
Zahirah mematut dirinya di depan cermin. Seperti biasa gamis hitam adalah warna favorit nya, Hari ini, hari Minggu. Fitri dan Zahirah hari ini dapat tugas memeriksa butik di mall. Memeriksa keadaan butik disana. Anggap saja ia akan berlibur sebentar..
Setelah selesai berdandan, Zahirah keluar mencari Mama Rina untuk meminta Izin.
Zahirah berjalan ke arah taman belakang, ternyata seperti biasa, jam segini Mamanya sedang menyirami tanaman.
Zahirah langsung menghampiri Mama nya..
"Hari ini Zahirah kebetulan mau cek butik yang ada di mall x mah. Apa Mama mau menitip sesuatu?" Ucap Zahirah semangat
Mama Rina tersenyum "Tidak mau nitip apa-apa, tapi tolong usahakan hari ini setelah pulang kerja jangan main dulu ya! Langsung pulang aja okey?"
"Zahirah selalu mengusahakan pulang tepat waktu Mah" jawab Zahirah
"Baguslah! kamu hati-hati ya di sana" Mama Rina mengelus pucuk kepala Zahirah lembut.
"Bodyguard Zahirah selalu standby Mah tenang saja!" Ucap Zahirah cekikikan, membayangkan bagaimana Fitri
Mama Rina tertawa mendengarnya, Ia lupa ada Fitri yang lebih jauh posesif nya dari dirinya sendiri..
"Assalamu'alaikum Mama" Zahirah mencium tangan kanan Mamanya lembut
"Waalaikumussalam" Jawab Mama Rina tersenyum..
Setalah sampai di mall yang mereka tuju. Zahirah celingukan mencari Fitri, katanya ada di depan pintu masuk.. Tepat matanya menoleh ke arah kanan di sana Fitri sedang berdiri. sepertinya ia sedang kesal..
Pakaian Fitri sangat bertolak belakang sama pakaian yang sedang di kenakan Zahirah. Zahirah memakai pakaian yang agamis. Sedangkan Fitri memakai. Baju kaos crop top yang melihatkan pusar mulusnya, celana jeans sepaha, dan memakai topi.
Zahirah berlari kecil menghampiri Fitri.
"Gua pengen banget ngerasain orang-orang nungguin gua. Bukan gua yang nungguin orang lain" Fitri bersungut-sungut menatap Zahirah yang baru sampai..
Zahirah terkikik geli melihat wajah Fitri yang memang terlihat sangat kesal.
"Selain jadi wanita baperan, sungguh lu itu lelet Zah dan gua gak suka itu" Ucap Fitri kesal
"Maaf nyonya di jalan sangat macet!" Jawab Zahirah tersenyum
Zahirah menarik tangan kanan Fitri untuk ia gandeng. Fitri hanya manut pasrah mengikuti langkah Zahirah..
Ketika ia sampai di lantai Tiga.. Ia langsung mendapatkan sambutan dari pekerja butik di Mall tersebut. Zahirah mengangguk sopan, dan Fitri hanya cuek.
Fitri duduk di sofa menaikan kedua kakinya, keatas meja memainkan game online serius
"Apakah Barang pesanan kita dari Negara XX sudah tiba" Zahirah bertanya ke salah satu pegawai yang sedang mengikutinya di belakang.
"Belum sampai Mba! Mungkin esok atau lusa." Jawab pegawai tersebut. Zahirah manggut-manggut mengerti..
Zahirah berjalan mengitari Butik tersebut, memeriksa satu persatu rak pakaian yang ada di sana.
Satu jam berlalu, Zahirah masih tetap dengan pekerjaan dan Fitri sama, masih fokus dengan game yang masih di mainkan nya...
"Mba yang ini ada size nya tidak?" Tanya seorang wanita,
Suara itu Zahirah seperti mengenali nya. Zahirah membalikan badan, memastikan bahwa pendengaran nya tidak salah. Zahirah menatap pasangan suami-istri itu dengan terkejut.
Zaidan Juga sama halnya. Ia terkejut sekaligus bahagia bisa memandang Zahirah sedekat ini, walaupun Zahirah menutupi setengah wajahnya oleh masker. Tapi, Zaidan tahu bahwa wanita yang di depannya ini ialah Zahirah
Zaidan diam mematung menatap Zahirah dengan mata yang penuh rindu.
__ADS_1
"Mba aku tanya lohh!" Sarah kembali bicara
Cepat Zahirah menguasai keterkejutan nya.
"Sepertinya masih ada mba. Saya tanya dulu ke pegawai yang lain ya" jawab Zahirah..
Zahirah berlalu tanpa menunggu jawaban dari pasangan itu.
"Lu kenapa kaya anak SD di kejar setan begitu Zah?" Fitri memperhatikan Zahirah mengobrak-abrik pakaian.
"Yang lain kemana sih?"
"Istirahat cuy"
Sarah yang lama menunggu pun gegas menghampiri Zahirah
"Ada mba?" Tanya Sarah menghampiri Zahirah, dengan Zaidan yang mengikutinya di belakang
Zahirah dan Fitri menoleh ke asal suara. Fitri terkejut sampai ia berdiri. Apa mata Fitri tidak salah lihat ini
"Nyari apa kamu?" tanya Fitri ketus. menghampiri Sarah dan Zaidan..
Sarah memperlihatkan pakaian yang ia pegang kepada Fitri
"Saya mau beli gamis yang ini, Tapi size nya yang lebih kecil" Jawab Sarah ramah
"Ngapain kamu liatin saya begitu?"
