Zahirah

Zahirah
Tangisan Sarah


__ADS_3

Jam dinding di hotel sudah menunjukkan pertengahan malam. Tiga gadis masih bercerita di atas tempat tidur


Indah Yang paling banyak cerita. Menceritakan tentang masa lalu di kota Bandung ini. Walaupun sebelumnya Indah pernah cerita sama Zahirah. Tapi tidak semuanya Indah ceritakan. Fitri dan Zahirah hanya menjadi pendengar setia


Sungguh Fitri tidak menyangka Lika liku kehidupan bosnya berat seperti ini..


"Saya pikir Mba Indah belum menikah. Mba Indah matre, pengennya cowok yang duitnya tebal. maksimal nya yang lebih kaya gitu" Fitri berucap, dengan mata yang memandang atap kamarnya..


"Ya iyalah Saya mah suka uang. Saya matre! dengan uang, jangankan membeli kebahagiaan. membeli harga diri manusia aja bisa"


Zahirah menoleh menatap Indah, "Kan kebahagiaan bukan tentang uang saja Mba! Kita tidak selamanya muda. ketika kita tua kita membutuhkan pasangan. Anak untuk menjaga kita" jawab Zahirah


"Saya sudah tidak butuh pasangan! Kalo perihal anak, Banyak anak di panti asuhan yang ingin memiliki orang tua. Saya bisa ambil, bahkan saya mampu menghidupi 10 orang anak sekaligus!"


"Tapi kan beda dengan darah daging sendiri Mba!"


"Dan saya harus menikah dulu baru memiliki anak begitu? Big no Zahirah! Saya tidak ingin ada ikatan apapun bersama laki-laki" Ucap Indah tegas


"Emang setelah kamu di tinggalin nikah begini masih mau menjalin hubungan sama cowok Zah?" Tanya indah menatap Zahirah serius


"Ya iyalah mau! Emang setelah aku di patahkan oleh satu laki-laki. Aku akan menolak lamaran laki-laki lain begitu?"


"Nikah itu menyempurnakan separuh agama kita. Nikah itu Ibadah yang paling panjang, pahalanya juga ngga main-main! masa kita menyia-nyiakan itu?" Jawab Zahirah tegas


Zahirah duduk menatap kedua orang di sebelah nya ini satu persatu. Masa ya mereka tidak ada niatan ingin menikah sama sekali. Apa jangan-jangan mereka tidak tertarik sama laki-laki. Zahirah menggelengkan kepalanya


Fitri sama Indah menatap Zahirah heran.


"Awas kalo lu ngebayangin gua yang nggak-nggak! lahir batin gua normal Zah! Gua masih tertarik sama cowok!" Ucap Fitri jengkel. seolah ia mengerti apa yang di pikirkan Zahirah barusan..


Zahirah nyengir kuda..


"Kalo saya sendiri bukan masalah tertarik atau tidaknya sama laki-laki! Hanya saja bila harus terikat dalam hubungan saya sudah mati rasa. Jadi kalo misalkan kalian tau saya dekat dengan laki-laki, ingat! Saya hanya menyukai uangnya saja." ucap Indah panjang lebar..


Fitri dan Zahirah hanya mengangguk patuh, mau bagaimanapun Bosnya ini emang susah untuk di kalahkan ketika bicara


Obrolan mereka berlangsung lama. Menceritakan kehidupan nya masing-masing. Hingga dini hari mereka baru terlelap..




Sebulan sudah pernikahan Zaidan dan Sarah.


Zahirah mampu mengikis sedikit perasaan nya terhadap Zaidan. Satu bulan ini Zahirah benar-benar berusaha menghindar. Tidak sekali dua kali Zaidan mengirimkan pesan atau telpon. Tapi Zahirah mencoba tidak memperdulikan nya sama sekali. Walaupun rasa rindu kadang-kadang mampir menyergap hatinya...



Zaidan sendiri masih tetap berusaha menemui Zahirah. Mendatangi butik setiap hari sepulang kerja, tapi butik menutup akses untuknya..



