Zahirah

Zahirah
Episode 27


__ADS_3

Fitri berjalan memperhatikan satu persatu ruangan yang ia lewati. Mendengar penjelasan apa yang terjadi pada Zahirah tadi. Membuat amarahnya memuncak sampai ubun-ubun


"Saya menyaksikan nya dengan jelas, apa saja yang ibu tadi katakan dan lakukan kepada teman anda"


"Apa dokter mengenal nya" Tanya Fitri tanpa menatap lawan bicaranya. ia masih tetap Fokus menatap wajah Zahirah yang di pasang beberapa perban.


Tidak, tapi saya bertemu Dengan ibu itu sekali kalau tidak salah dua hari yang lalu. Kebetulan anaknya yang di rawat disini adalah pasien saya" Tutur Haidar


"Siapa nama anaknya?"


"Muhammad Zaidan Maulana. Ia di rawat di lantai dua, di kamar nomor 09" Tutur Haidar


Fitri menatap Haidar terkejut, apa yang ia maksud Tante Irma. Bundanya Zaidan.


"Tolong saya titip Zahirah. Sebentar lagi teman saya akan datang kesini" Tutur Fitri, sebelum meninggalkan Haidar.


Fitri terus berjalan hingga sampai di depan pintu rawat inap nya Zaidan. Ia memperhatikan orang-orang yang sedang berkumpul di dalam melalui kaca. Bunda Irma, Sarah, Raisa, sedang berbincang duduk di atas sofa. Fitri terus memperhatikan mereka dengan seksama. Menghela nafas sebentar, lalu menendang pintu dengan sekuat tenaga


Braakkkkkk


Semua orang yang ada di dalam, berdiri terkejut memandang Fitri. Fitri yang di pandang hanya acuh, dan terus berjalan menghampiri Bunda Irma dengan kabut amarah yang memuncak...


Ketika sampai di depannya, Fitri mencengkeram keras rambut Bunda Irma. Semua yang melihatnya semakin terkejut dengan apa yang di lakukan Fitri..


"Bang*at" Teriak Fitri dengan tangan yang masih mencengkeram..


Bunda Irma mencoba melepaskan tangan Fitri dari kepalanya, bahkan Sarah dan Raisa ikut membantu melepaskan. tapi nihil cengkraman Fitri sangat kuat.


Pak Yusuf yang baru keluar dari kamar mandi, berlari cepat menolong istrinya. Ia menarik tubuh Fitri secara paksa...


"Berhenti menyiksa istri saya" Ucap pak Yusuf geram


"Tolong lepaskan Bunda saya Fitri" teriak Zaidan di tempat tidur. Zaidan tidak bisa melerai pertengkaran yang sedang terjadi


Fitri melepaskan cengkraman nya, menatap Zaidan dengan mata yang tajam. berjalan menghampiri Zaidan


"Dia tidak pantas di panggil dengan sebutan Bunda Zai!. Dia Monster gila" Teriak Fitri di depan wajah Zaidan


"Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa Kamu mengatai istri saya dengan sebutan seperti itu" Tanya Pak Hamdan menatap Fitri


Sarah membantu merapikan rambut mertuanya, Raisa memeluk tubuh Bunda Irma, ia tahu pasti Bunda nya sangat syok dengan kejadian barusan...


Fitri berjalan kembali, menghampiri Bunda Irma. Raisa yang memperhatikannya pun semakin mempererat pelukannya...


"Saya Tidak tau setan mana yang bersembahyang di tubuh hina Anda ini. Hingga memperlakukan sahabat saya sampai seperti itu!" Fitri bicara dengan suara yang tertahan..


"Jika sampai terjadi sesuatu yang serius sama Zahirah. Saya tidak akan tinggal diam untuk menghancurkan Anda"


Bunda Irma ketakutan. Tangan nya meremas sofa kencang, Sedangkan empat orang lainnya masih belum mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi..


"Memang apa yang di lakukan Bunda saya terhadap Zahirah Fitri" Zaidan bertanya dengan suaranya yang cemas..


"Dia telah menghina Zahirah. menyiksa, memfitnah. Bahkan menjatuhkan harga dirinya. Demi tuhan Zaidan saya tidak akan pernah memaafkan orangtuamu ini!" Ucap Fitri dengan tangan menunjuk wajah Bunda Irma, mata yang masih menatap wajah Bunda Irma benci


Semua Orang yang ada di dalam terkejut mendengar penuturan Fitri barusan. Terutama Zaidan, Zaidan menggelengkan kepala, menatap Bundanya tidak percaya.


