Zahirah

Zahirah
Pertemuan Di Butik 02


__ADS_3

"Tapi sayang calon suaminya membuang pegawai saya begitu saja. Dan memilih wanita lain untuk dia nikahi" Indah berkata dengan suara yang sedih di buat-buat..


Zaidan meletot kesal atas ucapan Indah barusan, Apanya yang di buang. Sudah tau dia saja terpaksa menikahi Sarah..


Sebelum mulut cabe Bosnya berulah lebih banyak lagi, Fitri lebih dulu menimpali..


"Makanya mba seperti nya kebaya yang ini tidak jadi di jual. Lebih baik biar saya simpan saja. Tuh lihat wajah desainer nya sudah sedih begitu.. sepertinya dia jadi ingat lagi sama MANTAN yang membuang nya mba"


Fitri menekankan kata mantan sambil melirik Zaidan dengan tajam.


Sedangkan Zahirah wajahnya memerah, antara menahan malu dan amarah. Ingin Rasanya ia lari pulang ke rumah, Menangis berada di pelukan Mamanya..


"Ya ampun mba maaf, saya ngga tau, Saya pikir baju yang saya pakai ini termasuk baju rekomendasi mba buat saya" Sarah menatap Zahirah dengan perasaan bersalah..


"Tidak apa-apa mba jika ingin memakainya, pakai saja.. Bos sama teman saya memang suka sedikit becanda. Jadi jangan terlalu dia anggap! Lagi pula saya sudah melupakan MANTAN saya ini kok" Zahirah berkata dengan suara yang meyakinkan kan


Sebelum Yang lain nya menjawab ucapan Zahirah, Zaidan lebih dulu angkat bicara


"Sudahlah Sarah! tadi kan saya sudah bilang, saya tidak punya cukup banyak waktu. pekerjaan saya di rumah banyak.. Ambil saja yang pertama kamu coba tadi!"


Zaidan berkata, dengan sorot mata yang tegas.


"Baiklah Mas. Ayo mba tolong bantu saya kembali" Sarah menatap Zahirah, lalu bergantian menatap Fitri "Dan untuk mba yang satu lagi, tolong secepatnya kemas kebaya yang tadi saya cobain ya"


Setelah Sarah dan Zahirah masuk ke ruang ganti, Fitri dan Indah menghampiri Zaidan


"Apa tidak ada butik yang lain lagi Zai?" Fitri menatap wajah Zaidan secara tajam


"Dan kenapa juga kamu harus menikahi anak Macan tutul itu? Wanita selain dia banyak Zai! Dan lu tau masa lalu keluarga Zahirah seperti apa! Dia itu kakaknya" Fitri berucap dengan sedikit teriakan.


Dia merasa frustasi membayangkan wajah sahabatnya itu yang pura-pura tegar..


Zaidan membalas tatapan Fitri tidak kalah tajamnya "Jika pun di dunia ini, hanya dia wanita yang masih hidup, Jika aku dapat memilih, Aku tidak akan pernah menikahi nya Fit"


lalu menghela nafas sebentar..


"Aku di tekan keluarga ku" suara Zaidan sedikit melemas


"Pr***tan dengan keluarga! jika lu benar-benar ingin memperjuangkan Zahirah, Lu pasti akan berusaha sekuat mungkin, untuk Zahirah benar-benar menjadi pantas berada di samping luu"


Fitri bicara dengan suara yang menggebu-gebu. Indah mengelus bahu Fitri.. lalu berjalan lebih dekat lagi menghampiri Zaidan


"Zaidan! Saya akan pastikan kamu tidak akan pernah mendapatkan senyum Zahirah kembali. SELAMANYA ! " Indah menekankan suaranya dengan tajam, menampilkan senyum smirk nya.


Sebelum Zaidan menjawab pertanyaan kedua wanita di depan nya ini, mereka mendengar ada suara pintu yang terbuka..


Ceklek.. pintu ruangan ganti terbuka, hingga membuat mereka berhenti bersitegang.. menampilkan dua wanita cantik berjalan secara beriringan.


Sarah duduk di sebelah Zaidan "Mas ayo tinggal kamu sekarang, Cobain jas nya"


Tanpa menatap Sarah Zaidan menjawab "Tidak perlu! Saya masih banyak Jas baru di rumah. sebaiknya kita cepat pulang, waktu istirahat saya sudah mau habis"


Zaidan Bangun berdiri, menatap satu persatu wanita yang ada di sebelahnya, hingga tatapannya berhenti di mata bening Zahirah. dia menatap Zahirah dengan Mata yang terlihat sayu dan lelah. Zahirah buru-buru memalingkan wajahnya.


Pemilik tatapan mata itu beberapa hari ini yang ia rindukan. Tatapan yang selalu memberikan kenyamanan, tatapan yang menunjukkan cinta dan kasih sayang. tatapan yang selalu menyejukkan.. Tapi di mulai dari sekarang Zahirah akan berusaha sebisa mungkin untuk tidak merindukan nya..


Sarah hanya mengangguk "Yaudah Ayo kita ke kasir bayar pakaian ini" Sarah melirik Zahirah dan Fitri secara bergantian "Makasih ya mba udah bantuin saya , In syaa Allah kalo misalkan Saya ada acara, saya akan datang kemari lagi"


Sarah berucap dengan sopan lalu menghampiri Zahirah..


lalu menepuk bahu Zahirah sebentar


"Jangan sedih ya mba. saya doakan semoga mba dapat pasangan pengganti yang jauh lebih baik lagi dari mantan mba itu! Dan saya pastikan rumah tangga mantan mba itu tidak akan bahagia, karena sudah meninggalkan wanita sebaik Mba"


Sarah berucap dengan tulus.. Zahirah hanya membalas dengan tersenyum simpul dan menganggukkan kepalanya..

