
Zahirah merapikan kebaya-kebaya yang tadi ia bawa. Ketika Zahirah ingin merapikan Kebaya berwarna toska buru-buru Fitri menarik nya
"Zah! Apa-apaan ini? kenapa kebaya yang ini kamu bawa?" Fitri bertanya dengan nada interogasi.
"Siniin ngga Fit! mau aku pajang ini.. Buruan nanti ke buru siang. Malah ngga sempat" Zahirah ingin menarik kebaya yang sedang di pegang oleh Fitri
"Zah Ini kan, kebaya yang lu khusus Rancang sendiri! Ngapain di satuin sama yang disini?"
Fitri tau perjuangan Zahirah merancang kebaya ini, bahkan Fitri sampai rela nemenin Zahirah begadang semalaman..
Bukannya malah di kasih, Fitri malah semakin erat memeluk kebayan nya..
"Engga.. engga.. kalaupun Luh batal nikah sama Zaidan, Luh jangan seenaknya mau ngejual kebaya ini. Luh ngga ngehargain perjuangan gua banget Zah" Fitri bicara dengan ketus..
Zahirah berdecak sebal "Batuin apanya nyonya Safitri? Dari mulai desain sampai Segede Gaban begini. Aku yang kerjain ya!"
"Terus yang nemenin Lu begadang tiap malam siapa Hahh?"
"Nemenin apaan? Inget kamu itu tidur, aku yang begadang yang ngerjain ini baju sampai rampung" Zahirah menjawab dengan sedikit ketus..
Fitri hanya nyengir kuda. Dan masih tetap memeluk kebaya nya di dada. Fitri sangat geli ketika melihat sahabatnya sedang kesal, tapi anehnya ini adalah raut wajah Zahirah yang paling Fitri sukai..
Ketika Dua wanita cantik ini masih rebutan kebaya, Mereka menoleh bersamaan ke arah pintu masuk. Di sana ada Nessa dan Tiga Orang yang mengekor di belakang.
Zahirah terkejut dengan kedatangan ketiga orang yang ia kenal ini, Fitri melepaskan kebayanya, lalu memegang tangan Zahirah dengan erat.
Zahirah memandang Tiga orang di depannya nya ini dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Fitri yang ada di sebelahnya Zahirah, ingin sekali-kali ia *******-***** wajah Zaidan dengan kasar. Apa tidak ada butik lain untuk mereka kunjungi..
Nessa menghampiri Zahirah dan Fitri "Mba indah memberitahu saya tadi, Kalo semisal ada customer yang mau mencari kebaya nikahan, Mba Zahirah atau mba Fitri yang harus merekomendasikan nya" Nesa berkata dengan sopan menatap Zahirah dan Fitri secara bergantian..
Zaidan menatap Zahirah dengan tatapan yang sayu..
Zahirah langsung memutus tatapannya, dan memalingkan wajahnya..
"Oh iya Nes, emang saya sudah pisahkan, beberapa kebaya keluaran terbaru bulan ini"
Zahirah bicara dengan setenang mungkin, Tangan nya meremas tangan Fitri, dengan berkeringat dingin. Kalo ia tau Zaidan yang mau jadi pengantin nya, Zahirah tidak akan berangkat kerja hari ini. Sungguh males, muak bahkan masih ada rasa cemburu.. Sakit sekali hatiku melihat mereka..
"Yasudah mba saya keluar dulu ya" Nesa membungkuk sopan meninggal mereka semua..
__ADS_1
Fitri melepaskan tangan Zahirah dengan perlahan, lalu menghampiri Tiga orang yang menyebalkan ini.
"Ingin mencari kebaya seperti apa? Tuan Nyonya" Fitri lebih dulu memulai pembicaraan
Bu Rosita menghampiri Fitri dengan pongah. menuntun Sarah. menatap Zahirah sekilas dengan tatapan mengejek..
"Keluarkan kebaya yang paling Bagus, Mahal, dan Istimewa di Butik Atasania Ini! Saya tidak ingin pakain yang di desain oleh desainer murahan!"
Bu Rosita bicara dengan sangat angkuh. Ingin Rasanya Fitri menyumpal mulutnya dengan cabai, Fitri yakin dengan datang nya nenek sihir ke butik tempat Zahirah Bekerja, bukan semata-mata ingin mencari kebaya. Melainkan untuk menyakiti sahabatnya..
"Nyonya! Butik kami menyediakan berbagai macam kebaya yang bagus, mahal, modern, dan istimewa. Jangan kan untuk pasangan pengantin. Untuk menikah seorang pelakor saja kami sediakan dengan kengkap!" Jawab Fitri dengan suara yang manis di buat-buat..
perkataan Fitri benar-benar ingin menyendir, nenek sihir ini. Fitri heran, biasanya orang berpakaian syar'i itu bicara nya lembut sopan adem, Kenapa yang satu ini bicaranya seperti macan tutul yang sedang mangaum? Apakah orang ini salah satu jelmaan dari macan tutul tersebut?
