World Of Animation

World Of Animation
S2. Pulang


__ADS_3

"Jadi ..., maksudmu, Levy hanya tidur, begitu?" Tanya Kyllin mencoba untuk memastikan.


"Hanya melihat wajahnya saja aku sudah tahu betapa nikmatnya dia tidur." Terdengar helaan napas berat diakhir ucapan Pinky.


Mata yang semula menatap Pinky, kini beralih menatap Levy, meneliti wajah wanita itu. Benar saja, wajahnya sangat menunjukkan ia tidur dengan sangat lelap. Masih tidak percaya, Jin memeriksa detak jantung Levy. Jin mendekatkan telinganya di dada kiri Levy, sedetik kemudian, betapa lega dan senangnya Jin mendengar detak jantung.


Mereka bernapas lega, senyum haru terukir di wajah mereka, bukan hanya senyum saja, mereka juga tertawa. Lebih tepatnya, menertawai kebodohan mereka yang berhasil terperdaya oleh Levy.


"Aku senang dia masih hidup, tapi bagaimana bisa?" Heran Irwin.


"Iya, dan bagaimana kau tahu?" Tambah Kyllin.


Pinky menampilkan wajah kesalnya dan membelakangi mereka sembari berkata, "Makhluk rendahan dan tidak punya hati ini tidak bisa menjawab pertanyaan kalian, wahai makhluk yang paling tinggi," sungutnya.


"Aha?" Mereka yang tadinya berkata kasar pada Pinky mulai merasa bersalah.


"Maaf, aku sudah kelewatan tadi," ucap Kyllin tertawa canggung.


"Huh!" Pinky tidak menghiraukan permintaan maaf Kyllin, ia malah mengajak Griffin keluar dari dunia bawah, meninggalkan mereka.


"Dia ngambek," ucap Magma.


"Jelas sekali," tambah Irwin.


"Tentu saja," sahut Elzel.


"Baiklah, ayo kita juga kembali. Levy memang masih hidup, tapi lukanya belum sem- eh? Kemana lubang yang ada di perutnya tadi?" Kaget Kyllin saat tidak mendapati luka di perut Levy, hanya ada jejak darah.


Keira mengulurkan tangannya menyentuh perut Levy, benar saja di sana tidak terdapat luka, bahkan goresan pun tidak ada.


"Aku terlalu lelah untuk terkejut, mau sampai kapan bocah ini mengejutkan kita?" Kyllin menggeleng-gelengkan kepalanya.


Tanpa aba-aba, Jin menggendong Tubuh Levy layaknya seorang pangeran di dongeng. Ia berjalan mendahului yang lainnya.

__ADS_1


"Levy dan Jin memiliki terlalu banyak rahasia," ujar Keira dan diangguki oleh Kyllin.


Tidak ingin berlama-lama di sana, mereka pun ikut keluar dari dunia bawah. Perjalanan pulang mereka kali ini terasa sangat mendebarkan, orang yang mereka sayangi telah kembali, walaupun ada satu orang yang tidak ikut pulang bersama mereka.


Loki, Magma, dan Elzel ikut bersama Keira pulang ke kerajaan Claude, namun mereka juga sudah menyampaikan pesan panjang yang seperti novel kepada Master Killua. Butuh waktu beberapa hari hingga mereka sampai di portal yang akan membawa mereka ke kerajaan Claude.


Seminggu telah terlewati sejak hari mereka pergi ke dunia bawah. Levy, Raja Ishid, Asgaf, dan Zero belum juga membuka mata mereka, namun mereka sudah dipastikan tidak sedang sekarat. Keira dan yang lainnya sering mengunjungi ketiga pria itu, tapi tidak dengan Levy. Pasalnya, Jin selalu menghalangi mereka masuk ke kamar tempat Levy terbaring, dan hanya mengizinkan pelayan untuk membersihkan tubuh Levy.


Awalnya, Keira dan Kyllin sangat menentang keras tindakan Jin, namun mereka kemudian pasrah hanya karena kalimat yang dilontarkan oleh Jin.


"Dari awal, Levy terluka, tersiksa, dan menderita karena kalian. Menjauhlah darinya kalau kalian tidak ingin aku pergi membawanya ke tempat dimana kalian tidak akan bisa melihatnya." Dengan kurangnya informasi tentang asal usul Jin, Keira dan Kyllin hanya bisa menahan rasa rindu mereka kepada Levy.