__ADS_1


Dengan sedikit berlari Sarah menghampiri Zaidan yang sudah ada di ambang pintu keluar. Sarah menggandeng tangan Zaidan dengan mesra, Walau sepertinya Zaidan enggan bergandengan. Tapi Sarah tidak melepaskan tangannya di tangan Zaidan....




"Oliv liat Zahirah tidak?" Fitri bertanya kepada salah satu temannya dengan cemas



"Tadi aku liat mba Zahirah naik ke atas rooptop mba"



"Aduhh gawat" Fitri berkata dengan lirih.


Lalu berlari dengan tergesa meninggalkan Olivia yang menatap Fitri dengan tatapan bingung..



Setelah sampai di lantai paling atas Fitri menendang pintu dengan sekencang mungkin. Hingga membuat Nesa dan Zahirah terlonjat kaget. Bahkan Nessa sampai tersedak makanan nya sendiri..



"Astaghfirullah Minum Nih Ness, Kamu nyampe muncrat gini makanya" Zahirah melirik Fitri dengan marah "Kamu bar-bar banget sih Fit? buka pintu tuh pakai tangan! jangan pakai kaki! kek meregok kita tuh lagi mesum aja"



Fitri tidak mendengarkan ucapan Zahirah barusan. Dia masih sibuk mengatur nafasnya yang seakan mau putus..



Lalu melangkahkan kakinya Menghampiri Zahirah dengan suara nafas yang menderu.. mengambil minuman yang ada di atas meja meneguknya sampai tandas. ahh lega rasanya..




Fitri yang melihat itu hanya terkekeh geli



"Gua ganti sama gerobak nya aja mampu Zah.. Gua kan kaya.. pelit banget Luh ama temen" Fitri bicara dengan menaik turunkan alisnya..



hingga membuat Zahirah sebal melihatnya. Kadang Zahirah bingung, temen nya ini cewek atau cowok sih.. perasan tiap hari ngga ada manis-manisnya gitu..



"Mba seperti nya aku udah makanya.. duluan ya mba"



Zahirah dan Fitri hanya mengganngguk..


Nessa membereskan sisa makanan nya, lalu keluar



Fitri menaikan kedua kakinya berselonjor ke atas meja, lalu memandang Zahirah yang sedari tadi hanya terdiam.. dengan perasaan was-was Fitri membuka percakapan..



"Zah Gua dari lantai bawah ke lantai atas lari-lari khawatir tau gua sama lu.. eh yang di khawatirkan malah enak-enak makan disini ngga ngajak gua lagi!" Fitri bicara dengan sedikit kesal

__ADS_1



Zahirah tidak menggubris perkataan Fitri yang barusan. Ia Bagun dari duduknya lalu berdiri, berjalan ke sisi gedung, melihat-lihat kebawah dengan perasaan merinding



"Fit sini" Zahirah melambaikan tangan memanggil Fitri agar mau menghampirinya.. dengan malas, mau tidak mau Fitri pun menghampiri Zahirah..



"Fit kalo misalkan Aku loncat ke bawah, langsung meninggal, apa koma dulu?"



Fitri kaget mendengar ucapan Zahirah, buru-buru ia memeluk Zahirah dengan kencang



"Jangan Zah pamali! Iya enak Kalo lu langsung mati. Coba lu bayangin kalo semisal lu koma dulu selama beberapa bulan. terus dokter nya bilang anak anda tidak akan tertolong, kalo misalkan dalam jangka waktu Tiga hari ini, keluarga tidak mendapatkan donor Otak"



"Zah.. coba lu pinter sedikit aja kaya gua gini. walaupun gua sering di tolak cowok, ngga ada tuh niatan buat bunuh diri!"



"Emang lu ngga mau ngerasain punya suami, punya anak, punya mertua jahat, punya ipar julid, punya tetangga kepo, Yang pastinya lu harus menyaksikan rambut gua beruban semua" Cerocos Fitri panjang lebar.



Mendengar perkataan Fitri, Zahirah tertawa terbahak bahak. ada-ada saja sahabatnya ini..



Dengan kesusahan Zahirah mencoba melepaskan badan nya dari pelukan Fitri



"Lepasin Badan Aku fit! Aku sesak ini"



Fitri masih memeluk Fitri dalam keadaan memejamkan mata nya.


Dia takut Zahirah nekad, Dia tidak bisa membayangkan, kalau Zahirah melakukan hal ini.. Bagaimana kelanjutan hidupnya Dan Mama Rina tanpa Zahirah.



"Fitri aku ngga segila itu ya!"



Fitri menatap Zahirah dalam. lalu melepaskan pelukannya. dan masih tetap memegang tangan kanannya Zahirah kuat.



"Janji untuk satu hal ini Zah! lu harus tetap baik-baik saja!"



Zahirah menganggukkan kepalanya dengan tersenyum manis. Walaupun banyak yang tidak menerima kehadirannya, Setidaknya ia memiliki sahabat yang tulus seperti Fitri ini.



"Jangan pernah punya pikiran untuk pergi ninggalin Gua dan Mama Rina Zahirah, Gua akan di hantui perasaan bersalah selamanya"

__ADS_1



Fitri berkata dalam hati. dengan masih terus menggenggam tangan Zahirah erat.


__ADS_2