
Tanah yang dihiasi merahnya darah dan udara yang penuh dengan bau anyir darah. Semua itulah akhir dari sebuah perang. Menang ataupun kalah, semua itu sama saja. Nyawa mereka yang telah tiada tidak akan kembali.
"Sadarlah, Asgaf!!! Levy masih hidup!!" Teriak Kyllin yang masih sibuk melawan Asgaf.
Asgaf dan Raja Ishid datang di tengah-tengah perang, kekuatan mereka tidak bisa di definisikan. Jika Kyllin memiliki kekuatan tingkat dewa, maka mereka memiliki tingkat 10 kali lipat diatas Kyllin.
Selagi mereka berperang, Raja Ishid hanya duduk di belakang sambil memperhatikan mereka. Di dunia Iblis pun dia menjadi raja.
Lelah, itulah yang dirasakan, mereka sudah hampir mencapai batas kemampuan mereka. Namun, alasan mereka tidak bisa menggunakan seluruh kekuatan adalah lawan mereka. Melawan orang yang pernah atau bahkan masih ada di hati tidak semudah yang dikira. Logika dan hati akan saling bertentangan, itulah yang menyebabkan mental mereka terganggu. Sulit rasanya.
"Nona, awas!!!" Riri mendorong tubuh Levy kesamping, menggantikan Levy terkena serangan dari Raja Ishid.
Brukk
Tubuh Riri ambruk di tanah, dadanya berlubang dan mengeluarkan banyak darah. Levy segera membalikkan tubuh pelayanannya itu.
"Riri ... sadarlah, kau tidak akan meninggalkan ku dan Keira, kan?" Levy terus menggoyangkan tubuh Riri, mencoba membangunkan nya.
"S-saya ... menyayangi Anda, Nona Levy," ucap Riri dengan sisa tenaganya.
"Aku juga menyayangimu, Riri. Bertahanlah, ya?"
Hening, Riri telah menutup matanya dan umurnya. Ryo, makhluk suci Riri telah menghilang. Levy mulai menumpahkan air mata, bibirnya bergetar. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Riri!!!" Teriak Levy.
Semua temannya kini memperhatikannya, Keira yang juga dekat dengan Riri, mulai jatuh terduduk. Riri adalah sosok pengganti Ibu bagi mereka. Dia baik, penyayang, dan ... dialah segala hal yang membuat Levy dan Keira merasakan kasih sayang seorang Ibu.
"Hei, Jin ... kau bilang, mereka tidak nyata. Tapi, mengapa mereka menyayangiku, bahkan mengorbankan nyawanya untukku? Mengapa rasa sakit di dadaku terasa nyata?!!" Levy mulai kehilangan kendalinya, auranya mulai menghitam.
"Kakak, sadarlah!!" Teriak Jin sambil menghalangi serangan yang terus menuju kearah Levy.
"Jin, menghindar!!!" Teriak Elzel dengan tubuh yang berusaha menggapai Jin.
Jlebbb
"Jinyoung!!!!"
Sebuah pedang menembus perut Jin. Levy yang melihat itu jatuh terduduk, ia tidak bisa mengontrol emosinya saat ini, kendalinya telah hilang sepenuhnya. Matanya memutih, auranya sangat gelap. Tak ada lagi air mata yang keluar, hatinya berubah menjadi iblis seperti musuhnya.
"Arghhhh!!! Jinyoung! Riri!!!" Bersamaan dengan teriakan, Levy melepaskan semua kekuatannya hingga tanah yang di bawahnya retak.
Kyllin langsung berlari menuju arahnya, namun ia bahkan hampir tidak bisa mendekati Levy. Untung saja, ia masih bisa mengangkat tubuh Riri dan Jin menjauh dari Levy.
__ADS_1
"Kenapa bukan aku? Kenapa? Kenapa? Kenapa?!!!" Levy memegangi kepalanya, lalu berdiri menghadap pasukan musuhnya.
Tanda kutukan yang sebelumnya hilang, kini kembali menghiasi tubuh Levy bersamaan dengan munculnya penghalang yang mengelilingi mereka semua. Wanita itu lebih terlihat seperti iblis dibandingkan musuhnya, mata hitam dan pupil emas, layaknya leluhur iblis dalam mitos. Pakaian yang dipakai Levy mulai sobek sana-sini, sepatunya hancur tak bersisa. Hanya dengan satu jentikkan jari, musuh yang ada di hadapannya terhempas jauh membentur bebatuan besar hingga hancur.
Mulut terbuka lebar, mata terbelalak, kala melihat perubahan drastis Levy, tidak, lebih tepatnya perubahan menakutkan.
"Katakan padaku apa yang terjadi padanya," ucap Magma dengan mata yang fokus melihat Levy.
"Apa-apaan itu?" Irwin tidak bisa menghentikan tangannya yang gemetaran.
"Apa dia masih Levy yang kukenal?" Elzel menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Kyllin ...." Mata Keira menatap tidak percaya sosok di depannya.
Kyllin terdiam membeku di tempatnya. Yang ada di depannya bukanlah Levy, melainkan monster mengerikan. Ia sungguh tidak tahu harus melakukan apa, namun ia juga bersyukur dirinya bukanlah lawan dari monster yang menggunakan tubuh Levy itu.
