Zahirah

Zahirah
Episode 33


__ADS_3

"Apa definisi Imam yang baik menurut kamu?"


Zahirah menoleh menatap laki-laki tampan di depannya ini dengan senyum.


"Ketulusannya dalam mencintai aku dan agamaku" Jawab Zahirah mantap


"Zahirah... aku adalah orang yang baru mualaf. Tolong ajarkan aku tentang indahnya agama kita dan duniamu" Ucap pria dengan serius


"Apa selama satu tahun terakhir ini kamu masih belum menemukan betapa indahnya agama kita dan ajarannya?" Tanya Zahirah balas menatap pria itu dengan senyuman yang tidak lepas


"Aku mencintaimu Zahirah" Ucap laki-laki itu tegas


"Aku tau" timpal Zahirah


"Apakah kamu menjadi seorang muslim seperti ini, dengan adanya sesuatu yang ingin kamu gapai? Bukan karena ingin mendapatkan Rhido-Nya?" Zahirah menatap wajah lelaki di depannya ini dengan serius


"Jika sampai kamu tidak mendapatkan apa yang kamu inginkan setelah menjadi muslim, lalu kamu akan meninggalkan nya? dan kembali lagi pada agama mu sebelumnya?"


"No! Zahirah I love you, and I also love our religion. You understand?" Jawab laki-laki itu cepat


"Aku tidak akan seberani itu untuk mempermainkan sebuah agama Zah! Jikapun awal-awal aku memeluk agama Islam karena mu, tapi serius untuk sekarang aku benar-benar ingin menggapai ridho-Nya"


Zahirah tersenyum


"Definisi Imam yang selalu aku inginkan, bukan hanya dia mencintaiku atau agamaku. Tapi, aku juga mencintainya" Zahirah bicara tegas


"Apa tidak ada cinta sedikitpun untuk Aku Zah?" Tanya laki-laki itu sendu


"Aku menyayangimu seperti Kaka ku sendiri, dan Kamu tau itu!" Jawab Zahirah terkekeh


"Sudah pasti seperti ini jawabannya" Ucap laki-laki itu lemas


"Reza... Sudah kali berapa aku menolakmu tapi kamu tidak bosan sakit hati, sepertinya" Zahirah bicara dengan sedikit tertawa


"Ya kembali pada poin satu"


"Apa?" tanya Zahirah


"I love you Zah. Masih belum ngerti juga. heran deh"


Zahirah tertawa mendengarnya, Reza menatap Zahirah lalu ikut tertawa. Lucu memang jika di hitung sudah pulahan kali Reza menyatakan cintanya, dan dengan tidak kreatifnya Zahirah setiap ia menyatakan cintanya jawabannya tidak akan pernah berubah, Kamu akau anggap sebagai Kakak ku...


Tapi tidak apa-apa, melihat Zahirah tertawa lepas seperti ini membuat ia merasa lega. Walaupun ia tidak akan pernah tau isi dalam hati Zahirah seperti apa.




Zaidan Masuk ke dalam kamar, ia sedikit kesal melihat meja kerjanya terlihat rapih, itu tandanya orang yang sangat tidak ingin ia temui sudah kembali sepertinya.



Ia melemparkan tasbya dengan asal, mengacak rambutnya frustasi. Tiga hari ini ia merasa tenang dengan tidak adanya Sarah. Tidur dalam keadaan nyenyak bangun dalam keadaan segar. Dan malam ini harus kembali tidur di sofa.



"Ahhhh sialan" Zaidan melemparkan dasinya ke meja



"Mas sudah pulang?" Sarah baru keluar dari kamar mandi, menggunakan kimono dan handuk di kepalanya. Mungkin jika suami biasanya akan senang mendapati istrinya hanya berpakaian seperti ini.


__ADS_1


Tapi, berbeda dengan Zaidan, Zaidan menatap Sarah jijik bercampur kesal



"Sarah tidak tau kalo mas udah pulang, jadi Sarah tidak membawa baju ganti ke kamar mandi" Sarah seperti dapat membaca apa pikiran Zaidan



"Kenapa Kamu pulang? seharusnya kamu tidak perlu kembali ke rumah ini!" Ucap Zaidan pelan, tanpa menatap Sarah



"Sarah akan selalu ada di manapun Suami Sarah tinggal" Jawab Sarah menatap Zaidan melalui cermin



Haha haha haha haha



Zaidan tertawa keras menatap Sarah tidak percaya, Sarah menautkan alisnya heran kenapa Zaidan tiba-tiba tertawa seperti ini, pikirnya



"Suami? Suami apa yang kamu maksud Sar? Saya?" Tanya Zaidan di sela-sela tawanya



"Lalu siapa lagi kalau bukan Mas?"



