11:30

11:30
Setelah kepergian Lura


__ADS_3

Satu minggu setelah kepergian Lura semua orang di unit gawat darurat masih sering membicarakan nya ,terutama suster Jasmin dan Maria mereka yang paling dekat dengan nya masih tak habis pikir dokter Lura tak bilang apapun sebelum nya ,mereka merasa ada hal yang Lura sembunyikan mereka ragu alasan nya pergi hanya karna masalah pengangkatan prifesor ,Lura bukan orang yang gila jabatan .Dokter Julian pun sama dia bahkan menangis sampai 3 hari karna merasa semua ini salah nya ,dia tak menyangka dokter Lura yang pergi menggantikan nya .


"Sudah lah dok jangan menyalahkan diri sendiri ,dokter Lura pasti punya alasan kenapa memilih berangkat ,kita semua tau kan dia orang yang bagai mana tak ada satupun yang bisa membaca pikiran nya "


Jam makan siang dan dokter Julian masih murung dia bahkan belum menyentuh makanan nya sama sekali ,yang di katakan suster Jasmin benar tak ada yang bisa menebak apa yang Lura pikirkan .


"Gadis itu sangat keras kepala dan suka bertindak sesuka nya ,lihat saja jika dia kembali aku akan memukul nya "


Suster Maria juga sama bahkan dia sekarang hampir menangis ,Lura sudah di anggap sebagai anak nya sendiri dia banyak membantu nya selam kerja di sini .Suster Jasmin mengelus punggung suster Maria yang mulai menangis .


"Kau boleh memukul nya itu pun jika dia berhasil kembali hidup-hidup"


Ucap dokter Zuyu yang sengaja lewat di dekat meja mereka .


"Dasar tak tau malu ,aku bersyukur gelar nya di copot dokter bodoh sepertinya memang bisa apa ,membuat malu rumah sakit ini saja "


Zuyu mendengar ucapan Jasmin ,dia kemudian berbalik dan menatap nya tajam ,dia sudah tak punya nyali lagi untuk melawan nya semua orang di kantin menatap nya dengan tatapan marah ,dia takut kemudian dengan cepat pergi.


Oprasi perdana mentri memang telah sukses di laksanakan ,tapi waktunya di undur dua hari dan pihak rumah sakit bekerja keras mencari dokter tambahan dari rumah sakit lain ,gelar profesor dokter Zuyu kemudian di copot karna kejadian Lura pergi membuat seisi rumah sakit gaduh dan menyalahkan nya ,direktur rumah sakit bertindak cepat dan langsung memanggilnya kemudian mencopot gelar itu ,semua orang sangat puas dengan keputusan itu ,tapi lihatlah dia masih tak tau malu .


** ** **

__ADS_1


Salju mulai turun di kota kecil dekat perbatasan itu ,Lura mengusap kaca jendela kamarnya yang mulai membeku kemudian pandangan nya meliaht sekeliling tempat di luar gedung ,matahari pagi mulai muncul sinar nya terpantul di atas hamparan lautan yang luas tak berujung ,telah seminggu dia di sana keadaan tak semenakutkan yang orang katakan, wabah penyaki itu sudah mulai bisa di atasi tak ada yang perlu di khawatirkan ,bahkan serangan pemberontak tak pernah dia deangar ,tapi setelah seminggu tanpa melihat nya Lura merindukan nya ,apa yang dia rasakan saat tak ada dirinya di sana .


Salju yang pertama turun selalu indah di mana pun itu ,Charli baru saja pulang setelah semalaman begadang di studio membantu Been dalam debut solo nya ,seperti biasa pandangan nya selalu mengarah ke pintu itu ,pintu apartemen Lura tak ada kabar apapun tentang nya dan dia juga tak bisa di hubungi ponselnya sepertinya sengaja di matikan ,Charli yang hendak membuka pintu apartemen nya mengurungkan niatnya kemudian berjalan menuju apartemen Lura dan malah masuk ke sana .


Sepertinya Lura sengaja pergi ,mungkinkah  ini rencana yang dia maksud waktu itu apa dia ingin pergi dari nya ,menghidar dari masalah tentang nya ,jujur dia sangat merindukan gadis itu saat ini .Rasa lelah karna terjaga semalaman membuatnya segera tertidur ,Charli tidur di kamar Lura ,di ranjang yang beraromakan tubuh nya ,mungkin hanya itu yang Charli tau tentang Lura sekarang ,hanya aroma lavender kesukaan nya .


