Zahirah

Zahirah
Manusia Masa Lalu Sang Bos


__ADS_3

Pak Hamdan melamun. Mengingat ucapan Zaidan Tiga Hari lalu. bagaimana pun Pak Hamdan tidak akan rela jika Zaidan menyakiti Sarah. Sarah tidak ada sangkut pautnya dengan permasalahannya.


Pak Hamdan menghela nafas kasar berkali-kali. Ibu Rosita yang melihatnya pun menghampiri Pak Hamdan..


"Kenapa wajah Ayah seperti itu? Apa Ayah menyesal telah menikahkan Sarah?" Bu Rosita bertanya sambil menatap wajah suaminya intens


"Bu untuk hari ini Ayah benar-benar tidak ingin bertengkar" Jawab Pak Hamdan lesu.


"Emangnya ibu mengajak Ayah bertengkar? Ibu bertanya siapa tau Ayah menyesal"


"Ouh iyaa.. bagaiman kabar anak simpanan mu itu? Anak sialan" Lanjut Bu Rosita lirih


Pak Hamdan menoleh. menatap wajah istrinya dengan mata yang menahan amarah.


"Yang kamu sebut anak sialan itu. ia yang merelakan kekasihnya untuk menikahi Sarah! Apa kamu tidak merasa berterima kasih Bu?"


"Sama sekali tidak! Rela tidaknya anakmu itu. Zaidan akan tetap memilih menikahi Sarah!" Jawab Bu Rosita angkuh


"Kamu yang menekan Irma untuk mengancam Zaidan! Jika Zaidan tidak ingin menikahi Sarah. Kamu dan Irma akan mencelakai Zahirah!"


"Picik sekali rencana mu itu. Memamfaatkan balas Budi orang lain untuk meluruskan keinginan mu!" Kesal pak Hamdan menatap Istrinya.


"Karena Aku belum puas melihat mereka hidup menderita! Akan aku usahakan salah satu diantaranya mati di tanganku!"


Pak Hamdan yang mendengar ucapan Bu Rosita berdiri menghampiri nya. tangannya sudah ia layangkan tapi terburu di cekal..


"Jika sampai tangan ini memukul wajahku kembali. Aku akan pastikan orang tua mu tau kalo kamu masih berhubungan dengan anak Jala** Itu! Dan aku pastikan bukan aku yang akan menyakiti nya tapi orang tuamu sendiri"


Pak Hamdan melepaskan tangannya dengan keras, menunjuk wajah Ibu Rosita dengan mata yang berkilat penuh amarah.


"Jika kamu sampai melakukan sesuatu kepada Zahirah atau Rina, aku tidak akan diam! Dan jangan sampai orang tua ku tau masalah ini! aku pastikan kamu jauh akan menderita daripada sekarang!"


"Jangan hanya memperbaiki cara pakaian mu dengan baju syar'i seperti ini. Perbaiki juga akhlakmu dalam memperlakukan orang lain. melihat penampilan mu orang-orang tidak akan pernah tau. bahwa kau memiliki hati busuk melebihi iblis" ucap pak Hamdan dengan menggebu


"Aku menjadi seperti ini karena ulah kalian. kalian telah membunuh anak dan ibuku!' Ucap Bu Rosita menggebu


Pak Hamdan mendorong Bu Rosita duduk di kursi. menatap nya dengan sorot mata yang tajam


"Berdamai dengan masa lalu itu jauh lebih baik.


Daripada menuntun diri untuk membalas dendam! Dan lagi bukan aku atau Rina penyebabnya, itu sudah ketetapan Allah Orang tuamu dan anak kita meninggal pada saat itu!"


"Tetap saja itu karena ulah gilamu dan perempuan ****** itu!"


Pak Hamdan berlalu meninggalkan Bu Rosita duduk sendiri dengan kabut amarahnya


"Aku tidak akan main-main dengan ucapan ku lihat saja nanti. Dan kamu akan semakin menyesal seumur hidup!"


Bu Rosita berteriak. Tapi pak Hamdan tidak memperdulikan nya sama sekali..



Dua hari sudah Zahirah menikmati liburannya di Kota Kembang ini. Selain tempatnya yang menyejukkan Hati, pikirannya juga terasa tentram.