Zahirah melihat wajah Bu Rosita yang sepertinya terpancing oleh ucapan Fitri. Zahirah menarik tangan Fitri dengan keras
"Maaf Nyonya teman saya emang suka becanda! Mari ikut saya saja ke sebelah sini, Saya sudah memilih beberapa baju keluaran terbaru yang mungkin cocok di tubuh Mba nya"
Sarah dan Bu Rosita mengikuti Zahirah dari belakang, sedangkan Zaidan berjalan dengan gontai menghampiri sofa yang ada di ruangan itu.
"Wah Mba yang putih tulang ini sepertinya pas di badan saya" Sarah bertanya dengan tersenyum mengangkat gaun nya di perlihatkan ke Zahirah..
Zahirah membalas senyum Sarah dengan lembut "Jika mba ingin mencobanya, Mari mba ikut saya ke ruang ganti"
Zahirah membantu Sarah memakaikan kebayanya "Mba sangat cantik pakai kebaya ini" Zahirah berkata dengan tulus
"Wah benarkah? Kalau begitu saya mau liatin ini ke calon suami saya, tolong bantu pegangin belakang nya ya mba" Zahirah hanya mengangguk untuk mengiyakan nya
Sesampai nya di luar, Sarah melihat Zaidan sedang merebahkan kepalanya di atas sofa.
"Bu yang ini bagaimana, menurut Ibu dan mas Zaidan bagus tidak?" Sarah sambil melirik Zaidan yang saat ini sudah duduk tegak
Bu Rosita tersenyum sumringah "Bagus Sayang! Tapi Ibu ingin melihat kamu mencoba kelimanya"
Zaidan melirik bu Rosita menimpali ucapan Bu Rosita dengan tegas "Tidak perlu mencoba banyak pakaian, Pilih saja mana yang menurut kamu suka! Saya tidak memiliki banyak waktu untuk berlama-lama disini"
Zaidan berkata memandangi Sarah dengan tatapan yang tidak ingin di bantah.
"Yasudah kalau begitu, Sarah akan cepat memilih beberapa Mas"
__ADS_1
Sarah menghampiri Fitri dengan Zahirah di belakangnya.
"Wah yang toska ini bagus Mba. Boleh ya Saya coba"
Fitri ingin mencoba melarang. Tapi, melihat Zahirah yang menggelengkan kepalanya Fitri urungkan kembali
"Boleh mba, ayo masuk lagi" Zahirah menimpali ucapan Sarah dengan sopan
"Sayang sepertinya Ibu akan pulang duluan. Nenek sekarang ada di Rumahm.. Nanti kamu minta pendapat calon Suamimu saja ya"
Bu Rosita menatap Zaidan dan Sarah secara bergantian.
"Iya Bu tidak apa-apa Ibu pulang duluan" Sarah menjawab dengan tersenyum "Hati-hati Ibu di jalan nya"
"Iya sayaangg, Ibu pamit ya Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam" mereka yang ada di sana, serempak menjawab salam dari Bu Rosita
Di ruang ganti, Zahirah membantu kembali Sarah untuk mencoba kebaya selanjutnya, Sebenarnya Zahirah sedikit tidak rela kebayanya di pakai Sarah.
"Sepertinya lebih bagus yang ini mba" Sarah melirik Zahirah dengan tersenyum "Tapi saya ingin meminta pendapat calon suami saya dulu" Sarah menampilkan wajah tersipu..
.
Ya Allah, seharusnya aku yang saat ini ada posisi mba Sarah..
"Baikalah mba ayoo" Zahirah kembali membantu..
Setibanya di luar, Zahirah melihat ada mba Indah sedang duduk dekat Zaidan. Nampak mereka seperti sedikit berdebat
Sarah berdehem untuk mengalihkan perhatian Zaidan "Sayang menurutmu yang ini cocok ngga"
Sarah dengan sengaja memanggil Zaidan dengan kata Sayang, Sedari tadi keluar dari ruang ganti hati Sarah sungguh tidak enak,melihat kedekatan Zaidan dengan wanita yang ada di sebelah nya itu..
Zaidan yang di panggil sayang hanya memelotot kan matanya dengan kaget, Apa-apaan Sarah memanggil dia sayang. Zaidan langsung menatap Zahirah dengan mata yang memohon, Zaidan tidak mau Zahirah salah paham..
Melihat Zaidan yang menatapnya seperti itu hanya acuh.. Sungguh saat ini ia sudah mulai tidak perduli..
"Wahhhhhh sangat pas sekali" dengan pandangan takjub, Indah berdiri dengan tepuk tangan, lalu menghampiri Sarah dan Zahirah.
__ADS_1
"Keren keren keren.. Asal kamu Tau mba kebaya ini di rancang oleh pegawai saya sendiri" Indah melirik Zahirah "pegawai saya sampai begadang beberapa Minggu hanya untuk menyelesaikan baju kebaya ini"
Indah melirik Zaidan "Tapi sayang-