"Dasar Lura aneh ,kenapa dia malah pergi ke tempat berbahaya itu "


Jasmin tak henti menggerutu dia kesal sendiri dengan keberanian Lura ,tapi dia juga kagum dengan nya ,meskipun usia mereka bertaut 3 tahun Jasmin tak pernah menganggap Lura jauh di bawah nya ,mereka dulu satu kampus meskipun dulu Jasmin tak dekat dengan nya saat kuliah ,tapi Lura memperlakukan nya dengan baik saat dia mulai bekerja di rumah sakit ,dan sekarang mereka menjadi dekat .Sepulang kerja Jasmin hendak mampir ke apartemen Lura ,sebelum berangkat ke perbatasan Lura mengiriminya pesan untuk merapihkan barang nya yang ada di ruang istirahat dokter dan menyuruhnya mengantarkan nya ke apartemen ,bahkan Lura memberitahu kata sandi apartemen nya pada Jasmin .Kini dia sudah berada di apartemen Lura ,ini bukan yang pertama kalinya dia berada di sana ,dia juga pernah menginap dulu saat kemalaman pulang sehabis menonton konser DUX bersama .


"Akhh cape sekali ,apakah ada makanan di kulkas ?"


"Siapa kamu ?"


Apel yang hendak di makan langsung lepas dari genggaman nya ,menggelinding kemudian berhenti tepat di depan Charli,dia sangat terkejut melihat Charli yang baru keluar dari kamar Lura ,sejenak Jasmin bingung apakah dia telah salah masuk apartemen kenapa bisa ada seseorang di sini ,dan kenapa itu bisa Charli ,jika dia salah masuk kenapa sandi pintu nya benar .


"Kenapa kamu bisa masuk ke sini ?"


"Saya Jasmin rekan kerja dokter Lura ,bukan kah kamu Charli kenapa bisa ada di sini ,apa saya salah masuk apartemen "


Charli mengucek matanya ,dia baru saja bangun dan hendak pulang tapi malah mendapati seseorang yang masuk ke apartemen Lura .

__ADS_1


** ** **


"Charli Edmund dan Been Casapian ,jadi dua orang ini yang membuat Lura pergi "


Sorot matanya tajam ,dia meremas dua lembar foto yang baru di lihat nya ,itu foto Charli dan Been ,dia sepertinya tak suka dengan ke dua orang itu .


"Dari hasil penyadapan yang kami lakukan di sebelah apartemen nona Lura, terakhir kali nona Lura bicara berdua dengan Charli di apartemen nya ,lelaki itu meminta nona Lura untuk tak meninggalkan nya , nona Lura marah karna Charli masih mencintai lelaki itu, Been .tapi sepertinya bukan hanya karna masalah ini bos ,anak buah saya menyelidiki di rumah sakit tempat nya bekerja dan saya menemukan ini "


Lelaki tinggi dengan wajah tampan yang lembut itu tak akan orang kira sebagai bos mafia terbesar negri ini ,wajah malaikat nya bisa saja menghipnotis lawannya tapi percaya lah dia bisa membunuh seseorang hanya dengan sekali tepukan tangan ,dia berdiri tegap di dekat kaca besar jendela ruang kerjanya ,matanya mentap jauh ke luar gedung itu ,gedung pencakar langit yang paling tinggi di pusat kota Seoul .Lelaki yang menjadi anak buahnya menyerahkan beberapa dokumen padanya ,dokumen yang berisi semua data rumah sakit dan semua yang berhubungan dengan Lura ada di sana .


"Jadi mereka memperlakukan nya seperti ini ,hanya karna anak pemilik yayasan dia di perlakukan tak adil .Bersiap-siaplah kita harus bermain-main sebentar dengan mereka "


Anak buah nya mengangguk seolah mengerti apa yang akan bos nya katakan ,sesaat kemudian dia keluar dari ruangan itu meninggalkan bos nya sendirian .Lelaki tampan itu kemudian berjalan menuju meja kebesaran nya ,ruangan besar dan mewah itu hanya miliknya seorang ,dia duduk di kursinya kemudian mengambil pigura yang berisi foto yang terpajang di meja .


"Maafkan aku ,aku yang membuat hidup mu menderita selama ini,kini aku akan menebus semuanya Lura "


Setelah mengelus-ngelus nya dia kembali meletakan pigura itu ke tempat nya ,tepat di samping tulisan nama besarnya yang terukir dari keristal kaca yang indah "Huang Zi " itu lah nama yang terukir di sana .


Huang zi


__ADS_1


__ADS_2