World Of Animation

World Of Animation
Sihir Keira


__ADS_3

AUTHOR POV


"Sial! Asgaf, dimana keberadaan Keira?" Levy berlari keluar dari tempat Raja Ishid tadi.


'KYLLIN! DIMANA KEIRA?!'


'DIAMLAH! SINGA GILA. AKU SEDANG MENCARINYA.'


"HEI! JIKA TERJADI SESUATU PADA KEIRA, AWAS SAJA KALIAN!" ancam Levy, membuat Asgaf dan Kyllin sedikit tersentak.


'Belok kiri.'


"Aku tahu jalan ini. Apa dia berada di taman?"


'Iya.'


Levy langsung mempercepat langkahnya. Banyak ksatria yang melihatnya bingung.


"Di bagian mana dia?" Levy kini berada di pintu masuk taman.


'SIAL! Aku hanya melihat bunga Mawar.'


"Itu tidak membantu, dasar bodoh!" kesal Levy, karena di taman ini hampir semua di isi oleh bunga mawar.


Tak mau membuang waktu, Levy langsung mencari keberadaan Keira.


"KEIRA! KAU DIMANA?!" teriak Levy


"HEI! APA, KALIAN TIDAK BISA BERGUNA SEDIKIT HAH?!!"


'KAMI SEDANG BERUSAHA!'


Tiba-tiba saja, Levy berhenti dan terjatuh ke tanah. Dia memegang dadanya dan mengerang kesakitan.


'Levy, ada apa?'


"Dada ku ... dada ku seperti membeku." ucap Levy dengan hembusan napas yang terlihat, seperti sedang musim dingin.


"Arghhg!"


"A-apa itu?" tanya Levy saat melihat cahaya putih yang tidak jauh dari tempatnya.


Dengan sekuat tenaga, Levy berdiri dan kembali berlari. Kali ini, dia menuju asal cahaya putih tadi.


'KEIRA! ITU KEIRA!'


Mata Levy terbuka lebar saat melihat asal cahaya tadi. Itu sihir Keira.


"Apa yang terjadi?" ucap Levy, mencoba mendekati Keira yang tidak sadarkan diri di dalam lingkaran sihir.


'Jangan mendekat, Levy. Itu berbahaya.'


"Tapi ...."


"Tenanglah!" Asgaf langsung muncul untuk menghentikan Levy, walaupun dalam bentuk Chibi.


"Kyllin, keluarlah." kata Asgaf


"Diamlah." ucap Kyllin.


"Hm? Siapa anak kecil ini?" tanya Kyllin.


"Cukup sudah celotehan kalian. Sekarang, bisakah kalian menyelamatkan Keira?" ucap Levy dengan nada dingin.


"Apa kita harus melakukan itu?" tanya Kyllin.


"Ya, harus. Tapi kita butuh seseorang lagi." Asgaf dan Kyllin saling pandang, lalu melihat Levy. Sedetik kemudian, mereka menghembuskan napas.


"Apa?" tanya Levy.

__ADS_1


"Apa kau bisa membantu kami?" tanya Asgaf.


"Tidak. Seharusnya kau bertanya, apa dia sanggup membantu kita." ucap Kyllin.


"Aku bisa. Aku pasti bisa." ucap Levy.


"Tidak ada waktu lagi, Kyllin. Kita harus melakukannya sekarang."


"Baiklah." Kyllin langsung mengatur tempat Levy harus berdiri.


Levy membaca mantra sesuai dengan arahan Asgaf dan Kyllin. Mereka berdiri membentuk segitiga, lalu terbentuklah tanda sihir yang menutupi sihir Keira.


"Bertahanlah, Levy." ucap Asgaf melihat Levy sangat kesusahan menahan posisi sempurnanya.


Tanda sihir Keira mulai menghilang setengah.


"LEVY, SEKARANG!" teriak Kyllin.


Levy langsung membentuk simbol pedang menggunakan jarinya, "ótan to fos exafanisteí, tha érthei to skotàdi ta fóta kai kleíste tis pýles."


Tanda sihir Keira telah memghilang sepenuhnya. Asgaf dan Kyllin bernapas lega sekarang.


"Apa itu?" tanya Kyllin saat melihat ada sesuatu yang melayang.


"Apa-apaan bola sihir itu? Kyllin, apa yang kau lakukan?"


"Mengapa, kau bertanya padaku?"


"SIAL! LEVY, LEPASKAN SEGELNYA SEKARANG!" Teriak Asgaf.


"Aku ... aku tidak bisa menggerakan tubuhku." ucap Levy.


Bola sihir itu kemudian menuju ke arah Levy.


"Levy, menghindar." seru Kyllin.


