
Jam makan siang di sebuah kantin mungkin akan sangat ramai ,para karyawan akan berlomba-lomba sampai lebih dulu untuk segera mengisi perut mereka yang telah keroncongan .Antrian perasmanan mungkin akan panjang dan berdesak-desakan .Berbeda hal nya dengan kantin di rumah sakit Diamon ,suasana nya selalu seperti ini tak pernah kantin ramai oleh tenaga medis yang bekerja ,lebih banyak keluarga pasien yang berada di sana ,para tenaga medis bahkan tak punya cukup waktu untuk istirahat ,mereka biasanya menerima paket makanan yang sengaja di bungkus seperti bekal oleh pihak kantin rumah sakit agar bisa memakan nya di ruang istirahat yang tak jauh dari ruang pasien ,jadi jika sewaktu-waktu ada panggilan darurat mereka bisa cepat datang dengan berlalri .
Seperti siang itu Lura baru saja keluar dari ruang oprasi ,dia melirik jam di dinding yang sudah menunjukan pukul 13:00 artinya jam makan siang baru saja habis ,sepertinya dia tak bisa pergi ke kantin kemudian dia memutuskan pergi ke ruangan nya ,pasti Jhosep telah memesan makanan untuk nya .
"Kau sudah selesai ,cepat makan hari ini menu makan siang kita ikan bakar dan telur keju kesukaan mu "
Benar kan Jhosep sudah ada di ruangan nya ,dia juga sedang menikmati makan siang nya.
"Wahh benarkah ,aku lapar sekali "
Lura segera duduk dan membuka bekal makan siang itu ,dia memang sudah benar-benar lapar saat itu ,apalagi lauk kali ini adalah kesukaan nya.
"Ahh benar aku hampir lupa ,bagai mana hasil pemeriksaan tangan mu ?"
Lura terdiam dengan pertanyaan itu ,bagai mana dia menjelaskan nya.
"Kau tak perlu khawatir ,ini tak separah itu "
"Benarkah ?"
"Benar ini hanya gangguan saraf biasa aku hanya tinggal minum obat dan istirahat "
Jika Jhosep tau yang sebenarnya dia akan heboh dan langsung menyuruh nya berhenti kerja ,dia hanya ingin mempersiapkan semuanya sebelum pergi dari rumah sakit ini ,banyak pasien nya yang tak bisa begitu saja dia tingalkan .
Kemarin Lura sudah memerikasa keadaan nya ,dokter Maikel ahli saraf terbaik rumah sakit Diamon dengan teliti memeriksa keadaan nya , Lura di diagnosa menderita penyakit CTS (carpal tunnel syndrome )
,mati rasa dan kesemutan di tangan dan lengan yang disebabkan oleh saraf terjepit di pergelangan tangan ,dalam kasus nya cidera yang di alami Lura sudah cukup parah .
"Kenapa kau baru memeriksakan nya ,kau harus segera di oprasi ,lihat ini hasil tes MRI ini,jaringan saraf mu sudah rusak jika terus di biarkan kau bisa lumpuh ,carpal tunnel syndrome bukan penyakit yang bisa di sepelekan "
__ADS_1
Lura malah di marahi dokter Maikel ,dan benar keadaan nya sudah lumayan parah jika di biarkan mungkin tangan nya tak akan berpungsi lagi .Dia sendiri tak menyangka sudah separah ini ,pantas saja setiap malam dia selalu merasa sakit yang luar biasa dan beberapa kali tangan nya mati rasa tak bisa di gerakan .
"Baik dok aku akan segera melakukan nya tapi mungkin dua minggu lagi ,aku harus mempersiapkan segala nya "
"Jangan lebih dari itu dan ini jika terasa sangat sakit suntikan ini di tangan mu dan minum obat yang ku resep kan "
"Baik dok ,terimakasih tapi bisakah dokter merahasiakan nya dulu aku tak ingin mereka heboh nanti nya "
"Ahh siapa tim mu ? ,baiklah "
Obat yang di beri dokter Maikel memang cukup ampuh untuk saat ini ,tapi dia tak bisa terus mengandalkan obat itu .Lura memandangi Jhosep di depan nya ,jika dia sekhawatir ini bagai mana dengan Charli ,bagai mana dia memberitahu nya Lura tau Charli sangat sibuk akhir-akhir ini proyek pertama nya baru saja di mulai dia tak mau membebani pikiran nya .
