World Of Animation

World Of Animation
S2. Fuzionează


__ADS_3

Mereka yang sebelumnya berjumlah 10 orang, kini tinggal 5 orang dengan bentuk yang beraneka ragam, seperti memiliki telinga dan ekor hewan, bahkan ada yang memiliki sayap.


Prokk ... prokkk


Loki bertepuk tangan ria, tapi wajahnya tetap datar. Beda halnya dengan Levy yang menatap kelima orang di depannya dengan mata yang berbinar.


"Kalian sangat imut!!!" Serunya dengan tangan yang ia naik-turun kan.


"Kyllin? Kau dimana?" Tanya Keira.


"Aku ada di dalam dirimu, Keira. Begitupun dengan Pinky dan yang lainnya," sahut Kyllin, terdengar helaan napas yang sangat berat.


"Apa?!!!!" Kaget mereka.


fuzionează adalah sihir kuno yang dapat menyatukan manusia dan makhluk suci, pengguna Magi atau penyihir, mempunyai kontrak ataupun tidak, mereka bisa bersatu dengan sihir kuno ini. Sihir ini termasuk sihir tingkat tinggi, sangat jarang ada manusia yang bisa menggunakannya, namun sihir ini juga menguras banyak Mana dan akibat untuk pengguna Magi adalah hancurnya semua kontrak yang telah mereka buat dengan makhluk suci. Kekuatan makhluk suci akan menyatu dengan kekuatan manusia, bahkan dengan menyatunya kekuatan mereka, mereka bisa menciptakan kekuatan yang baru dari hasil penyatuan itu.


Keira yang menyatu dengan Kyllin, kini mempunyai telinga dan ekor yang mirip Kyllin, sama halnya dengan Irwin dan Pinky, Manticore dan Magma, Blue dan Elzel. Yang beda hanyalah Jin dan Pynix, karena Pynix mirip dengan burung, maka bentuk Jin hanya bertambah sayap Pynix di punggungnya saja.


"Mengapa kalian berdua tidak berubah?" Tanya Elzel.


"Iya, padahal kekuatan kalian akan bertambah," tambah Pinky.


"Apa aku membutuhkannya?" Balas Levy dan Loki bersamaan.


Walaupun wajah kedua manusia itu terlihat biasa saja, tapi bagi mereka yang melihatnya akan merasakan kalau dua manusia itu sedang menyombongkan diri, sungguh menyebalkan rasanya.


"Sepertinya kalian melupakan hal penting," sahut Irwin dengan wajah yang sangat serius, namun rupanya sekarang tidak mendukung dirinya untuk terlihat serius, ia malah terlihat sangat menggemaskan.


Levy, Keira, dan Elzel berusaha keras agar mereka bisa menahan diri untuk tidak mengelus kepala dan ekor Irwin.


"Apa?" Tanya Magma.


"Kita harus memperjelas, dia kawan atau lawan?" Irwin menunjuk Loki yang setia berdiri di sebelah Levy.

__ADS_1


Semua mata kini tertuju pada Loki, mereka menunggu jawaban yang sangat ingin mereka dengar. Kalaupun jawaban itu tidak kunjung terdengar, maka hanya satu pilihan mereka, yaitu melawannya.


"Tentu saja dia kawan, iya, kan?" Levy berjinjit agar bisa merangkul Loki.


Loki menatap Levy sejenak, lalu ia menganggukkan kepalanya.


"Apa dia sungguh bisa dipercaya?" Bisik Elzel pada Jin.


"Entahlah, dia kan temanmu, harusnya kau yang paling tahu," balas Jin.


"Kami mendengarnya," sahut Levy.


Acara bisik-bisik yang terdengar semua orang, lalu untuk apa mereka berbisik? Sungguh aneh.


"Jadi, kapan kita akan mengamuk?" Tanya Kyllin.


Levy menampilkan senyumannya, "Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ayo!!!" Seru Levy.


Tanpa rencana, mereka pun berlari menerjang, Loki dan Magma menghadapi Zero, Jin dan Irwin menghadapi Asgaf, Elzel berperan sebagai pembuka jalan dan healer, sedangkan Levy dan Keira menghadapi Ayah mereka. Ini bukanlah pertarungan yang mudah, namun demi tercapainya tujuan, mereka harus menang.


