World Of Animation

World Of Animation
S2. Selamat datang, Loki!


__ADS_3

"Ah, tidak! Maksudku, dia tadi hanya berniat membunuhku, hanya niat saja!!" Teriak Levy sambil berdiri dengan tangan yang ia rentang kan, guna menahan kemarahan temannya.


"Walaupun dia Loki, tapi berani sekali dia memiliki niat untuk membunuhmu," kata Elzel yang sudah siap menyerang.


"Niat? Berpikir untuk membunuh teman saja tidak akan termaafkan, apa lagi dia memiliki niat. Dia memang harus diberi pelajaran." Magma sudah menggunakan Taurus Form-nya.


Tapp


Loki menggunakan kekuatannya untuk berpindah ke belakang Levy, ia lalu melingkarkan tangannya di leher Levy. Hal itu tentu saja memicu sesuatu yang sangat berbahaya, kemarahan orang-orang yang terlalu menyayangi Levy.


"Apa mereka ingin melukaimu?" Tanya Loki.


"Mereka ingin membunuhmu, dasar bodoh." Levy melepaskan tangan Loki yang memicu kemarahan itu.


Bughh


Semua orang langsung membelalakkan matanya melihat tindakan Levy, ia memukul wajah tampan yang tadi dikaguminya.


"Ah, aku kasihan pada wajahnya," ucap Levy seakan  tidak melakukan kesalahan.


"L-Levy? Apa yang kau lakukan?" Tanya Magma.


"Seharusnya, aku yang bertanya, mengapa kalian tidak menyerangnya? Bukankah tadi kalian ingin melakukan itu?"


Entah kenapa, aku kasihan pada orang itu. Batin Irwin dan Kyllin.


"T-tapi, mengapa kau memukulnya?" Tanya Keira.


"Ya, itu sih hal bagus, tapi kenapa?" Timpal Jin.


Levy menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Dari awal, aku sudah berniat memukulnya. Siapa suruh dia menghilang dan jadi seperti itu."


Elzel akhirnya mengingat perkataan Levy yang akan memukul Loki dan Zero saat bertemu, "Ah, iya. Kau pernah mengatakannya," kata Elzel.


"Levy, dia tidak bergerak. Apa dia mati?" Jin menunjuk Loki yang masih terbaring di tanah.


"Tidak, dia kembali ke dunia nyata. Mungkin saja dia ingin menghilangkan ilusinya," jawab Levy.


"Kalau begitu, ayo kita kembali juga!!" Seru Kyllin yang langsung menggunakan kekuatannya untuk membawa mereka kembali ke dunia nyata.


Begitu membuka mata, mereka disuguhi oleh pemandangan dunia iblis yang asli. Lebih mengerikan dan menjijikkan daripada ilusi tadi.


Bughh


Elzel memukul perut Kyllin, membuat si empu meringis sambil memegangi perutnya.


"Kau bohong padaku!!!" Seru Elzel tak terima.


Kyllin hanya mengedikkan bahunya acuh, lalu memastikan satu persatu temannya. Ia menghitung jumlah mereka.

__ADS_1


"Hm? Dimana Levy?" Tanya Kyllin, saat tidak mendapatkan batang hidung Levy.


Semua langsung mengedarkan pandangan mereka, melihat kesegala arah. Jika dia masih di dunia ilusi, tubuhnya pasti ada disitu. Tapi, anehnya tidak ada tubuh Levy.


"Jin juga tidak ada, kemana mereka?" Ujar Keira.


Ah, manusia itu juga hilang rupanya. Batin Kyllin.


Btooomm


Terdengar suara ledakan yang sangat keras, tanah pun bergetar. Mau tak mau, mereka menghampiri asal ledakan tersebut dan mendapati Jin yang sedang bertarung dengan Loki. Sedangkan Levy, dia hanya menatap lelah pada kedua lelaki itu. Rasanya, seperti dejavu.


"Apa yang terjadi, Levy?" Tanya Magma saat menghampiri Levy.


"Entahlah. Saat kembali, mereka sudah begini," balas Levy dengan helaan napas berat.


"Sepertinya, Loki sedikit hilang ingatan," celetuk Elzel.


Magma mengangguk setuju, "dia hanya ingat pada Levy, dan tubuhnya bereaksi spontan saat melihat Jin."


"Awalnya dia tidak ingat, bahkan ingin membunuhku," tambah Levy.


"Lakukan sesuatu pada mereka, kita harus bergerak sekarang!" Seru Kyllin.


Levy, Elzel, dan Magma saling dorong untuk menghentikan pertarungan itu. Tidak ada diantara mereka yang mau melakukan hal sia-sia yang membuang tenaga. Bahkan, bisa saja malah mereka yang akan jadi sasaran empuk.


"Jinyoung, hentikan sebelum aku menghitung!!!" Seru Levy.


Sontak, Jin yang sedang berlari untuk menyerang langsung terdiam di tempat. Ia mendapati wajah kakaknya yang sangat menyeramkan seakan langit akan runtuh saat itu juga.


Sayang, yang berhenti hanya Jin. Tidak dengan Loki yang menggunakan kesempatan itu untuk menyerang Jin. Membuat Jin terpaksa menghindari berbagai serangan dari Loki.


