
Zahirah buru-buru membuka pintu mobilnya, lalu keluar berjalan dengan tergesa-gesa. Dia sudah janji dengan mba Indah, Jam Sembilan sudah sampai tempat kerjanya. s**l nya di jalan begitu macet. hingga jam 9:30 mobilnya baru terparkir indah di depan butik.
Mba indah tidak akan marah. Tapi Zahirah lah yang tidak enak, Karena baru pertamakali nya dia terlambat. Apalagi pekerjaan hari ini begitu menumpuk..
Zahirah berjalan dengan sedikit berlari, sampai kaki nya tersandung batu kecil "Yaampun batu kecil saja rupanya punya dendam sama aku" Ucap Zahirah lirih
Tepat ketika Zahirah membuka pintu Fitri datang di arah berlawanan, membawa setumpuk pakaian yang akan di pajang. Karena Zahirah berjalan tidak melihat-lihat, Dengan tidak sengaja Zahirah menabrak Fitri hingga pakaian yang ia bawa jatuh berantakan..
"Yaallah Zah apa-apaan sih kamu, jalan nya lihat-lihat dong" Fitri bicara dengan sedikit kesal
"Aduhh Fit maaf, ngga sengaja.. marah-marah nya entar aja ya.. aku lagi buru-buru"
Belum Fitri menjawab perkataan Zahirah, Zahirah sudah berlalu "Awas ya kamu Zah. Kalau ketemu aku getok kepala Kamu"
Fitri berbicara dengan berteriak, Namun Zahirah hanya membalikkan badan tertawa
"Haishh Anak itu, Nambah lagi kan kerjaan gue" Fitri berjongkok memunguti pakaian nya..
Zahirah Buru-buru naik ke lantai atas dan mengambil beberapa kebaya pengantin, dia bawa ke bawah untuk di perlihatkan ke mba Indah
Sampai Di depan Ruangan pemilik butik Zahirah mengetuk pintu...
Tok tok tok "Assalamu'alaikum.. Mba Indah Zahirah Masuk ya?"
"Iya Zah masuk aja" mba indah menjawab dengan sedikit berteriak
"Ada berapa kebaya Zah yang Kamu bawa?" Indah bertanya sambil menghampiri Zahirah di sofa
"Zahirah ambil 5 kebaya dulu mba, jika yang ini ngga ada yang cocok ntar gampang Zahirah ambil lagi ke atas"
Mba indah melihat-lihat dengan teliti
"Loh.. Zah bukan nya ini kebaya pengantin punya kamu?" Sambil mengangkat Lalu memperlihatkan kepada Zahirah takut nya ia salah..
"Emm I-iya mba" Zahirah menjawab dengan sedikit gugup
"Kamu batal Nikah? Putus sama Zaidan"
Nah ini nih yang paling Zahirah tidak suka sama sikap bosnya itu, kalau ngomong sompral tanpa melihat lawan bicaranya. To the poin banget mulutnya.. Lemes lagi kan Aku..
"Bukan jodoh ya gimana atuh mba" Zahirah menjawab dengan sedikit jutek. sungguh malas sekali jika harus membahas mantan pacar nya itu..
"Masalah nya Kamu pacaran udah lama, Masa main putus aja. Padahal kalo saya perhatiin kamu sama Zaidan sama-sama bucin" Indah menggeleng-gelengkan kepalanya Tidak habis pikir..
Lalu mengangkat kebaya nya kembali "Nih bukti kebucinan Kamu Zah.. kebaya nikahan aja kamu yang rancang sendiri, katanya biar tambah sepesial"
Wajah Zahirah begitu memerah, Antara malu bercampur kesal, Sungguh jika wanita cantik yang di depan nya ini bukan bos-nya, ingin sekali iya membekap mulutnya yang berbisa itu agar diam..
"Ya Zahirah harus gimana lagi mba, Dia udah mau Nikah" Zahirah bicara dengan tertunduk..
Hahahaahaaa Indah tertawa dengan terbahak, bahkan tawanya memenuhi seisi ruangan ini. Yasallam sungguh bosnya ini tidak ada perasaan, orang di tinggal nikah malah di tertawakan. Tidak ada rasa simpati nya sama sekali..
"Udah saya katakan Zahirah jangan pernah percaya dengan Cinta! Pada akhirnya cinta akan meninggalkan kita" Indah masih terus dengan tertawa nya
"Kamu masih muda, cantik, bertalenta, fokuskan saja dengan karir kamu, dan bahagiakan Orangtuamu, Tidak perlu memikirkan hal yang lain" Indah bicara menatap wajah Zahirah serius..
