
** ** **
"PLAKKKKK"
Huang zi menampar anak buah yang baru saja melapor ,dengan mata menyala penuh emosi dia meremukan gelas dalam genggaman tangan nya ,darah bercucuran dari sela-sela jari tangan nya yang putih, tapi dia tak peduli seolah hal itu tak terasa sakit sama sekali .Dua orang di hadapan nya tampak kaget dengan apa yang bos nya lakukan ,seperti nya bos mereka benar-benar emosi saat ini ,mereka hanya menunduk karna sadar telah gagal dalam tugas .
"PERGI !!!"
Dengan sekali bentakan dia mengusir anak buahnya karna tak membawa berita yang dia inginkan ,darah menetes ke lantai dia berjalan menuju kamar mandi kemudian membasuh luka tangan nya di westapel ,air mata tergenang di mata merah nya dia hampir tak tidur selama 3 hari ini ,segala cara telah dia lakukan untuk menemukan Lura adik nya, tapi sampai saat ini belum juga dapat membuahkan hasil ,dia tak mau kehilangan Lura satu-satu nya keluarga yang dia miliki ,dia juga merutuki kecerobohan nya bisa kecolongan saat Lura pergi malam itu ,selama ini dia selalu mengawasi Lura dengan menyuruh anak buah nya berjaga di sekitar nya ,dia benar-benar telah gagal menjadi seorang kaka dia banyak berhutang maaf pada Lura dan sekarang dia mungkin harus kehilangan nya ,rasa bersalah dalam hatinya kian bertumpuk .
Semua keluarga sudah mengikhlaskan para korban penyerangan itu ,tak ada harapan bahwa di antara mereka ada yang selamat mengingat betapa hancur nya kapal itu ,siang itu Charli mendapat telpon dari suster Maria bahwa mereka akan pergi ke pelabuhan untuk menaruh bunga sebagai penghormatan terakhir di sana, dia mengajak Charli untuk ikut ke sana ,Charli hanya diam dia tak tau harus ikut atau tidak ,jujur dia masih belum percaya Lura telah pergi dia masih berpikir Lura masih hidup dan selamat ,dia yang saat itu sedang tampil bersama anggota DUX di salah satu acara televisi langsung pergi setelah acara selesai diikuti Dori dan Huno mereka juga sangat kehilangan sosok Lura yang baik, sementara anggota lain memiliki jadwal yang tak bisa di tinggalkan.
"Lie sebaiknya kita beli bunga dulu ,pak berhenti dulu di depan toko bunga"
Ucap Dori menyuruh supir mereka berhenti di salah satu toko bunga di pinggir jalan .
"Lie ayo kamu gak beli bunga ? "
Ajak Huno yang melihat Charli hanya diam di kursi nya .
__ADS_1
"Buat apa Lura pasti pulang ,kalian beli aja sendiri "
Huno dan Dori hanya bisa memandang Charli dengan tatapan sedih ,mereka tau dia pasti sangat kehilangan dan juga merasa bersalah pada Lura .
"Aku juga sangat kehilangan dia ,tapi kita harus mengiklaskan nya Lie biar Lura tenang di sana "
Huno yang sudah kembali masuk mobil sebisa mungkin menyadarkan teman nya agar bisa ikhlas melepas Lura.
"Aku gak akan menanggap Lura telah meninggal sebelum aku melihat sendiri jasad nya "
"Dia akan lebih menderita jika kamu seperti ini Lie "
Sesampainya di pelabuhan banyak orang sudah berkumpul di sana ,melihat ada selebritis datang mereka langsung menjadi pusat perhatian ,bahkan wartawan yang ada di sana langsung mewawancarai Charli dan teman-teman nya ,wartawan menanyakan untuk siapa mereka berbelasungkawa .
"Ini untuk sahabat kami dokter Lura ,kami harap dia bisa tenang di sana dan jika ada keajaiban Tuhan kami harap dia bisa kembali dengan selamat "
Dori mewakili menjawab semua pertanyaan mereka sementara itu Charli hanya diam dia menutupi mata sembap nya dengan kacamata hitam ,setelah wartawan mendapat cukup informasi mereka akhirnya membiarkan Charli dan teman-teman nya ikut bergabung untuk melakukan doa dan menyimpan karangan bunga .Di sana di buat sebuah tugu untuk memperingati kejadian ini dan juga terdapat foto-foto orang yang menjadi korban termasuk Lura ,di sana terdapat fotonya yang sedang makan es krim bersama Jhosep ,dengan eksfresi kaget karna di foto Jasmin tiba-tiba dan dengan masih menggunakan jas dokter .Lura tak pernah suka di foto,itu foto satu-satunya Lura dan Jhosep yang mereka punya dan foto itu di ambil saat mereka istirahat makan siang .
Charli mendekati foto itu kemudian mengusap nya pelan ,sekuat hati dia tahan air matanya agar tak menetes tapi tak bisa ,kaca mata hitam yang menutupi mata sembap nya tak bisa menjadi penghalang nya untuk tidak menangis ,Huno juga begitu dia juga begitu kehilangan sosok Lura yang cantik dan baik hati ,dia menahan bibirnya sekuat tenaga agar tak terdengar suara tangisnya ,Dori cukup kuat dia memang baru mengenal Lura tapi kesan pertama melihat nya sangat manis ,Dori tau Lura gadis luar biasa hingga banyak orang yang menangisi kepergian nya .Di belang mereka berjajar beberapa orang suster dan dokter yang sama-sama berbela sungkawa foto Lura dan Jhosep menjadi tempat terbanyak menerima bunga itu semua karna Lura begitu banyak di cintai orang .
__ADS_1
"Ibu sejak kapan di sini ? "
Charli terkejut merasakan tangan seseorang yang menggenggam tangan nya ,ketika berbalik ternyata itu ibu dan ayah nya ,mereka juga menaruh bunga di sana ibu bahkan langsung memeluk Charli dan menangis sejadi nya di sana ,membuat orang yang melihat ikut mengis di buat nya .
"Kenapa bisa begini ?,ibu bahkan tak bisa melihatnya untuk yang terakhir kali nya "
Charli hanya diam hatinya terlalu sakit mengingat bagai mana dia selama ini memeperlakukan Lura .
Di barisan paling belakang berdiri Huang zi dan anak buah nya dengan menggunakan setelan jas serba hitan dan kaca mata hitam dia menyaksikan semuanya ,dia ingin menyalahkan Charli atas semuanya tapi setelah melihat itu semua dia menjadi merasa paling salah di sini ,seharusnya dia tak pernah meningalkan Lura dulu .Semua masalah yang Lura hadapi berawal dari kesalahan nya di masa lalu ,jika saja keluarga mereka masih utuh Lura tak akan berakhir dengan menderita .
"Pak ada telpon dari tim khusus "
Anak buah Huang zi yang di kirim untuk mencari Lura akhirnya menelpon kembali setelah tadi siang tak memberikan kabar baik ,Huang zi menerima telpon itu .
"Bagai mana ,jika kau tak becus mati saja di sana ,APA !!,kau serius cepat bawa pulang !!"
Jhosep
__ADS_1