11:30

11:30
Tak ada yang harus di akhiri


__ADS_3

"Apa kalian sudah benar-benar berakhir ?"


Bukan kah sudah jelas semuanya ,Charli memang tak pernah mencintai nya kan ?.Tapi pertanyaan terakhir yang Dori ucapkan tadi masih terngiang di telinga nya ,dan kata terakhir malam itu yang Lura ucapkan adalah "jaga dirimu baik-baik " Lura dengan berat harus melepas Charli ini bukan karna dia sudah memiliki Been ,tapi ini karna Charli tak pernah mencintai nya .


"Bahkan kisah kami tak pernah punya awal untuk di akhiri ,ini tak perlu di akhiri ,karna tak pernah ada cinta darinya untuk ku "


Dori melihat sebuah luka yang dalam di mata Lura ,tapi tak ada air mata di sana dia mengucapkan nya seolah baik-baik saja .Dia mungkin sudah terbiasa menyimpan lukanya sendiri ,itu membuatnya ingin menggenggam tangan nya, Lura tak baik-baik saja dia lebih terluka mungkin sangat terluka tapi dia tak mengekspresi kan nya .Dori tau sepertinya dia sangat mencintai Charli dan masih sangat mencintai nya .


Begitu masuk semua orang langsung menatap nya dengan penuh tanda tanya ,Dori tak peduli seperti biasa ,dia dengan santai langsung duduk di samping Charli ,kemudian Huno berdiri di depan nya dengan menyilangkan tangan nya di dada .


"Apa ?"


Tanya Dori heran melihat tingkah Huno.


"Kamu baru pertama kali kan bertemu dokter Lura ?"


"Iya lalu ?"


"Kenapa kalian begitu akrab tadi ,kami melihat nya dari balkon ?"


"Aku tak sengaja menubruk nya tadi di tempat parkir ,lalu membantu nya membuang sampah ,ada yang salah "


"Kenapa kau tersenyum padanya ,aku tau ini tak normal ,kau tak pernah tersenyum pada orang "


"BUKKKK"


"Yakkkkk"


Dori memukul tubuh Huno dengan bantal yang ada di samping nya ,bukan nya di sambut dengan hangat dia malah di beri segudang pertanyaan ,dan apa dirinya pesikopat yang aneh tak pernah tersenyum .


"Aku manusia bukan batu "


Charli juga menatap Dori dengan tatapan yang sama ,hanya Been yang sepertinya tak peduli sudah jelas dia mungkin akan senang jika Lura bisa menjauh dari Charli .


"Dia cantik "

__ADS_1


Ucap Dori sambil menatap Charli dengan senyum yang misterius ,membuat semua sahabat nya melotot tak percaya ,manusia yang dingin dan kerasnya melebihi es batu itu bisa memuji seorang wanita yang baru saja di temui nya ,apalagi ekspresinya sangat aneh menurut mereka .Dia tersenyum lagi .


** ** **


Ada kecelakaan bus malam itu ,unit gawat darurat menjadi tempat tersibuk di rumah sakit.Lura baru saja tiba ,hari ini sebenarnya dia libur, saat suster Maria menghubungi nya dia sedang menyetrika baju nya mencoba menyibukan dirinya dengan apapun ,biasanya dia paling malas jika hari libur nya di ganggu tapi saat ini dia senang karna dia tau akan sesibuk apa nanti .


Lura mengikat rambut panjang nya dengan kuat saat pasien-pasien itu datang ,keadaan mereka sangat buruk semua menjadi perioritas utama nya ,bangsal ruang gawat darurat sampai penuh malam itu .


"Dok ada ibu hamil yang menjadi korban, kita harus segera mengoprasinya pendarahan nya sangat parah "


"Baik ,suster Maria bisa panggil dokter Jhosep ke ruang oprasi 2 secepatnya "


Benar keadaan ibu itu sangat keritis mungkin Lura hanya bisa menyelamatkan salah satu dari mereka ,ibunya atau anak dalam kandungan nya , ini keputusan sulit yang harus di pilih seorang dokter ,di depan ruang oprasi suami korban menunggu dengan cemas keadaan nya tak jauh lebih baik tangan nya terluka dan baru saja di jahit Jhosep dia dengan tertatih memaksa ingin melihat tapi di halangi suster ,dia bisa saja mengganggu jalan nya oprasi .


