Zahirah

Zahirah
Episode 06


__ADS_3

Zahirah memarkirkan mobil di depan rumahnya. pekerjaannya hari ini benar-benar menguras tenaga. Selain hatinya yang sedang patah hati, di butik banyak sekali costumer yang membuat kepalanya tambah pening.


Di tambah sekarang ada pemandangan yang sangat ingin Zahirah hindari. Zaidan bersama Mamanya tengah mengobrol serius di teras. Zahirah berjalan dengan gontai menghampiri keduanya..


"Assalamu'alaikum" mengucapkan salam dengan lemas..


"Wa'alaikumussalam" jawab mereka dengan serempak..


"Sayang udah pulang?" Zahirah Hanaya menganggukkan kepalanya sebagai tanda jawaban


"Ini Zaidan dari tadi nungguin kamu! Mamah masuk dulu, mungkin ada obrolan yang harus kalian selesai kan saat ini"


Mama Rina Tersenyum, mengusap tangan Zaidan dan Zahirah secara bergantian. Lalu pergi masuk kedalam rumahnya..


"Terimakasih Tante atas pengertiannya" Zaidan tersenyum menatap Mama Rina.


Dan berganti menatap wajah kekasihnya yang saat ini begitu ia rindukan. Kekasih? apakah Zahirah masih menganggap nya kekasih, dengan sebentar lagi dia menyandang status sebagai suami orang. Ahh.. Rasanya membuat Zaidan frustrasi jika memikirkannya...


"Zahirah apa kamu baik-baik saja hari ini?"


Zaidan bertanya dengan hati-hati, sambil terus memandang wajah Zahirah yang saat ini masih diam membisu..


"Sayang.. Zahirah, Mas benar-benar minta maaf akan hal ini! Demi Tuhan Zah Mas tidak sedikitpun menyukai Sarah! apalagi ingin memperistri nya mas ter-"


Zahirah memotong ucapan Zaidan "Belum mas, kamu belum mencintainya. Bukan tidak!"


"Suatu saat nanti kerena kamu terbiasa dengannya, kamu akan membutuhkan satu sama lain! Mencintainya seperti saat ini Mas mencintai Zahirah. Dan ingat, jangan pernah memanggil Zahirah dengan kata sayang!"


Sungguh sangat menggelikan terdengar di telingaku. Ingat beberapa hari lagi kamu akan sah jadi suami orang! Zahirah tidak mau ada orang yang menuduh Zahirah perusak rumah tangga orang lain!"


Zahira berkata dengan pandangan yang kosong, Tanpa menatap wajah Zaidan sama sekali...


"Siapa yang berani bilang seperti itu Zah? Sarah lah yang telah merusak hubungan antara kita. Bukan kamu!"


Zahirah menatap Zaidan dengan lekat


"Mas Zaidan... pada akhirnya yang di SAH kan lah. yang akan di akui dunia! !"


"Jangan menyalahkan mba Sarah. Dia tidak tau tentang hubungan kita. Mas Zaidan lah yang disini harus menjadi lelaki yang tegas! Ingin mempertahankan cintanya, tapi tidak bisa melepaskan wanitanya yang lain. Egois bukan?"


Zaidan memalingkan wajah nya dari Zahirah. Zaidan tau bahwa Zahirah hanya pura-pura tegar dan kuat. Padahal dari sorot matanya ia begitu menyimpan banyak kecewa. Dan, Sialnya ialah pemeran utama nya yang membuat Zahirah kecewa...


Zaidan menggenggam tangan halus Zahira dengan erat.


"Zahirah ayo kita menikah"


memandang lekat wajah Zahirah yang terlihat kaget, Zahirah ingin melepaskan tangannya. Tapi, Zaidan menggenggam nya dengan tidak kalah kuat. Zaidan terus menatap lekat mata bening milik Zahirah


"Kita pergi dari kota ini. Dan memulai kehidupan baru tanpa ada seorang pun yang akan mengganggu kita."


Zaidan berkata dengan sorot mata yang sungguh-sungguh...


"Mas lepaskan tanganku, kau melukaiku" Zahirah berbicara dengan melotot ke arah Zaidan sambil menarik lengannya


"Aku tidak akan melakukan hal b***h seperti itu untuk menjadi egois!" ucap Zahirah dengan penekanan..


Zaidan mengacak rambut nya dengan Frustasi.


"Lalu aku harus melakukan apa Zah? Sungguh aku benar-benar mencintaimu, mengertilah Zah.."


Zaidan berkata dengan suara yang oarau. Untuk pertama kalinya Zahirah melihat Zaidan menitikkan air mata. Dan sungguh ini sangat menyayat mengganggu hati mya


"Tidak perlu melakukan apapun Mas. Sungguh, Zahirah ikhlas Mas menikah dengan Mba Sarah.. mau bagaimanapun mba Sarah adalah Kakakku, walau mba Sarah tidak mengetahui kalo aku ini adiknya"


"Bukankah selama ini Mas Zaidan tidak pernah menolak permintaan Bunda Irma? Lakukan sajalah seperti biasanya, Nanti juga Mas Zaidan akan terbiasa!" dengan suara yang nyaris tidak terdengar..


"Tapi demi apapun itu, Aku tidak pernah akan ikhlas menikahi Sarah. Sungguh aku tidak mencintainya Zah. Sedikit pun!"

__ADS_1


Zahirah menoleh kepada Zaidan. Andai Zaidan tau, bahwa ikhlas nya juga ini bohong


Sungguh Zahirah masih sangat mencintai pria yang sedang tertunduk di sebelah nya ini. Zahirah ingin menangis membenamkan wajahnya di pelukan Zaidan seperti biasanya. Tapi Zahirah sadar, Zaidan sudah bukan miliknya lagi.


