11:30

11:30
Tak membaik


__ADS_3

Mentari cerah menghangatkan pagi di awal musim semi ,pohon sakura di sepanjang jalan menuju rumah sakit mulai berdaun kembali mungkin tak lama lagi bunga nya juga akan segera menghiasi sekeliling rumah sakit ,Lura baru saja terbangun dari tidur nya ,dia tidur berbantalkan paha keras Charli yang sama tertidur di ruangan nya ,CEO ,Huno ,dan meneger langsung pulang setelah Lura selesai menjelaskan keadaan Been ,kini hanya ada Charli dan Dori yang tinggal untuk menjaga Been .Kedua lelak itu masih tertidur nyenyak di sofa ruangan nya, Lura yang bangun lebih dulu berniat keluar untuk membeli sarapan di kantin ,sebelum berjalan kelua ruanga dia melirik kedua lelaki itu kemudian membetulkan selimut mereka yang hampir jatuh .Lura berjalan di koridor rumah sakit banyak yang menatap nya dengan tatapan aneh kemudian saling berbisik setelah nya ,apa ada yang salah dengan dirinya apa ada sesewatu di wajah nya .


"Ku pikir kau masih cuti "


Jhosep yang baru masuk gedung langsung berlalri menghampiri Lura yang tengah berjalan sendiri dia langsung merangkul pundak nya .


"Kau tak tau kejadian semalam ?"


"Ahhh angota DUX yang kecelakaan ,kau yang mengoprasi nya kan ,bagai mana bisa kau bersama dia ?"


"Cerita nya panjang ,tolong awasi perkembangan nya pantau terus keadaan dia "


"Iya tenang saja ,kau mau ke mana ?"


"Ke kantin"


Mereka berpisah Lura jalan terus menuju kantin sedangkan Jhosep berbelok ke arah unit gawat darurat.Lura memesan tiga bungkus makanan untuk di bawa ke ruangan nya ,satu untuk nya dan dua lagi untuk Charli dan Dori .Ada apa dengan semua orang kenapa mereka terus memandang nya dengan aneh ,Lura tau pasti ada gosip yang menyebar tentang nya setelah kejadian kemarin ,pasal nya dia datang bersama ambulans yang membawa Been padahal hari itu dia sedang mengambil cuti .


"Enak sekali jadi dirimu ,dekat dengan selebritis "


Lura menoleh ke arah sumber suara ,di samping nya berdiri dokter Zuyu dengan gaya angkuh andalan nya .Lura tersenyum masam sudah cukup lama dia tak di ganggu wanita rubah ini ,Lura yakin pasti sumber masalah kali ini dia yang buat .Entah gosip apa yang dia sebarkan kali ini .


"Sudah lama aku tak mendengar sura mu dokter Zuyu ,apa lagi kali ini ?"

__ADS_1


"Malam-malam kau berduaan dengan seorang selebritis pria yang sedang terlibat sekandal karna ketahuan gay ,kira-kira orang akan berpikir apa ya ?"


Sudah Lura duga dia sumber masalah nya ,Lura tak mau membuang waktu nya untuk meladeni Zuyu kali ini . Stelah mendapat pesanan nya Lura langsung meninggalkan kantin menuju ruangan nya kembali .Zuyu tanpak kesal karna tak di ladeni Lura tapi dia cukup senang dengan keadaan ini ,siapa tau situasi ini menguntungkan nya kembali dan Direktur menghentikan niat nya untuk mendekati Lura .Setelah ayah nya sudah tak menjadi pimpinan yayasan rencana nya untuk mendekati Direktur semakin sulit ,dia lelaki yang gila hormat dan jabatan ,Zuyu tau dia sekarang sedang berusaha mendekati Lura karna kaka nya ,Zuyu berharap gosip kali ini bisa menjauhkan Direktur dari lura dan rencana nya kembali berjalan lancar .


Lura meletakan bungkusan makanan itu di meja depan sofa kemudian pergi ke kamar mandi ,dia akan mandi terlebih dulu sebelum memakan sarapan nya ,Charli terbangun karna suara pintu kamar mandi dia melihat sekeliling dan tak menemukan Lura di mana pun ,dia hanya melihat Dori yang tertidur di kasur kecil di pojok ruangan itu dan sebuah kantung makanan di meja nya .