Hari ini tepat jam sembilan malam ia baru sampai di kediaman nya. Rumah sudah sepi, bahkan Sarah yang biasanya duduk menunggunya di ruang makan pun tidak ada. tapi Zaidan acuh, ada tidak adanya Sarah menurutnya sama saja. Tidak akan merubah apapun.



Zaidan masuk ke kamar, Ternyata lampu kamarnya sudah mati. ia menyimpan tasnya di meja, mengambil baju di lemari berjalan ke masuk ke arah kamar mandi..



Setengah jam berlalu ia berada di kamar mandi, Zaidan keluar sudah rapi dengan pakaian tidurnya. Ternyata lampu kamarnya menyala. Ketika Zaidan berjalan menuju meja tempat kerjanya. Zaidan di kagetkan dengan penampilan Sarah.



Sarah berdiri memakai gaun malam yang benar-benar tipis. menerawang tubuh polosnya. Bukannya nafsu, Zaidan malah menatap Sarah jijik..



"Untuk apa kamu memakai baju seperti ini?" Ucap Zaidan mencoba cuek.



"Mas.. Kapan kamu akan melaksanakan kewajiban mu sebagai suami? Aku lelah menghadapi sikap dingin mu ini!"



Sarah mencoba memegang tangan Zaidan, Tapi Zaidan menepisnya secara kasar



"Apa satu bulan ini, tidak cukup untuk kamu menyadari perasaan Saya Sarah?"



Zaidan berbicara duduk di sofa, memangku laptop nya. tanpa menatap Sarah



"Apa kurangnya aku sebagai istri? Aku selalu memenuhi kewajiban ku terhadapmu"

__ADS_1



Sarah masih berdiri. menatap Zaidan sedih..



"Pakailah pakaian mu seperti biasanya! Saya tidak ingin mengotori mata!"



Sarah melihat penampilan nya. Ia sungguh malu. Sarah bergegas ke ruangan ganti, mengambil kimono lalu memakainya. ia berjalan mendekati Zaidan.



"Apa Mas Zaidan tidak mencintai aku Mas?" Ucap Sarah sedih



Zaidan masih tetap acuh..



"Aku selalu melakukan yang terbaik buat kamu. Aku selalu menghormati mu. Dan Aku mencintaimu"



"Jika mas Zaidan masih belum menerima ku sebagai istri. anggap saja aku ini teman Mas. Kamu bisa bercerita kepadaku, Agar hubungan kita tidak sedingin ini" Ucap Sarah masih terus memaksakan senyum.



Zaidan menatap Sarah serius



"Apa kamu akan mendengarkan cerita Saya Sarah?" Sarah mengangguk senyum..



"Baiklah.. Sampai detik ini Saya masih mencintai wanita yang sama. Dan saya tidak akan bisa menerima wanita baru, dalam hidup saya. termasuk kamu!"



Hilang. senyum Sarah hilang. Jadiselama sebulan ini, Zaidan bukan tidak terbiasa karena kehadiran dia. Tapi, Zaidan mencintai wanita lain. Pikirnya..




"Jadi sekarang kamu tau, alasan saya kenapa seperti ini"



"Apa Mas masih berhubungan sama wanita itu?" Tanya Sarah dengan suara yang bergetar



"Wanita yang saya cintai tidak semurahan itu! menjalin hubungan bersama suami orang" Ucap Zaidan tegas menatap Sarah..



Sarah merasa bahwa semuanya ini mimpi.



"Dia wanita baik-baik, Tidak mudah saya mendapatkannya. Selain cantik Dia memiliki keistimewaan yang wanita lain tidak miliki. Dan sungguh saya tidak akan pernah berhenti mencintai nya" Tutur Zaidan, memejamkan matanya, membayangkan betapa ia sangat mencintai Zahirah



Sarah mere\*\*s Sofa dengan kencang. Air matanya ia tahan agar tidak keluar. Ini bukan pernikahan yang ia impikan, ini bukan tipe suami yang selalu ia minta sama Tuhan..



"Mendengar kenyataan ini, apakah kamu berkeinginan mundur Sarah?" Zaidan menatap wajah Sarah penuh harap.