Walaupun Zahirah masih sedikit merindukan Zaidan. Wah apakah pantas dia merindukan suami orang..



Sejak mereka sampai ke hotel. Indah sama sekali tidak ikut bersamanya. Mengingat Indah bukannya bosnya itu tidak ingin menginjakkan kakinya lagi di kota ini? Lalu kenapa kemarin ia tiba-tiba datang ke rumah. Mau ikut berlibur bersamanya.



"Zah makan malam sekarang kita nyari di tempat lain aja. Sekalian jalan-jalan malam. besok kan kita sudah pulang."



"Em boleh banget itu Fit" Ucap Zahirah seraya menganggukkan kepalanya..



"Kalo sekarang mau nyari pasangan kembali, pokoknya harus benar-benar lulus seleksi gua dulu! Harus terjamin kehigenisan keluarga nya. Jangan kaya keluarga Mantan elu itu. BAKTERI!."



Celetuk Fitri cuek dengan masih memainkan handphone nya. Zahirah mencebik kesal mendengarnya. Ya mana Zahirah tahu, kalau hubungannya akan berakhir seperti ini


__ADS_1


"Ngga boleh kaya gitu Fit ah"



"Serius Zah mereka tuh kaya kuman. bahaya kalo di biarin terus! Gua heran kok mau aja ya Zaidan lahir dari rahim ibunya itu?"



"Fitri ihhh.. Kamu tuh emang kita bisa milih mau lahir dari rahim siapa? Aku juga heran kenapa Mami mau lahirin anak modelan kamu begini?" ucap Zahirah dengan jengkel



Fitri yang mendengarnya nya pun melempar kan Handuk ke Zahirah



"Sialan luu!"



Zahirah tertawa terbahak-bahak. melihat ekspresi wajah Fitri yang terlihat kesal



"Makanya jangan suka ghibahin orang Fit" Zahirah berbicara dengan masih tertawa



"Berhenti tertawanya kita siap-siap keburu malam nanti!"



"Okey Siap boss"



Zahirah melamun. memainkan makanan nya. Besok ia sudah pulang. memulai bekerja kembali. Dan pastinya sesekali ia akan bertemu Zaidan dengan status yang baru. Apa pada akhirnya Zaidan akan bahagia dengan pernikahannya? apa akan melupakannya begitu saja?


"Kenapa kalian makan disini tidak mengabari saya?"


Indah datang, menepuk pundak Fitri. Duduk dengan tiba-tiba hingga mengagetkan kedua manusia di depannya ini. Sampai membuat Fitri tersedak makanannya sendiri. Bos jahanamnya telah kembali rupanya.


Zahirah mengelus tengkuk Fitri lembut. Sungguh kasihan sekali temannya ini. Wajahnya memerah, sampai hidungnya berair. pasti sakit.


"Ngga apa-apa gimana? Lu ngga lihat muka gua gimana? Apa gua bilang bos elu ini bikin keadaan jantung kita tidak sehat!" Jawab Fitri dengan sedikit marah


"Lagian kalian serius banget. Tadi saya ke hotel kalian tapi pada ngga ada. yaudah saya muter-muter eh ketemu disini!" Jawab Indah tanpa merasa bersalah.


"Saya meminta Izin dengan hormat ingin menuangkan soto ini ke wajah Bos. apakah Bos mengizinkan?"


Ucap Fitri dengan suara yang jengkel. mengangkat mangkuk Isi soto yang masih mengepul. lalu di tahan oleh Zahirah.


"Apa-apaan kamu tuh Fit" Mengambil mangkuknya dan menaruh kembali di tempat semula


Indah hanya menyaksikan tanpa menanggapinya. Sungguh berkumpul dengan dua anak buahnya ini sangat menyenangkan


"Mba kemana aja dua hari ini? Kita khawatir tau mba ngga ada kabar" Zahirah bertanya menatap Indah


"Elu yang khawatir gua mah ngga! malah lebih' seneng dia ngga pulang-pulang" Fitri berucap pelan


Zahirah yang mendengarnya pun menyenggol tangan Fitri. semoga saja Bosnya ini tidak dengar.


