11:30

11:30
Cinta pada pandangan pertama


__ADS_3

Pagi hari di apartemen Charli .Dengan muka khas bangun tidur dan rambut masih berantakan ,Charli pulang ke apartemen nya setelah menginap di apartemen Lura ,siang ini dia ada janji bertemu seseorang di studio untuk membahas projek musik mereka ,Charli harus mandi dan ganti pakaian .Dia hendak berjalan menuju kamar nya ,tapi matanya menangkap sesewatu di atas meja ,sepertinya itu sebuah paket mungkin ibu kemarin yang menerima paket nya ,ketika mengantar beberapa baju nya dari rumah .Charli mengambil kotak itu ,tak ada nama pengirim hanya saja paket itu di kirim dari rumah sakit Diamon .Apa Lura mengiriminya sesewatu ,Charli mulai merobek kertas coklat pembungkus kotak itu dan perlahan membuka nya ,dia terkejut melihat isi nya .


"Bukan kah ini barang yang ku beri pada Jhosep ,?"


Kenapa dia mengembalikan lagi semua barang yang di berinya .


"Seperti nya kau benar ,aku tak bisa menerima ini dari mu "


Charli membaca tulisan dalam secarik kertas yang terselip di dalam nya .Dia langsung mengerti maksud dari kata-kata itu ,tentu saja dia takan menolak nya di depan Lura ,dia tak ingin hubungan nya dengan Lura menjadi canggung setelah itu .Dan sekarang Charli menatap kotak itu ,sudah jelas Jhosep memang menyukai Lura .


Jhosep memang menyukai Lura ,bisa di bilang dia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan nya .


3 tahun lalu saat hari pertama kerja di rumah sakit Diamon ,hidup nya sangat berantakan ,Jhosep terlambat di hari pertama nya ,dia dengan penambilan acak-acakan dan wajah lebam akibat pukulan berlalri di korodor rumah sakit .Keringat bercucuran di dahi nya dia hampir saja tertinggal masuk lift ,jika bukan karna tangan seorang gadis yang membantu nya menahan lift yang hendak tertutup .Jhosep masih mengatur nafas nya dia sedikit membungkuk bertumpu pada lutit nya .


"Ini "


Hanya ada dia dan gadis itu di dalam lift ,dia memberi Jhosep sebotol air minum ,Jhosep menerimanya tanpa melihat gadis itu dan saat dia mengangkat kepala untuk minum ,dia tersedak melihat gadis di hadapan nya .


"Uhukkk uhukkk"


"Kamu tak apa-apa ?"


Jhosep menggeleng kemudian mengelap air di dagu nya .Dia terpesona melihat gadis itu ,matanya sayup dengan bibir merah tipis ,hidungnya kecil dan mancung, bentuk wajah yang kecil dengan kulit seputih susu ,dia kemudian tersenyum cerah saat mengetahui Jhosep baik-baik saja ,sangat cantik.


"Apa kamu baru di sini ?"


"Iya "


Jhosep tak bisa berpaling dari nya ,lalu dia melihat id card yang terkalung di leher gadis itu ,dia juga seorang dokter di sini ,awalnya Jhosep mengra gadis itu adalah seorang selebritis.


"Kamu juga dokter di sini ,bagian apa ?"


"Ahh aku di unit gawat darurat "

__ADS_1


"Benarkah ,aku juga di tempatkan di sana "


"Wahh kebetulan sekali ,kenapa kamu telat ?"


"Aku harus mengurus sesewatu dan juga kesasar di jalan .Apakah kepala bagian unit gawat darurat kejam pada bawahan nya ,?"


"Hahaha kejam ?"


Lagi-lagi Jhosep terpana dengan kecantikan gadis di depan nya ,dia bahkan masih sangat cantik ketika tertawa seperti itu .


"Aku tak tahu ,kamu lihat saja sendiri ,semoga beruntung "


Gadis itu berjalan duluan mendahului nya dia masuk ke salah satu ruangan di sana,Jhosep langsung berjalan cepat menuju bagian nya ,sesampai nya di sana dia masih beruntung karna dokter yang menjadi atasan nya itu belum datang .


"Kamu dokter Jhosep kan ,besok jangan telat lagi ayo ikut aku kita tangani pasien yang akan segera datang "


Dokter Julian yang menjadi seniornya banyak menjelaskan bagai mana tugas nya di sana ,Jhosep menurut dan akan berusaha serajin mungkin dalam bekerja .Hingga keterkejutan nya berlanjut di sana ,saat pasien kecelakaan dengan luka serius sedang mereka tangani dia datang ,dokter cantik yang di temui nya di lift tadi pagi .


