
Benar ,cinta dan benci jarak nya hanya terhalang satu benang tipis ,kita bisa mencintai orang hari ini dan kemudian membencinya saat itu juga .Saat Charli mengatakan dia membenci ku ,aku bisa melihat api amarah yang berkobar di matanya dan saat dia bilang aku menjijikan ,dia tak berbohon, aku tau dari cengkraman nya yang menyakitkan .Ku pikir semuanya akan kembali seperti dulu setelah semua orang tau tentang bagaimana diriku ,ku pikir dia masih mencintai ku saat tangan nya masih hangat menggenggam ku,di malam ketika aku tersadar dari kecelakaan itu ,ku berharap dia hanya bosan dan segera kembali pada ku .
Been terjatuh dalam lubang hitam yang di buatnya sendiri ,lubang yang semakin dalam menarik nya ke dasar , dia mencintai seseorang yang salah untuk yang ke dua kalinya kemudian kembali di perlakukan seperti ini ,baik itu Charli atau Sano mereka sama-sama pernah mencintainya kemudian berakhir dengan menyebutnya menjijikan ,beda nya kini rasa sakit akibat perlakuan itu lebih pedih dari pada dulu ,dia terlalu mencintai Charli ,dia terlalu baik untuk kemudian menjadi jahat dan dia benci .
"Cepat makan makanan mu Been nanti dingin "
Dia hanya menatap semangkuk nasi yang Dori beri sepotong daging di atas nya
"Apa kau tak jijik dengan ku ?"
Dori dan yang lain nya masih di asrama melanjutkan rencana makan malam mereka meskipun tanpa kehadiran Charli .
"Dia sedang marah jangan terlalu di anggap ucapan nya "
__ADS_1
Minki mencoba menenagkan hati Been meskipun dia tak begitu yakin dengan ucapan nya sendiri .
"Dia tak pernah seperti itu selama 10 tahun kita bersama ,dia membenci ku sekarang "
Been menunduk dan mulai menagis kembali ,mereka tak tau harus berbuat bagai mana ,yang Been katakan benar ini pertama kalinya Charli marah seperti itu ,berulang kali mereka berusaha agar Been merelakan Charli bersama Lura tapi usaha mereka selalu tak di anggap Been ,dia percaya dengan perasaan nya dia yakin hubungan yang tak sebentar itu pasti tak akan mudah hancur hanya karna orang baru seperti Lura .Been tak pernah sadar bahwa Charli tak pernah sama seperti nya .
Setelah hari itu semuanya berubah ,meskipun mereka bekerja normal kembali ,tetapi berbeda dengan sikap Charli yang sekarang dingin pada Been ,bahkan dia tak pernah lagi berbicara langsung dengan nya jika pun dia bersikap manis itu hanya akting nya di layar televisi ,rasa benci dan kecewa yang di rasakan Charli tak bisa hilang dari hati nya ,sebenar nya dia sadar ini bukan hanya salah Been ,masa lalunya sebagai gay adalah pilihan nya dulu, tak ada yang memaksanya untuk melakukan itu ,tapi masa lalu itu kini bagai bumerang saat Charli ingin melemparnya jauh dia datang kembali dan balik menikam nya .
Malam musim gugur yang indah ,langit tampak bersih tak ada awan di sana hanya saja udara semakin kering dan dingin ,Charli tak membawa mobil nya hari ini ,semua anggota DUX baru saja selesai syuting sebuah acara ,dia memilih pulang jalan kaki dari gedung tempat acara itu ,Charli ingin sendirian malam ini ,menghabiskan waktu nya yang seolah lambat dan kian membosankan ,dia berjalan di trotoar samping jalan raya yang malam itu tengah macet oleh kendaraan ,dia memakai sweater hitam yang kemudian di lapisi coat coklat panjang ,kedua tangan nya ia masukan ke saku coat itu agar tetap hangat ,kupluk sweater itu ia pakaikan di kepala, tak lupa masker menutupi sebagian wajahnya ,sebuah penyamaran sempurna agar tak di kenali orang .Sepanjang perjalanan itu pikiran nya kosong ,dia tak bisa merasakan emosi apapun saat ini selain sepi dan hampa .Setelah berjalan cukup jauh Charli menghentikan langkah nya di depan sebuah mini market ,kemudian masuk ke dalam nya ,membeli beberapa kaleng bir untuk dia minum di apartemen nanti .
"Maafkan aku "
Ucap nya lirih ,jika dia tak egois dan menginginkan nya kembali Charli mungkin masih bisa tersenyum dan tak membenci nya ,mereka mungkin masih bisa bersama meskipun hanya sebatas teman dan keluarga ,lihatlah sekarang bahkan dia tak lebih dari orang asing yang telah merusak hidup nya ,mungkin seharusnya Been tak pernah hadir di dalam kehidupan Charli.
__ADS_1
"Apakah orang seperti ku sampah di dunia ini ?,perasaan yang ku miliki bukan aku yang memilih ,jika benar Tuhan ada di sini ,mengapa dia tak berlaku adil pada ku ,aku juga ingin menjadi normal seperti mereka ,tapi aku tak bisa mengendalikan hatiku untuk tak mencintai nya "
Setelah memastikan Charli samapi di apartemen nya Been berbalik dan berjalan pulang ,dia tak langsung pulang ke rumah Dori tempat tinggalnya sekarang ,Been memilih berdiri di jembatan penyebrangan tepat di atas sungai Han ,tangan nya kuat mencengkram pagar besi pembatas jembatan itu ,dia terus menatap pantulan bulan yang bulat sempurna di atas permukaan sungai ,cahaya nya begitu menyilaukan membuat perasaan damai di hati nya .
"Bisakah aku terlahir kembali menjadi dia ,gadis yang kini sangat dia cintai .Aku akan menyerahkan semua yang ku miliki ,hanya saja jadikan dia miliku .Meskipun kau minta jiwa ku ,bisakah Kau lakukan itu Tuhan "
Been menghapus air mata di pipinya ,dia menangis tersedu-sedu sendirian di sana ,semuanya terlalu berat hingga sekarang ,semua yang telah di gapai nya seolah tak punya arti apa-apa tanpa hadir cinta di hidup nya ,Been merasa tak pernah di cintai dengan tulus selama ini ,yang orang lihat hanya kemolekan tubuh dan suara indahnya dia ingin cinta yang tulus dalam hidup nya .Been ingin seperti dulu sebelum ini semua terjadi.
"Kita buat kontrak malam ini ,aku akan menyerahkan hidupku pada Mu ,sebagai balasan nya Kau harus beri aku yang mereka sebut dengan cinta manusia normal "
Been memanjat pagar pembatas itu dan berdiri di tepian jembatan ,saat yang sempurna tanpa ada siapapun di dekatnya ,dia kini akan membuat kesepakatan dengan Tuhan dan mempertaruhkan hidup nya .
"Maafkan aku ,aku menyayangi kalian semua "
__ADS_1
Tangan nya ia rentangkan,angin malam berhembus kian kencang di atas sana, kemudian tanpa beban apapun tubuh itu melayang menembus udara dingin malam itu ,semua beban itu seolah ikut luruh bersama tubuh nya yang kemudian membelah permukaan sungai yang tenang .