"Apakah benar yang di ucapkan Fitri barusan Bun?" Tanya Zaidan memastikan


"Bunda tidak suka kamu masih berhubungan dengan wanita itu. Kamu sudah menikah Zaidan" Teriak Bunda Irma kencang


"Berhubungan apa yang Bunda maksud" Zaidan bertanya heran


"Kamu juga jangan pura-pura Bodoh Zai. Tadi Zahirah Menemui kamu kan kesini. Bunda bertemu dia di depan Rumah Sakit" Jawab Bunda Irma


"Bundaaaa" Teriak Zaidan menatap Bundanya Marah.


Zaidan tbisa membayangkan apa saja yang di lakukan orang tuanya terhadap Zahirah. Zaidan dapat melihat dari kemarahan Fitri yang begitu menggebu-gebu...


Semua yang ada di ruangan menatap Zaidan. Sarah menatap Zaidan terkesima. Benar apa yang di katakan Zaidan kemarin. Jangankan dirinya yang mengatai kekasihnya, orang tuanya saja ia marah begitu besar..


Sarah menatap Fitri. Ia baru sadar bahwa wanita yang sedang marah-marah ini. Adalah wanita yang bekerja di butik yang sering Sarah kunjungi, berarti perempuan yang sedang di bicarakan sekarang adalah, Zahirah yang ia kenal.

__ADS_1


Sarah membekap mulutnya. ia menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan semua yang terjadi hari ini...


Semua yang ada di ruangan itu matanya tertuju. Melihat datangnya seseorang dari arah pintu masuk


"Fit.. sekarang bukan waktunya untuk marah-marah, Zahirah lagi butuh lu saat ini"


Fitri mengangguk, lalu menatap satu persatu orang yang ada di ruangan tersebut...


"Masukkan kasus kekerasan ini ke pengadilan, sewa pengacara yang paling hebat. Penjarakan wanita itu tanpa ampun!" Fitri menatap nyalang wajah Bunda Irma. Lalu melemparkan flashdisk ke tempat tidur Zaidan..


Fitri dan Reza berjalan beriringan keluar dari ruang rawat Zaidan. Sedangkan beberapa orang yang di dalam, masih menerka-nerka apa yang sebenarnya.


Zaidan mengambil laptop di atas nakas lalu memasukan flashdisk yang tadi di lemparkan Fitri. Raisa, Pak Yusuf, dan Sarah menghampiri Zaidan. Lalu memperhatikan apa saja isi di dalam laptop tersebut...


Semakin lama Zaidan semakin erat mencengkram selimut yang menutupi setengah tubuhnya, wajahnya merah padam menahan Amarah. Benarkah yang melakukan ini Bundanya sendiri pikirnya...


Sedangkan tiga orang lain nya merasa tidak percaya apa yang sedang di lakukan Bunda Irma terhadap Zahirah...


"Jangankan untuk melukainya, menyebutkan namanya saja Zaidan sudah melarang Bunda, jika Fitri akan memasukan kasus ini ke hukum Zaidan akan dukung. Bukan tentang sayang atau cinta Zaidan, membela Zahirah. Tapi Zaidan masih merasa menjadi manusia!"


Zaidan berucap menundukkan kepalanya.


"Mau salah bagaimanapun, Bunda orang yang telah melahirkan mu Mas! Jika benar Mba Fitri mau menindak lanjuti permasalahan ini, seharusnya Mas sebagai anaknya membela." Sarah berucap menatap Zaidan.


"Justru karena saya anaknya, saya tidak mau orang yang melahirkan saya, menjadi wanita jahat. Dan, tidak ingin mempertanggungjawabkan atas kejahatannya!" Zaidan menatap wajah Sarah tajam


Pak Yusuf dan Raisa berdiri bersebelahan. Ia sama halnya tidak menyangka bahwa wanita yang selama ini lemah lembut, bisa melakukan hal sekeji itu...


Bunda Irma masih tetap duduk. matanya menerawang jauh.


"Wanita itu hanya kamu kenal dalam beberapa tahun. Sedangkan wanita yang duduk disini, wanita yang telah mengandung, melahirkan, menyusui, merawat, mendidikmu hingga sampai sekarang ini" Bunda Irma beralih menatap Zaidan


"Bunda tidak tau apa saja yang telah Zahirah berikan sama kamu, hingga kamu bertekuk lutut. Mencintai seperti memuja. Membela seperti dia segalanya" Lanjut Bunda Irma


"Terserah Bunda mau bilang apa, tapi tetap apa yang di lakukan Bunda terhadap Zahirah itu salah!" Tutur Zaidan balas menatap Bunda Irma dengan mata yang tegas


"Kamu kenapa Bun?" Pak Yusuf yang sedari tadi hanya diam, angkat berbicara


"Cukup! Dia bukan wanita yang seperti Bunda sebutkan" Zaidan berdiri. Melepaskan kabel infusan secara paksa, hingga menyebabkan tangannya mengeluarkan darah...


"Mas mau kemana? tanganmu terluka" Sarah berjalan ingin menghampiri Zaidan. Namun tangannya di tahan oleh Raisa..