Setelah terdiam lama, Kyllin akhirnya membuka suara, "Melawannya atau membantunya, dua pilihan itu hanya akan memberi satu akhir untuk kita, yaitu kematian."
"Kau salah!!! Levy tidak akan menyakiti orang yang disayanginya!!!" Teriak Keira dengan air mata yang tidak berhenti mengalir.
"Tidak ada yang tahu, apa dia menyayangi kita, Keira. Tidakkah kau lihat, dia hilang kendali hanya karena Jin!!!" Irwin menunjuk Jin yang terkulai lemah di tanah.
Mereka menundukkan kepala, yang dikatakan Irwin ada benarnya. Levy tidak pernah menunjukkan perasaan aslinya pada mereka, hanya pada Jin seorang. Kabut mulai memenuhi hati mereka.
"Ya, dia hanya menyayangiku. Kalau aku mati, kalian juga ikut mati," sahut Jin dengan mata yang terpejam.
Jin terkekeh sejenak, "Dasar bodoh, tentu saja Levy menyayangi kita semua. Dia tidak akan kembali ke sini kalau dia tidak menyayangi kita, jadi ... bisakah kalian menolongku? Sepertinya, aku akan mati lagi." Ucapnya.
Elzel segera menyembuhkan luka Jin, walaupun tidak seperti penyembuhan Levy, tapi itu sudah cukup agar Jin tidak pergi ke akhirat.
"Jadi, bagaimana kita akan menghadapi itu?" Magma menunjuk Levy yang sedang berhadapan dengan Asgaf, pertarungan itu sangat mengerikan, keduanya mengeluarkan kekuatan yang besar.
"Apa kalian takut? Sepertinya, kalian lebih lemah daripada dia. Yah, dia selangkah lebih dulu dari aku." Jin menunjuk Loki yang ikut bertarung dengan Levy dan Asgaf, entah darimana munculnya.
"Apa yang dilakukan si bodoh itu?" Heran Elzel.
"Aku salut dengan kebodohannya," sahut Magma diangguki oleh Irwin.
"Mungkin dia ingin menjauhkan Levy dari Asgaf. Jadiii ... sana, kalian juga lakukan hal itu. Bawa Levy padaku,"
Semua menatap heran pada Jin, wajah mereka sangat jelas menunjukkan bahwa mereka sangat, sangat tidak percaya pada Jin.
"Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Kyllin.
__ADS_1
Jin melipat kedua tangannya di depan dada, "Aku akan menghantam kepalanya," ungkapnya dengan percaya diri.
Keira, Elzel, dan Kyllin mengangkat satu tangan mereka, mengepalkannya kuat, berniat ingin menghantam kepala Jin.
"Apa itu bisa mengembalikannya?" Tanya Irwin.
Sekali lagi, Jin menunjukkan tampang penuh percaya dirinya, "Tidak tahu, tapi tidak ada salahnya mencoba," ucapnya.
Hanya kami yang melihat, tidak apa-apa kalau aku membunuhnya, kan? Batin Kyllin.
Levy, izinkan aku memusnahkan serangga ini. Batin Keira dan Elzel.
Irwin menghela napas panjang, ia lalu menatap tajam pada Jin sembari mengatakan, "Jangan bercanda, sialan!"
Wajah Irwin yang biasanya tenang berubah 360° menjadi sangat menyeramkan, bahkan Keira dan Kyllin terkejut melihatnya.
"Ini menyangkut nyawa Levy," lanjutnya.
"Dan kau pikir aku bercanda?" Balas Jin tidak kalah menyeramkan.
"Ahh!!! Apapun itu, kita coba saja dulu!!!" Teriak Magma menyela perdebatan Jin dan Irwin.
Kyllin menggaruk kepalanya, "Yah, aku akan mencobanya. Kalian tunggu saja di sini, jangan mati."
"Hati-hati, Kyllin. Kalau kau mati, yah ... aku akan langsung mengucapkan selamat tinggal," kata Keira tanpa perasaan.
"Terima kasih, aku juga menyayangimu," balas Kyllin sembari mengayunkan satu tangannya tanpa menoleh.
Kyllin mengeluarkan aura aslinya, warna birunya sangat gelap, tapi juga sangat tenang. Ia melesat dengan cepat kearah Levy, kekuatannya yang sekarang memang tidak sekuat Asgaf atau Raja Ishid, tapi untuk melawan Levy, tentu saja ia masih bisa menandinginya.
Kyllin melakukan segala cara agar Levy menjauh dari Asgaf, cara yang kasar sekalipun ia lakukan. Posisi Kyllin saat ini adalah melawan rekan seperjuangan dan temannya, sungguh posisi yang hanya merugikan Kyllin.
"Menjauhlah, Levy!!!" Kyllin sudah tidak sanggup lagi menyakiti wanita itu.
Duaarrr
Duaarrr
Asgaf seakan tidak ingin memberi Kyllin kesempatan, ia terus melancarkan serangannya ke segala arah tanpa pandang bulu, bahkan ada serangannya yang menuju arah Keira dan yang lainnya.
"Berlindung, Keira!!!" Kyllin ingin segera menghentikan serangan itu, namun dirinya malah dihadang oleh Asgaf.
Duaarrr
__ADS_1
Serangan itu berhasil mengenai tempat Keira dan yang lainnya.
TBC