Sayangnya, Levy masih tidak bisa menggerakan tubuhnya. Dia masih terpaku di tempatnya, hingga bola sihir itu mengenainya. Levy pun terhempas cukup jauh.


"Ki-kita berhasil, kan?" tanya Levy dengan sisa tenaganya.


"Iya, kita berhasil. Apa kau baik-baik saja?" kata Asgaf.


Levy mengulurkan tangannya, lalu menarik Asgaf ke dalam pelukannya.


"Syukurlah, kita berhasil. Terima kasih, Asgaf." ucap Levy tulus.


Kyllin merasa perlakuan Levy sangat tidak adil, padahal dia juga kan berperan penting di sini.


"Hei, aku juga membantu loh." ucap Kyllin cemberut.


Reaksinya sukses membuat Levy luluh dan berpaling dari Asgaf. Levy langsung melepaskan pelukannya dan segera memeluk Kyllin.


Kyllin menatap Asgaf dengan tatapan sombong dan tersenyum menyeringai.


"Aaah ... kau sangat imut." kata Levy.


"Aku tahu." ucap Kyllin dengan sombongnya.


Brukk


Tubuh Levy kembali terjatuh ke tanah, dia telah kehilangan kesadarannya.


"LEVY!!" teriak Asgaf.


***


"Enggh...." erang Levy yang kemudian merenggangkan otot-ototnya.


Di kumpulkannya semua kesadarannya, lalu mengedarkan pandangannya.

__ADS_1


"Ini bukan kamarku, tapi aku seperti mengenal tempat ini." gumamnya tanpa ada niat untuk bangun dari posisinya.


Dug!


Sebuah tangan kecil berhasil mendarat di atas perut Levy. Dia pun menoleh, ternyata itu tangan Keira. Levy memiringkan badannya menghadap Keira.


"Syukurlah, kau selamat." ucapnya.


"Mengapa, kalian selalu berada dalam masalah?" suara bariton yang Levy sangat kenal, suara yang membuat suasana di kamar ini semakin berat.


Sial! Ini kan kamar si Raja Sialan. Batin Levy.


Levy tidak menjawab, juga tidak membalikkan badannya untuk melihat pemilik suara tersebut.


"Tatap ayah, Levyanna."


Dengan malas, Levy membalikkan tubuhnya.


"Apa yang terjadi?" tanya Raja.


"Aku tidak ingat," bohong Levy.


"Aku memiliki banyak cara untuk membuat seseorang mengingat kembali kejadian yang baru saja terjadi, apa, kau ingin mencobanya, Levyanna?"


"Apa, Yang Mulia sedang mengancamku?"


"Kau boleh menyebutnya begitu."


"Hmm ...." Levy hanya berdehem sambil menatap manik emas milik Raja.


Raja menaikkan satu alisnya, heran dengan kelakuan putri keduanya ini.


"Ada apa dengan wajahku?"


"Terlalu tampan."


Anggap saja aku sudah gila. Betapa tidak tahu dirinya aku, mengatakan hal seperti itu pada orang yang kapan saja bisa membunuhku. Batin Levy.


Raja semakin di buat bingung oleh tingkah Levy.


"Hoaam ...." Levy menguap, lalu matanya mulai terlihat sayu.


"Apa, aku lebih tampan dari Asgaf?" tanya Raja.


"Hmmm ... Asgaf lebih imut." Lain yang di tanyakan dan lain juga yang Levy jawab.


"Apa, kau menyukainya?"


Levy tersenyum bak anak kecil, "tentu saja, dia baik padaku. Dia juga membiarkan ku memeluknya."


Entah karena apa, Levy menjawab pertanyaan Raja dengan jujur. Mungkin karena kesadarannya mulai menghilang.


"Apa, kau menyayanginya?"


"Iya."


"Lalu, bagaimana dengan Keira?"


"Aku lebih sayang pada Keira, Keira sangat imut dan lucu. Walaupun dia bukanlah kakakku, tapi aku akan selalu menyayanginya, dan melindunginya."


"Bagaimana denganku? Apa, kau sayang pada ayah?"


Mata Levy mulai tertutup sedikit, "Entahlah, tapi aku tidak membenci anda. Aku hanya takut ...." dan kesadaran Levy pun hilang sepenuhnya. Dirinya kini sedang berlabuh di pulau mimpi.


TBC


Minna~~


Grizzy tau kalian pasti gak ngerti ama bahasa yang Levy ucapkan, kan? hahaha ... Grizzy pakai bahasa Yunani, yang artinya, 'Saat cahaya menghilang, nyalakan sinarmu dan tutuplah gerbangnya.'

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak minna~~


__ADS_2