World Of Animation

World Of Animation
Tentang Levy


__ADS_3

Siang yang begitu cerah, tanpa adanya awan gelap yang menutupi binar sang mentari, semilir tiupan angin membuat suasana hari ini, terasa sangat nyaman. Kenyamanan itu, tak luput dari seorang wanita yang sedang duduk di bawah pohon.


Levy, wanita berambut silver itu terus saja memandangi awan putih nan jauh di sana. Ia masih saja mencari jawaban untuk hidupnya. Namun, bukan jawaban yang di dapatnya, melainkan takdir yang pedih.


Saat pertama kali menjalankan misi, ia bertemu Tuan Raizo. Itulah kali pertama ia mendengar bahwa hidupnya tak lama lagi. Kali kedua, ia dengar dari mulut sang Master Guild. Entah bagaimana mereka mengetahuinya, tapi mau tidak mau, Levy hanya bisa mempercayainya. Nampak jelas takdirnya seperti itu berkat sihir Kutukan yang ada di tubuhnya.


" ... tapi mengapa aku tidak takut?" Tanya Levy pada dirinya sendiri.


Ia sendiri tidak tahu mengapa dirinya tidak takut pada kematian. Seakan kematian hanyalah hal kecil baginya.


Kepalanya mulai terasa pusing. Terlalu banyak pertanyaan di kepalanya, tanpa ada satu pun yang terjawab.


"Ibu, ayah, atau siapapun keluargaku ... apa mereka mencariku?" Levy menghembuskan napas gusar.


"Apa ... aku dibuang?" Pertanyaan itu bukan kali pertama muncul, setiap memikirkan keadaannya, Levy terus saja bertanya seperti itu pada dirinya sendiri.


Levy menyandarkan tubuhnya di pohon, meluruskan kakinya yang semula ia lipat.


"Keluarlah," ucap Levy.


Sreek


Srekkk


Dari atas pohon terdengar suara, lalu turunlah sosok pria tua.


"Aiih ... kau sadar, rupanya," ucap Pria tua itu yang tak lain adalah Master Kilua.


"Ada perlu apa?" Tanya Levy.


"Aku hanya sedang jalan-jalan, tapi tidak sengaja melihat kucing kecil yang termenung," ujar Master Kilua.


"Kelihatan, ya?"


Master Kilua tertawa, "kau sangat mudah menunjukkan perasaanmu, Levy ...." Master Kilua mendudukkan dirinya di sebelah Levy.

__ADS_1


"Jadi, kau masih belum menemukan jawabannya?" Tanya Master Kilua.


Levy menggelengkan kepalanya, "Entahlah, Master. Mungkin, jawaban yang tepat hanyalah aku yang tidak mereka butuhkan," kata Levy.


"Levy, jangan menyimpulkan sesuatu yang belum kau ketahui sepenuhnya. Terkadang, kebenaran itu tersembunyi jauh di bawah opini seseorang." Master Kilua tersenyum hangat.


" ... bagaimana kalau yang ku dapatkan hanya kenyataan pahit?"


"Walaupun pahit, kau harus menerimanya. Jangan membiasakan dirimu terlarut dalam kebohongan. Lagipula, aku percaya, kau masih ada di dalam hati mereka,"


Levy segera memalingkan wajahnya, "Siapa?" Tanya Levy.


Syuuhh


Sayang, Master Kilua telah pergi. Bukannya memberi jawaban, pak tua itu malah menambah pertanyaan di kepala Levy.


"Dasar pak tua sialan, untung saja kau lebih kuat," gumam Levy.


Levy pun bangkit dari tempatnya, ia memilih untuk kembali ke Guild. Hanya untuk mampir.


Setibanya disana, Levy di suguhi pemandangan Guild yang sangat berantakan. Beberapa anggota ada yang tersungkur di lantai, dan ada yang tergantung di atas.


Wanita bernama Lin itu menghela napas, "beberapa anggota membuat keributan dan ... yah, seperti yang kau lihat, inilah akhirnya," kata Lin.