Beberapa hari kemudian, Raja Ishid, Asgaf, dan Zero akhirnya siuman. Keanehan yang terjadi pada mereka adalah hilangnya ingatan mereka selama dua tahun terakhir, akhirnya, Keira dan Elzel menjelaskan semuanya dari sudut pandang mereka masing-masing. Tentu saja ketiga pria itu sangat terkejut, bahkan Raja Ishid yang terkenal dengan pria tanpa ekspresi, sangat terkejut saat mendengarnya.


Segera setelah mendengar cerita itu, mereka langsung berlari mencari keberadaan Levy, namun sama halnya dengan Keira dan Kyllin, mereka juga tidak diizinkan bertemu Levy, hanya sekedar melihat pun tidak. Jin sangat jelas menunjukkan wajah tidak sukanya pada ketiga orang itu. Seperti itu terus sampai sebulan lagi terlewati. Hanya Jin seorang yang selalu menemani Levy, sedangkan Keira dan yang lainnya biasanya hanya bisa menatap pintu kamar Levy sembari menunggu kabar dari Jin.


Raja Ishid kembali menduduki kursi kebesarannya, yang sebelumnya dialihkan pada Duke Xavier, Ayah Irwin. Semua itu agar kerajaan Claude tidak terjadi kerusuhan. Sesibuk apapun Raja Ishid, ia tetap menyempatkan diri untuk sekedar berdiri di depan kamar Levy, walaupun dalam hati, ia selalu memiliki niat untuk membunuh Jin. Sebenarnya, bukan hanya ia yang berpikir seperti itu, Keira dan yang lainnya juga.


Di dalam kamar, terkadang Jin hanya berdiri di balkon, duduk di sebelah Levy, melamun, dan berharap semoga Levy segera bangun. Ia juga selalu menggenggam tangan Levy sebelum tidur, seperti saat ini. Ia duduk di lantai, dan menyandarkan kepalanya di kasur Levy.


"Nghhh ...." erang Jin, ia mulai menggeliat dan akhirnya terbangun.


"Kenapa kau tidur di lantai? Tidurmu nyenyak?" Tanya Levy dengan senyuman manis.


Nyawa Jin belum terkumpul sepenuhnya, ia mengucek matanya, lalu menatap Levy selama beberapa saat.


"Ada apa, hm?" Tanya Levy, lagi.


Jin mengedipkan matanya beberapa kali, keningnya berkerut. Sedetik kemudian, ia mencubit pipinya sendiri.


"Tidurlah di sebelahku jika kau masih mengantuk." Levy menepuk-nepuk kasur di sebelahnya.


Bukannya menjawab, Jin malah menangis sesenggukan, lalu menghambur pelukan pada Levy, "Kau membuatku takut, dasar bodoh!!!" Serunya.

__ADS_1


"Hm? Apa yang kulakukan?" Heran Levy.


"Sebulan lamanya kau tidur, untung saja ... untung saja kau bangun!!!" Jin menangis semakin keras.


Brakkk


Pintu kamar Levy hancur seakan di dobrak oleh kawanan banteng. Keira dan yang lainnya berlari menghambur pelukan pada Levy juga. Jin berusaha keras mendorong mereka menjauh.


"Menjauhlah darinya, dasar kuman!!!" Kesal Jin.


Keira dan Elzel balik mendorong Jin, "Kau yang kuman, tidak pernah mandi!!!" Balas Elzel.


Levy menoleh pada Jin, "Apa itu benar? Kenapa? Kau ingin mandi bersama ku?" Goda Levy.


Mata mereka sontak tertuju pada Jin, menatap pria itu dengan tatapan membunuh. Sedangkan Jin merasa malu dengan ucapan Levy.


"A-apa yang kau katakan, dasar bodoh?!! Aku sering mandi!!! Dan tidak perlu kau temani!!!" Teriak Jin dengan wajah yang memerah.


"Kalau begitu, aku yang akan mandi bersamanya," sahut Loki sembari memeluk Levy dari samping.


Bughh


Bughh


Magma, Elzel, dan Kyllin langsung menumbangkan Loki di lantai, pria itu sudah kehilangan otaknya. Keira memeluk Levy posesif.


"Aku senang kalian kembali," ucap Levy.


Elzel menggeleng, "Kami yang senang kau kembali, Levy," ucapnya diangguki oleh yang lain.


"Bagaimana dengan mereka?"


"Ayah, Asgaf, dan temanmu sudah lama siuma-"

__ADS_1


"Levy!!!" Ucapan Keira terpotong oleh suara teriakan itu.


TBC


__ADS_2