"Ngapain mengkhawatirkan Saya? Kamu lupa kota ini kota kelahiran saya?" Timpal Indah cuek


Demi apapun nyesel banget Zahirah mengkhawatirkan Bosnya. Fitri hanya Acuh mendengar dua orang yang di depannya ini. Fitri masih merasa kesal, selera makannya jadi hilang, begitu anak singa itu datang.


Indah memanggil waiters, memesan makanan untuk dirinya. Ketika Mereka sibuk dengan acara makannya masing-masing.


Datang sepasang suami-istri menuntun dua anak kecil.


"Ya ampun. Teteh ada di Bandung? kenapa nggak kabarin aku sama mas Alan?"


Sontak membuat Fitri dan Zahirah menatap Aneh kepada wanita yang sok kenal sama bosnya ini? Indah hanya tersenyum simpul


"Acara dadakan" Balas indah cuek.


"Sayang kita makan bareng sama teteh Indah aja disini. Aku kangen banget sama dia" Lisa berkata menarik tangan suaminya agar duduk di sebelahnya, Alam hanya menurut, dan membantu kedua anaknya duduk.


"Maaf sekali mba yang terhormat, kami tidak menerima orang lain ikut bergabung di meja makan kami ! Silahkan cari tempat yang lain yang lebih nyaman dari tempat ini!" Fitri berbicara dengan tegas

__ADS_1


Dan wanita itu hanya terkekeh


"Kami ini bukan orang lain! Aku adik sepupu teteh Indah! Dan yang di sebelah ku ini Suamiku dan anak-anak ku"


Zahirah membekap mulutnya syok. mendengar ucapan wanita itu barusan. Apakah ini adik sepupu dan mantan pacar Bosnya itu. Zahirah melirik Indah was-was. Wajah Indah sedikit memerah. Ya salam jangan sampai terjadi pertumpahan darah pikirnya


"Saya tidak tau dan tidak mau tau ada hubungan apa kamu sama Orang di sebelah saya ini! Yang saya mau kamu pergi dari tempat ini dan bawa pasukan mu itu. Risi sekali Saya melihatnya"


Fitri kembali menimpali dengan suara yang semakin jengkel. Matanya menatap dua anak itu yang tidak bisa diam. mengacak-acak makanan nya yang sama sekali belum ia sentuh..


"Kamu siapa nya Teteh Indah, sampai berani mengusir saya?" Tanya Lisa menyelidik


"Saya bosnya! kenapa?"


Lisa memandang Fitri dengan tatapan seperti sedang mengintrogasi. bergantian menatap Indah dengan tatapan mengejek


"Wahhh Apakah butik yang uwa tinggalkan bangkrut di tangan kamu Teh? hingga kamu bekerja pada orang lain? Sudah aku katakan keluarga ku yang lebih pantas meneruskan butik itu! Kamu tidak akan bisa"


Bukannya marah, Indah malah tertawa menatap Lisa remeh


"Aku Kadang suka kasian sama kamu Lis! Senang sekali rupanya merebut milik orang lain? Makanya jadi orang itu kaya raya seperti Aku. Jadi tidak perlu memungut sampah Bekasku!" Ucap Indah menatap Lisa dan Alan secara bergantian, dengan tatapan sedih yang di buat-buat.


"Sudah lah Lis, kita pergi saja. Kasian anak-anak nanti kemalaman"Alan memegang tangan Lisa. Lisa menangkisnya secara kasar


"Lihat Teh aku bahagia sekarang. Aku memiliki dua orang anak, bahkan sekarang aku sedang hamil lagi! Coba kamu lihat hidup mu yang menyedihkan itu. Sudah tua begini tapi tidak memiliki pasangan. Tidak laku lagi kamu? Atau jangan-jangan kamu menjual diri di kota lain hingga enggan menikah?"


Indah tersulut emosi berdiri ingin melayangkan tangannya. Tapi Tangan Zahirah lebih dulu menampar pipi Lisa dengan kencang.


Plaakkkk


"Jaga ucapan kotormu itu! Kamu lebih hina daripada mba indah! Berbuat Zina bersama kekasih Kakakmu sendiri itu lebih menjijikkan!"


