
Musim semi yang Lura pikir akan lebih cepat datang ternyata terhalang badai ,cuaca akhir-kahir ini tak bisa di prediksi sama seperti nasib manusia .Kebahagiaan yang tinggal selangkah lagi harus terhalang badai kehidupan yang tak mudah ,dia menatap langit malam yang hitam pekat ,awan masih tergulung di sana dengan berjuta kubik es yang akan segera berubah menjadi salju dan menutupi kota Seoul ,di tangan nya tergenggam secangkir kopi panas yang asapnya masih mengepul .Ini sudah hampir tengah malam tapi dia baru saja keluar dari gedung rumah sakit ,Lura kerja lembur agar besok hari libur nya tak terganggu .Di tengok nya lagi ujung jalan besar itu ,belum muncul juga taksi yang lewat .Dia terus mengecek ponsel nya Charli dari siang tadi tak membalas pesan nya atau mengangkat pangilan nya .
"Hahhhh aku lelah sekali "
Seru nya sambil menghembuslan nafas berat ,tak lama setelah itu akhirnya taksi pun lewat di depan nya ,mengantar nya pulang .Di sepanjang jalan dia terus memikirkan Charli ,bagai mana keadaan nya sekarang ,Lura hampir sampai apartemen tapi dia meminta sopir itu menurunkan nya di depan gedung studio milik Charli ,pirasat nya Charli pasti ada di sana ,Lura hanya ingin tau apa dia baik-baik saja .Di pencet nya bel di samping pintu masuk bangunan itu ,tapi tak ada respon .Lura sebenarnya tau sandi pintu itu ,tapi dia takut mengganggu jika langsung masuk begitu saja .Dan setelah lama tak ada respon akhirnya Lura menekan sandi pintu itu ,dia langsung masuk mencari keberadaan Charli .
"Kaka !!"
Lura terkejut melihat Charli yang sudah mabuk berat duduk di lantai dengan banyak botol kosong bekas minuman.Lura langsung jongkok di depan nya ,bau alkohol menyeruak sepertinya Charli minum banyak sekali dan lagi dia sendirian di studio ,bagai mana jika dia terkena hipotermia lantai nya sangat dingin dia tak menyalakan pemanas ruangan .
"Kaka kenapa minum banyak sekali ?"
Lura menepuk-nepuk pipi Charli agar dia bangun .Lalu Charli perlahan membuka matanya ,kesadaran nya masih belum normal ,dia mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali ,kemudian tersenyum begitu sadar Lura di depan nya .
"Lura ,aku merindukan mu "
Charli langsung memburu nya memeluk tubuh Lura yang lebih kecil dari nya hingga dia juga terduduk di lantai .
__ADS_1
"Bangun jangan tidur di lantai ,tubuh kaka sudah sedingin es .Ayo ke sofa ,ya Tuhan kenpa kaka berat sekali ?"
Dengan sekuat tenaga Lura membopong tubuh raksasa Charli ,membuatnya duduk di sofa ,kemudian dia pergi ke dapur membuat sesewatu yang akan menghangatkan tubuh Charli .
"Ini minumlah ,pelan-pelan itu panas "
Lura menemukan teh jeruk di kulkas ,dia menyeduhnya kemudian memberikan nya pada Charli ,setelah meminumnya hingga setengah bagian Charli memberikan kembali cangkir itu pada Lura .
"Kaka kenapa ,apa yang terjadi ,apa semua ini karna berita kak Been ?"
Dia msih mabuk tapi ini sudah lebih baik berkat minuman itu ,Charli memegangi kepalanya yang pusing .Di pandangi nya Lura yang kini berjongkok di depan nya,dia selalu berhasil menemukan nya di saat kondisinya buruk seperti ini .
Charli mulai terisak ,Lura tak tau jika menjadi idol bisa seberat ini .Terlepas dari itu Lura tau bagai mana member DUX sangat mencintai fans mereka ,fans adalah keluarga bagi mereka yang akan selalau menunggu mereka tampil kembali, tapi sepertinya kebanyakan dari mereka menganggap idol hanya fantasi dalam pikiran mereka .Menganggap mereka orang sempurna yang tak boleh punya celah kekurangan .
"Aku cinta musik seperti hal nya mencintai diriku sendiri ,tapi apa gunanya jika yang mereka lihat hanya wajah ku "
Lura mendekati Charli kemudian duduk di samping nya memeluknya ,mengusap kepalanya membiarkan nya menangis di dalam dekapan nya .Ternyata bukan hanya Been yang jadi sasaran amukan fans, Charli juga jadi korban nya ,apalagi dia pernah di gosipkan berhubungan dengan Been dulu ,berita ini memperkuat asumsi mereka tentang itu .
__ADS_1
"Aku percaya masih ada fans yang benar-benar suka musik kaka ,lihatlah setelah ini kaka akan tau mana fans yang benar-benar mencintai musik kaka "
"Benarkah ?"
"Aku yakin tentang itu "
Charli tidur dalam dekapan Lura ,mereka tidur di sofa itu sambil saling memeluk .Tak ada masalah yang berat jika di lewati bersama ,setidak nya mereka tak sendiri menghadapi masalah ini .Selalu ada orang yang tulus di antara banyak nya yang berpura-pura ,Lura yakin masih banyak fans yang mendukung mereka dengan kekurangan yang mereka miliki .
Setelah bertemu dengan CEO dan anggota grup Been memutuskan kembali ke apartemen nya ,semua jadwalnya di batalkan untuk beberapa bulan ke depan ,masalah ini sangat serius ,Been sadar anggota DUX yang lain juga terkena imbasnya terutama Charli yang pernah di gosipkan dengan nya .
**
"Hmmmmmmmmm"
Sudah ke sekian kalianya Been membuang nafas jengah nya ,banyak beban menumpuk di hati nya ,beban yang sebenarnya tak kuat di tanggung nya .Ponsel nya terus berdering banyak yang mengiriminya pesan dengan kata-kata tak pantas dan gambar-gambar tak senonoh pada nya ,entah dari mana mereka mendapatkan nomor nya ,Been sangat prustasi .Di matikan nya ponsel itu kemudian dia berjalan ke arah kulkas mengambil beberapa minuman dari sana ,mungkin dia harus tak sadar agar bisa tidur ,ini sudah lewat tengah malam Been tak bisa memejamkan mata nya ,padahal dia sudah meminum obat tidur mungkin karna masalah ini otak nya terus bekerja membuatnya terus terjaga sepanjang malam .
"Labih baik kau mati saja ,dunia menjadi menjijikan karna adanya kau "
__ADS_1
Kata-kata heters yang menunggu di depan gedung apartemen nya tadi siang masih terus terngiang di telinga nya ,apa dia se kotor itu ,kemana orang-orang yang begitu memuja nya selama ini ,Been menangis melempar semua barang yang ada di dekat nya ,semua yang di bangun nya bertahun-tahun lamannya runtuh dalam sekejap .Apa punya perasaan berbeda denang lelaki normal se jijik itu ,jika bisa memilih dia juga tak ingin seperti ini ,tapi hati tak bisa memilih cinta yang pikiran inginkan ,dia hanya mencintai yang di cintainya dengan rasa.