
Pergi dari rumah ini sekarang juga. sudah aku katakan kehadiranmu dalam dalam rumah ini sangat tidak di harapkan, Kau hanya mengotori rumahku. Dan jangan sekalipun kau datang ke pesta pernikahan anakku. Karena kehadiran Mu hanya membuat Zaidan akan berat meninggalkan mu.
Runtuh air mata Zahirah, Tidak cukupkah mereka mengambil semua perhatian ayahnya, Hingga kekasih nya yang saat ini yang ia miliki harus mereka ambil..
"Bu, Apakah ibu tidak memberikan maaf kepada saya? mengapa saya harus mempertanggung jawabkan kesalahan mama saya? Tidak cukupkah Ibu selama ini membuat saya dan mama menderita?" Dengan lemas Zahirah mempertahankan keadaan nya agar tidak limbung..
perkataan Bu Rosita mempertegas, bahwa pernikahan antara kekasihnya dan kakaknya benar-benar akan terjadi..
Sebagian orang yang melihat keadaan Zahirah akan amat prihatin, bagaimana tidak. Zaidan adalah kekasih Zahirah sejak dua tahun terakhir ini. Dan, baru hari ini dia mendapatkan kabar bahwa sang kekasih seminggu lagi akan mengadakan pesta pernikahan dengan sodara nya sendiri.
"Tidak, tidak akan pernah ada kata maaf untuk orang yang telah menghancurkan keluarga ku apa lagi sampai membuat orang tua ku mati. Zahirah, dan saya bersumpah Dia beserta keturunannya, Tidak akan pernah mendapatkan kebahagiannya dimanapun mereka berada"
dengan sorot mata kebencian Bu Rosita memandang Zahirah..
"Bu. Sudahlah, tidak perlu di ungkit lagi, ini semua murni atas kesalahan dan kekhilafan ku. Tidak bisakah Ibu berdamai dengan masa lalu?"
Pak Hamdan berkata dengan lembut kepada sang istri agar tidak salah berucap. Sungguh Pak Hamdan pun amat menyesal dengan kesalahan nya itu. Tapi mau bagaimana pun. Dia tidak memungkiri bahwa dia sendiri sangat menyayangi Zahirah walau tidak menunjukkan secara terang-terangan..
"Berdamai dengan masa lalu yang mana?" husshh Bu Rosita menghela nafas "Apakah berdamai dengan masa lalu dapat menghidupkan ibuku? menghidupkan anakku?" dengan mata berkaca-kaca Bu Rosita memandang suaminya, lalu beralih menatap Zahirah "Pulanglah Zahirah, mau menangis darah pun, tidak akan merubah keputusan saya untuk menikahkan Zaidan Dan Sarah"
Bu Rosita memegang tangan suaminya, dan pergi meninggalkan Zahirah sendirian di depan rumah nya..
__ADS_1
Runtuh sudah pertahanan Zahirah saat ini, dia menangis terisak dalam diam. Meratapi keadaan yang begitu mengejutkan saat ini.
Bagaimana tidak, hubungannya dengan Zaidan Tidak ada masalah sedikit pun, bahkan masih saling memberi kabar satu sama lain.
"Tuhan mengapa ini sangat sakit.. padahal Aku sudah sangat sering di perlakukan tidak adil oleh manusia. Mengapa keadaan yang ini sangat menyakitkan, Aku benar-benar lelah tuhan.."
Zahirah menangis dengan terisak. Berjalan pergi meninggalkan rumah sang Ayah dengan keadaan pilu...
~~
Sesampainya di rumah, ternyata sang mamah tengah menanti dengan raut wajah yang khawatir, sedikit berlari untuk menghampiri sang anak..
mama bertanya dengan raut wajah sedih. Bagaimana tidak sedih, keadaan Zahirah benar-benar berantakan.
"Mama" Zahirah memeluk sang mamah dengan erat, dan berderai air mata.
"Kenapa sayang? katakan ada apa, jangan membuat mama khawatir, apakah ada seseorang yang menyakitimu?"
Zahirah mendongak menatap sang mama dalam, dengan mata yang terus bercucuran air mata..
"Apakah Zahirah tidak pantas mendapatkan kebahagiaan mah? Apakah Zahirah akan terus menerus menyedihkan seperti ini mah? Zahirah lelah mah" membenamkan wajahnya dengan menangus terisak.
__ADS_1
"Mas Zaidan mah.. Seminggu lagi dia akan menikah dengan mba Sarah"
Mama Rina kaget, Dia duduk dengan tegak,
Bagaimana mungkin, Dia amat tahu bahwa hubungan Zahirah dan Zaidan baik-baik saja.
"Zah, Apa yang terjadi? mengapa Zaidan bisa menikahi Sarah? Mama tau hubungan kamu sama Zaidan baik-baik saja, bukankah enam bulan lagi Zaidan akan melamar mu?" mama Rina bertanya dengan sorot mata yang berkaca-kaca..
"Ma. Pertanyaan mama pertanyaanku juga, Zahirah belum bertanya secara langsung sama Mas Zaidan, Zahirah hanya mendapatkan kabar tadi siang dari Fitri, selebihnya Zahirah benar-benar tidak tau apa-apa.." dengan berderai air mata, Rasanya Zahirah ingin sekali bahwa hidupnya berakhir detik ini saja.
"N-naak..." Mamah Rina berucap dengan suara tersengal, bingung harus bicara apa, melihat kondisi anaknya seperti ini, Mamah Rina merasa gagal menjadi seorang ibu.
"Mamah. Zahirah lelah. Zahirah ingin istirahat sebentar, bolehkah Zahirah tidur di pangkuan mama?"
Zahirah memandang Mama Rina dengan mata yang sembab, Mama Rina mengangguk membenamkan kepala sang anak kepada pangkuan nya, mengelus rambut Zahirah secara lembut
"Nak. Maafkan mama, ini murni atas kesalahan mama dan Ayahmu, kenapa kamu juga harus merasakan kesakitan ini dari ulah orang tuamu sendiri"
mama Rina bicara dalam batin sambil terus mengeluarkan air mata nya, memandangi wajah sang anak dengan lembut.
Andai waktu bisa berputar kembali, Wanita mana yang ingin menikahi pria beristri. Setiap wanita pasti menginginkan menjadi satu-satunya ratu di dalam hati pasangannya.
__ADS_1