"Mas Zaidan Zahirah mohon.. jangan menyakiti hati kita. Mas bisa melakukan hal yang serupa dengan Zahirah."


Ikhlas Mas.. mungkin ini jalan terbaik untuk kita. Buka hati mas untuk Mba Sarah, Zahirah yakin mba Sarah jauh lebih baik daripada Zahirah"


Zahirah berkata dengan menunduk..


"Jangan jadi orang munafik Zah, kamu sama halnya terluka seperti ku, Jangan berlindung dari kata ikhlas kalo hatimu saja berpendapat lain.. kita mengenal bukan sebulan atau dua bulan, Tapi dua tahun lebih! Dan aku tau sikap mu seperti apa!" Zaidan mengusap kepala Zahirah dengan lembut "Aku akan terus mencintaimu. Dan kamu tau hal itu"


Zaidan berdiri lalu berjalan meninggalkan Zahirah yang sedang sekuat tenaga menahan air mata nya agar tidak keluar saat ini...


"Yaallahhhhh.... ini.. sungguh sakit..." sambil memukul-mukul dadanya..




Zaidan melajukan mobilnya dengan kencang. Dia perlu menemui seseorang saat ini..



Ketika sampai di sebuah rumah sederhana. Zaidan keluar dari mobil, lalu menghampiri rumah itu



"Assalamualaikum Reza? kamu ada di rumah kan?" Zaidan memanggil nama Reza dengan berteriak



Ceklek pintu rumah terbuka dengan menampilkan laki-laki muda dengan muka bantalnya




Reza berbicara dengan jutek



"Ngapain lu ke rumah gw sore-sore gini?



Zaidan menatap kedua mata Reza dengan tatapn yang seolah mengintimidasi



"Kamu kan yang cerita ke Zahirah kalo gw mau menikah sama Sarah? Karena masalah ini cuma lu aja yang tau"



"Gw cerita sama Fitri bukan sama Zahirah! Ya kali Fitri ngga cerita sama Zahirah temennya di khianatin begini. Lu tau sendiri seposesif apa Fitri sama Zahirah!"



"Ya ngapain lu cerita sama Fitri Za? Tadinya gw yang mau jelasin sendiri ke Zahira!"



"Kapan?" Reza menatap Zaidan dengan tajam.



"Menunggu waktu yang pas"

__ADS_1



"Nunggu lu nikah dulu sama tuh cewek? Jangan egois Zaidan! seharusnya lu cerita lebih Awal ke Zahirah tentang ini! Kalo lu emang ngga suka sama si Sarah apa salahnya lu nolak?"



"Gw ngga bisa Za.. Orang tua gw menepatkan pada keadaan tidak boleh memilih. gw terpaksa mengiyakan semua ini!"



"Egois sekali ya keluarga lu!"



Reza menatap Zaidan dengan mata yang serius.



"Ada kalanya kita tidak perlu menuruti kemauan orangtua kita sendiri! Untuk menikah, kita harus memilih calon Istri yang memang benar-benar kita cintai! Karena apa? menikah beda sama pacaran, Menikah bukan ketika kita bosan lalu kita tinggalkan begitu saja!"



"Apalagi kita sebagai laki-laki yang menjadi Imam. kita mempertanggungjawabkan keluarga kita Dunia dan Akhirat"



"Pernikahan itu Sakral! bukan ketika kita berantem lalu kita bercerai. Dan kamu pasti tau cerai itu hal yang di perbolehkan tapi Allah tidak menyukainya."



"Zaidan.. jika kamu benar-benar mencintai Zahirah perrjuangkan lah dia. Yakinkan kedua orang tua kamu untuk menerima Zahirah sepenuhnya. Jika kamu memaksakan diri untuk menikahi Sarah. Karena embel-embel berbakti sama Orangtuamu stop dulu deh berbaktinya"



Zaidan mendengarkan ucapan Reza dengan seksama. Dari jauh-jauh hari Zaidan sering berusaha meyakinkan Bunda nya untuk menerima Zahirah. Bukannya luluh yang ada, semakin banyak umpatan yang di layangkan kepada Zahirah oleh Bundanya..



"Kamu laki-laki. kamu harus memiliki pendirian. Dan kamu harus pintar dalam mempertimbangkan sesuatu. Jika kamu salah memilih. kamu Harus siap dengan resikonya"



"Bagaimana dengan kawin lari?



Reza kaget dengan jawaban Zaidan. Apakah dia tidak mendengar kan ucapan lebarnya barusan.



"Lu Gila Dan! Kawin lari bukan solusi! yang ada itu adalah awal kamu memupuk permasalahan di kemudian hari. Dan gw yakin Zahirah tidak sebodoh itu mengikuti saran gila lu ini!"



"Jika lu memang tidak bisa menolak pernikahan ini. Jalani dengan pernikahan pada Umumnya. Buka Hati lu untuk Sarah. Dan lepaskan Zahirah!"



Melepaskan Zahirah itu adalah hal mustahil yang akan di lakukan Zaidan.


Jadi. Cinta nya tidak akan ia lepaskan apapun alasannya..



Zaidan pergi begitu saja meninggalkan Reza..


__ADS_1


"Zahirah terlalu Baik untuk ada di posisi saat ini, Andai Zahirah tau Aku juga mencintainya sama seperti Zaidan. Malah lebih" Reza bergumam sendiri


__ADS_2