World Of Animation

World Of Animation
"Aku akan membunuhmu!"


__ADS_3

"Pergilah, Salamander," kata Levy.


Orang yang menghempas pisau itu adalah Salamander. Dibelakangnya ada makhluk suci yang lainnya.


"Selain Manticore, kalian semua sangat lemah dan tidak pantas melawanku," ucap wanita itu.


"Nona Pinky, anda terlalu percaya diri rupanya." Dreamy sangat geram dengan sikap wanita itu, Pinky.


Pinky menatap sekilas Dreamy, lalu ia beralih menatap Levy. "Aku akan membunuhmu. Ah, tidak, sebelum itu, aku akan membuatmu merasakan sakitnya kehidup--"


Syuuhh


Sebuah jarum kecil berhasil membuat Pinky menjauh dari Levy. Makhluk milik Levy pun segera memapah Levy. Beberapa dari mereka ada yang mengobati Levy.


Plakk


Levy menghempaskan tangan makhluk suci yang ingin mengobatinya, "Sudah kusuruh pergi, kan. Mengapa kalian tidak pergi juga?"


"Kontraknya sudah hancur, untuk apa kami menurutimu?" Kata seorang pria menatap tajam Levy.


"Hah? Siapa kau?" Tanya Levy, ia tidak ingat pernah membuat kontrak dengan pria itu.


Pria itu terlihat berdecak kesal.


Dreamy mendekati Levy, lalu membisikkan sesuatu. "Dia itu Manticore, Owner."


Prokk ... Prokk ... Prokkk


Pinky bertepuk tangan melihat pemandangan didepannya. "Kalian semua akan mati kalau berada didekatnya, loh."


Tidak ada yang membalas perkataan Pinky, mereka hanya berdiri membelakangi Levy. Mereka langsung menyerang. Namun, seperti yang dikatakan Pinky, mereka bukanlah tandingannya. Walaupun menang jumlah, mereka tetap tidak bisa melawan Pinky, salah satu dari 3 makhluk suci terkuat.


Sebagian besar dari mereka sudah kalah dan kehabisan kekuatan, itu membuat mereka terpaksa kembali ke dunia makhluk suci. Salamander hampir tidak bisa berdiri lagi, sama halnya dengan Manticore.


Levy yang melihat itu merasakan sakit di dadanya. Ia tidak ingin ada yang terluka karena dirinya.


"Hentikan .... " Walaupun tubuhnya penuh dengan luka, Levy berusaha berdiri. Ia berjalan, kali ini dirinya lah yang membelakangi para makhluk itu.


" ... sudah cukup. Kau ingin aku mati, kan?" Levy menarik pedangnya, sejurus kemudian, ia menusukkan pedagang itu diperutnya.


"Tidak!!!" Teriak para makhluk kontrak Levy.


Bukannya merasa senang, entah mengapa Pinky merasakan sesuatu yang aneh. Levy adalah manusia yang disayangi oleh temannya, tidak, dia juga menyayangi Levy. Hatinya tertutupi oleh kebencian.


"Y-ya, harusnya kau mati. Dengan begitu, Asgaf ... Asgaf ...." Pinky jatuh terduduk, ia menangis. Bukan ini yang diinginkannya.


" ... Asgaf tidak akan kembali lagi!!!" Teriaknya dengan nada putus asa, tak lupa dengan air matanya yang berjatuhan.


Groaaaarr


Tiba-tiba, terdengar Auman yang sangat keras. Tanah pun seakan bergoyang. Ditambah dengan aura yang sangat mengerikan, membuat nyali siapapun menciut. Tanpa sadar, Pinky berlari kearah Levy, berdiri untuk melindunginya.


"Aku pasti akan membunuhmu, tapi tidak sekarang," kata Pinky.

__ADS_1


Semakin lama, aura itu semakin membesar. Seolah sesuatu yang buruk akan menghampiri mereka. Benar saja, mahkluk, tidak, lebih tepatnya iblis sedang mendekat kearah mereka. Takut, gemetar, ingin lari, itulah yang ada dibenak mereka, tapi tubuh seakan tidak bisa bergerak.


Levy yang sekarat pun, lebih takut dengan apa yang ada dihadapannya dibandingkan dengan kematian yang akan menjemputnya. Namun, jauh dalam hatinya, ia seperti kenal dengan iblis itu.


"A-Asgaf, apa yang terjadi padamu?" Pinky tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Iblis dihadapannya adalah temannya, sekaligus pemimpin para makhluk suci yang sangat dihormati. Tapi, bagaimana bisa ia malah menjadi iblis seperti ini.


"L-Levy, l-larilah," ucap Manticore dengan sisa tenaganya.


Levy seakan tidak bisa mendengar apapun. Ia terlalu takut untuk melakukan sesuatu. Makhluk didepannya, sangat jauh berbeda dengan yang pernah dihadapi nya.


"Asgaf, ini aku, Pinky. Kita teman, bukan? Kembalilah bersamaku."


"Teman? Benda tidak berharga apa itu?" Balas Iblis itu.


Pinky merasa hatinya teriris, sakit rasanya. Tiba-tiba, seseorang memegang kakinya.


"Pergilah bersama mereka, a-aku akan mengulur wak- Akhh ...." Seperti cahaya, iblis itu bergerak sangat cepat, bahkan Pinky tak dapat melihat pergerakannya.


Bughh


Iblis itu mencekik Levy hingga terbentur di pohon. Lalu, tangannya itu ia pindahkan untuk membungkam mulut Levy. Satu tangannya meraih pedang yang tertancap di perut Levy. Ia menariknya, membuat Levy meronta kesakitan.


Duarrr


Punggung iblis itu terkena serangan dari Pinky. "Lepaskan dia!!" Teriak Pinky.


