
Hanya ada dia dan luka ,langit bertabur bintang itu memang bukan milik nya ,Lura terjebak dengan serbuk gula-gula yang mereka umpan kan ,bagai mana bisa dia berharap pada bintang cerah yang jauh dari jangkauan nya .Bahagia memang tak pernah ada di pihak nya ,Lura kini sadar siapa dia , Charli tak mungkin bisa berubah secepat itu .Dia bersandar pada pegangan lift dengan tangan bergetar air matanya kini mengalir tanpa bisa dia tahan ,tangan nya memang sakit tapi hatinya lebih sakit lagi ,setelah keluar dari lift dia berjalan di lantai basement rumah sakit menuju luar gedung itu ,dia berjalan pelan seakan berat karna harus menyeret beban di hatinya yang semakin menumpuk ,hingga dia tak kuat lagi kemudian berjongkok di balik tiang beton bangunan itu ,tangan kirinya memegangi tangan kanan nya yang bertambah sakit ,semua tubuhnya merasakan sakit luar biasa saat ini.Lura terisak di sana sendirian dia sudah tak bisa menahan lagi tangisnya agar tak bersuara .Rasa cinta yang begitu besar memang akan berbalas dengan rasa sakit kehilangan yang besar juga ,dia seharusnya sadar dan tak memulai kembali ini semua .
"Lura ,kau tak apa-apa ?"
"Sakit "
Jhosep yang hari itu pulang lebih awal memutuskan untuk kembali saat Jasmin memberitahunya lewat telpon bahwa Lura akan segera di oprasi dan akan mengambil cuti ,Jhosep sangat khawatir dan dengan cepat kembali ke rumah sakit ,saat dia sampai dan hendak menemui Lura di ruangan nya ternyata Lura sudah tak ada Jhosep berlari mencari nya ,dia sudah berusaha menelpon Lura tapi tak di angkat ,dan akhirnya setelah 1 jam lelah mencari Jhosep menemukan Lura di lantai basement rumah sakit .Dia sedang jongkok dan menundukan kepalanya di sisi tiang beton bagunan ini ,Jhosep berjalan mendekati Lura dan saat semakin dekat jarak antara dirinya dengan Lura dia terkejut mendengar suar tangisan nya ,dia langsung berlari dan jongkok di depan Lura.
"Tangan mu semakin sakit ,ayo kita segera ke UGD "
"Sakit sekali ,mengapa sesakit ini "
Kenapa saat dia menangis selalu ada Jhosep di sisi nya ,dia malu jika Jhosep tau apa yang sebenarnya terjadi .Jhosep membantu nya berdiri kemudian memapah nya hendak kembali ke dalam gedung rumah sakit ,tapi Lura tiba-tiba menghentikan langkah nya ,dengan muka sendu dan mata penuh air dia memohon pada Jhosep agar mengantar nya pulang .
"Tapi kau harus segera mendapat perawatan "
"Aku mohon ,aku punya obat yang lumayan ampuh di rumah "
Jhosep paling tak sanggup melihat tatapan mata Lura apalagi tatapan sendu yang sangat menyayat hatinya ini .
"Baiklah ,ayo kita naik taksi di depan "
__ADS_1
Di dalam taksi saat perjalanan pulang ,Lura taka bicara sepatah kata pun ,dia bukan tipe orang yang akan menangis karna rasa sakit tubuh nya ,apa telah terjadi sesewatu sebelum nya .Jhosep hanya bisa mengelus kepala Lura yang bersandar di bahu nya ,memang sakit jika cinta tak terbalas tapi lebih sakit lagi melihat orang yang di cintai itu menderita dengan cinta pilihan nya ,Jhosep ingin Lura bahagia meskipun tak di sisi nya .
Dori baru saja selesai mengurus administrasi perawatan Been dan dia kini sudah di perbolehkan pulang ,untuk sementara waktu Been akan tinggal di rumah Dori bersama dengan ibu nya ,dia kahawatir jika membiarkan Been tinggal sendirian dia takut fans gila seperti kemarin kembali berulah dan membahayakan nya .