Zahirah menatap Alan Dengan sorot mata tajamnya


"Dan kamu. Sebagai suami, seharusnya dapat mendidik Istrimu dengan baik! Perhatikan penampilan Ibu dari anak-anakmu ini! tubuh yang menurut ia seksi tapi di nikmati oleh banyak mata laki-laki! Beruntung kah kamu memilikinya?"


"Dan lagi ucapan kotornya itu, perlu kamu perbaiki. Bukan karena hanya menjaga perasaan orang lain. Tapi, kamu sendiri juga perlu merasa malu!" Lanjut Zahirah


Zahirah kembali menatap wajah Lisa intens "Saya tidak tahu banyak tentang permasalahan antara kamu dan Mba Indah. Tapi sebagai manusia, seharusnya kamu memiliki sedikit saja rasa tentang tahu diri. Kamu menuduh Mba Indah berzina. Apa kabar dengan anakmu yang pertama?" Zahirah menekankan setiap perkataannya.


Indah dan Fitri kaget mendengar ucapan Zahirah barusan. Ini kali pertamanya Zahirah berbicara penuh Amarah.


Alan dan Lisa tidak kalah kagetnya. Lisa tidak menerima hinaan Zahirah barusan..


Lisa meremas tangannya. ucapan Zahirah benar-benar mempermalukan harga dirinya. Alan pun tidak kalah bedanya dengan Lisa. Ia memalingkan wajahnya menahan malu.


Lisa ingin melempar kan gelas di meja. Alan mencekalnya "Jangan mempermalukan dirimu sendiri Lis! Ini tempat ramai, jauh lebih baik kalau kita pergi saja dari sini" Bisik Alan penuh penekanan


Fitri berdiri menggebrak meja makan dengan kencang. Membuat dua Anak kecil yang berdiri di depannya merasa ketakutan, hingga memeluk Alan erat


"Apa yang di katakan temanku barusan itu benar! Keluarlah bawa Istri dan anakmu itu pergi dari sini! sebelum saya melakukan hal yang lebih daripada yang di lakukan teman saya barusan"


Wajah Alan merah antara marah dan menahan malu, karena banyak yang menonton pertengkaran mereka. Lalu menarik paksa tangan Lisa. Lisa mengambil tasnya, memegang pipinya yang lebam. Lalu menatap Indah semakin benci..


Sungguh ia ingin sekali membuat Indah cemburu. sangat ingin mempermalukan Indah di tempat Umum. Ingin Indah tau kalo Dia dan Alan hidup bahagia. Tapi teman sialan nya itu malah menamparnya..


Alan dan Lisa berlalu tanpa permisi. Menuntun kedua Anaknya pergi.


Mereka bertiga terdiam. Indah dan Fitri menatap Zahirah takjub


"Aduhh tangan aku gemetaran. Aku udah nyakitin orang, mana sedang hamil lagi! Kalo Mama tau aku bisa di keluarin dari Kartu keluarga ini" Ucap Zahirah dengan suara yang bergetar.


Zahirah menatap ke sekeliling restoran, masih ada beberapa pengunjung yang memperhatikan mereka.


"Gua bangga sama lu Sekarang Zah! kenapa ngga dari dulu aja ya elu punya keberanian seperti ini. Apalagi kalo lu nampar Zaidan kemarin sama kaya nampar wanita jadi-jadian barusan. Gua bakal serahin dah setengah warisan gua sama lu" Ucap Fitri semangat.


Zahirah menepuk pundak Fitri


"Kok aku jadi kejam, kamu bangga Fit ? korslet otakmu itu ya?"


Fitri cekikikan. Sungguh ia menyesal kenapa tadi tidak ia rekam ketika Zahirah marah-marah. Lalu menunjukkan kepada kedua orangtuanya,


Mata Indah berembun. Ia terharu ini adalah kali pertamanya dia ada yang membela setalah Maminya meninggal.


"Terimakasih ya Zahirah Fitri, Dan maaf telah mengganggu acara makan kalian berdua" Ucap indah tulus


Ini yang lebih menakjubkan lagi. Apa mereka berdua tidak salah dengar. Anak singa berterima kasih dan meminta maaf secara bersamaan.. Akan ada badai apa setelah ini?


Zahirah dan Fitri hanya menggunakan kepala dengan Liur yang hampir menetes..

__ADS_1


__ADS_2