Levy berteriak, menyuruh Pinky lari. Namun, apa daya, mulutnya masih terbungkam. Iblis itu tak menghiraukan Pinky. Matanya hanya dipenuhi oleh Levy.


"Apa semuanya sudah disini?!" Teriak Master Kilua.


Anggota Guild saling memandang, hingga salah satu dari mereka mengangkat tangan. Gadis kecil berambut merah, Elzel.


"Master, Levy tidak ada disini," kata Elzel.


"Apa tidak ada yang melihatnya?" Tanya Master Kilua.


Kali ini, Magma yang mengangkat tangannya, "Master, tadi makhluk suci ku mengatakan kalau Levy memutuskan kontrak dengan makhluk sucinya."


"Apa itu benar?"


Untuk menguatkan perkataannya, Magma memanggil makhluk sucinya, jelly hijau yang bisa berbicara, Jello.


"Gawat!!!" Histeris Jello begitu ia muncul.


"Ada apa?" Tanya Magma.


"Blue, Dreamy, Pynix dan yang lainnya terluka parah. Mereka semua milik nona Levy, tapi ...." kata Jello menggantung.


Zero melangkah maju, memegang kuat tubuh Jello, "Tapi apa?!!!"


"Salamander, Pega, dan Manticore belum kembali. Mungkin ... Nona Levy ...."

__ADS_1


"Master, apa mungkin, Levy sedang berhadapan dengan makhluk itu?" Tanya Meldy khawatir.


Master Kilua pun semakin khawatir, ia turun dari mejanya, "Aku akan memeriksanya,"


"Izinkan aku ikut, Master!" Tegas Zero.


"Kami juga," tambah Loki.


Master Kilua menghela napas, ia tidak bisa menahan mereka. Akhirnya, mereka pun pergi secepat yang mereka bisa. Di perjalanan, Master menegaskan untuk tidak bertindak gegabah, dan saling melindungi apapun yang terjadi.


Mereka sudah memasuki hutan, jauh di dalam sana, pemilik aura mengerikan itu ada. Jantung semakin berdegup kencang, suasana semakin mencekam. Master Kilua memimpin didepan.


Tiba-tiba, Master Kilau menggunakan kekuatannya untuk menyerang sesuatu. Ia berhenti, membuat Zero, Magma, Elzel dan Loki ikut berhenti. Begitu mereka melihat apa yang sedang dilihat oleh Master Kilua, Mereka sungguh terkejut, bagaikan terkena petir disiang bolong.


Pemandangan didepan mereka sangat tidak dapat dipercaya. Wanita yang sudah mereka anggap keluarga, berpenampilan babak belur dengan tubuh yang dipenuhi oleh darah. Anyir darah tercium kuat. Ketakutan yang mereka rasakan tadi, seketika hilang tergantikan oleh rasa marah.


"Aku akan membunuhmu!!!" Teriak mereka, sambil maju menyerang Iblis yang sedang menginjak Levy.


Sayang, kekuatan mereka tidak sebanding. Bahkan, Master Kilua kesulitan, ia harus menyerang Iblis itu sekaligus melindungi anak-anaknya.


Pinky, wanita itu masih ada di sana, ia bersembunyi, menunggu kesempatan untuk menyelamatkan Levy. Begitu pandangan Iblis itu teralih, ia segera merangkul Levy. Namun, ia tidak menyangka kalau rencananya sudah ketahuan.


Iblis itu membuka mulutnya, menembakkan api hitam kearah Levy dan Pinky.


Duaarrrrr


Tempat Levy dan Pinky tadi hancur lebur, tak menyisakan apapun. Pohon yang tadinya menjadi tempat persembunyian Pinky, seakan menghilang ditelan bumi. Membunuh Levy, sepertinya itulah misi iblis itu. Karena, ia langsung pergi begitu keberadaan Levy telah lenyap dari bumi.


Sunyi, tidak ada satu orangpun yang bersuara. Hanya air mata yang terus keluar, membasahi pipi. Napas jadi tak beraturan, emosi semakin tak terkendali. Bahkan, aura sihir mereka seakan habis.


Elzel menatap Zero, "ini hanya mimpi, kan?"


Semuanya bergeming, tidak ada sahutan.


"Jawab aku!! Ini hanya mimpi, kan?!" Teriak Elzel.


Master Kilua mendekati Elzel, membawanya dalam dekapan hangat. Menepuk pundak Elzel lembut, agar ia lebih tenang, walaupun Master sendiri tidak bisa menenangkan dirinya.


"Akan ku bunuh iblis itu," ucap Zero dengan mata yang menyiratkan amarah mendalam.


Zero melangkahkan kakinya, ia ingin mencari iblis itu.


"Mau kemana kau?" Tanya Loki.


"Balas dendam," balas Zero, wajahnya seperti tidak memiliki ekspresi.


"Ak-"


"Tinggallah bersama Elzel, jaga dia."


Itulah kalimat terakhir Zero, sebelum ia menghilang entah kemana. Guild Black Shadow berduka untuk waktu yang lama, kehilangan salah seorang keluarga membuat mereka terpukul berat.


Jin, pria yang selalu mengikuti Levy, hampir menghancurkan Guild saking marahnya. Ia melontarkan kata makian yang sangat kasar pada Master Kilua. Master Kilua tidak membalas perkataan maupun tindakan Jin, karena menurutnya apa yang dikatakan pemuda itu adalah fakta.

__ADS_1


Menjadi Master tidaklah mudah, ia harus memimpin anak-anaknya ke jalan yang benar, melindungi mereka, dan selalu ada untuk mereka. Hari kematian Levy membuat Master Kilua sadar, ia terlalu lemah untuk melindungi anak-anaknya.


The end?


__ADS_2