"Satu ...." Mata Jin terbelalak saat mendengar Levy mulai menghitung. Bagaimana bisa dia berhenti kalau Loki masih juga menyerangnya.


"Kakak, dia menyerang ku terus!!" Rengek Jin sambil menunjuk Loki.


Jin pun kembali menyerang Loki, ia ingin mengakhiri pertarungan itu sebelum Levy menyelesaikan hitungannya. Jin membuat pusaran pasir yang sangat besar layaknya badai pasir. Sedetik kemudian, ia langsung menyerang Loki.


"Tiga," ucap Levy.


Jin tidak bisa berhenti, Loki masih bisa menyerangnya.


"Dua-nya mana? Kenapa langsung tiga?!" Tanya Jin, ia berusaha mencari alibi sambil saling balas menyerang dengan Loki.


"Sudah ku suruh berhenti, kan?" Tanya Levy, pelan tapi penuh penekanan.


Spontan, Jin dan Loki menghentikan gerakan mereka, serta berdiri sejajar dengan sangat rapi. Magma dan Elzel yang tadinya berada di samping Levy, kini menjauh sejauh mungkin bersama yang lainnya. Mereka tidak ingin terkena imbasnya.


Aura disekitar Levy terasa sangat berat, tatapannya tidak tajam, tapi dapat membuat orang bergidik ngeri. Levy kembali ke wujud aslinya, manik birunya sangat mirip dengan ayahnya.

__ADS_1


Tanah mulai bergetar, aura Levy memenuhi tempat itu. Kyllin segera mendekatkan dirinya dengan Keira, menjaga wanita itu.


"Ka-kakak, kami sudah berhenti," ucap Jin dengan tubuh yang bergetar.


"Selamat datang, Loki. Lalu ... selamat tinggal," ucap Levy tanpa ekspresi.


Levy menarik katana-nya, memasang kuda-kuda, lalu melesat sangat cepat kearah Jin dan Loki yang tidak dapat menggerakkan tubuh mereka.


"Salamander! Blue! Pynix! Manticore! Pinky! Dreamy! Jinx! Pega!" Seru Levy memanggil para makhluk sucinya.


Seakan sudah tahu, para makhluk suci itu berdiri tepat di sebelah teman-teman Levy, guna melindungi mereka.


Ziiing


Katana Levy bertemu dengan pedang seseorang yang berada di belakang Jin dan Loki. Terlihat, Levy mengukir senyum mengerikan di wajahnya.


"Merindukanku, Zero?" Pertanyaan Levy langsung membuat Jin membalikkan tubuhnya, lalu menyerang Zero yang sedang beradu besi tajam dengan Levy. Setelah itu, ia mengangkat tubuh Levy menjauh.


"Water Cannon!" Elzel menembakkan air yang bisa melubangi batu kearah Zero.


Tidak hanya Zero yang ada disitu, para iblis yang dipimpin Zero juga ada. Mereka pun bertarung dengan sekuat tenaga, melawan teman mereka. Loki, entah sekarang dia kawan atau lawan.


"Lepaskan aku!!" Levy memberontak, ia berusaha lepas dari Jin.


Terpaksa, Jin melepaskan pelukannya, "Menjauhlah darinya!! Kau bisa terluka!!"


Levy menggelengkan kepalanya, "tidak akan!!" Teriak Levy.


"Apa kau bodoh?! Lupakan perasaanmu itu, mereka tidak nyata!!" Jin mengepalkan tangannya kuat.


Levy tertawa remeh, "apa maksudmu? Aku sudah lama menghancurkan perasaan itu, aku hanya ingin membalasnya!! Dia sudah melukaimu!!"


Jin menatap sendu Levy, "kau masih sama, kak. Bisakah, sekali saja, izinkan aku yang melindungi mu. Aku tidak ingin kehilanganmu ... Lagi. Izinkan aku mengorbankan nyawaku demi melindungi mu!!"


Levy menghela napas panjang, ia mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan Jin, "kau tahu, kan. Itu adalah hal yang paling ku benci. Sampai kapanpun, aku tidak akan mengizinkanmu melakukannya."


"Apa kakak kira, cuman kakak yang membencinya?! Saat kakak mengorbankan semuanya demi diriku, kakak kira aku menyukainya? Tidak! Tapi, aku juga tidak bisa marah pada kakak ... hanya kakak alasan ku untuk hidup!!!"


Levy menutup matanya sebentar, lalu menunjukkan senyum hangat pada adiknya itu, "kalau begitu, tetaplah hidup demi aku. Dan, aku juga akan hidup demi dirimu. Kita impas, kan?"


Jin tersenyum, "Impas! Lalu, apa kau mau taruhan? Siapa yang paling banyak menghabisi hama, yah ... Walaupun sudah pasti aku yang menang sih,"


"Butuh 100 tahun untuk mengalahkan ku, adik kecil!!"


Kakak beradik itu langsung turun ke medan perang, berusaha mengalahkan hama sebanyak mungkin.


Maaf, kak. Kali ini aku tidak akan menuruti perkataanmu. Batin Jin.


Tbc 

__ADS_1


__ADS_2