11:30

11:30
Akhir kekhawatiran


__ADS_3

Kumbang yang terbang itu perlahan mendekati bunga Mawar yang tengah mekar ,dia hinggap di kelopak nya kemudian mulai menghisap nektar yang ada di dalam bunga .Sinar mentari hangat yang membuat nya tampak berkilau dengan merah yang indah ,ada juga kuncup yang mulai mengintip mungkin sebentar lagi akan mekar .Angin bertiup pelan menyibak rambut panjang Lura yang duduk dengan terus menatap si kumbang dalam bunga itu ,sementara Charli hanya menunduk di sebalah nya sambil terus mengelus tangan Lura yang merah akibat ulah nya ,dia memang sulit mengendalikan emosi nya.Lura membawa Charli ke taman belakang yang letak nya cukup tersembunyi di areal rumah sakit ,hanya pegawai medis yang sudah bekerja cukup lama di rumah sakit yang mengetahui taman tersebut ,tempat ini adalah yang paling sempurna untuk mereka berbicara secara intim ber 2 ,tak akan ada yang mengganggu mereka di sana .


"Maaf ya pasti sakit "


"Tidak ,hanya saja aku kaget melihat kaka marah pada pak Lee tadi "


Charli tersenyum masam dia juga tak sadar bisa semarah itu ,dia hanya tak mau CEO memanfaatkan Lura untuk kepentingan nya ,Charli sadar perasaan nya pada Lura terus bertambah besar sekarang .


"Jangan dengarkan permintaan konyol CEO Lee aku tak akan pernah membiarkan mu di manfaatkan nya "


"Iya "


"Janji jangan ya "


"Iya "


"Janji dulu "


Charli mengacungkan jari kelingking nya meminta Lura menyatukan jari kelingking nya juga,dia tau Lura sangat baik bisa saja dia luluh dengan permohonan CEO nanti .Lura tersenyum dengan tingkah menggemaskan Charli dan mengikuti kemauan lelaki itu .


"Janji "


Jari kelingking mereka bertautan ,Charli tersenyum kemudian menarik Lura dalam pelukan nya ,mencium pucuk kepala gadis cantik itu .Hingga kemudian dia teringat sesewatu yang Lura minta saat dia akan pulang ke apartemen pagi tadi .Charli memberikan tas berisi satu set baju lengkap pada Lura .Sebelum sampai rumah sakit Charli meminta Dori mengantar nya ke toko baju langganan nya .


"Kaka beli ini ,kenapa tak mengambil di kamar ku saja ,kenapa kaka membuat repot diri sendri "


Lura membuka isi tas itu ,ini merek baju terkenal yang sering Charli pakai ,di dalam nya berisi beberapa baju dan celana ,yang sangat cantik dengan warna pastel yang sangat peminim.

__ADS_1


"Aku ingin melihat mu menggunakan pakaian seprti itu ,pakai yah "


"Apa aku terlihat lusuh selama ini ,maaf pasti kaka malu dengan ku ?"


"Tidak bukan seperti itu,kamu cantik memakai baju apapun ,aku hanya ingin membelikan mu baju saja "


Lura mendelik ,jelas sekali selama ini yang dia pakai adalah baju pasar yang harga nya murah pasti sangat jauh berbeda dengan Charli yang selalu menggunakan barang bermerek .


"Hehe aku serius "


Charli mencoba menyakinkan Lura agar mau memakai nya .


"Baiklah "


Suasana tenang di taman itu membuat Lura yang sudah kelehan mulai mengantuk selama 3 hari ini dia tak punya waktu untuk istirahat ,dia lebih sering bolak balik ke ruangan Been mastikan dia mendapatkan perawatan yang maksimal .Bagai mana pun juga Lura merasa bersalah dengan kejadian itu ,kalau saja dia tak mengajak Been ke studio Charli mungkin dia tak akan di celakai fans gila itu .


