World Of Animation

World Of Animation
S2. Pertarungan yang sia-sia


__ADS_3

Di sebuah taman bermain, terlihat dua pria yang saling menyerang.


"Cerberus form!!" Seru Magma sambil melesat cepat menyerang pria didepannya.


"Leo form!!" Seru Irwin.


Irwin dan Magma saling menyerang, singa dan anjing. Cakar melawan cakar, taring melawan taring.


"Aku memberimu tepuk tangan, untuk ilusi yang sangat nyata ini," kata Irwin yang tersenyum sinis.


"Hoho ... Aku baru tahu, ternyata ilusi bisa senyata dirimu," balas Magma.


Mereka tidak tahu, semua yang mereka katakan tidak benar. Tidak ada ilusi diantara kedua pria itu. Mereka terlalu bersikap waspada, hingga tidak menyadari kenyataan di depan mata. Ini adalah pertarungan sia-sia yang berujung kemalangan.


Tidak ada yang akan berakhir jika mereka bahkan tidak bisa menemukan sang pembuat ilusi. Saling melukai, itulah yang diinginkan oleh pembuat ilusi. Melihat mereka yang saling meragukan dan tidak percaya satu sama lain adalah hal yang menyenangkan.


Kretaakk


Hal yang sama terjadi pada Irwin dan Magma, yaitu langit yang retak, lalu hancur bagaikan serpihan kaca. Memuntahkan puing-puing bangunan yang terbakar api. Beserta seorang wanita yang terluka.


"Keira!!" Seru Irwin, ia berlari menghampiri wanita itu.


Keira berdiri, ia memasang kuda-kuda.


"Menjauhlah!!!" Teriak Keira sambil melancarkan serangan.


Seketika, semua yang ada di tempat itu membeku. Udara menjadi dingin. Satu hal yang aneh, Keira menangis.


"Menjauhlah, walaupun kalian ilusi, aku tidak ingin melukai kalian!" Keira memunculkan pilar-pilar es yang menghalangi mata.


"Aku bukan ilusi!!!" Teriak Irwin dan Magma bersamaan.


"Jangan tertipu, dia itu ilusi!" Magma menunjuk Irwin.


"Diamlah!" Keira mulai melancarkan serangan lagi.


Tombak es yang tajam melesat dengan cepat kearah Irwin dan Magma.


"Cih, dia masih bodoh saja," umpat Irwin.


Irwin memilih untuk mengabaikan Keira sambil menghindari serangan wanita itu, lalu menyerang Magma yang fokusnya teralihkan.


Bughh


Magma terlempar jauh akibat tendangan Irwin.


"Aah ... Sialan itu, akan ku bunuh dia," geram Magma.


Mereka pun mulai bertarung kembali sambil menghindari serangan Keira. Bukannya tidak ingin meladeni Keira, mereka hanya tidak ingin melukainya.


Sedangkan, di tempat lain, Kyllin belum juga menghabisi para teri. Ia mulai kelelahan, tapi kini masalah bertambah. Pijakannya retak, ia segera le tempat yang aman.


Kyllin memperhatikan sekitarnya, di wajahnya terukir senyum kesal. Ia langsung kembali ke tempatnya tadi, menghancurkan tanah yang retak hingga hancur.


Ia jatuh beserta seisi tempat itu, di bawah sana terdapat air yang sangat banyak seperti lautan. Dan, dua manusia yang sedang bertarung.


"Hentikan!!!" Teriak Kyllin.


Begitu jatuh, ia langsung menghentikan pertarungan kedua manusia itu dengan menyerang mereka hingga pingsan. Setelah itu, ia membawa mereka ke tempat aman agar tidak terkena reruntuhan.

__ADS_1


Kyllin menyembuhkan sedikit luka kedua orang itu agar mereka sadar.


"Uhuuuk ...."


"Cepatlah bangun, jangan Merepotkanku," kata Kyllin dengan nada kesal.


"Dasar brengsek, kau cari mati, hah?! Mengapa kau menyerang ku dan Jin?!" Teriak Elzel.


"Karena kalian membuang-buang tenaga untuk hal yang sia-sia,"


"Aku tahu itu, tapi mau bagaimana lagi kalau dia hilang kendali?" Elzel menunjuk Jin dengan dagunya.


"Dia pasti termakan ilusi. Dan kau tahu? Kita sedang dalam ilusi, mungkin mereka sudah tahu kita akan melewati portal," ujar Kyllin.


"Dunia ini? Tapi, mengapa kau bisa ke tempat ini? Seolah-olah, kita berada di kubus dengan dinding yang memisahkan kita. Aku tidak mengerti, apa ini hanya alam bawah sadar kita?" tanya Elzel dibalas anggukkan kepala Kyllin.


"Ya, tubuh asli kita mungkin tidak sadarkan diri, itulah yang bahaya."


"Bagaimana caranya kita keluar?"


"Menemukan dalangnya,"


"Huh ... aku khawatir pada Levy dan yang lainnya. Bisa saja mereka saling menyerang."


Tiba-tiba, Kyllin terpikirkan hal gila. Ia melihat kesana-kemari.


"Ayo kita hancurkan tempat ini!" Ajak Kyllin dengan santainya.


"Hah! Tolong ya, kepala mu itu perbaiki dulu sana," kata Elzel.


"Kau tidak ingin keluar? Setidaknya kita harus melakukan sesuatu. Aku sih bisa saja langsung keluar meninggalkan kalian,"


"Kenapa kau tidak membawa kami keluar?"