"Dan ingat jangan bawa masalah pribadimu ke tempat kerja! karena dapat mempengaruhi mood kamu nanti nya.. Kerja lah dengan maksimal, karena saya menginginkan hasil yang baik"
__ADS_1
"Iya mba, Saya akan usahakan" Zahirah menjawab dengan sedikit lesu.
"Baiklah, Rapikan kembali bawa ini keluar"
Zahirah merapikan kembali pakaian nya lalu melenggang pergi meninggalkan bos kejamnya itu..
Di pertengahan jalan. Di dalam mobil ada dua insan manusia yang menampilkan raut wajah yang berbeda, Yang wanita menampilkan wajah yang begitu bahagia. Dan yang Pria sebaliknya..
Sepanjang nya jalan Sarah berceloteh dalam segala hal, sampai Zaidan merasa bahwa kupingnya sampai panas mendengarnya. dan yang pasti nya dia sangat enggan untuk menjawabnya
"Mas ke butik Tasania ya" Sarah berkata dengan lembut memandang wajah Zaidan
Zaidan yang sedang memegang kemudi, menginjak rem dengan mendadak
Sarah terlonjat kaget, untung dia memakai sabuk pengaman, kalau tidak sudah di pastikan kepalanya akan terbentur
"Astaghfirullah Mas.."
"Kenapa harus ke Butik Tasania? Apa tidak ada butik yang lain lagi" Zaidan bicara dengan suara yang tertahan menahan marah..
"Ibu yang pilih Butik itu, bukan Sarah!
Tapi Ibu bilang disana pakaian nya bagus-bagus kok Mas. Ibu juga sudah Mengabari pegawai butik. Kalau kita mau kesana" Sarah bicara dengan pelan..
"Kenapa kamu tidak bertanya dulu sama saya. kalo kamu mau ke sana?"
Zaidan menyugar rambutnya dengan frustasi. gimana nantinya perasaan Zahirah, melihat Zaidan membawa Sarah Fitting pakaian pernikahannya di tempat Zahirah bekerja. Sudah pasti ini akan menyakitinya kembali...
"Mas ngga bertanya sama Sarah, Sarah pikir Mas akan setuju saja, lagi pula Ibu sudah menunggu kita di sana, Ngga enak kalo sampai Sarah batalkan" Sarah berkata dengan pelan.
Melihat wajah Zaidan yang terlihat kesal. membuat Sarah merasa bersalah..
__ADS_1
"Mas Zaidan marah sama Sarah?"
"Lain kali jangan memutuskan sesuatu, sebelah pihak!" Zaidan menjawab tanpa melihat wajah Sarah..
"Sarah pikir kalo hanya urusan pakaian,setiap pengantin pria tinggal terima beres"
"Tapi tidak dengan saya Sarah!"
"Malam Sarah menelpon Bunda, Akan pilih kebaya di Butik Tasania, Bunda tidak keberatan"
"Kenapa kamu minta pendapat orang lain? bukan Saya?" Zaidan menatap Sarah sekilas..
"Bunda kan orang tuanya Mas Zaidan, Sarah pikir Bunda cerita sama Mas Zaidan kalo kita mau ke butik itu"
Zaidan nampak enggan menjawab ucapan Sarah. masih tetap fokus mengemudi..
"Kalo Mas Zaidan ngga mau ke Butik itu, Kita ke Butik yang Mas Zaidan mau saja, Nanti Sarah kabari Ibu"
"Tidak perlu" Zaidan menjawab dengan sedikit ketus
Zaidan terus memikirkan bagaimana caranya disana agar tidak bertemu Zahirah. Harus bagaimana dia jika malah Zahirah yang melayani nya.. Membayangkan nya saja sudah membuat perasaan nya was-was
Sarah hanya pasrah. Dia tidak menyangka kalo hanya Butik saja jadi permasalahan. Bahkan membuat Zaidan sedikit marah sepertinya..
Kemarin di rumah Ayahnya bersitegang dengan Ibu agar tidak ke butik ini.
Tadinya Sarah juga ingin menolak Ke Butik Tasania, Karena tidak tega melihat Ibunya mendapatkan kemarahan dari ayahnya ..
Tapi Ibunya tetep kekeuh Agar Sarah mau menuruti keinginan nya.
__ADS_1
"Ada Apa dengan Butik ini" Sarah mendesah pelan..