Namun, Levy dan yang lainnya lupa dengan satu hal penting. Apakah dengan memenangkan pertarungan ini bisa menyelamatkan mereka. Bukankah ada akhir yang lain, seperti kehilangan mereka. Pertarungan ini memang belum bisa dipastikan dan setidaknya mereka harus mencoba, tapi bukankah mereka juga harus memikirkan akibatnya.


"Bertarung lah yang benar, Jin. Aku lelah menyembuhkan mu!!" Kesal Elzel yang sedari tadi menyembuhkan luka Jin.


"Dari awal aku sudah terluka, lagipula aku tidak menyuruhnya untuk menyembuhkan ku," gerutu Jin.


Pertarungan mereka sudah berjalan lama sekali, namun tidak ada tanda-tanda bagi mereka untuk menang. Mereka memang bertambah kuat, tapi bukan hanya mereka saja, lawan juga bertambah kuat. Hati mereka mulai dilanda ketakutan akan kekalahan, dan semua itu tidak luput dari penglihatan Levy.


"Jangan menyerah!!! Apapun hasilnya, tetaplah berjuang!!!" Seru Levy, ia berharap temannya bisa merasakan semangat darinya.


Walau ia memberi semangat pada yang lainnya, sebenarnya Levy juga merasa takut. Selagi bertarung, ia memikirkan berbagai cara agar bisa menyelamatkan sosok yang ada di depannya, seperti ucapannya apapun bayarannya, akan ia lakukan.


"Kenapa baru sekarang aku sadar kalau aku menyayangi Ayah? Kenapa?" Gumam Levy dengan mata yang siap menumpahkan air mata.

__ADS_1


Apa hanya ini satu-satunya cara untuk menyelamatkan Ayah? Tidak ... apa ini cara yang benar? Batin Levy.


Pergerakan Levy mulai melambat, ia dilanda dilema. Ia akhirnya sadar dengan tindakan mereka. Banyak pikiran-pikiran negatif merasuki kepalanya, ia mulai membayangkan akhir buruk dari pertarungan mereka, hingga akhirnya ia menghentikan langkahnya.


"Aku yang mengajak mereka ke sini, jangankan mengembalikan Ayah dan yang lainnya, apa aku bisa membuat mereka pulang dengan selamat? Jinyoung selalu terluka karena aku, Riri juga, lalu bagaimana aku bisa menyelamatkan mereka semua?" Levy terlarut dalam kekhawatiran hingga tidak menghiraukan panggilan dari Keira.


Jin yang melihat Levy berhenti di tengah-tengah pertarungan menyerahkan Asgaf pada Irwin, "Aku akan melihat Levy dulu, jangan mati," ucapnya lalu segera menghampiri Levy.


"Jangan meremehkan ku, anak kecil," sahut Pinky.


"Kakak!!!" Panggilan dari Jin pun tidak membuat Levy sadar.


"Apa-apaan kau ini?!!! Kau mau mati, hah?!!!" Jin mengguncang kuat tubuh Levy.


"Hah?" Akhirnya, Levy tersadar.


"Ada apa lagi?!!!" Bentak Jin, sungguh tidak biasa.


"Apa ini jalan yang benar? Apa mereka bisa selamat? Apa kita bisa keluar dengan selamat juga? Terlalu banyak pertanyaan di kepalaku, Jin." Levy memainkan jari-jarinya, tidak berani menatap Jin.


"Lalu, apa kau akan mundur? Sadarlah, setelah menyelamatkan mereka, kita akan pulang ke tempat dimana kita seharusnya!!!" Mendengar itu, Levy sedikit tersentak.


Apa aku harus memberitahunya? Tidak, tidak, jangan sekarang. Batin Levy.


"Kakak, apa kau mendengarnya?!!! Kita harus kembali juga!!!"


"Hah? Kembali?" Levy nampak memikirkan sesuatu,"aku tahu!!! Kita hanya perlu mengembalikan waktu sebelum mereka jadi seperti itu!!!" Seru Levy.


"Overdrive, ya? Sepertinya kita bisa mencobanya, tapi apa kau tahu bagaimana caranya?" Levy menjawab pertanyaan Jin dengan gelengan kepala, tentu saja, bagaimana bisa ia tahu caranya, ia kan hanya memberi saran saja.


"Apa kau ingat animasinya? Bagaimana dia melakukannya, ya? Aku mulai lupa." Levy memegangi kepalanya, berusaha keras untuk mengingat, begitupun dengan Jin.


"Oh, aku tahu!!!!" Seru Jin setelah beberapa saat.

__ADS_1


TBC


__ADS_2