Dengan Zaidan menceritakan sedikit kisahnya bersama Zahirah ia ingin sekali agar Sarah yang mundur, agar ingin bercerai darinya



"Saya ingin mengejar cinta saya kembali, sebelum terlambat!" Ucap Zaidan lirih..



Air mata Sarah akhirnya luruh juga. menatap wajah Zaidan penuh kecewa. Sungguh nasibnya ini sangat memalukan..



"Aku tidak akan mundur Mas! Kalau Mas Zaidan ingin memperistri wanita itu silahkan! Sarah mengizinkan nya, Asalkan mas mampu berbuat adil terhadap keduanya!"

__ADS_1



"Jikapun saya akan menikahi nya, saya tidak akan bisa berbuat adil! karena cinta saya tidak akan pernah terbagi" Zaidan menatap Sarah intens



"Kenapa? Aku juga sama istri mas!"



"Ingat! saya tidak mencintai mu Sarah!"



"Jika mas Zaidan tidak mencintaiku, kenapa bersedia menikah denganku?"



"Karena kedua orang tua kita. Mengancam saya. jika saya tidak bersedia menikahi mu mereka akan mencelakai kekasih saya"



Mengejutkan kembali. Mana mungkin Ibunya memiliki sifat seperti itu. Jelas-jelas Ayah Zaidan yang datang ke rumah ingin melamarnya.



Sarah menggelengkan kepalanya. Sungguh kenyataan ini sangat membuat kepalanya pening, hatinya terasa sangat perih...



"Saya hanya mampu menikahi mu. Tapi tidak mencintai mu. Cukup Sarah sampai disini saja kami berusaha memikat hati saya!"



Nyess hati Sarah perih mendengar penuturan tegas Zaidan barusan. Berhenti, tidak mungkin!



"Kita tidak akan pernah bisa bersatu. Jangan jadi wanita bodoh karena mencintai laki-laki yang jelas-jelas tidak mencintai kamu Sarah" Lanjut Zaidan



"Sarah akan tetap memperjuangkan Mas selagi Sarah mampu. Sarah mencintai mas Zaidan tulus. Sarah akan berusaha membuat Mas mencintai Sarah seperti mas mencintai wanita itu!"



Zaidan menatap Sarah tidak percaya, apa ucapan Zaidan barusan tidak membuatnya mengerti?



"Kamu jangan egois Sarah! Kamu perlu juga bahagia. Jangan terus menyiksa diri dengan hidup bersama saya!"



"justru kebahagiaan Sarah ada pada mas Zaidan!"



Zaidan menatap Sarah jengkel. Sarah sangat keras kepala.. Zaidan bangun mengacak rambutnya frustasi.. kembali menatap Sarah dengan sorot mata yang tajam..



"Sudah saya katakan selamanya saya tidak akan bisa mencintai wanita lain! Mengertilah Sarah. Saya sangat membenci pernikahan ini!" ucap Zaidan dengan suara yang tertahan menahan marah..



Zaidan berlalu keluar kamarnya dan membanting pintu secara kasar..


meninggalkan Sarah yang menangis terisak..



"Bukan aku yang egois tapi Dia. Apakah Mas Zaidan tidak merasa dosa telah mencintai wanita lain selain istrinya? hingga dia telah melalaikan kewajibannya sebagai suami" ucap Sarah terisak.



Sarah masuk ke kamar mandi, menatap wajahnya di cermin. Membuka kimono nya, lalu melihat lengeri yang sedang ia pakai, Sarah menarik nya dengan kencang, lalu merobek-robek nya. Sungguh malam ini ia merasa sangat malu.



Pernyataan Zaaidan sungguh benar-benar mempermalukannya. menjatuhkan harga dirinya. Jadi, selama ini apa yang Sarah duga bahwa Zaidan tidak menyukainya itu benar.



Sarah mengacak-acak rambutnya frustasi. Ia berdoa dalam hati agar semua yang terjadi beberapa lalu ini hanyalah sekadar mimpi



"Ibuu... Sarah ingin memeluk ibu" Sarah menangis di bawah guyuran air

__ADS_1


__ADS_2