
Lura tak tau kebetulan macam apa ini dia merasa hal baik selalu berpihak padanya setelah pindah ke apartemen baru nya ,dan apa hari itu hari keberuntungan nya ,dia tak pernah menyangka bisa bertemu ibu charli dan bisa seakrab ini sekarang dengan nya ,dia banyak bertanya tentang kehidupan Lura ,apa pekerjaan nya di rumah sakit ,bagai mana keluarga nya dan saat dia tau orang tua Lura sudah tiada dia amat sangat sedih dan juga bangga padanya ,karna dia pikir Lura adalah gadis yang mandiri dan pintar Lura juga sangat menghormatinya bukan karna dia ibu dari Charli lelaki yang di sukai nya tapi karna Lura benar-benar peduli ,ibu Charli sampai meminta tolong padanya untuk menjaga Charli ,Lura pasti akan membantu apapun tapi dia tak berhak menjaga Charli dia bukan siapa-siapa untuk nya sekarang .
"Charli bagai mana Lura menurut mu ? "
"Kenapa ibu bertanya itu ,Lura gadis yang baik bukan hanya pada ku tapi pada semua orang yang tinggal di sini "
"Kamu tak menyukai nya ?"
"Ibu bicara apa sih "
"Ibu mendengar gosip tentang mu yang kurang baik ,bahkan ibu tertawa saat mendengarnya bagai mana bisa mereka menyebut mu gay sangat konyol "
Charli langsung membeku mendengar itu .Jika gosip itu sudah sampai di telinga ibu berarti gosip itu sudah tersebar luas apa semuanya akan terbongkar sebentar lagi ,dia tak ingin karirnya dan Been hancur karna ini ,mereka sudah menyimpan rahasia ini lebih dari 5 tahun lamanya ,akan sia-sia jika semuanya berakhir seperti ini ,apalagi kalau sampai keluarga nya tau bisa-bisa ayah nya terkena serangan jantung .Itu bukan sekedar gosip semata tapi sebuah fakta yang dia ingin sembunyikan selama mungkin .
Charli kemudian menghubungi Been dan menjelaskan semua yang terjadi hari itu ,setelah mendengar nya Been terkesan biasa saja ,dia tak khawatir sama sekali baginya jika memang harus terbongkar ya tidak apa-apa ,dia sudah lebih dulu menjalani hidup sebagai gay sebelum dia mengenal Charli dan anggota DUX lain nya keluarga nya yang tinggal di Paris juga tak pernah mempermasalahkan itu dia bebas memilih jalan yang dia mau .Berbeda dengan Charli dia menjadi gay setelah mengenal nya ,Charli sebenarnya anak yang polos saat pertama kali bertemu Been dia sangat baik dan banyak membantu Been yang saat itu baru kembali dari paris dan masih belum terlalu mengerti bahasa di sana ,mereka juga satu kamar saat masih tinggal di asrama mungkin karna Been lah Charli menjadi sepertinya .Jelas keluarga Charli tak akan pernah mendukung ,mereka tak se bebas keluarga nya di paris .
"Kamu tau bahkan foto kita yang malam itu keluar dari club sudah tersebar ,agensi sudah mulai menganggap berita ini serius "
"Kamu mau selamanya menyembunyikan ini ,apa kamu yakin bisa ?"
Charli lengsung menatap intens lelaki di depan nya ,dia tak tau harus berbuat apa dia tak mau meninggalkan Been ,dan tak mungkin juga membongkar nya saat ini .
__ADS_1
"Aku tak tau harus bagai mana ? "
"Pacari saja gadis itu ,mungkin dia bisa menjadi tameng untuk menghalangi hubungan kita agar publik tak curiga lagi "
"Maksud mu dokter Lura,Been aku tak mencintainya aku hanya mencintai mu .Apa kamu cemburu karna aku baik padanya ,aku tak punya maksud apa-apa aku hanya membalas kebaikan nya padaku"
Charli langsung memeluk lelaki cantik yang tubuhnya lebih kecil darinya itu ,Been balas memeluk Charli dia juga sebenarnya tak suka dengan rencana itu ,tapi mereka tak punya pilihan .
"Kamu jangan menaruh perasaan padanya ,hanya buat dia jadi kekasih mu dan semua orang tak akan menggosipkan kita lagi "
Apakah yang Been rencanakan benar ?,apa setelah dia berkencan dengan gadis itu semuanya akan menjadi lebih baik ,Charli tak yakin dia punya pirasat buruk tentang itu .