"Bagai mana kondisinya ?"


"Dia banyak kehilangan darah dan kaca itu menusuk sampai ginjal seblah kiri nya ,kita harus segera melakukan oprasi ,tekanan darah dan denyut jantung nya juga semakin melemah "


"Suster Maria siapkan ruang oprasi nya sekarang ! "


"Baik dok "


Siapa dia ,kenapa dia bisa memerintah semua orang yang ada di unit gawat darurat .


"Selamat bergabung di unit kami ,yang tadi adalah dokter Lura dia kepala bagian di unit ini "


Dokter Julian memperkenalkan siapa gadis itu sebenar nya .


"Apa !!"

__ADS_1


Gadis cantik itu adalah atasan nya sekarang ,bahkan usia mereka seperti nya hampir sama ,awalnya Jhosep ragu dengan kemampuan Lura tapi setelah beberpa hari kerja dia sadar Lura adalah dokter paling jenius yang pernah di temui nya .


Dia adalah satu-satu nya orang yang bisa mengendalikan nya ,Lura selalu tau bagai mana cara menghadapi nya ,bahkan dia adalah satu-satu nya orang yang membela nya saat hampir saja di pecat dari rumah sakit karna dia pernah di datangi segerombolan preman .Dia rela memohon pada direktur dan di marahi semua profesor karna membela nya .Ayah nya meninggal dengan meninggalkan banyak utang dan setelah itu ibunya kabur entah ke mana Jhosep kini hidup sendirian ,dia harus menanggung semua utang yang di tinggalkan keluarga nya .Setelah tau semua itu Lura selalu di samping nya ,gadis polos baik hati itu sangat amat di kagumi nya .


"Mulai sekarang kau harus menurut pada ku ,jika tidak aku akan ikat kau di sini semlaman "


Atap menjadi tempat paforit mereka berdua ,awalnya hanya Lura tapi Jhosep diam-diam mengikutinya sampai akhirnya ketahuan .Setelah 3 tahun berlalu perasaan nya pada Lura tak pernah berubah ,bahkan setelah kini dia punya kekasih dan sangat mencintai nya .Jhosep ingin menjaga nya dia selalu mengawasi Lura diam-diam dia takut Lura terluka lagi karna Charli ,tapi bodoh nya gadis itu terlalu mencintai lelaki yang pernah menyakiti nya .


Lura sudah selesai bersiap-siap dia mengenakan dres itu lagi ,dres bermotif bunga sakura yang dulu di kenakan nya saat memergoki Charli dan Been bercumbu .Lura tak tega jika harus membuang nya ,harga dres nya juga lumayan mahal karna merek ternama .Dia akan melupakan kejadian itu dan dengan santai memakai dres nya ,dia sudah memberi tahu Charli tentang rencana nya hari ini yang akan ke partemen baru Jhosep bersama suster Jasmin dan Maria ,Charli mengizinkan nya karna Lura tak pergi sendiri ke sana .


"Kamu mau ke mana ?"


Charli keluar apartemen nya berbarengan dengan Lura mereka bertemu di depan lift .


"Ke apartemen nya Jhosep ,aku kan sudah cerita ke kaka "


"Kenapa memakai baju seperti ini ?"


"Kenapa ,apa aku terlihat aneh dengan baju ini ? "


Charli tak ingat bahwa Lura pernah memakai baju itu sebelum nya ,kenapa dia sangat cantik hari ini ,dia tak mau Jhosep melihat nya ,hanya dia yang boleh melihat Lura secantik ini .


"Ada apa kaka ?"


Charli terus menatap nya ,apa dia terlihat aneh .


"Ayo ikut aku dulu "


Mereka kembali ke apartemen Lura ,Charli kini sedang membuka lemari pakaian nya ,memilih beberapa baju yang harus Lura kenakan ,dia tak mau Lura memakai dres itu dan bertemu Jhosep secantik ini .


"Ini ,kamu ganti baju nya "


"Jelaskan kenapa dulu ,kaka aneh sekali hari ini "

__ADS_1


"Kamu terlalu cantik dengan dres itu ,aku tak mau lelaki lain melihat nya "


Lura tersenyum ,jadi itu alasan nya .


__ADS_2