
Zahirah masuk ke kamar mandi mencuci wajahnya, dan bercermin
"Semengenaskan ini kamu Zah?" mentertawai keadaannya saat ini "Aku harus keluar sebelum mama masuk ke kamar, dan malah semakin khawatir dengan melihat keadaan ku."
sedikit berlari dari kamar, dan menuruni anak tangga, dengan seulas senyum yang sedikit di paksakan.
"Selamat Pagi mamahh" dengan suara nyaring seperti biasanya. "Mamah..."
"Ngga usah teriak-teriak dong Zah. bisa blong nih kuping kesayangan Mamah, mana tinggal sisa dua biji lagi" Mama Rina datang dengan sebuah nampan berisi sup yang masih mengempul...
"Ya ampun Mama.. emang selama ini kuping Mama ada berapa biji ehh?" sambil tertawa dengan sedikit terbahak. walau masih dengan mata yang sedikit sembab. Tidak mengurangi sisi manis dari wajah Zahirah.
Mama Rina terdiam sejenak, dan membatin "Kuat sekali kamu sayang"
Melihat tawa Zahirah, Mama Rina merasa sedikit lega di hatinya..
"Bukannya minta maaf, malah ngentawain. Dasar kamu Zah" dengan sedikit menggelengkan kepalanya. Dan mencubit sedikit pipi nya Zahirah..
"Mari kita makan Sayang! Mamah sudah lapar, nungguin anak gadis Mama keluar dari singgasana nya ini"
"Maaf Mama... pasti Zahirah kelamaan ya di kamarnya nya?" Cicit Zahirah dengan suara yang merasa bersalah
"Ngga apa-apa Zah! Ayo ah." Mama Rina sambil tersenyum
Dengan cekatan Zahirah menyiapkan piring, dan mengambil makanan, untuknya dirinya dan mamanya
Di sela-sela makan yang hampir selesai, Mama Rina berdehem "Ekhemm.. Zah, apa hari ini kamu baik-baik aja sayang? Apa sebaiknya Kamu tidak bekerja dulu sehari?" Mama Rina bertanya dengan hati-hati.
Zahirah terdiam sejenak, mendongkak, menatap sang Mama dengan tersenyum, hingga menampilkan kedua lesung pipi nya.
"Tidak ada alasan untuk Zahirah tidak baik-baik saja Mama. Jika wanita cantik di hadapan Zahirah ini dalam keadaan baik" Lalu menunduk meneruskan makan nya kembali..
"Sayang.. kamu tidak perlu membohongi keadaan kamu saat ini di depan Mama!" memandang Zahirah dalam tatapan sedih.
"Mama mendengar semua obrolan kamu dengan Zaidan tadi, Tanpa terlewat satupun. Bisakah kamu meminta penjelasan kepada Zaidan kenapa Dia Harus menikah dengan Sarah? " cicit mama Rina dengan pelan
Zahirah menghentikan makan nya, dan duduk secara tegak, memandang sang Mama. Ingin Rasanya Mamanya Tidak perlu membahas hubungannya nya dengan Zaidan saat ini.
mendengar nama itu di sebut saja. Sudah membuat hati Zahirah terasa di tikam.
"Mah... ini memang sulit buat Zahirah. Tapi, apa boleh buat emang jalan nya harus seperti ini. dan insyaallah Zahirah ikhlas mah." menjawab perkataan Mama Rina dengan senyum lembut.
"Mau bagaimanapun mba Sarah adalah kakaknya Zahirah, Dan Zahirah akan berusaha untuk bahagia dengan pernikahan nya ini" Zahirah bersuara dengan berat. sambil memalingkan wajahnya...
Berdiri. Lalu berjalan menghampiri Mama nya, dengan senyum yang sedikit di pertahankan.. ah... berat sekali rasanya..
"Yaudah mah.. Zahirah udah selesai makan nya, Zahirah berangkat dulu ya Mah.. Assalamu'alaikum" sambil menarik tangan Mama dan mencium nya dengan takjim...
__ADS_1
Zahirah benar-benar tidak ingin membicarakan masalah nya dengan Zaidan, Ini sangat berpengaruh dengan mood nya pagi ini.. Apa lagi Zahirah tidak ingin melihat, Tatapan sedih yang di tunjukan sang Mama...