"Jangan pedulikan dia. Terserah dia maunya seperti apa" ucap Bunda Irma.




Fitri menatap Zahirah pilu. Baru saja kemarin ia yang melukai Zahirah, dan hari ini Zahirah mendapatkan cemoohan yang lebih. Waktu kecil, jika ada teman-temannya mengejek, Zahirah hanya akan menangis sebentar. Lalu ceria kembali seperti sebelumnya.



"Zah... bangun.. jangan bikin gua semakin khawatir. Gua pasti bingung harus ngejelasinnya seperti apa jika Mama bertanya tentang keadaan lu sekarang" Bisik Fitri di telinga Zahirah...



"Hikss...hiksss...hikss" Zahirah menangis pelan



Fitri yang mendengar rintihan tangisan Zahirah, ia pun ikut menitikkan air matanya. tangis Zahirah sungguh sangat menyayat hatinya...



Fitri memeluk Zahirah, membenamkan Zahirah kepelukannya...



"Aku tidak tau kenapa orang-orang hikss... sangat membenci aku dan Mama hikss" Ucap Zahirah dengan suara nya yang parau...


__ADS_1


Air mata Fitri kembali mengalir deras, Reza yang menyaksikan dua wanita yang sedang berpelukan ini. Hanya memalingkan wajahnya. Bukan berarti ia lelaki, lalu dia tidak merasa sedih atas kejadian yang sedang menimpa sahabatnya. Reza mengenal Zahirah memang tidak selama Fitri, tapi beberapa tahun ini ia tahu Lika-liku perjalanan seorang Zahirah...



"Tidak semuanya Zah... Yang membenci kamu dan Mama hanya orang-orang yang di butakan oleh kebodohannya" Ucap Fitri lirih sambil mempererat pelukannya



"Jal\*ng \*\*\*\*\*\*\* mereka terus mengatai itu terhadap Mama ku. Aku dan Mamaku tidak sehina itu"



Zahirah menghapus air mata di wajahnya. Menatap Fitri dan Reza bergantian



"Apa kalian pernah melihat aku berdekatan dengan laki-laki mana saja?" Fitri dan Reza menggelengkan kepalanya



"Benar aku tidak pernah, Aku hanya pernah dekat hanya sama Mas Zaidan. Dan aku merasa mencintainya sebagai kesalahan terbesar yang pernah aku perbuat" Tutur Zahirah dengan suara yang masih terisak-isak



"Mencuntai Mas Zaidan. Semakin menjerumuskan ku ke lebah yang menyakitkan. Mengenalnya membuat banyaknya daftar orang yang membenciku." Lanjut Zahirah



"Aku benar-benar menyesal. Telah memberi setengah ruang hatiku untuk Dia. Dan sampai detik ini, apa yang dia dan orangtuanya lakukan, tidak bisa menghapus sedikitpun perasaanku untuk Dia. Tolong kembalikan Aku seperti dulu, seperti aku yang tidak pernah mencintai seseorang" Zahirah berucap dengan menangkup kedua tangannya ke wajah



Fitri menundukkan kepalanya, ia ingin sekali Marah, berteriak, cinta benar-benar membutakan mata dan pikiran temannya ini. Apa semua yang di lakukan oleh orang tuanya Zaidan tidak bisa membuat Zahirah jera untuk masih mencintai laki-laki itu? Fitri mencengkeram kedua tangannya hingga kuku-kuku nya memutih



Reza memalingkan wajahnya. Ia sakit dengan semua penuturan Zahirah barusan. Beberapa tahun bersamanya apa tidak cukup untuk meyakinkan Zahirah bahwa ia juga sudah lama tertarik. Seharusnya Zahirah bersamanya bukan sama Zaidan



Reza menegakkan kepalanya. berjalan menghampiri Fitri dan Zahirah...



"Zah jikapun sulit. Coba perlahan-lahan lepaskan! Jangan terikat seperti ini, laki-laki di dunia ini bukan hanya Zaidan" Ucap Reza pelan



Zahirah menundukkan kepalanya. Sedangkan Fitri menatap Reza tajam, seolah memberi instruksi agar Reza meninggalkan mereka berdua



"Aku keluar dulu ya Zah" Fitri Dan Zahirah hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban



Reza berjalan ke arah pintu keluar meninggalkan Fitri dan Zahir berdua dalam keheningan...



Ketika sampai keluar, Reza di kajutkan dengan keberadaan Zaidan...



Zaidan menyenderkan tubuhnya di dinding pintu masuk kamar Zahirah...


Zaidan mendengar semua ucapan Zahirah barusan.



"Ba\*gsat! Ngapain lu ada disini" Reza berucap dengan suara yang sangat tertahan

__ADS_1


__ADS_2