
"Bagus kan Kak?" Ucap Nadira memperlihatkan beberapa desain pakaian yang telah ia buat. Zahirah mengangguk semangat.
Kecanggungan benar-benar terjadi di antara mereka semua, termasuk Zaidan dan Sarah. Reza dan Fitri yang bersebelahan pun enggan mengeluarkan suara nya, mereka menyibukkan diri mereka memainkan handphone nya masing-masing
Zaidan merutuki kebodohannya karena mengiyakan mengantar adiknya dan Sarah ke Mall. Jika akhirnya akan bertemu Zahirah, ia akan lebih memilih beradu mulut bersama Tante nya. Zaidan memperhatikan interaksi dua wanita kesayangan itu, dengan Nadira yang tidak melepaskan rangkulan tangannya pada Zahirah. Dulu ia memang senang melihat pemandangan seperti ini, tapi untuk sekarang ia merasa tidak enak hati pada Zahirah dan teman-temannya
"Aku udah bisa kalahin Kakak dong ya?" Gurau Nadira pada Zahirah
"Banget. Kamu udah ngalahin Aku banget ini mah" Jawab Zahirah. Nadira tertawa menanggapi ucapan Zahirah barusan
"Sekalian Kita nonton bareng yuk?" Ajak Nadira menatap satu persatu orang-orang tersebut
"Nggak bisa" Jawab Fitri tanpa menatap Nadira
"Please kak" Mohon Nadira pada Fitri
"Kita disini bukan main Ra! Kita lagi ngerjain beberapa kerjaan yang harus beres hati ini juga, jika kalian ingin nonton silahkan saja nonton, tidak perlu mengajak Kami" Fitri bicara tegas, Zahirah menggelengkan kepalanya menatap Fitri kesal
Nadira menunduk sedih "Sudah lama kita tidak bertemu, apa untuk nonton saja kalian tidak bisa. Ya Aku tahu Kak Zahirah sudah putus sama Mas Zaidan, bukan berarti kalian menjadi musuh kan Kak?" Nadira menatap Fitri
Fitri balas menatap Nadhira tajam "Lu bukan anak SD yang gak ngerti permasalahan Kita. Lu udah dewasa! Udah bisa menyimpulkan apa yang terjadi di antara Gua dan teman-teman Gua. Hari Beda dengan hari terakhir kita bertemu! Jadi jangan sok asik Lu" Ujar Fitri pedas yang masih terus menatap Nadira sengit
Zaidan memijit pelipisnya pelan. Ia bingung harus menjelaskan darimana pernikahan ini sampai terjadi "Fitri ngomongnya nggak gitu juga Fit" Zahirah menatap Nadira tidak enak
"Benar apa kata Fitri, mereka sedang ada kerjaan disini. Aku pun sedang ikut membantunya, mereka tidak ada waktu luang jika hanya untuk menonton bioskop" Ucap Reza pelan tapi tegas, menatap Nadira, Zaidan, dan Sarah secara bergantian
"Maaf Kami sudah mengganggu waktu kalian" Ucap Zaidan sambil menarik tangan Nadira kencang
Nadira berjalan mengikuti kemana Zaidan menyeret tangannya pergi. Dan Sarah mengikuti mereka berdua
Ketika sudah merasa jauh dari meja Zahirah tadi, Zaidan melepaskan tangan Nadira kasar "Lain kali jangan seperti itu lagi jika bertemu Kak Zahirah dan teman-temannya" Zaidan menatap Nadira nyalang
Nadira berdecak kesal " Kak Zahirah sendiri juga welcome sama Aku, kenapa kalian yang ngatur-ngatur?"
"Sekarang kita sudah beda NADIRA" Zaidan membentak Nadira di depan wajahnya
"Mas kamu apa-apaan sih" Sarah menghampiri Nadira ingin menggenggam tangan Nadira, tapi Nadira menepis tangan Sarah kasar
__ADS_1
"Pasti gara-gara wanita ini kan" Nadira menunjukkan jari telunjuknya tepat di wajah Sarah
Nadira menghapus air matanya kasar "Nggak usah bentak-bentak kaya gitu aku malu di lihat orang" Ucap Nadira sebelum berlaliri pergi meninggalkan sepasang suami-istri itu
Zaidan meraup wajahnya kesal. Ini adalah kali pertamanya ia meninggikan suaranya pada gadis itu. Sarah menundukkan kepalanya merasa bersalah.
"Ayo pulang" Ajak Zaidan pada Sarah
"Sial\*an gila emang gila bos Lu itu" Fitri mengumpat segala hal bahkan binatang-bintang yang tidak salah pun ia salahkan
"Reza lu" Fitri menatap wajah Reza kesal
"Rasanya gua pengen banget buat wajah sok cakep Lu itu babak belur" Ucap Fitri memandang wajah Reza gemas
Reza bergidik ngeri "Bukan Bos Lu yang Gila, tapi Lu sendiri yang gila, Sial\*an"
"Mamahhhhhhh......" Zahirah berteriak frustasi
"Kenapa dia yang enak-enak otak Gua yang malah di bikin kesusahan"
__ADS_1
"Acara liburan yang udah Aku rancang jadi berantakan gini Fit" Ucap Zahirah lesu
Pasalnya jam dinding di rumah Reza sudah menunjukkan jam sembilan malam, dan ia tidak beranjak pergi meninggalkan laptop dan beberapa dokumen yang dari tadi ia kerjakan, terkecuali untuk melaksanakan beberapa kali sholat fardhu
"Aku bisa di gantung hidup-hidup kalau ini tidak cepat selesai" Ucap Zahirah melemah
"Kalian pulang aja, biar Gua yang kerjakan ini semua" Ucap Reza enteng sambil memakan popcorn yang tadi Zahirah beli
"Reza Sahabat kuuuu" Zahirah menatap Reza tidak percaya. Ia seperti mendapat kan air segar di tanah yang tandus hingga bisa melepaskan dahaganya
"Lebay" Ucap Fitri menoyor kepala Zahirah
"Reza beneran ihhh" Zahirah memastikan ucapan sahabatnya
"Makanya sonoh pada pulang udah malam ini"
"Makasih Reza" Zahirah berhambur memeluk Reza
"Lepasin Zahirah badan Lu bau keringat banget" Zahirah melepaskan pelukannya ia tersenyum malu-malu menatap Reza
__ADS_1