Elzel memutar bola matanya malas, ia pun hanya pasrah dan mengikuti ajakan Kyllin untuk 'mengamuk' mungkin saja seperti kata Kyllin, itu akan lebih seru daripada berdiam diri.


***


"Aah ... Aku lelah," ujar Levy yang masih bertarung dengan dirinya sendiri.


Levy menendang lawannya hingga terlempar jauh, lalu ia menaruh kembali Katana-nya. Melihat ke langit, sambil menghilangkan sihirnya yang ia pakai untuk menerangi sekitarnya. Ia tersenyum senang, apa yang ia rasakan ternyata benar.


Ctakk


Levy menjentikkan jarinya, wujudnya berubah lagi menjadi Levy dari Guild Black Shadow.


"Kau tega membuatku lelah, Loki?" Kata Levy.


Tadi, setelah memasuki portal, Samar-samar ia merasakan aura Loki. Tapi, ia mengingat perkataan Jin yang mengatakan kalau Loki sudah mati dan itu membuatnya sedikit ragu. Dalam hati, Levy sangat senang, alur ceritanya berubah walaupun tidak semuanya.


Drtttt


Tempat Levy berubah lagi, ia berada di sebuah ruangan putih tanpa warna lain. Hanya ruang hampa berwarna putih yang bisa membuat mental rusak.


"Keluarlah sebelum aku yang membawamu keluar," ancam Levy.


Syuuhh


Bagaikan hembusan angin, di depan Levy muncul sosok seorang pria. Namun, Levy tidak mengenal wajah pria itu.

__ADS_1


Siapa kau?!! Loki?!! Apa dia operasi plastik? Batin Levy.


Pria itu adalah Loki, tapi wajahnya agak sedikit beda. Ia menjadi sangat tampan dengan gaya rambut Layered undercut. Levy sempat terpesona, hingga fokusnya teralih melihat mata kanan Loki. Di sana terdapat tanda seperti tanda kutukannya dulu.


"Hebat juga ya, kau bisa melihat wujud ku. Bagaimana kalau aku membunuhmu?" Dua tahun tidak bertemu, malah kata itu yang keluar dari mulut Loki sebagai sapaan.


Gyuut


Bukannya marah atau membalas perkataan Loki, Levy malah memeluknya secepat kilat dan sangat erat. Loki membeku, sepertinya ia tidak mengenali Levy, tapi tidak dengan tubuhnya yang bergerak sendiri membalas pelukan wanita itu.


"Aku pulang, kau merindukanku?" Kata Levy.


Tidak ada sahutan, Levy pun mendongakkan kepalanya, terlihat Loki dengan wajah yang seakan sedang mencerna keadaannya sekarang. Sangat imut, menurut Levy.


Levy melepaskan pelukannya, berniat untuk memberi ruang agar mereka bisa bicara, tapi Loki masih mendekap nya erat.


"Water Nebula!!!"


"Eagle Ice!!"


"Tornado!!!"


Berbagai macam serangan menuju arah Levy dan Loki. Hal itu membuat Loki menggendong Levy menjauh dari si penyerang. Levy tidak sadar kalau ruangan putih tadi telah berganti menjadi tempat yang sangat mengerikan. Tidak hanya itu, Levy melihat teman-temannya.


"Hai, kalian masih hidup rupanya!" Sapa Levy.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Jin yang dibalas gelengan kepala oleh Levy.


"Aku hampir mati ... Karena, dia sangat tampan, kyaaa!!!" Seru Levy dengan tangan yang ia lingkarkan di leher Loki.


"Choi Jina!!! Kemari kau!!!" Kesal Jin, bagaimana bisa ia harus mempunyai kakak yang tidak punya malu seperti itu.


Levy terkekeh, lalu melepaskan tangannya. Ia melompat turun dari gendongan Loki dan menghampiri adiknya itu. Jin langsung memeluk Levy sambil menatap tajam Loki.


"Levy, siapa pria brengsek yang berani menyentuh mu itu?" Tanya Keira dengan tatapan membunuhnya.


"Siapapun dia, aku pasti akan membunuhnya!" Timpal Jin.


"Hm? Dia? Dia Loki!!! Jin, dia masih hidup!!" Girang Levy yang melompat-lompat dalam pelukan Jin.


Jin menarik Levy dari pelukannya, "Kau yakin?"


"Dia sangat berbeda," sahut Magma yang tidak bisa mengenali temannya itu.


"Magma, tidak bisakah kau berubah seperti itu juga? Mungkin saja, kau akan tampan," bisik Elzel, membuat dirinya terkena jitak kan di kepalanya.


"Apa yang terjadi dengannya?" Pertanyaan dari Irwin membuat mereka sadar akan tanda di mata kanan Loki.


"Dia menggunakan kekuatan iblis, tapi itu tidak membuatnya menjadi iblis," sahut Kyllin.


"Levy," ucap Loki membuat semua pasang mata melihatnya.


"Wah ... Dia akhirnya mengenaliku," kaget Levy.


"Akhirnya? Jadi, sebelumnya dia tidak mengenalmu?" Tanya Keira.


"Dia hampir membunuhku," balas Levy.


"Apa?!!!" Kaget mereka.

__ADS_1


Perkataan Levy membuat mereka semua kesal, bisa di tebak mereka akan menghantam Loki kalau tidak segera di tahan.


TBC


__ADS_2