Entah itu sebagai Master, ataupun sebagai ayah, ia sudah gagal menjadi keduanya.


"Itu bukan salahmu, Master. Yah, walaupun akar dari kejadian itu adalah aku sendiri, sih. Hehehe ...." Levy tertawa kecil.


"Apa maksudmu?" Tanya Master Kilua.


"Jawaban. Aku sudah menemukannya. Semuanya, Master." Levy tersenyum lebar, senyum yang sangat jarang dilihat sejak ia kehilangan ingatannya.


"Apa ingatanmu sudah kembali?" Tanya Elzel yang dibalas anggukan oleh Levy.


Elzel terlihat sedih, baru saja ia bertemu Levy, masa ia harus berpisah lagi. Ia tidak ingin itu terjadi.

__ADS_1


Levy menyadari kesedihan Elzel, ia menaruh tangannya di kepala Elzel, mengelusnya lembut. Saat ini, Elzel terlihat seperti anak anjing yang kehilangan ibunya.


"Aku tidak akan kembali sebelum menyelesaikan masalahku. Lagi pula, kita harus mengembalikan teman kita, bukan?"


Elzel dan Magma tersenyum miris, "kau sudah tahu, ya?" Kata Magma.


"Loki menghilang, Zero menjadi penyihir hitam. Untuk apa kalian bersedih? Mereka memang bodoh."


"Apa yang akan kalian lakukan?" Tanya Master Kilua.


"Tentu saja, menghantam mereka. Maka dari itu, kami membutuhkan izinmu, Master. Aku tidak butuh kau temani atau yang lainnya, cukup izinkan kami pergi," kata Levy dengan serius.


Master Kilua terdiam, ia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi lagi. Namun, ia tidak bisa mematahkan tekad mereka. Akhirnya, dengan berat hati, Master pun memberi mereka izin. Dengan satu syarat, mereka harus pulang bersama-sama.


"Tiga orang saja tidak akan cukup, Levy," ujar Master Kilua.


"Kata siapa hanya tiga?" Levy tersenyum.


Brakkk


Seseorang telah mendobrak pintu Guild dengan sangat keras hingga hancur berkeping-keping.


"Dia datang tepat waktu," ucap Levy.


Mereka langsung menoleh ke pintu, mata mereka membelalak.


"Dia?!!" Kaget mereka semua.


"Apa ada yang salah?" Tanya Levy bingung.


Master Kilua menarik tangan Levy, "pilih saja siapapun, Levy. Asal jangan dia."


"Ya, aku setuju. Kau tidak tahu apa yang telah dia lakukan pada kami, Levy." Timpal Magma.


"Kak Meldy, Lin, Ore, atau Master, pilih saja mereka, tapi tidak dengannya, masih banyak orang lain," kata Elzel.


Levy semakin dibuat bingung, memangnya apa yang terjadi, sampai-sampai mereka seperti itu.


"Dia kan baik, imut juga ...." Ucap Levy.

__ADS_1


"Baik?!!! Imut?!!! Kau gila?!!"


TBC


__ADS_2