"Wa'alaikumussaalam" jawab Mama Rina dengan pelan...
Selama di perjalanan. Zahirah mempertimbangkan perkataan sang Mamah, memberi kesempatan kepada Zaidan untuk menjelaskan nya..
tapi rasanya.. ah.. sudahlah...
Lebih baik seperti ini saja. Memberi kesempatan tidak nya. Tidak akan bisa merubah keadaan.
poin pertama yang perlu Zahirah lakukan sekarang adalah. Menghindari Zaidan dengan sebisa mungkin. Agar tidak menjadi orang ketiga dari hubungan mereka..
Sesaampai nya di butik Tempat ia bekerja. Fitri sudah menyambut dengan senyuman. Senyum yang tidak bisa menghilangkan raut wajahnya yang khawatir.
"Bebb.. Lu bae aja kan? lu ngga sakit kan? ngga ada yang nyakitin kan?" Zahirah terdiam. dengan perkataan Fitri yang beruntun, membuat Zahirah merasa bahwa Di depan sahabat nya ia tidak akan mampu pura-pura menjadi baik-baik saja..
bagaimana di harus di hadapkan, pada kenyataan yang harus benar-benar ia terima tanpa penolakan. Apalagi Fitri mengetahui permasalahan antara keluarganya Zahirah..
Fitri merasa bersalah, karena kemarin ia tidak bisa menemani Zahirah untuk bertemu Ayahnya. Dan yang paling Fitri khawatirkan, takut Zahirah di lukai oleh istri Ayahnya itu...
Lama terdiam, Zahirah langsung memeluk Fitri dengan sangat erat, Zahirah takut teman satu-satunya ini juga meninggalkannya. Tidak ada lagi rahasia antara Dia dan Fitri, Fitri paling tau keadaan Zahirah. Paling mengerti dan selalu menjadi tameng setiap Zahirah memiliki masalah...
"Fit... Aku hanya punya kamu sama Mamah" ucap Zahirah dengan suara yang parau "Jangan seperti mereka ya Fit, meninggalkan aku dengan begitu saja" dengan suara yang lirih dan tangis..
__ADS_1
Di depan Fitri dia tidak bisa tersenyum dalam keadaan kesakitan. Hanya Fitri satu-satunya orang, yang tidak bisa menerima kebohongan nya...
Tidak berhenti Fitri mengusap-usap punggung Zahirah dengan lembut "Tante Rina dan gua ngga akan pernah ninggalin lu Zah. Dalam keadaan apapun. Gua Janji dengan itu" sambil mengusap air mata Zahirah.
kadang Fitri berfikir. Jika sampai terjadinya pernikahan ini, akan ada banyak hati yang terluka, Fitri juga yakin Zaidan tidak akan langsung mencintai Sarah dengan begitu saja.
Zaidan juga menerima pernikahan ini secara terpaksa karena menuruti kemauan orangtuanya.
Apa lagi Fitri salah satu saksi, Dari Hubungan antara Zahirah dan Zaidan. Bahkan ialah orang yang pertama tau terjalin hubungan nya mereka..
haishhhh Egois sekali mereka..
"Ayo Zah kita masuk, Malu di liatin orang ntar di kira aku nolak kamu, terus kamu mohon-mohon minta aku pacarin" Dengan sedikit Bercanda
Zahirah sedikit menoyor kepala Fitri dengan sedikit kesal
"Amit-amit ya Fit walaupun aku bakal di tinggal nikah, tapi aku masih suka laki" Zahirah merenggut..
pecah sudah tawa Fitri, Fitri tau menghibur Zahirah itu sangatlah gampang, Dan Fitri berjanji selagi Zahirah ada di sampingnya tidak akan membiarkan gadis itu merasa sendiri..
"Ayoo Zah ganti muka jelek lu itu!"
Fitri mencubit gemas pipi Zahirah
"Pekerjaan saat ini benar-benar merindukan kita, " Sambil menarik tangan Zahirah masuk kedalam butik...
__ADS_1
"Ayook let's go"