"Wah mba pegawai butik Atasania yang di jalan X ya?" tanya Sarah girang
"Ya terus kalo iya kamu mau ngapain?" jawab Fitri acuh
"Tidak apa-apa mba. Berarti mba ini, mba Zahirah dong ya?" Tanya Sarah beralih menatap Zahirah
Zahirah mengangguk. melepaskan maskernya nya. lalu tersenyum ramah
"Iya mba"
Sedari tadi Zaidan hanya diam memperhatikan ketiga wanita yang ada di hadapannya. Zaidan bingung ia harus bicara apa.. Kenapa harus bertemu Zahirah dalam keadaan seperti sekarang..
"Mba Zahirah bagaiman kabarnya? Sudah dapat pasangan kembali belum?" Tanya Sarah
"Alhamdulillah mba kabar saya baik. Kabar mba gimana? udah ada tanda-tanda isi belum?" Zahirah bertanya hati-hati,
Menatap Sarah dan Zaidan secara bergantian. Dadanya seperti terbakar karena pertanyaan nya sendiri
"Masih berusaha mba, minta doanya saja!" jawab Sarah tersipu malu.
__ADS_1
Fitri menatap ketiga orang ini satu persatu. Zahirah bodoh atau bagaimana sih. Menanyakan sesuatu yang menurutnya sangat menggelikan. Fitri menatap Zaidan tak kalah bodohnya juga laki-laki itu, Apa ia tidak memiliki perasaan lagi sama Zahirah.
"Mba Zahirah sudah punya pacar belum?" Sarah mengulangi pertanyaannya yang belum sempat Zahirah jawab
"Sudah mba Sarah! Zahirah sudah memiliki calon suami yang baik, tampan, kaya, pengertian, yang pastinya ia mampu membahagiakan teman saya lahir dan batin" Fitri menjawab dengan suara yang tegas
Zahirah yang mendengarnya pun mencubit tangan Fitri. Apa-apaan calon suami. Luka hati yang kemarin saja belum sembuh selesai ia obati.
Mendengar ucapan Fitri barusan. membuat jantung nya seperti berhenti berdetak. Zaidan menatap Zahirah seperti meminta penjelasan,. Benarkah Zahirah sudah memiliki calon suami. Apakah Zahirah melupakannya begitu saja? Dalam waktu dekat ini? Apa Zahirah tidak tau sampai detik ini Zaidan mempertahankan cintanya. Tidak pernah membagi sedikitpun pada wanita lain, bahkan kepada istrinya sekalipun. Pantaskah Zaidan cemburu?
"Sakit Zahirah. ngapain lu cubit gua?" Fitri menepis tangan Zahirah yang mencubit nya
Sarah terkikik geli menatap kedua wanita yang ada di depannya ini. Ia membayangkan pertemanan seperti dirinya dan Riska
"Alhamdulillah" Sarah menghampiri Zahirah lalu menggenggam kedua tangannya Zahirah
"Tidak semata-mata Allah mengambil milik kita, terkecuali akan di gantikan dengan yang lebih baik lagi. Selamat ya mba Zahirah" Ucap Sarah tulus
Zahirah menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Lalu menganggukkan kepalanya.
Zahirah sibuk kembali mencari pakaian yang akan Sarah beli. Ketika sudah menemukan Zahirah memberikan kepada Sarah
"Ini mba sudah ketemu"
"Ini sudah pasti muat mba.. Saya membeli baju ini untuk acara pengajian tujuh bulanan kakak ipar saya. Cocokkan mba?"
"Cocok banget mba" Zahirah mengangguk pasti
"Tadinya saya mau ke butik yang di jalan X, tapi suami saya idak mau mengantar jika ke sana. yaudah saya ke cabang yang ada di mall ini saja. Ehh ternyata ketemu lagi sama mba Fitri dan mba Zahirah" Ucap Sarah panjang lebar
Zahirah manggut-manggut. Mungkin Zaidan tidak mau bertemu dengannya..
Lain halnya dengan Fitri. Ia sudah jengkel dengan keberadaan nya Sarah. Sok asik, sok kenal, sok akrab banget ini orang. Padahal cuma baru satu kali bertemu. Fitri menatap Zaidan Nyalang. Ingin sekali ia menjambak rambut jelek mantan kekasih sahabat nya itu..
"Mba jika belanja nya sudah selesai, segara bawa ke kasir ya. Kami tidak memiliki banyak waktu hanya untuk melayani satu customer!" Fitri berbicara dengan ketus
Sarah menatap Fitri. Dia menarasa heran dari pertemuan pertamanya, sepertinya Fitri tidak menyukainya.
"Ouh iya mba saya akan segera kesana. Mba Zahirah makasih ya atas bantuannya" Ucap Sarah dengan senyum tulus
"Sama-sama" Jawab Zahirah singkat.
Zaidan meninggalkan Sarah lebih dulu. Sebenarnya dia tidak ingin mengantar Sarah belanja. Dari rumah perasaan nya memang sudah tidak enak. Dan benar saja ia bertemu Zahirah.
Apakah benar Zahirah sudah memiliki calon suami. Lalu bagaimana dengan cintanya yang ia pertahankan hingga detik ini. Bahkan Zaidan sudah menyusun banyak rencana agar Sarah mau bercerai dengannya.
Zaidan memukul stir mobilnya dengan kencang. Hatinya sungguh sangat perih. sepertinya ia tidak akan hidup baik-baik saja jika sampai Zahirah benar-benar menikah dengan laki-laki lain. Ia tidak akan pernah ikhlas..
"Sayang tidak bisa bersabar kah untuk tiga bulan saja. Apa dalam satu bulan ini kamu bisa melupakanku? bahkan kamu akan menikah dengan laki-laki lain!"
__ADS_1
"Bagaimana dengan perasaanku, dari awal kita bertemu sampai hari ini, tidak ada yang berubah. Bahkan semakin hari semuanya semakin bertambah" Zaidan berkata lirih...