Levy hanya mengangguk-anggukan kepalanya, hal seperti itu sudah biasa terjadi di Guild mereka atau mungkin di beberapa Guild juga seperti itu.


"Ternyata, kau salah satu dari beberapa orang itu, Elzel," kata Levy kala melihat Elzel yang sedang bertarung dengan wanita seumurannya.


Levy mengedarkan pandangannya, dan ia kembali mendapati manusia dari Team-nya. Manusia itu adalah Loki yang sedang bertarung dengan Zero. Mereka terlihat sangat brutal, bahkan beberapa barang hancur karena mereka.


"Karena aku tidak bodoh dan masih waras, aku ... akan pergi dari sini," ujar Levy dan bergegas keluar dari Guild.


Levy pergi ke hutan, tempat yang membuatnya tidak mendengar suara bising. Hutan membuatnya sedikit tenang. Begitulah pikirnya, tapi ketenangan itu tak bertahan lama. Kini didepannya muncul makhluk suci seperti kucing dan berwarna pink.


"Dasar pengacau, mengapa kau tidak mati saja, Levyanna?" Kata kucing itu sambil menatap penuh benci pada Levy.

__ADS_1


"Apa kau mengenalku?" Tanya Levy sedikit terkejut.


"Tentu saja. Kau adalah malapetaka bagi dunia makhluk suci, dan bagi kerajaan Claude."


"Hah? A-apa maksudmu?"


"Kau adalah pembunuh, pencuri, dan pengacau. Kau tidak seharusnya ada di dunia ini." Aura makhluk suci itu langsung membesar. Tubuhnya berubah menjadi seorang wanita cantik. Disekelilingnya muncul sebuah bola berwarna pink yang siap menyerang Levy.


Levy segera memasang pertahanan dirinya, ia memegang pedangnya, namun tidak mengeluarkannya. Ia masih ingin mencari jawaban dari wanita itu. Tapi sepertinya wanita itu tidak akan menjawabnya.


"Siapa aku sebenarnya?!!" Teriak Levy, sembari mengindari serangan.


"Bukankah sudah ku jawab."


"Apa yang kucuri?! Siapa yang ku bunuh?! Dan apa yang ku kacaukan?!! Tolong jawab aku!!"


"Kau mencuri sihir adikmu, membunuh temanmu, dan mengacaukan keluargamu. Tapi kau melupakannya?!! Jangan bercanda, Levyanna!!"


Mendengar itu, Levy langsung terdiam. Kakinya tidak mau bergerak. Alhasil, ia terkena serangan dari wanita itu. Ia terlempar jauh kebelakang. Wanita itu tidak menghentikan serangannya barang sedetik pun. Aura membunuhnya semakin membesar.


Apakah aku sejahat itu? Mengapa aku melakukannya? Batin Levy.


Setelah dirasa cukup, wanita itu menghentikan serangannya dan menghampiri Levy yang terkulai lemah dan bersimbah darah. Terlihat Levy sedang mengatakan sesuatu.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya wanita itu.


"Dengarlah, aku, Levy yang menjadi owner kalian. Hari ini, ku putuskan kontrak kita. Spheere." Levy memutuskan kontrak dengan semua makhluk suci maupun dengan makhluk mitologinya. Ia melakukan itu agar mereka yang kontrak dengannya tidak mati bersamanya. Dengan mengucapkan kata "Spheere" Levy tidak lagi memiliki makhluk kontrak.


"Pilihan yang bijak. Tidak seharusnya mereka ikut bersama dengan manusia sepertimu." Wanita itu memunculkan sebuah pisau, mengarahkannya pada Levy yang pasrah.


"Matilah dengan tenang," ucap wanita itu.


Klangg


Pisaunya terlempar tepat saat ia ingin menusuk Levy.

__ADS_1


"Jangan menyentuhnya lagi,"


TBC


__ADS_2