"Saya suami Kamu, dan kamu siapa Saya. Benalu!" Ucap Zaidan menohok




"Iya benalu! Kamu benalu bagi hidup Saya Sarah! Kau menghancurkan mimpi Saya bersama orang yang sangat Saya cintai, kmau menghancurkan ikatan ibu dan Anak. Dan kamu membuat Saya membenci keluarga Saya sendiri" Teriak Zaidan tepat di hadapan Sarah.



"Saya sangat membenci kamu Sarah sangat! Tiga bulan ini saya hancur, tiga bulan ini saya hidup tanpa arah, dan tiga bulan terkutuk ini saya seperti hidup di atas bara. Dan tidak tau malunya Anda masih ingin mempertahankan rumah tangga sialan ini"



"Semenjak kita menikah apa kamu pernah melihat saya bahagia Sarah? Saya terluka dengan pernikahan ini Sarah, sungguh! Ini bukan sebuah pernikahan yang saya impikan, apalagi kamu. Saya tidak menginginkan kehadiran kamu, Sangat! Say-"



"Mas Stop. Ucapan Mas Zaidan melukai Sarah!" Ucap Sarah lemah



"Pikirkan baik-baik kamu mundur, atau bertahan tapi semakin terluka!" Ujar Zaidan sebelum meninggalkan Sarah



Zaidan menutup pintu keras ia keluar menuruni tangga dengan cepat, ia berhenti salah satu kamar, membukanya perlahan



"Eh Aku pikir hanya ada Kak Raisa" Zaidan menghampiri suami istri itu lalu duduk di seberang nya

__ADS_1



"Santai Zai" Ucap Panji tersenyum



"Sudah makan Zai?" Tanya Raisa



"Sudah tadi" Zaidan menyenderkan kepalanya di sofa



"Kamu seperti habis menangis, apakah kamu bertengkar lagi sama Sarah?" Tanya Raisa hati-hati, Panji menyikut tangan Raissa pelan



"Aku merindukan Zahirah" Jawab Zaidan sendu, ia menutup wajahnya dengan bantal sofa



Panji dan Raissa saling pandang, sudah lama sekali mereka tidak mendengar nama Zahirah. Raissa merasa prihatin dengan apa yang sedang terjadi pada adiknya tapi mau bagaimana lagi, ia tidak bisa membantu



"Jika kamu ingin menemuinya aku bisa temani Zai" Ucap Panji serius



Zaidan menatap Kakak Iparnya tersenyum sendu.



"Aku tidak memiliki keberanian sebesar itu untuk menemui nya Kak, setelah apa yang di lakukan Bunda pada Zahirah waktu itu. Apalagi setelah Zahirah memanfaatkan Bunda dengan cuma-cuma, membuat aku semakin merasa bersalah Kak" Zaidan menatap Panji dan Raissa secara bergantian



Panji dan Raissa mengangguk. membenarkan apa yang di katakan Zaidan barusan



"Aku ingin lepas dari pernikahan ini. Aku ingin bebas, sekalipun aku tidak bisa menikahi Zahirah setidaknya aku tidak ingin hidup bersama wanita itu Kak! Aku tersiksa aku terbelenggu dengan semua ini"



"Aku orang yang bodoh, aku tidak bisa memperjuangkan cintaku, aku telah mengecewakan orang yang aku cintai" Zaidan menangis terisak.



Raissa yang mendengarnya pun ikut meneteskan air matanya, seterluka inikah adiknya. ia menghampiri Zaidan lalu memeluknya



"Maaf kan Mba Zai. Mba tidak bisa membantu kamu" Zaidan menangis di pelukan Kakanya



Di belakang pintu Sarah memukul dadanya keras, Sakit, lebih sakit dari yang tadi. Sarah sengaja mencari Zaidan setelah berpakaian Sarah mengkhawatirkan suaminya takut terjadi apa-apa, dan apa sekarang yang ia lihat.



Sarah berjalan dengan air mata yang masih membanjiri wajahnya, dengan tangan yang masih setia memukul dadanya

__ADS_1



"Sarah"


__ADS_2