"Kenapa kau bengong ,habiskan makanan mu cepat "
"Berisik ,aku sedang memakan nya "
Setelah makan siang itu Lura harus ke ruang rawat Been memeriksa keadaan nya .Sebenarnya dia paling malas jika harus ke sana ,dia sudah capek menghadapi Been yang sangat dingin dan jutek pada nya entah lah semenjak kecelakaan itu dia seperti lebih membenci nya ,Lura sempat berpikir apa oprasi itu tak berhasil dan malah membuat pikiran Been jadi kacau ,tapi itu tak mungkin kan ?.Lura di temani suster Jasmin masuk ruang rawat itu ,dia melihat sekeliling ruangan itu tapi tak menemukan keberadaan siapapuĀ keculi Been yang tampak acuh melihat kedatangan nya ,Huno dan Dori yang biasa menjaga nya tak di lihat nya .
"Baik "
Been malah terus fokus dengan ponsel nya .
"Akhh syukurlah ,di mana kak Dori dan Huno kenapa kak Been sendirian ?"
"Mereka sedang keluar "
"Ohh begitu ,kami datang ke sini untuk memberitahukan keadaan kaka ,luka di kepala kaka sudah semakin membaik ,besok perban nya sudah bisa di lepas dan mungkin lusa nanti kaka sudah bisa pulang "
"Baguslah aku sudah muak di sini "
__ADS_1
Suster Jasmin mulai kesal dengan sikap Been yang selalu jutek pada Lura padahal berkat Lura dia bisa tertolong malam itu .
"Dok saya sudah selesai mengganti infus nya "
"Oh iya mari kita keluar "
"Tunggu ,bisakah kita bicara ber 2 ?"
Lura menghentikan langkah nya ,dia kemudian berbalik dan menatap Been ,sebenarnya dia sudah malas berhadapan dengan nya ,apalagi dengan sikap nya yang menjadi sangat menyebal kan .
"Suster bisa keluar sekarang "
Ucapnya lagi agar Lura benar-benar sendirian .Lura mengangguk meyakinkan Jasmin agar mau meninggalkan nya .
Lura kini duduk di samping tempat tidur Been ,apa lagi kali ini .
"Terimakasih sudah menolong ku ,meskipun itu semua kewajiban seorang dokter untuk menolong orang ,benar kan ?"
"Iya kaka benar "
"Lura kamu tau kan aku masih sangat mencintai Charli ,dan setelah dia bersama mu aku sadar bahwa cinta ku tak bisa hilang begitu saja ,aku malah semakin menginginkan nya .Bisakah kamu melepaskan nya dan membiarkan kita seperti dulu lagi ,hubungan kita tak sesingkat itu untuk dengan mudah di lupakan ,mungkin Charli hanya jenuh dengan hubungan kita dan ingin bermain-main dengan mu "
"Maksud kaka apa ?,aku tak bisa melakukan nya ,hubungan kalian kini hanya tinggal masa lalu saja ,sebaiknya kaka yang merelakan nya dan kembali hidup normal aku percaya pada kak Charli dia tak mungkin seperti itu "
Sepertinya Lura salah dengan diam di sana dan mendengarkan omong kosong Been ,dia segera bangkit dan hendak keluar ruangan itu .
"Jika Charli masih mencintai ku apa kamu mau membiarkan nya bersama ku kembali "
Lura menghentikan langkah nya lagi dan berbalik kembali menatap Been .
__ADS_1
"Stop kak jangan ganggu kami lagi ,cukup kalian berteman saja "
Lura benar-benar keluar dari ruangan Been ,sepertinya otak nya benar-benae rusak setelah kecelakaan itu ,lebih baik dia kembali bekerja dia tak punya banyak waktu sekarang .