Mata Lura terpejam dia menyandarkan kepalanya di bahu bidang Charli ,dia ingin istirahat tapi pikiran nya tak bisa berhenti memikirkan masalah ini .


"Kamu dokter yang hebat ,dan Been lelaki yang kuat .Jangan menyalahkan dirimu atas semua kejadian ini ,meskipun Been tak keluar hari itu fans gila itu tetap akan melakukan hal gila pada nya .Been pasti akan bangun dan sembuh "


Lura mengangguk ,mudah-mudahan ucapan Charli barusan benar ,dia berharap Been cepat pulih dan sadar .Suasana tenang itu membuat mereka sejanak istirahat dari semua masalah yang sedang terjadi ,tapi kemudian sesewatu di saku jas putih nya bergetar ,itu ponsel nya dan sester Maria yang memanggil nya ,Lura langsung bangun dan menganggkat panggilan itu .


"Hallo sus ,benarkah , baik aku segera ke sana "


Wajah muram Lura berubah menjadi cerah ,dia langsung tersenyum manis menatap Charli yang kebingungan .


"Ada apa ?"

__ADS_1


"Kak Been sudah mulai siuman "


"Benarkah ,syukurlah "


Lura dan Charli langsung bergegas pergi ke ruang rawat Been ,Lura harus memastikan keadaan Been ,apakah dia benar-benar pulih dari cedera itu .Dori ,Huno ,dan Charli hanya bisa melihat Been dari kaca di luar uangan itu ,mereka tampak senang melihat Been sudah membuka matanya ,dia juga terlihat merespon Lura yang sedang bertanya padanya .


"Kak Been kenal aku ?"


"Lura ,apa yang terjadi kenapa aku di sini ?"


Lura sangat lega Been bisa pulih lebih cepat dari perkiraan nya ,tapi dia masih terlihat bingung ,itu wajar dalam kondisinya sekarang .Lura malah sangat bersyukur Been masih memiliki memory normal nya ,kebanyakan pasien dengan kasus serupa jarang yang sadar dengan memory lengkap kembali .Setelah selesai mengecek keadaan Been Lura keluar dari ruangan itu ,dia langsung di serbu ke tiga pria itu mereka memeluk Lura secara bersamaan .


"Terimakasih dokter Lura "


Ucap mereka bersamaan ,tapi kemudian Charli mendorong tubuh Huno dan Dori agar menjauh dari Lura kekasih nya .


"Hanya aku yang boleh memeluk nya "


Lura tersenyum ,kemudian menjelaskan kondisi Been yang sudah jauh lebih baik ,mereka dapat menemui Been setelah dia di pindahkan ke ruang rawat jalan sesegera mungkin.


"Paling lambat nanti malam Been akan kami pindahkan ke ruang VIP sesuai permintaan kalian ,dia harus melakukan beberpa tes lagi saat ini "


Dari kejauhan CEO Lee sudah terlihat mendekati mereka ,Charli segera meminta Lura pergi dia takut CEO akan membujuk Lura kembali ,masalah Been mereka yang akan menjelaskan nanti pada CEO .Kabar Been sadar langsung tersebar CEO sengaja menerima para wartawan di depan gedung dia memberitahukan keadaan Been yang sudah berangsur membaik ,CEO juga meminta para wartawan dan fans untuk tak berkumpul di depan gedung .


"Kami sangat menghargai kepedulian kalian ,tapi kami juga tak bisa terus membiarkan kalian di sini ,selain mengganggu kinerja rumah sakit Been juga sangat perlu istirahat .Kami harap kalian semua bisa mengerti ,karna Been sudah sadar jadi tak perlu ada yang di khawatirkan lagi ,dia hanya ingin kalian terus mendoakan Been dan mendukung nya "


Setelah pidato CEO yang panjang itu perlahan satu per satu kerumunan itu menghilang dari depan gedung rumah sakit ,cemoohan yang banyak memenuhi sosial media DUX juga perlahan di ganti dengan dukungan dan doa untuk kesembuhan Been .

__ADS_1


__ADS_2