"Kau mau ke mana ?"
Dori berpapasan dengan Charli saat dia keluar dari dalam lift .
"Aku mau ke ruangan Lura menunggu nya di sana ,barang-barang Been sudah ku bereskan semua "
"Bukan nya tadi Lura sudah ke ruangan Been dia bertemu dengan ku di depan pintu ruangan nya tadi sebelum aku ke bawah "
"Mana aku tau ,masa dia tak masuk aku jelas melihat nya membuka pintu "
Charli menjambak rambut nya frustasi ,apa Lura melihat yang di lakukan Been pada nya tadi ,jika ia apa yang harus dia katakan pada nya .
"Aku akan mencari nya "
Charli berlari dari sana tujuan pertama nya adalah ruangan Lura dia mengetuk pintu ruangan itu berkali-kali tapi tak ada respon ,sepertinya dia sudah pulang .Charli bergegas pergi ke tempat parkir mobil nya dan pergi dari rumah sakit itu ,bagai mana jika Lura melihat dan mendengar apa yang mereka lakukan ,bagai mana dia akan menjelaskan nya kali ini .Dengan kecepatan penuh Charli akhirnya sampai di apartemen dalam waktu singkat dia langsung pergi ke unit apartemen Lura ,menekan sandi pintu nya ,tapi kenapa pintu itu tak bisa di buka dan sandi yang dia masukan salah ,Lura pasti sudah mengganti sandi pintu nya ,itu berarti dia melihat semuanya .
"Lu ,Lura buka pintu nya ,ini aku Charli ,aku tau kamu ada di dalam kita harus bicara "
__ADS_1
Charli memukul pintu itu beberapa kali tapi tak ada respon juga .
"Lu ,aku bisa jelaskan semuanya ,yang kamu lihat itu adalah kesalah pahaman ,Lu tolong buka pintu nya "
Benar Lura menangis bukan karna sakit di tangan nya ,sudah jelas ini semua gara-gara Charli ,Jhosep yang saat itu duduk di samping Lura mengepalkan tangan nya ,dia marah melihat Lura terus di sakiti laki-laki itu .Dia berdiri bermaksud menemui Charli dan memberinya pelajaran ,tapi tiba-tiba tangan Lura menggenggam tangan nya ,dia menggeleng kan kepalanya meminta Jhosep tetap diam .
"Biar aku beri pelajaran orang itu ,apa lagi yang dia lakukan pada mu ?"
"Biarkan saja ,biar aku yang menyelesaikan masalah ini ,aku tak ingin bertemu dengan nya saat ini ,aku takut setelah melihat wajah nya rasa kecewa ku hilang dengan mudah ,aku terlalu mencintai nya ,aku sangat mencintai nya ,jadi biarkan aku yang menyelesaikan ini semua ,tolong jangan sakitu dia "
"Mau sampai kapan kau di sakiti seperti ini ,sebesar apapun kau mencintai nya semuanya tak benar jika dia terus menyakiti mu "
"Aku akan mengakhirinya jadi jangan lakukan apapun pada nya "
Bodoh kenapa dia harus mencintai lelaki seperti Charli ,apa selama ini kehadiran nya tak pernah berarti apa-apa untuk nya ,Jhosep akhirnya duduk kembali kemudian memeluk Lura yang saat itu kembali menangis .
Sementara itu ,Charli masih diam di depan pintu apartemen Lura ,dadanya sesak karna penuh dengan amarah dia mengepalkan tangan nya kemudian meninju tembok di samping pintu itu sekuat mungkin, hingga buku-buku jari nya merah dan berdarah ,dia mengutuk dirinya sendiri karna tak hati-hati ,dan juga dia mengutuk Been yang menjadi penyebab kekacauan ini .
JHOSEP PITTER
__ADS_1