"Kaka sudah bangun "


Lura baru selesai mandi ,dia keluar dari kamar mandi dengan baju seragam biru peraktek nya ,dia tak membawa baju ganti lagi dan hanya baju biru ini yang tersedia di sana .


"Kamu habis mandi Lu ?"


Charli melihat handuk yang membungkus kepala Lura ,dia terlihat berbeda ketika menggunakan seragam itu ,apalagi semalam saat dia keluar dari ruang oprasi ,Lura seperti orang lain di mata Charli ,seseorang yang sangat pintar dan keren .


"Ah iya ,aku sudah bawa sarapan sebaik nya kaka makan dan bangunkan kak Dori "


"Tenang saja aku dan CEO Lie sudah meminta izin Direktur ,jadi kalian bisa diam di sini selama menjaga Been "


Dori mulai terusik dengan suara percakapan pasangan itu ,dia langsung bangun dan melihat keromantisan mereka ,Charli sedang membantu Lura mengeringkan rambut nya .


"Kalian sedang apa pagi-pagi begini ?"


"Sudah siang ,ayo cepat cuci muka mu dan kita sarapan sebelum melihat Been "

__ADS_1


Dori mengangguk kemudian mencuci muka nya di westapel tempat cuci tangan yang ada di ruanga itu .


"Tak apa-apa kan aku cuci muka di sini ?"


Lura mengangguk sambil tersenyum ,kebaikan apa yang dia buat sehingga Tuhan memberinya pagi yang manis seperti ini ,dia bisa melihat dua pria tampan dengan wajah bangun tidur yang sangat menggemaskan .


"Jangan memandang Dori seperti itu "


"Aku memandang seperti apa ?"


"Dia cemburu pada ku Lu "


Lura tersenyum dan langsung melirik ke arah Charli, tapi dia langsung malingkan wajahnya karna malu .Setelah selesai sarpan Lura langsung mengenakan jas putih nya dan pergi ke ruang rawat intensif tempat Been berada di ikuti Charli dan Dori ,sepanjang perjalanan tatapan yang sama seperti itu selalu mengganggu nya tapi Lura berusaha tak peduli dengan mengacuhkan nya.Charli dan Dori menunggu di luar ruangan itu hanya Lura yang boleh masuk untuk memeriksa keadan Been .Sama seperti mereka ber dua Lura juga khawatir dengan Been ,dia takut keadaan nya semakin buruk ,luka di kepalnya benar-benar serius meskipun Been nanti sadar dia tak bisa menjamin Been bisa hidup normal kembali ,tapi Lura akan berusaha sebaik mungkin untuk merawat Been agar sehat dan normal .


Sementara itu Charli dan Dori menunggu di luar ruangan itu dengan cemas ,mereka melihat Lura dari jendela kaca ruang itu ,Lura tampak sangat hati-hati memeriksa Been dan setelah beberapa saat akhirnya dia keluar dari sana .


"Bagai mana Lu ?"


Lura mengehela nafas nya dalam ,dia tak membawa kabar baik .


"Keadaan Been tak baik tapi juga tak buruk dia belum menunjukan kemajuan ,kami akan terus memantau keadaan nya "


Dori mengusap wajah nya dia benar-benar prustasi dan khawatir ,dia juga amat marah dengan kejadian ini bagai mana bisa fans berubah menjadi menyeramkan seperti itu .Semalam setelah Lura menceritakan kronologi kejadian itu ,CEO langsung menghubungi polisi dan menyelidiki kasus ini, mereka berhasil mendapatkan rakaman CCTV dari kejadian itu ,dan tak butuh waktu lama mereka juga berhasil mendapatkan tersangaka yang menyerang Been ,tersangka penyerangan itu masih remaja di bawah umur, mereka mengaku sangat marah pada Been karna dia ketahuan seorang gay ,awal nya mereka adalah fans panatik Been yang selalu mengikuti nya kemana pun .

__ADS_1


"Aku sangat marah dan kecwa dengan ini ,mereka gila sampai berani berbuat seperti itu "


Semua anggota DUX langsung menonaktifkan akun media sosial mereka sebagai bentuk kekecewaan atas kejadian ini,mereka ingin di hargai layaknya seorang manusia bukan boneka yang selalu menuruti kemauan mereka .Dan setelah itu banyak fans DUX yang datang ke rumah sakit mereka berkumpul di luar gedung dengan membawa poster permintaan maaf dan banyak mendoakan Been .


__ADS_2