Tak butuh waktu lama untuk menjadikan Lura sebagai kekasih nya ,gadis itu sangat polos dan benar-benar menyukai nya ,Charli tak akan berbuat jahat padanya dia hanya ingin sedikit memanfaatkan nya ,toh dia juga merasa bahagia dengan hubungan mereka .
"Lu apakah kamu mau berkencan dengan ku ,sepertinya kita banyak kesamaan .Aku jatuh cinta pada mu "
"Uhukk uhukkk uhukk "
"Lu kamu gak apa-apa pelan-pelan minum nya "
Charli menepuk-nepuk punggung Lura ,sepertinya dia salah saat mengucapkan nya ,seharusnya menunggu Lura selesai minum .
__ADS_1
Benar Lura sangat terkejut saat mendengarnya bahkan dia sampai tersedak dan batuk, saat itu mereka sedang minum kopi di taman belakang gedung apartemen dan tiba-tiba Charli mengatakan hal yang sebenarnya Lura pikir mustahil ,dia tak pernah berpikir bisa menjadi kekasih idolanya sendiri .Hari-hari setelah itu berjalan sangat manis Charli memperlakukan nya dengan baik mereka juga suka jalan-jalan ke luar ,meskipun bukan tempat ramai dan jauh tapi Lura sangat bahagia dengan hal itu ,bahkan Charli beberapa kali mengantarnya bekerja atau menjemputnya saat pulang .Dan yang paling membuat Lura bahagia adalah saat Charli membawanya ke rumah orang tua nya dia sudah berpikir Charli benar-benar serius padanya .Hingga suatu hari hal yang menjadi awal kecurigaan nya terjadi .
"Cieee yang mau di jemput pacar "
"Apaan sih suter Jasmin ,jangan berisik akh "
"Mana pacar mu aku mau lihat ? "
Sepulang kerja Lura akan di jemput Charli dia mengajak nya untuk makan malam di sebuah restauran dekat sungai yang cukup terkenal ,suster Jasmin dan Jhosep yang mengetahui itu sempat meledek nya .Lura berjalan sendiri ke tempat parkir basement rumah sakit ,dia berjalan pelan sambil berusaha mencari keberadaan Charli .
"Akhh itu dia mobil Charli "
Saat Lura berhasil menemukan keberadaan mobil nya dia kaget dengan apa yang di lihat nya Lura berpikir dia berhalusinasi bagai mana mungkin Charli berciuman dengan Been ,Lura sangat yakin saat itu dia pasti salah melihat .Lura mencoba bisa saja dan mendekati mobil Charli ,dia tampak terkejut dan berusaha bersikap biasa saja saat mengetahui Lura datang ,Been tak beranjak dari kursi sebelah Charli dia tak punya niat pindah dan membiarkan Lura duduk di sana ,Lura masih bersikap rasional dan mengalah ,duduk di belakang .Setelah itu banyak kejadian yang janggal di antara mereka Lura sadar Charli lebih peduli pada Been dia lebih mementingkan lelaki itu dari pada dirinya ,Lura jelas cemburu bahkan dia pernah bertanya kenapa Charli sangat peduli padanya .
"Been sahabat yang paling dekat dengan ku lu ,dia juga tak punya keluarga di sini jadi aku lebih perhatian padanya dari pada ke anggota lain "
Lura mencoba memahami penjelasan Charli ,dia tersenyum dan pura-pura mengerti ,tapi tak sampai di situ bahkan saat ulang tahun nya Charli tak tau sama sekali dan malah pergi dengan Been ke luar kota selama beberapa hari .Lura masih mencoba mengerti dan berpikir itu adalah bagian dari pekerjaan ,tapi ternyata bukan, mereka hanya pergi berdua dan itu acara pribadi, Lura tau itu dari anggota DUX lain yang seminggu kemudian Charli perkenalkan pada nya .
"Bagai mana penginapan di sana ,katanya ada pemandian air panas kaya di jepang ?"
"Iya kenapa kalian hanya pergi berdua ,kenapa tak mengajak Lura ? "
__ADS_1
Lagi-lagi dia hanya bisa diam yang di ucapkan Huno dan Minki menjawab semua kecurigaan nya .