"Dok tolong selamatkan mereka selamatkan anak dan istri saya dok "


Saat Lura hendak masuk ruang oprasi lelaki yang menjadi suami pasien nya memegang tangan nya dia memohon dengan pilu ,tentu saja Lura ingin menyelamatkan keduanya tapi semuanya ada di tangan Tuhan dia hanya melaksanakan tugasnya dan berusaha yang terbaik untuk mengoprasi nya .


"Saya akan melakukan yang terbaik ,bapak sebaiknya duduk dan banyak berdoa saja "


Sudah 3 jam berlalu keringat di dahi Lura sudah sangat banyak ,susuter Jasmin mengelapnya dengan tisu untuk yang ke sekian kalinya ,dan saat dia menggunting benang yang menjahit bekas oprasi,semuanya selesai ,dia bisa bernafas lega sekarang .Oprasi suskses keduanya bisa di selamatkan keadaan bayinya masih lemah dan harus segera di masukan inkubator .Mereka tak tidur semalaman ,ini sudah hampir subuh dan unit gawat darurat mulai tenang kembali ,Lura dan Jhosep sedang di kantin mengisi perut mereka yang keroncongan .


"Lu kau tau kenapa aku memilih ikut ke perbatasan lusa nanti ?"


"Katamu karna uang "


"Salah satunya ,tapi alasan ku yang sebenar nya ,karna jika nanti aku mati terbunuh tak ada yang akan menangisi ku "


"Kau bodoh lalu aku tak peduli begitu padamu ?"


"Kau kan tak bisa menangis "


"Meskipun aku tak bisa menangis tapi aku peduli padamu ,kau harus pulang hidup-hidup "


Ini yang sebenarnya membuat mereka dekat ,Lura dan Jhosep sama-sama tak punya keluarga ,mereka menjalani hidup dengan sama sulit nya hanya saja Lura jauh lebih beruntung ,Jhosep sepeninggal orang tuanya masih harus melunasi hutang mereka yang tak sedikit ,bahkan dia sering di datangi depkolektor yang tak segan-segan memukuli nya ,setahun yang lalu pernah penagih hutang itu membuat heboh rumah sakit dan Jhosep hampir saja di pecat ,jika bukan karna Lura yang meyakinkan pihak rumah sakit dia mungkin sudah tak bekerja di sana .

__ADS_1


"Apakah aku harus ikut ke sana ?"


"Apa maksud mu ,kau sangat di butuhkan di sini ,apalagi lusa nanti kan oprasi besar akan di lakukan mereka tak akan bisa melakukan nya tanpa mu "


"Tapi mereka tak menghargai ku ,aku hanya jadi asisten Zuyu bodoh "


"Ahhh benar "


Saat matahari mulai bersinar Lura baru sampai di depan gedung apartemen ,dia dengan mata sayup kurang tidur berjalan lunglai menuju lift dan saat pintu lift terbuka   kenapa dia harus bertemu Charli dan kedua teman nya Minki dan Huno ,mereka baru pulang dari super market setelah belanja bahan makanan ,Lura yang tadinya sudah mengantuk langsung sadar sepenuh nya .


"Hai Lu "


 


Sapa Huno ramah.


"Hallo "


"Kamu baru pulang dari rumah sakit ?"


"Iya ,kalian habis belanja ?"


"iya ,kamu mau ikut sarapan bersama kami Dori akan masak banyak hari ini "


Lura langsung menggeleng dengan cepat ,tentu saja dia tak akan mau ,dia ingin bersikap biasa saja ,tapi masih saja terdengar canggung ,saat pintu lift tiba di lantai 3 apartemen, Lura dengan cepat keluar ,tapi saat dia masuk ke apartemen tanpa sepengetahuan nya Charli mengikutinya dari belakang dan ikut masuk ke apartemen nya ,Huno dan Minki bahkan tak menyadarinya mereka pikir Charli di belakang mereka .


"Ya Tuhan .Kaka mau apa ?"


Lura hampir saja terjatuh saking kaget nya melihat Charli yang ternyata ikut masuk ke apartemen nya .


"Aku ingin bicara dengan mu "


"tak ada yang perlu di bicarakan kak"


"aku tak bisa melepaskan mu "

__ADS_1


Lura menatap Charli seolah tak percaya ,kenapa dia tak bisa melepaskan nya ,apa selama ini dia menggenggam nya ,bukan kah dia tak pernah mencintai nya .


__ADS_2