
Ketidakmampuanku untuk melupakanmu, menjadikan sebuah aib besar karena nyatanya cintaku untukmu ini masih tersimpan rapih tidak ada yang mengetahui.
Sejak kecil Aku sudah menjadi pembohong besar. Aku orang yang tidak pernah menjadi jujur sejujurnya tentang perasaanku, kepada keluarga, teman, rekan kerja, bahkan kepada diriku sendiri.
Sebenarnya Aku ingin menjadi orang yang egois, tapi tidak pernah bisa. Setiap apa yang menjadi keputusanku orang-orang selalu menyalahkanku tentang itu.
Beberapa bulan ini karena aku merasa kamu telah menjadi raja di hati wanita lain, aku mencoba menata kembali hati ini, agar siap menerima kehadiran seseorang yang mungkin kedepannya akan menjadi imamku. Tapi setelah apa yang Aku ketahui tentangmu kemarin membuat pertahanan ku menjadi goyah kembali. Cintaku masih tetap sama seperti terakhir kali kamu meninggalkanku pergi.
Terserah orang lain mau menyebut ku sebagai wanita seperti apa, inilah aku dengan apa yang aku ketahui dan aku rasakan.
Lima belas menit terlewati tanpa adanya yang memulai membuka pembicaraan. Mereka berdua sibuk dengan imajinasinya masing-masing.
Fitri menatap wajah Zaidan antara, sedih, kecewa, benci, marah, dan kasihan. Mereka yang beberapa bulan kemarin masih dekat, bertengkar, bergurau ramai ketika bertemu. Hari ini seperti orang asing yang tidak pernah saling mengenal.
"Kamu mau bertanya tentang apa Fit?" Tanya Zaidan menatap Fitri sekilas
Fitri menghela nafas berat, sebenarnya Dia sudah mempersiapkan segalanya sejak kemarin. Tapi melihat kondisi Zaidan yang memprihatinkan seperti sekarang membuat Fitri sedikit tidak tega. Mau bagaimanapun Lima Tahun sama-sama itu tidaklah sebentar.
"Gimana kabar lu Zai?" Ucap Fitri lemas
__ADS_1
"Tidak perlu basa-basi menanyakan kabarku seperti apa, karena aku tau kamu tidak akan membuang waktu kamu yang berharga hanya untuk mengetahui keadaanku sekarang seperti apa" Jawab Zaidan mengalihkan pandangannya keluar, Fitri yang mendengarnya pun kembali menghela nafas berat
"Gua nggak bermaksud ikut masalah rumah tangga lu ya sekarang, jika Zahirah tidak ada di dalamnya. Gua disini bicara sebagai sahabat Lu dan Zahirah" Fitri bicara sepelan mungkin agar tidak terdengar orang lain, dan Zaidan mulai mendengarkan dengan serius
"Sebenarnya Gua kecewa benar-benar kecewa sama Lu. Tapi di samping itu dulu kita pernah berteman dekat, dan dari kita bertiga sudah hapal dengan sikap kita masing-masing" Lanjut Fitri lemas, ia akan berusaha tidak tersulut emosi hari ini.
"Tiga Hari yang lalu Sarah menemui Zahirah dan Gua" Ucap Fitri menunduk
Zaidan terlonjat kaget mendengarnya, berani sekali Sarah menemui Zahirah.
"Zaidan, gua mohon jangan libatkan kembali Zahirah dalam lingkungan keluarga kalian. Tidak cukupkah akhir-akhir ini Zahirah kalian lukai?" Fitri menatap Zaidan intens
"Apa yang Sarah lakukan pada Zahirah ketika kalian bertemu?" Ucap Zaidan
"Sarah banyak melontarkan kata-kata sama persis seperti ucapan orang tua lu. Dan bahkan menampar Zahirah di tempat umum"
__ADS_1
Zaidan makin dibuat terkejut dengan ucapan yang barusan Fitri lontarkan, Zahirah di tampar. Kurang ngajar sekali wanita sial\*an itu Pikir Zaidan
Fitri melihat kemarahan di wajah Zaidan. "Lu nggak perlu takut, Gua udah balas Dua kali lipat dari itu" Zaidan menghela nafas lega, setidaknya Zahirah masih ada yang membela
"Itu hanya bagian kecil dari pembahasan kita hati ini" Fitri menjeda ucapannya
"Bisakah lu ngeyakinin Zahirah buat terima Reza sebagai kekasihnya. Sudah menjadi rahasia umum di antara kita kalau Reza mencintai Zahirah"
Hati Zaidan sakit mendengar ucapan Fitri barusan, meyakinkan Zahirah untuk mencintai sahabatnya sendiri? Itu sama saja menyiram air cuka pada luka yang sedang menganga
"Kita mengenal Reza sangat baik, bukan?" Fitri masih menatap Zaidan
"Fit, setiap waktu aku selalu mengusahakan agar secepatnya terlepas dari pernikahan gila ini" Zaidan berucap lemas
"Zai. Gua masa bodo tentang apa yang Lu alamin sekarang, bagi Gua bagaimana caranya agar Zahirah seratus persen benar-benar move on dari Lu! Bukan berarti setelah ku cerai lu bisa milikin Zahirah seutuhnya, tanpa ada gangguan dari keluarga gila Lu itu" Fitri bicara sedikit frustasi
"Pernikahan bukan hanya melibatkan Lu dan Zahirah. Keluarga juga berperan penting di dalamnya. Gua yakin seyakin-yakinnya bagaimana Lu mencintai Zahirah. Tapi Gua nggak percaya jika Zahirah jadi bagian dari keluarga Ku akan akan di perlakukan seperti apa"
__ADS_1
"Jangan egois Zai, mencintai bukan berarti kita harus memiliki bukan? Jika Lu benar-benar mencintai sahabat Gua lu akan mengusahakan dia akan bahagia, walaupun bukan sama Lu yang di sampingnya"