11:30

11:30
Gosip


__ADS_3

Media gosip kontroversial yang menyebarkan berita bahwa Been seorang gay membuat ulah kembali ,mereka berhasil mewawancarai tersangka yang menabrak Been beberapa hari lalu ,entah keberanian apa yang mereka punya sampai nekat membuat berita itu .Tersangka penyerangan Been adalah seorang gadis remaja yang baru duduk di bangku kelas 2 sekolah menengah atas ,dia masih berada di kantor polisi menunggu keputusan atas tindakan kejahatan yang telah di lakukan nya .Mungkin dia beruntung karna masih tergolong di bawah umur jadi hukuman yang akan di dapat nya tak akan seberat hukuman normal .Dia memberi pernyataan lewat wartawan gosip itu ,gadis itu sama sekali tak menyesal telah mencelakai Been ,itu karna dia merasa di khianati dengan kenyataan bahwa Been adalah seorang gay ,usaha nya selama ini mengeluarkan uang yang tak sedikit untuk menjadi fans panatik merasa tak di hargai .Dia juga mengatakan bahwa malam itu Been tak sendirian ada seorang wanita yang menjemput dan mengantarkan nya kembali pulang ke apartemen .


"Jadi kamu kecewa karna Been seorang gay atau cemburu pada nya karna ketahuan bersama seorang wanita "


Saat wartawan bertanya seperti itu gadis itu langsung marah dan tak terima di sebut cemburu dia sampai memukul para wartawan yang ada di sana .Sepertinya gadis itu mengalami gangguan jiwa karna terlalu terobsesi kepada Been hingga nekat berbuat seperti itu .


Setelah berita dari hasil wawancara itu di rilis ribuan komentar langsung membanjiri akun gosip itu ,banyak orang yang menghujat habis-habisan dan menuntut agensi SS segera melaporkan media tersebut karna telah menyebarkan ujaran kebencian yang keterlaluan terhadap Been .


Charli membuka pintu kamar Lura dia baru saja pulang dan langsung pergi ke apartemen kekasih nya ,merebahkan tubuh nya di atas kasur ternyaman sedunia, dengan aroma lavender yang entah sejak kapan menjadi paforit nya ,dia lebih nyaman berada di apartemen Lura yang bersih dan rapih dari pada partemen nya yang sudah seperti toko karna banyak terdapat action figur di pajang di mana-mana ,bahkan di dekat pintu masuk terdapat manekin seukuran tubuh nya yang mengenakan kostum deadpool pahlawan super Amerika paforit nya .


"Ahh benar ,Lura menyuruh ku membawa baju ganti untuk nya "


Charli bangkit kembali dan mulai berjalan menuju lemari pakaian ,di dalam nya tak banyak terdapat pakaian ,seprtinya Lura memang tak suka terlalu banyak barang di rumah nya .Charli mulai memilih baju sesuai selera nya ,selama ini Lura sangat sering mengenakan kemeja dan kaos dia jarang melihat nya memakai dres atau pakaian mini lain nya .Charli menaruh kembali pakaian yang sudah di ambil nya dia memutuskan akan membeli yang baru nanti saat akan kembali ke rumah sakit .Setelah mandi ,makan dan tidur sebentar Charli kembali bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit ,dia juga sangat khawatir dengan keadaan Been dia bukan hanya sekedar sahabat untuk nya tapi juga pernah menjadi bagian di hati nya .


"Lie kamu sudah lihat berita tentang Been ?"


"Tidak memang kenapa ?"


Siang itu Dori menjemput Charli untuk kembali ke rumah sakit ,Dori sudah melihat berita dari akun gosip itu ,dia sangat marah dan jengkel membaca nya ,mereka sama sekali tak memperdulikan keadaan Been ,malah menjadikan situasi ini sebagai jalan bisnis mereka untuk meraup keuntungan dari berita tak pantas itu .


"Coba kau lihat "


Charli membuka ponsel nya ,dan beberapa saat kemudian dia tersenyum sinis setelah membaca isi berita itu .Dia tak habis pikir dengan media yang masih mengambil keuntungan dengan berita seperti itu .

__ADS_1


"Apa CEO Lee sudah mengambil tindakan ?"


"Dia akan berunding dulu dengan pengacara "


"Mereka hanya memikirkan keuntungan sendiri , tak memikirkan orang yang mereka buat hancur karna berita seperi itu "


"Di depan rumah sakit juga banyak wartawan ,mereka memaksa ingin mewawancarai Lura setelah tau dia wanita yang malam itu bersama Been "


"Apa !! "


"CEO Lee akan bertanya langsung pada Lura hari ini ,dia ingi Lura berpura-pura menjadi kekasih Been ,aku sudah bilang pada nya ,berbohong tak akan menyelesaikan masalah ,justru nanti akan timbul masalah baru "


"Apa-apaan dia kenapa seenaknya sekali ,aku tak akan membiarkan nya "


Jemari Charli terkepal urat tangan nya menonjol dengan jelas ,dia berusaha menahan amarah nya yang saat itu memenuhi hati nya ,Lura sudah terlalu banyak mengorbankan perasaan nya Charli tak akan membiarkan dia berkorban kembali meskipun itu untuk grup nya .


"Kenapa kalian lama sekali ?"


"Kau sedang makan ?"


Charli menatap Huno yang saat itu tengah mengunyah makanan nya .


"Kau pikir aku sedang apa ,bernyanyi .Iya aku sedang makan untung ada Lura di sini kalau tak ada aku sudah mati kelaparan menunggu kalian "

__ADS_1


Dori tersenyum mendengar omelan Huno ,kemudian dia memberikan sekantung besar makanan yang baru mereka beli di perjalanan .


"Di mana Lura ?"


"Ahh tadi dia di panggil seseorang katanya di suruh ke ruangan direktur ,di sana juga ada CEO Lee ,mereka mau apa ya kira-kira ?"


Charli tak banyak bertanya lagi dia langsung berlalri ke ruangan direktur ,tentu saja dia tak tau di mana ruangan itu jadi di tengah-tengah jalan dia kebingungan dan bertanya pada salah seorang suster yang di temui nya .Sesampai nya di depan ruangan itu Charli yang hendak masuk langsung di hadang sekertaris direktur ,dia tak di izinkan masuk, tapi bukan Charli namanya jika kalah begitu saja, dengan tubuh tinggi dan kekar nya dia dengan mudah menyingkirkan sekertaris itu dan berhasil menerobos ke dalam .Charli mendengar sebagian percakapan mereka dia langsung mendekati Lura dan menarik tangan nya .


"Pak Lee tak bisa melakukan nya, dia kekasi ku "


"Charli sedang apa kau di sini ?"


"Aku tak akan membiarkan Lura melakukan nya ,kita tak bisa membohongi publik lagi .Masalah nya akan tambah kacau jika suatu saat semuanya terbongkar "


Setelah itu Charli membawa Lura keluar dari ruangan itu ,dia terus menggenggam erat tangan Lura tanpa peduli pandangan orang yang terus memperhatikan mereka berdua .


"Kak lepas sakit "


Charli bahkan tak mendengar ucapan Lura yang mengaduh kesakitan karna genggaman tangan Charli yang terlalu kuat .


"Kaka"


Dan akhirnya Lura menepis tangan Charlia dengan sekuat tenaga nya .Charli menghentikan langkah nya kemudian melihat Lura yang sedang memegangi tangan nya yang merah akibat ulah nya .

__ADS_1


"Maaf Lu aku terlalu emosi "


Lura mengangguk kemudian membawa Charli ke tempat di mana orang tak akan mudah menemukan mereka .


__ADS_2